Atmosphere

Atmosphere
S2 Nemesisb


__ADS_3

Fyi "Nemesis adalah bintang katai merah atau katai coklat yang diusulkan keberadaannya pada tahun 1984. Bintang ini diusulkan mengelilingi Matahari pada jarak 95.000 Satuan Astronomi (1,5 tahun cahaya) di luar awan Oort sebagai penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali."


Happy Reading All.


***


Akhirnya ujian yang selama beberapa hari ini dijalani telah selesai, namun kesedihan Adhara sepertinya terus saja berlanjut. Hubungannya dengan Chan tak juga membaik. Adhara yang selama beberapa hari ini sibuk dengan ujiannya malah membuat Chan semakin overthinking dan semakin sering mengirimkan Adhara pesan yang mengungkapkan amarahnya, Adhara yang mulai lelah dengan sikap Chan dan tak ingin ujiannya terganggu terpaksa menolak semua panggilan masuk dari Chan.


Hal tersebut lah yang sebenarnya membuat Chan semakin negatif thinking pada Adhara. Hubungan yang tidak saling memiliki kepercayaan dan saling memahami begitu sulit untuk dijalankan namun mereka masih saja bertahan. LDR saja sudah membuat mereka merasa tertekan di tambah lagi kini dengan keberadaan perusak hubungan mereka dan kedatangan Antares yang semakin menambah kerumitan hubungan mereka.


Adhara kini memilih untuk duduk di taman kampus seorang diri, Nora kini juga begitu sibuk dengan Izar yang semakin hari selalu mengganggunya. Namun Adhara tahu gadis tersebut kini mulai tertarik juga dengan Izar, namun Nora malah gengsi untuk mengatakannya.


“Ngapain lo ngelamun aja?” tanya sebuah suara yang kini sudah duduk di samping Adhara. Gadis tersebut menoleh ke sampingnya dan mendapati Antares yang kini sudah duduk di sampingnya. Adhara menghembuskan nafasnya kasar saat melihat Antares.


“Lo ngeliat gue kayak ngeliat musuh gitu,” ucap Antares pada Adhara karena menyadari jika gadis tersebut menghela nafasnya saat melihat dirinya.


“Males aja gue liat lo,” ucap Adhara dengan terus terang yang membuat Antares memelototkan matanya mendengar ucapan gadis di sampingnya tersebut yang kelewat jujur.


“Bohong dikit bisa gak sih? jangan terlalu jujur,” ucap Antares pada Adhara yang kini malah menggelengkan kepalanya dengan begitu polos yang semakin membuat Antares melongo melihat hal tersebut.


“Gak mau dosan gue, bohong itu dosa,” ucap Adhara pada Antares yang kini malah berdecih mendengar jawaban dari Adhara tersebut.


“Sejak kapan lo inget dosa?” tanya Antares pada Adhara yang kini bergantian Adhara yang memelototkan matanya mendengar ucapan laki-laki di sampingnya tersebut.


“Mengurangi sumber dosa,” ucap Adhara pada Antares yang kini justru terkekeh mendengar ucapan gadis di sampingnya tersebut yang selalu saja memiliki cara untuk menjawab ucapannya dengan tenang dan tidak tersinggung sedikitpun.


“Terlalu banyak ya cabangnya?” ucap Antares dengan kekehannya yang membuat Adhara mengangguk mendengarnya.


“Adhara cepet ikut gue,” ucap Nora yang tiba-tiba saja datang dan langsung menarik Adhara untuk segera berdiri. Antares yang melihat hal tersebut sudah ingin mencegahnya namun Nora sudah lebih dulu membawa Adhara pergi.


“Ada apa sih?” tanya Adhara dengan kebingungannya pada Nora yang kini sudah berjalan dengan santai.

__ADS_1


Gadis tersebut membawa Adhara ke rooftop yang semakin membuat Adhara bingung dengan Nora. Setelah sampai di rooftop Nora berdiri di dekat pagar pembatas yang segera diikuti oleh Adhara yang kini mengerutkan keningnya bingung.


“Kenapa?” tanya Adhara pada Nora yang kini menghembuskan nafasnya dalam lalu menatap Adhara dengan serius nya.


“Lo tau alasan Chan terus ngerasa cemburu sama lo dan selalu tau kegiatan lo?” tanya Nora pada Adhara yang membuat gadis tersebut menggeleng mendengarnya, ia juga penasaran dengan hal tersebut. Chan selalu saja tahu jika ia sedang bersama dengan Antares, bahkan dalam hal sekecil apapun. Adhara biasanya selalu izin jika ia ingin pergi dengan Antares pada Chan.


Namun saat ia sedang bersama Antares hanya di perpustakaan saja ia akan tahu hal tersebut. Mengingat saat itu bagaimana marahnya Chan saat mengetahui Adhara yang tertidur di bahu Antares padahal saat itu Adhara tidak sengaja tertidur di bahu Antares. Ia terlalu mengantuk karena tertidur larut malam. Namun Chan malah langsung mempermasalahkannya dan marah padanya. Laki-laki tersebut terus saja mengiriminya pesan yang dipenuhi dengan amarah.


“Ada yang ngirim foto ke dia setiap lo lagi sama Antares. Nomor gak dikenal dan selalu berubah setiap setelah mengirim pesan itu. Kayak nomor sekali pakai,” ucap Nora pada Adhara yang kini dibuat terkejut mendengar hal tersebut.


Ia tak pernah menyangka jika akan ada yang melakukan hal seperti itu padanya. Apa lagi ia merasa tak pernah mencari masalah dengan orang lain akhir-akhir ini tapi mengapa ada yang ingin merusak hubungannya dengan Chan.


“Lo tau siapa dia?” tanya Adhara pada Nora yang kali ini menggelengkan kepalanya karena ia juga tak mengetahui siapa


“Udah gue cari tahu tapi orang ini mainnya rapih banget,” ucap Nora ada yang kali ini menghembuskan nafasnya mendengar ucapan tersebut.Adhara menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucap sahabatnya tersebut. Ia menjadi begitu penasaran dengan orang yang dengan begitu teganya malah ingin merusak hubungannya tersebut.


“Chan makin hari makin gila aja tingkah nya, kalau deket aja udah gue susulin tuh orang,” ucap Adhara dengan begitu kesalnya. Ia merasa ia perlu berbicara langsung pada Chan karena jika melalui ponsel tidak akan sebaik saat mereka sudah bertemu secara langsung.


“Mama?” tanya Adhara dengan senyumannya yang di balas dengan senyuman juga oleh wanita cantik tersebut yang kini menatap Adhara dengan tatapan lembutnya.


“Kamu apa kabar?” tanya ibu Chan pada Adhara dengan senyuman ke ibunya yang membuat Adhara ikut tersebut.


“Baik Ma, mama gimana?” tanya Adhara balik pada Mira.


“Mama juga baik,” ucap Mira dengan senyumannya. Hubungan mereka memang begitu baik, Mira juga sudah menganggap Adhara seperti anaknya sendiri. Sikap Adhara yang begitu positif membuat siapapun merasa begitu senang jika berada di sekitar Adhara.


“Mama udah denger gimana hubungan kamu sama Chan,” ucap Mira dengan menipisnya bibirnya. Adhara yang mendengar hal tersebut segera menoleh ke arah Nora yang kini malah hanya bisa menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.


“Cukup rumit sebenarnya mama dengernya. Tapi mama harap kamu bisa menyelesaikan semua ini,” ucap Mira pada Adhara yang kali ini menghembuskan nafasnya mendengar ucapan tersebut.


“Chan memang begitu posesif dan menjaga orang yang dia sayang, namun orang yang mengirim foto tersebut juga keterlaluan, dan Adhara mama harap Adhara bisa lebih menjaga jarak dari laki-laki itu,” ucap Mira pada Adhara yang kini hanya bisa menganggukkan kepalanya mengerti mendengar ucapan tersebut.

__ADS_1


“Mama udah ngurus dan nyiapin semua urusan kamu selama di Inggris dan kamu bisa berangkat besok,” ucap Mira tiba-tiba yang membuat Adhara memelototkan matanya tak percaya sekaligus senang mendengar ucapan tersebut.


“Mama serius?” tanya Adhara tak percaya. Mira hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman yang membuat Adhara terharu mendengarnya.


“Makasih Ma,” ucap Adhara pada Mira yang menjawabnya dengan anggukan.


"Ini kesempatan kamu untuk memperbaiki hubungan kalian," ucap Mira pada Adhara yang menjawabnya dengan anggukan.


Setelahnya mereka sedikit berbincang sebelum akhirnya menutup panggilan tersebut.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2