
Info: Phobos merupakan salah satu bulan yang berada di Mars
Happy Reading All.
***
Adhara kini tengah fokus dengan makanan di depannya. Bastian yang sedari tadi memperhatikan gadis itu makan merasa tak bosan menatap Adhara yang begitu cantik. Namun saat ia melihat ke arah belakang Bastian seketika menelan ludahnya susah payah, senyuman yang sedari tadi tak luntur dari laki-laki itu seketika berubah menjadi wajah ketakutan.
Adhara yang melihat hal tersebut dibuat kebingungan segera melihat ke arah belakang namun tak ada yang menyeramkan selain pelanggan aneh yang berada di belakang mereka.
Tiga orang laki-laki yang mengenakan hoodie juga memasang penutup kepala hoodie tersebut. Adhara kembali menatap Bastian kembali lalu mengerutkan keningnya bingung.
“Kenapa lo?” tanya Adhara bingung yang dibalas dengan gelengan oleh Bastian.
“Udah belum makannya?” tanya Bastian pada Adhara.
“Udah,” ucap Adhara yang sudah mengelap mulutnya.
“Ayo balik,” ajak Bastian yang sudah tidak tahan lagi melihat ke arah belakang Adhara di mana ketiga orang laki-laki yang tengah mengawasi mereka.
“Lo kenapa sih?” tanya Adhara yang kebingungan.
Adhara kembali menoleh ke arah belakangnya hingga senyuman misterius terlihat pada Adhara. Karena Bisa Adhara tebak siapa ketiga laki-laki tersebut hingga membuat Bastian menjadi begitu ketakutan.
“Ayo,” ajak Adhara sambil menggandeng tangan Bastian dengan senyumannya. Bastian yang mendapatkan serangan tersebut malah membuat laki-laki itu membeku di tempatnya. Adhara yang melihat reaksi Bastian tersebut malah terkekeh.
“Santai, rileks, ada gue,” ucap Adhara membuat Bastian menghela nafasnya lalu segera berjalan keluar dari café tersebut dengan terus memberikan semangat pada Bastian.
“Bisa gak sih lo aja yang nganter gue pulang?” tanya Bastian yang sontak membuat tawa Adhara meledak.
Apa laki-laki itu begitu takut pada tiga pangeran tersebut? Padahal tak ada yang menyeramkan dari mereka. Lagi pula tak mungkin bukan ketiga laki-laki itu mencegat Bastian saat perjalanan pulang dan langsung membunuh laki-laki itu.
“Tenang aja tar gue tahan tiga orang itu,” ucap Adhara menenangkan Bastian yang hanya bisa menghela nafasnya kasar.
Ia bersumpah ini terakhir kali ini berurusan pada keempat orang tersebut. Ia tak menyangka hanya demi tugas ia bisa mengorbankan nyawanya sendiri di tangan ketiga orang pengantar menuju malaikat pencabut nyawa tersebut.
Adhara sesekali melirik ke belakang dan masih melihat ketiga orang tersebut yang menurutnya tengah melakukan kegiatan yang begitu aneh, ada yang tengah duduk sambil mengelus sepatunya, ada yang tengah mengelus pilar besar yang berada di pembatas tangga, bahkan ada yang tengah berkenalan dengan patuh baju yang berada di sana.
__ADS_1
Adhara bahkan harus menahan tawanya melihat tingkah tiga laki-laki tersebut. Bahkan Adhara tak menyangka jika ketiga laki-laki yang begitu menjaga image dan juga cool tersebut bisa melakukan hal konyol seperti ini.
***
“Adhara, sialan tuh orang malah jalan sama tuh cowok bukannya langsung pulang,” ucap Antariksa yang tak ada hentinya menggerutu sedari tadi.
Chan yang mendengarnya menoleh ke arah Antariksa, begitupun dengan Arche yang hanya bisa menggeleng melihat tingkah sahabatnya yang satu itu.
“Kenapa lo ngamuk dia kan pacar gue,” ucap Chan pada Antariksa dengan memutar bola matanya malas.
“ Ya terserah gue lah, lagian kalian Cuma pura-pura pacaran,” ucap Antariksa dengan sangkalannya.
Arche yang melihat pertengkaran kedua sahabatnya tersebut segera menuju mobilnya mulai jengah dengan pertengkaran tersebut yang mungkin tak akan ada habisnya. Ia begitu mengenal kedua laki-laki tersebut sedari kecil jadi ia sudah begitu hafal dengan sikap mereka.
“Woy kalian berdua, ikut gak?” tanya Arche dengan suara yang begitu keras sambil membunyikan klaksonnya. Bahkan kedua laki-laki tersebut terkejut mendengarnya.
“Kemana?” tanya Chan dengan kerutan di dahinya.
“Ngikutin mereka,” ucap Arche membuat kedua sahabatnya tersebut langsung berlari ke mobil mereka masing-masing dan segera melesatkan mobilnya meninggalkan parkiran.
Dalam masalah percintaan mereka begitu bodoh. Arche memang cukup tak sadar diri karena ia juga termasuk begitu bodoh dalam masalah asmara. Lihat saja ia bahkan membuat adiknya sendiri menyukainya karena tidak bisa membedakan sebuah perhatian.
Mereka segera mengikuti mobil tersebut hingga terhenti di sebuah mall besar di daerah mereka.
Chan segera turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri sahabatnya.
“Beli hoodie dulu,” ucap Arche yang mendapatkan anggukan dari sahabatnya yang lain.
Ketiga laki-laki tampan tersebut segera menuju toko baju ternama yang berada di mall tersebut.
Mereka segera memilih hoodie yang mereka rasa pas dengan mereka. Chan segera menyerahkan hoodie nya pada Arche membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya.
“Gue sekarang harus hemat,” ucap Chan membuat Arche mendengus kasar. Ia sudah mengerti maksud sahabatnya tersebut yang meminta untuk di traktir.
Setelah selesai membeli hoodie mereka segera mencari Adhara yang sudah mereka pikirkan jika gadis itu pasti menuju café mengingat Adhara yang sangat suka makan. Dan benar saja di sana ada Adhara yang duduk bersama dengan Bastian.
Dapat mereka lihat kedua orang tersebut yang terus bercanda bersama dengan sesekali tertawa dengan begitu nyaring, bahkan Bastian sedari tadi tak hentinya menatap Adhara dengan tatapan yang terpesona dengan gadis tersebut.
__ADS_1
“Cih berani banget tuh orang menatap Adhara kayak gitu, dia pikir dia siapa?” ucap Antariksa dengan kepalan tangannya yang sudah siap memukul laki-laki itu kapan saja.
“Minta disamperin emang,” ucap Chan dengan wajah datarnya.
“Diemin aja dulu,” ucap Arche menenangkan.
Tepat saat laki-laki itu melihat ke arah ketiga laki-laki tersebut. Arche, Chan, Antariksa langsung memberikan tatapan tajam nya pada Bastian bagai siap menerkam laki-laki itu kapan saja. Chan bahkan tersenyum begitu sinis saat ia lihat wajah Bastian yang terlihat ketakutan.
Tak lama Adhara juga ikut berbalik membuat ketiga pangeran tersebut segera menutup kepalanya dengan tudung hoodie tersebut. Gadis itu sepertinya penasaran apa yang membuat Bastian merasa takut tersebut.
Tak berselang lama Adhara dan Bastian segera pergi membuat ketiga laki-laki itu juga bersiap untuk pergi. Saat Adhara dengan begitu enaknya bergelantungan manja di tangan Bastian Antariksa juga Chan sudah siap akan menghampiri mereka namun Arche segera menahan kedua sahabatnya itu.
“Jangan, biarin aja dulu. Ntar yang ada Adhara malah marah ke kita,” ucap Arche menenangkan.
Akhirnya Chan dan Antariksa hanya bisa menahan dirinya dan menghela nafasnya kasar. Mereka terus mengikuti Adhara dan Bastian. Hingga saat mereka berjalan hendak menuju lift Adhara menoleh ke arah belakang membuat ketiga laki-laki tersebut melakukan hal Aneh.
Antariksa yang tengah memeriksa pilar besar entah apa yang diperiksanya, Chan yang tengah melihat baju yang berada di patung, dan Arche yang tengah duduk sambil mengelus sepatunya. Sangat aneh namun menggemaskan.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1