
Fyi "Mbozi ditemukan di Tanzania pada 1930-an. Panjangnya 3 meter dan beratnya diperkirakan 25 ton, atau hampir dua kali lipat dari Willamette. Mbozi pernah menjadi batu suci bagi masyarakat Tanzania, yang menyebutnya kimondo."
Happy Reading All.
***
Adhara menatap buku di hadapannya dengan serius, membaca tiap kalimat yang begitu seksama. Memang semenjak memasuki dunia perkuliahan Adhara menjadi begitu rajin dan bersungguh-sungguh dalam kuliahnya. Bahkan kini gadis tersebut tidak pernah pernah membuat masalah seperti di saat masa sekolah dulu, bukan tanpa alasan Adhara melakukannya. Mengingat Adhara masuk dalam kampus ternama tersebut dengan beasiswa jadi ia tak bisa hanya diam dengan kebodohannya atau ia akan kehilangan beasiswa nya tersebut.
“Adhara psps,” panggil Antares yang kini berada di depan Adhara. Sedari tadi laki-laki tersebut memang terus mengikuti Adhara, bahkan laki-laki tersebut bagai tak melihat apa yang ia lihat kejadian dua hari lalu saat Adhara berpelukan dengan Chan. Laki-laki tersebut bagai menghiraukan semuanya dan tetap pada pendiriannya untuk mengejar Adhara.
“Apa sih lo? lo diem ya kalo mau temenin gue. Baca noh buku lo,” ucap Adhara pada Antares yang membuat laki-laki tersebut menghembuskan nafasnya dan melakukan apa yang diperintah oleh gadis di depannya tersebut.
Adhara hanya terdiam dan melanjutkan apa yang tengah di bacanya. Berbeda dengan Antares, bukannya membaca buku yang berada di depannya tersebut laki-laki tersebut malah terus menatap ke arah Adhara dengan senyuman lebarnya. Laki-laki tersebut malah melamun sambil melihat wajah cantik di depannya tersebut.
Tak beberapa lama akhirnya Adhara menutup Buku yang berada di depannya tersebut Lalu merenggangkan tubuhnya yang terasa begitu lelah setelah lama duduk di perpustakaan tersebut sambil membaca buku nya. Adara mengerutkan keningnya saat melihat Antares yang kini terus saja melihat ke arahnya sambil tersenyum dengan tidak jelas.
"Kenapa lu? Jadi ngeri gue kalo lo kesurupan,” ucap Madara pada Antares yang kini Malah semakin melebarkan senyumnya sambil menggelengkan kepalanya. Adara semakin mengerutkan keningnya bingung tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi dengan laki-laki di depannya tersebut.
“Lu cantik ya, apalagi kalau lagi baca kayak barusan,” ucap Antares dengan senyumannya yang membuat Adara memutar bola matanya malas mendengar ucapan laki-laki tersebut yang menurutnya hanyalah sebuah gombalan Semata.
“Udah biasa gue sama gombalan buaya Kayak lu jadi nggak mempan,” ucap Adara sambil mengibaskan rambutnya dan berdiri dari tempat duduknya tersebut. Gadis tersebut kini berjalan sambil membawa buku yang tadi dipinjamnya untuk meletakkannya kembali di tempatnya semula.
Antares yang melihatnya dengan segera mengikuti gadis tersebut. Adara kini hanya diam saja membiarkan laki-laki tersebut untuk mengikutinya selagi laki-laki tersebut tidak mengganggunya Mungkin ia kini bisa menerima keberadaan laki-laki tersebut walau sampai saat ini ia belum mengetahui Siapa nama laki-laki tersebut. Tak ada niat sedikitpun dari gadis tersebut untuk mengetahui nama dari Antares apalagi bertanya pada laki-laki tersebut tentang siapa namanya. Baginya itu tidaklah penting.
“Pacar lu buaya ya Sampai lu udah nggak ke makan lagi sama gombalan buaya lainnya?” tanya Antares dengan menyindir ke arah Adara yang kini segera menoleh ke arah Antares lalu memukul laki-laki tersebut dengan keras membuat Antares memegangi lengannya yang dipukul oleh Adara.
“Sorry aja ya Pacar gue mah setia, lagian gue tuh pacar pertamanya dia juga Cinta Pertamanya dia jadi nggak ada banding lah sama lo yang model and buaya darat gini,” ucap Adara dengan senyuman sinis nya yang malah membuat Antares tertawa mendengarnya. Adara malah mengerutkan keningnya saat melihat antara cengkini tertawa di depannya, apa laki-laki tersebut menganggap ucapannya adalah bohongan?
__ADS_1
“Kalau kata gue sih lo dibohongin tuh, ya lagian mana ada zaman segini orang yang gak pernah jatuh cinta begitu lama?” tanya Antariksa pada Adara yang kini memelototkan matanya Mendengar hal tersebut. setelahnya garis tersebut hanya menatap datar ke arah antariksa lalu mendorong kepala laki-laki tersebut.
“Buaya darat mah mana ngerti yang namanya mencintai cukup sekali,” ucap Adhara dengan begitu tegasnya pada Antares lalu memilih untuk segera pergi dari sana. Antares malah tetap saja mengikuti gadis tersebut tanpa menghiraukan ucapan Adara lagi.
Mereka akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke kelas mereka karena sebentar lagi mereka ada jadwal kelas. Hari ini Izar juga tidak datang ke kampus entah kemana laki-laki tersebut pergi Antares tanpak nya sama sekali tidak peduli dengan sepupunya tersebut yang memang sering menghilang.
***
Chan berlari dengan begitu semangat mengitari lapangan kampusnya yang cukup besar. Hari ini Laki-laki tersebut masih tidak ada pelajaran di kelasnya, dan setiap pagi saat hari libur memang yang dibiasakan untuk berolahraga terlebih dahulu.
Di belakang laki-laki tersebut kini juga Iya tak hanya sendiri melainkan bersama ketiga temannya yang ikut lari bersama nya. Setelah ini mereka juga berencana untuk bermain basket bersama.
“Chan apakah kau tidak lelah, kau sudah lari sedari tadi entah sudah berapa putaran kau berlari. Bahkan kami yang mengikuti kamu dari tadi sudah cukup merasa lelah,” ucap salah satu temen Chan yang memang asli berasal dari inggris.
“Kalian istirahatlah lebih dulu,” ucap Chan pada sahabatnya tersebut yang langsung saja keluar dari lapangan dan memilih untuk beristirahat di salah satu kursi yang berada di sana.
Saat laki-laki tersebut Tengah begitu fokus berlari seorang gadis malam menghampirinya sambil membawa sebuah kotak makan untuk Chan. Chan mengerutkan keningnya bingung saat gadis tersebut kini sudah berdiri di depannya sambil menyodorkan kotak makan tersebut untuk nya.
“Untuk mu,” ucap gadis tersebut pada Chan namun laki-laki tersebut hanya menatap datar kota makan tersebut. Tanpa minat sekalipun untuk mengambilnya.
“Aku tegaskan sekali lagi padamu. Kau tidak perlu bersusah payah untuk mengambil hatiku ataupun repot-repot untuk membawakan apapun Untukku Aku sudah memiliki kekasih yang tidak ingin menambah kekasih lagi,” ucap Chan dengan begitu tegasnya pada gadis tersebut yang kini menatap nanar ke arah kotak makannya.
Sedangkan Chan sudah melanjutkan berlarinya. Ini bukan untuk pertama kalinya laki-laki tersebut mendapatkan makanan ataupun barang lainnya dari seorang gadis. Namun tak satupun yang bisa menggeser posisi Adhara untuk Chan. Bahkan sahabat Chan yang melihat hal tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menatap kasihan pada gadis yang ditolak oleh Chan.
Chan segera menuju ke arah teman-temannya berada duduk sambil mengistirahatkan tubuhnya di sana.
“Mengapa tidak menerimanya saja Chan? lihatlah dia cukup cantik,” ucap salah satu temen Chan namun Chan hanya menggelengkan kepalanya sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil yang ia bawa.
__ADS_1
“Kau tau Chan sudah memiliki kekasih,” ucap temen Chan yang berasal dari bandung tersebut mengingat ia juga sudah pernah bertemu dengan Adhara saat hari ulang tahunnya.
“Benarkah?” tanya temen Chan yang lain begitu bersemangat menanyakannya pada Chan yang kini malah hanya memasang wajah datarnya lalu segera berdiri dari sana.
“Kalian bisa bertanya padanya,” ucap Chan sambil menunjuk temannya yang berasal dari Bandung tersebut lalu ia segera pergi dari sana meninggalkan teman-temannya tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1