
Fyi "Hygiea ialah sebuah asteroid dengan ukuran diameter yang sedikit membujur sepanjang 350 sampai dengan 500 km, dan mempunyai massa kira-kira 2,9% dari total massa sabuk"
Happu Reading All.
***
Adhara mengerjapkan matanya beberapa kali saat merasakan beban di perutnya. Hinggaa ia melihat ke arah perutnya yang ternyata kini di sana terlihat tangan Chan yang melingkar dengan sempurna di perutnya. Adhara menghembuskan nafasnya kasar nya kasar melihat hal tersebut.
Adhara membalikan tubuhnya untuk menghadap ke arah Chan yang kini tengah tertidur dengan begitu pulas di sampingnya. Adhara menghembuskan nafasnya kasar sambil melihat wajah Chan yang kini tengah tertidur dengan begitu tenang nya.
“Jadi orang mangkanya jangan ngeselin,” ucap Adhara sambil menjawil hidung laki-laki tersebut dengan gemasnya.
Ia masih merasa kesal dengan laki-laki tersebut yang malah dengan teganya bisa berdekatan dengan perempuan lain dan mau memegang perempuan lain selain dirinya. Biasanya Chan begitu menjaga jarak dari mereka namun dengan Lucine, kini Chan malah membelanya.
“Kamu tau aku sekarang cemburuan jangan asal deket sama cewek, aku penggal juga adek kamu,” ucap Adhara dengan kesalnya pada Chan yang kini masih saja setia memejamkan matanya.
Meskipun ia masih merasa kesal pada Chan namun entah bagaimana ia tak bisa jika harus terlalu lama marah pada laki-laki tersebut.
Merasa tak nyaman dengan gaun yang di gunakannya dengan segera Adhara berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajah nya, ia bahkan lupa untuk menghapus make up nya. Setelah selesai ia segera mengganti bajunya dengan baku tidur agar lebih santai dan nyaman. Merasa sudah pas dengan apa yang di gunakannya dengan segera Adhara kembali ke ranjang nya lalu kembali merebahkan tubuhnya dan masuk dalam pelukan Chan.
Chan tersenyum melihat hal tersebut karena ia memang terbangun saat Adhara sedang ke kamar mandi tadi.
"Udah gak marah hm?" Tanya Chan dengan senyumannya yang sontak membuat Adhara memelototkan matanya mendengar pertanyaan tersebut.
Dengan segera Adhara menjauhkan dirinya dari Chan namun Chan malah langsung menarik Adhara hingga kini ia kembali memeluk wanitanya tersebut dengan begitu erat.
"Aku masih marah sama kamu, gak usah deket-deket deh," ucap Adhara dengan marahnya pada Chan yang kini membuka matanya lalu mencium seluruh wajah Adhara dengan gemas.
"Maaf, aku tau aku salah. Tapi dia cuma anak sahabat papa dan kita emang deket dari kecil karena orang tuanya dia yang main ke rumah," ucap Chan menjelaskan pada Adhara yang kali ini memilih untuk membelakngi Chan lalu memejamkan matanya. Berusaha untuk mengiraukan Chan, padahal sebenarnya kini ia tengah mendengarkan laki-laki tersebut berbicara.
"Jangan marah lagi ya. Janji deh setelah ini aku gak akan mau deket sama cewek manapun lagi kecuali kamu, orang tua kita, juga sahabat kita," ucap Chan pada Adhara yang masih saja tak mau bergeming.
__ADS_1
Namun tak lama ia membalikkan tubuhnya dan memilih untuk menghadap ke arah Chan dan memeluk laki-laki tersebut. Chan yang melihatnya tersenyum senang merasa jika Adhara sudah memaafkannya sebelum akhirnya Adhara mematahkan harapan tersebut.
"Anak aku yang minta, aku sih ogah," ucap Adhara dengan tegasnya yang membuat Chan menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut. Merasa jika Adhara masih marah padanya.
Namun kini setidaknya ia masih mau untuk memeluknya, walau Adhara mengatakan jika anak merekalah yang memintanya. Sepertinya Chan harus berterima kasih pada anaknya tersebut atas apa yang sudah anak nya tersebut lakukan untuknya.
***
"Hi pelakor, abis mau ngerusak hubungan gue sekarang lo beralih mau ngerusak hubungan sahabat gue ya?" Tanya Sky dengan wajah sendunya pada Lucine. Kini Sky tengah menghampiri Lucine yang tengah duduk di salah satu kursi taman bersama teman-temannya.
Teman-teman Lucine kini sontak menoleh ke arah kedua gadis tersebut. Dengan wajah penasarannya kini ia melihat ke arah Sky juga Lucine.
"Demen banget lo ya ngerebut punya orang," ucap Sky dengan wajah sendu nya melihat ke arah Lucine yang kini malah tersenyum dengan sinis melihat hal tersebut.
"Gue harap kalian harus hati-hati, takutnya malah pasangan kalian yang dia ambil," ucap Sky sambil mengacak rambut Lucine yang kini mengepalkan tangannya melihat hal tersebut.
"Akan aku buktikan, dalam waktu dekat aku benar-benar akan merebut kekasih mu Sky," ucap Lucine dengan begitu tegasnya juga keras agar Sky dapat mendengarnya.
"Lakukan sesuka mu. Kalau juga Antares mau sama dedemit kayak lo," ucap Sky pada Lucine sambil mengacungkan jari tengahnya lalu segera pergi dari sana dengan senyumannya.
Ia sudah mendengar tentang Adhara. Karena Adhara yang tengah merencanakan sesuatu dan mengajak nya dalam rencana tersebut.
"Dari mana aja sih? Lama banget," ucap Antares setelah Sky yang kini duduk di depannya. Tanpa mengatakan apapun Sky malah langsung memakan makanan di depannya dengan begitu lahap.
"Ada urusan," ucap Sky santai yang membuat Antares kini mengeretkan keningnya bingung mendengar jawaban tersebut. Biasanya setelah Sky mengatakan hal tersebut pasti akan ada hal besar yang akan terjadi.
Sky memang belum bercerita pada Antares tantangan kejadian yang Adhara alami dan tak menceritakan tentang rencananya karena tak ingin jika laki-laki tersebut akan merusak rencananya.
"Udah kelar nih ayo buruan balik ke kelas," ucap Sky pada Antares lalu segera menarik Antares menuju kelas mereka selanjutnya. Antares hanya mengikuti tanpa rasa curiganya jika Sky dan Adhara tak akan melakukan apapun.
Sky kini rasanya menjadi tak sabar untuk menunggu rencana mereka. Antares yang melihat Sky sedari tadi senyum-senyum sendiri merasa curiga pada gadis tersebut.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih?" Tanya Antares saat melihat Sky yang kini malah terlihat sibuk dengan ponselnya.
"Tunggu aja nanti kamu tau," ucap Sky dengan cengirannya pada Antares yang kini menaikkan sebelah alisnya bingung melihat hal tersebut.
Antares akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut dan membiarkan saja apa yang Sky lakukan.
Hingga setelah Dosen mengakhiri jam nya Sky malah dengan begitu cepat keluar dari kelasnya. Bahkan ia meninggalkan Antares yang kini sudah menganga melihatnya. Tentu saja ia bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan tunangannya tersebut.
Sky kini dengan segera berjalan ke depan Kampusnya begitupun dengan Antares yang kini mengikutinya. Antares bahkan sudah memanggil gadis tersebut namun Sky malah mengabaikannya.
Hingga saat sampai di depan kampus dapat dilihat di sana ternyata sudah ada Adhara yang kini berada di atas motor besar nya seorang diri. Dengan Sky yang kini menghampirinya.
"Wah ada yang gak beres nih," ucap Antares akhirnya memilih untuk segera menghubungi Chan karena merasa ada yang tidak benar dengan kedua gadis tersebut.
Apa lagi dengan sikap Sky tadi. Pasti akan terjadi hal besar yang dilakukan kedua perempuan tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
__ADS_1
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya