Atmosphere

Atmosphere
R Hukum Kepler


__ADS_3

Rumus Hukum Kepler III


T1 kuadrat / T2 kuadrat = R1 pangkat 3 / R2 pangkat 3


Happy Reading All.


****


Kini jam sudah menunjukkan pukul 02.15 dini hari dan Arche baru saja pulang beberapa menit yang lalu. Adhara berjalan ke arah Chan dan menyelimuti laki-laki itu hingga lehernya.


Baru saja Adhara akan bangun Chan malah menarik pinggangnya hingga kini Adhara tertidur di samping Chan dengan laki-laki itu yang memeluk Adhara erat.


“Dingin,” ucap Chan parau.Adhara menggigit bibirnya berusaha untuk melepaskan diri dari Chan yang memeluknya dengan begitu erat.


Merasa sia-sia dan kasihan pada Chan yang menggigil Adhara membalikkan tubuhnya lalu memeluk laki-laki itu erat untuk membuat Chan hangat dalam pelukannya. Adhara mengelus puncak kepala Chan agar laki-laki itu tidur kembali.


Tanpa sadar Adhara ternyata juga ikut tertidur dengan saling memeluk.


Suara adzan yang cukup keras terdengar membuat Adhara yang memang terbiasa bangun saat adzan langsung bangun saat adzan berkumandang. Adhara adalah tipikal orang yang tidur jam berapapun akan bangun pagi seperti jam bangun biasanya.


Gadis itu membuka matanya perlahan hingga pandangannya kini tertuju pada wajah Chan yang berada begitu dekat dengan wajahnya. Adhara berusaha melepaskan tangan Chan yang melilit pinggangnya.


Hingga Adhara tersadar jika suhu Chan ternyata panas. Dengan panik Adhara melepaskan tangan Chan membuat laki-laki itu bergumam dalam tidurnya. Adhara segera berjalan menuju dapur untuk mengambil air hangat untuk mengompres Chan.


Setelah mengambil apa yang diperlukan Adhara segera kembali dan mengompres Chan. Merasakan hangat di dahinya Chan membuka matanya dan mengerjapkan matanya berkali-kali hingga ia dapat melihat Adhara yang tengah mengompresnya.


“Gue gak papa,” ucap Chan sambil hendak melepaskan kain di dahinya. Adhara berdecak kesal lalu mengambil kain tersebut dan kembali meletakkannya di dahi Chan.


“Lo itu dari kemarin buat gue khawatir kan rugi dong kalo lo pulang-pulang gak sakit gini, jadi gak papa gue bakalan ngerawat lo karena lo udah sakit jadi khawatir gue gak sia-sia,” ucap Adhara dengan senyumannya.


“Gila,” ucap Chan parau dan lebih memilih untuk memejamkan matanya berusaha untuk istirahat kembali karena hari masih terlalu petang dan jam masih menunjukkan pukul empat. Lagi pula kepalanya masih sangat pusing mungkin efek mabuk tadi malam.


“Tunggu sini gue buatin bubur,” ucap Adhara yang setelahnya langsung pergi untuk membuatkan bubur untuk Chan.


Setelah selesai dengan kegiatannya Adhara kembali menghampiri Chan dengan semangkuk bubur dan segelas susu. Ia juga tak tahu bagaimana cara menghilangkan pengar efek mabuk jadi ia hanya membawakan bubur dan susu untuk Chan.

__ADS_1


“Chan bangun dulu lo harus makan, lo itu punya asam lambung mana segala mabok lihat deh sekarang sakit kan lo,” omel Adhara membuat Chan rasanya sakit telinga mendengar gadis tersebut yang terus mengomel padahal tadi ia sendiri yang mengatakan bersyukur karena Chan sakit.


“Bawel,” dengus Chan dan segera mendudukkan dirinya dengan bantuan Adhara. Adhara hanya nyengir dengan konyolnya membuat Chan mendengus kasar.


Chan mengambil mangkuk buburnya lalu mulai memakan makananya dengan Adhara yang terus memperhatikan laki-laki tersebut yang ternyata begitu tampan saat sedang makan seperti ini. Tidak, sebenarnya Chan memang selalu tampan dalam segala kondisi hanya saja sikap nya yang begitu dingin menjadi nilis minus untuk laki-laki itu.


Namun, yang namanya manusia pasti akan selalu memiliki kekurangan dan kelebihan dalam dirinya sendiri. Tidak ada yang sempurna pasti akan ada cacat di dalamnya walau itu sekecil apapun.


“Nanti gue beliin obat buat lo karena obat panas di rumah udah abis,” ucap Adhara yang di balas dengan anggukan oleh Chan.


“Gue beresin kamar lo dulu biar bisa dipake, tidur di sini pasti dingin,” ucap Adhara yang setelahnya langsung pergi dari sana dan berjalan ke arah kamar yang berada di samping kamarnya.


Kamar tak terpakai yang dulu digunakan sebagai tempat meletakkan pakaian yang belum di setrika juga beberapa barang yang tidak digunakan.


Chan hanya menatap Adhara yang mulai menjauh sambil menghela nafasnya. Sikap baik Adhara seperti ini benar-benar menjadi bencana untuk dirinya sendiri.


Adhara kini tengah menyetrika bajunya juga baju Chan akan diletakkan di tempatnya dan terlihat rapi. Setelah selesai gadis itu memulai pekerjaannya yang lain termasuk memindahkan barang-barang yang tidak terpakai dan memilih nya untuk dibuang jika benar-benar tidak terpakai agar tidak memenuhi ruangan.


Chan yang merasa kasihan dengan Adhara yang sedari tadi bekerja tanpa henti segera berjalan untuk membantu gadis itu.


“Bantuin lo,” ucap Chan santai. Adhara yang mendengarnya langsung memelototkan matanya lalu segera mengambil alih kardus tersebut dan meletakkannya di atas lantai.


“No, sekarang lo harus istirahat biar cepet sembuh dan gak ngerepotin gue lagi,” ucap Adhara yang jelas saja tidak benar. Meski ia kesal karena Chan tinggal di rumahnya dan sedikit merepotkan tapi tentu tujuan Adhara mengatakan hal tersebut bukan untuk melukai hati Chan tapi untuk menyadarkan laki-laki itu agar segera pergi dari rumahnya dan tidak merepotkannya, tunggu bukankah intinya dari sama saja? Sudahlah terserah Adhara saja.


“Ck gue gak papa,” ucap Chan membantah. Adhata menatap Chan tajam yang sama sekali tidak membuat Chan takut ia malah di buat ingin mencubit pipi Adhara yang begitu menggemaskan tersebut.


“Chan nurut deh lo tinggal duduk santai jadi mandor aja gak perlu bantuin,” ucap Adhara dan menggiring Chan menuju kasurnya dan mendudukkan laki-laki itu di sana.


“Yang nurut ya,” ucap Adhara sambil mengelus puncak kepala Chan dengan senyumannya lalu setelahnya gadis itu segera pergi dari sana dan memulai kembali acara membereskan rumahnya.


Kini jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh dan Adhara masih setia berkutat dengan pekerjaannya. Chan yang melihatnya segera menghampiri gadis tersebut. Ia benar-benar tak tahan melihat Adhara yang terus membereskan rumah tanpa bantuannya.


Walau memang biasanya selalu Adhara yang membereskan rumah karena Chan begitu tidak suka dengan barang kotor dan hidup begitu bersih, tapi tetap saja kini Adhara sudah bekerja terlalu banyak.


“Apa lagi?” tanya Adhara yang kini tengah mengepel lantai.

__ADS_1


“Lo gak sekolah?” tanya Chan sambil melihat ke arah jam mengisyaratkan Adhara untuk melihat jam karena hari sudah siang.


“Gue udah minta Elara ngijinin gue, dan minta Arche buat ngijinin lo jadi hari ini gue bakal ngerawat lo. Jadi sekarang lo mending tidur karena gue abis ini mau masak, setelah masak gue bakalan beliin lo obat,” ucap Adhara mengusir Chan.


Chan hanya bisa menghela nafasnya dan mengikuti apa yang gadis itu katakan daripada menerima amarah Adhara lagi, gadis itu benar-benar menyeramkan saat marah.


***


Halo semua Happy New Year 2022 All.


Semoga impian yang belum terwujud di tahun 2021 bisa terwujud di tahun 2022 ini.


Tetap semangat ya apapun yang terjadi, di tahun ini harus bisa lebih kuat lagi. Kalian hebat bisa bertahan sejauh ini.


 


 


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


 


 


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2