Atmosphere

Atmosphere
Carina


__ADS_3

Happy Reading All.


***


“Antariksa, pinjem bahunya,” ucap Adhara pada Antariksa yang kini tengah mengendarai motornya dengan kecepatan sedang membelah jalanan menuju mall karena Arche akan mentraktir mereka di salah satu restoran cepat saji di mall.


“Sini,” ucap Antariksa sambil menepuk punggungnya membuat Adhara segera menyandarkan kepalanya pada punggung Antariksa.


“Lo gak papa?” tanya Antariksa yang Adhara balas dengan anggukan. Ia memang baik-baik saja namun menghadapi apa yang kini tengah dihadapinya membuat pikirannya menjadi begitu lelah.


“Kalau lo mau cerita, gue bisa sebagai tempat tampung cerita dan pendengar yang baik,” ucap Antariksa membuat Adhara mengangguk. Rasanya ia kini sedang tidak ingin untuk membuka suara dan bercerita untuk saat ini. Yang ia inginkan hanya sebuah ketenangan.


Antariksa yang mengerti kondisi Adhara saat ini akhirnya memilih diam dan membiarkan gadis itu menenangkan dirinya.


“Kalau lo capek, gue anter pulang aja,” ucap Antariksa yang merasa tak tega melihat Adhara yang hanya membalasnya dengan gelengan.


“Gue cuma butuh istirahat bentar,” ucap Adhara membuat Antariksa menghela nafasnya kasar dan akhirnya memilih diam.


Tak beberapa lama akhirnya mereka sudah sampai di depan sebuah mall besar yang depannya sudah ada Arche juga Nora yang menunggu mereka.


Antariksa juga Adhara segera menuju Arche dan Nora lalu mereka segera memasuki mall tersebut dengan jalan saling beriringan.


“Langsung makan aja, gue laper,” ucap Adhara yang berjalan lebih dulu memimpin sahabatnya.


Nora menghampiri Adhara lalu segera menggandeng tangan Adhara membuat Adhara menoleh ke arah gadis tersebut sebelum tersenyum. Kedua gadis itu melihat-lihat toko yang berada di mall tersebut.


“Lo ngerasa panas gak sih?” tanya Adhara yang membuat ketiga sahabatnya tersebut mengerutkan keningnya. Bagaimana mungkin gadis itu merasa kepanasan di saat mall tersebut di lengkapi dengan pendingin ruangan.


“Lo aja kali yang banyak dosa mangkanya ngerasain hawa-hawa api neraka,” ucap Antariksa yang membuat Adhara menginjak kaki laki-laki itu kesal.


“Sakit kaki gue Adhara,” ucap Antariksa yang tidak di pedulikan oleh Adhara. Antariksa memegangi kakinya yang terasa sakit akibat ulah Adhara tersebut.


“Lo kenapa kepanasan? Lo sakit?” tanya Arche khawatir yang dibalas dengan gelengan oleh Adhara.


“Deket matahari noh, jadi panas,” ucap Adhara dengan tawanya membuat ketiga temannya terbengong melihat tingkah gadis itu.


“Krik krik krik,” ucap Antariksa dengan menahan tawanya sendiri. Bukannya ingin tertawa karena lawakan Adhara, tapi lebih ingin tertawa karena lelucon Adhara yang tidak lucu.


Arche dan Nora sontak ikut tertawa begitupun dengan Antariksa, sedangkan Adhara mengerucutkan bibirnya kesal lalu berjalan lebih dulu menuju restoran cepat saji yang berada di mall tersebut.


Arche dan Antariksa segera memilih makanan sedangkan Adhara dan Nora memilih untuk mencari tempat duduk.


“Adhara kamu gimana sih bisa deket sama mereka?” tanya Nora yang merasa begitu penasaran dengan hubungan Adhara dengan ketika pangeran yang terlihat begitu dekat.

__ADS_1


“Bisa dibilang awal pertemuan gue sama mereka itu gak baik, kecuali sama Arche sih. Arche itu yang paling baik di antara ketiga cowok itu, Antariksa yang kasar, dan Chan yang cuek,” ucap Adhara yang memulai ceritanya. Nora terdiam sambil mendengarkan cerita gadis itu.


“Awal Chan mengklaim gue sebagai pacarnya dan bilang mau tinggal sama gue, gue tuh marah banget karena kita terus berantem mulu. Antariksa waktu gue deketin malah gue dikira punya niat jahat, Arche yang selalu ngasih gue pengertian tentang sahabatnya,” ucap Adhara membuat Nora mengangguk mendengar cerita Adhara.


“Lagi ngomongin apa sih serius banget,” ucap Arche sambil meletakkan makanan yang dipesannya di atas meja mereka.


“Aku penasaran aja gimana awal pertemuan kalian,” ucap Nora membuat Arche membalas nya dengan anggukan.


“Sebenarnya seru awal pertemuan kita, ya walau sampai sekarang Antariksa masih jadi orang paling ngeselin,” ucap Adhara yang membuat Antariksa menempelkan minuman dingin milik Adhara ke pipi gadis itu.


“Gabut banget sih lo,” ucap Adhara sambil mengambil minumannya tersebut.


“Gue tuh baik kalo lo bisa gak ngajak gue adu bacot mulu,” ucap Antariksa dengan santai sambil meminum minumannya.


“Lo nya aja yang sering cari masalah sama gue,” ucap Adhara kesal sambil memakan makanannya rakus. Tak ingin menghiraukan laki-laki itu lagi.


“Gue ke kamar mandi dulu, kalo deket Antariksa bawaannya pengen buang air mulu,” ucap Adhara dengan tawanya membuat Antariksa memelototkan matanya mendengar ucapan gadis itu.


Adhara segera keluar dari restoran tersebut mencari kamar mandi yang berada tak jauh dari sana. Saat melewati toko perhiasan yang tak jauh dari sana, Adhara menajamkan tatapannya saat menyadari melihat laki-laki yang sepertinya begitu ia kenali.


Adhara mendekatkan dirinya pada toko perhiasan tersebut dan menajamkan penglihatannya, saat orang yang tengah di lihatnya tersebut melihat ke arahnya Adhara membuat gadis itu menegang. Tangan gadis itu mengepal saat melihat laki-laki tersebut ternyata adalah kekasihnya yang tengah bersama gadis yang kini adalah tunangannya.


“Awas lo Chan, belum pernah gue kebiri aja lo,” ucap Adhara marah lalu segera pergi dari sana dengan amarahnya.


Tak ada air mata yang keluar dari gadis itu walau hatinya kini rasanya begitu sakit karena Chan yang membohonginya, Adhara sudah berusaha untuk tetap tenang dan menerima jika Chan yang memiliki tunangan, tapi kini Chan malah berani membohongi.


Adhara berjalan memasuki restoran tersebut kembali, menghiraukan panggilan alamnya yang seketika lenyap begitu saja. Di belakangnya Chan masih mengikutinya bersama dengan Titania dia yang juga mengikuti laki-laki itu sambil berteriak pada Chan.


Adhara segera mengambil tas nya yang membuat sahabatnya mengerutkan kening bungung.


“Gue mau pulang,” ucap Adhara sambil mengambil minumannya. Ia terlalu haus, meskipun ia tengah marah dan kesal tetap saja ia masih begitu tidak tega membiarkan minuman yang masih begitu banyak itu tak ia habiskan.


Sebelum pergi Adhara melihat makanannya sejenak lalu pergi dari sana bersama sahabatnya yang mengikutinya.


“Lo kenapa?” tanya Antariksa yang tak mengerti ada apa dengan gadis tersebut.


Hingga saat melihat seseorang yang baru datang Antariksa mengerti mengapa Adhara merasa sangat marah.


Saat Adhara akan melewati Chan dan Titania, Chan menahan tangannya namun Adhara segera menghempaskannya dan pergi dari sana yang diikuti oleh Antariksa.


“Lo pinter bohong ya sekarang,” ucap Antariksa dengan senyuman sinisnya sambil menepuk pundak Chan dan segera mengejar Adhara.


“Chan, kenapa lo masih peduliin dia? Gue tunangan lo Chan,” ucap Titania sambil memegang tangan Chan, namun laki-laki itu segera menghempaskan tangan gadis itu.

__ADS_1


“Gue gak pernah setuju buat tunangan sama lo,” bentak Chan marah lalu segera pergi dari sana namun Arche yang masih berada di sana segera menahannya.


“Jangan sakitin dia lagi,” ucap Arche tegas dengan wajah datarnya. Ini pertama kalinya laki-laki itu menunjukkan ekspresi seperti itu dan tentu saja Chan terkejut melihatnya.


Arche mendekatkan wajahnya pada telinga Chan membisikkan sesuatu yang membuat Chan mengepalkan tangannya.


“Inget yang suka dan pengen ngelindungin Adhara bukan Cuma lo, tapi gue sama Antariksa juga mau,” ucap Arche lalu segera membawa Nora pergi dari sana.


Chan mengepalkan tangannya lalu segera pergi dari sana yang segera diikuti oleh Titania.


“Lo pulang sendiri,” ucap Chan lalu segera pergi meninggalkan Titania yang kini terbentang di tempatnya.


“Chan,” teriak Titania marah pada laki-laki tersebut yang sudah meninggalkannya.


***


Kalian Tim siapa nih?


Adhara Chan


Adhara Antariksa


Adhara Arche


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2