Atmosphere

Atmosphere
S2 Eta Aquarids


__ADS_3

Fyi "Hujan meteor dengan nama Eta Aquarids ini terjadi pada tanggal 29 April dan mencapai puncaknya pada tanggal 5 Mei lalu."


Happy Reading All.


***


Suara ketukan pintu yang lebih tepat di sebuah gedoran mengganggu tidur nyenyak gadis yang kini masih setia berada di balik selimutnya. Matanya begitu enggan untuk terbuka, namun suara di luar kamarnya membuatnya merasa kesal dengan orang di luar sana.


Ingin sekali ia menghabiskan hari minggu nya dengan bersantai. Namun sepertinya kini keberuntungan tak berpihak padanya karena kini ada yang terus mengganggu tidur pagi nya di hari minggu ini.


“Adhara, cepet bangun,” teriak orang diluar sana yang tak lain adalah ibunya. Adhara menghembuskan nafasnya kasar. Dengan malas akhirnya gadis tersebut membuka matanya dan melihat jam di dinding kamarnya yang ternyata masih menunjukkan pukul 05.30 tapi ibunya tersebut malas sudah begitu bersemangat membangunkannya.


“Chan udah nunggu di bawah katanya mau olahraga bareng,” teriak ibu Adhara pada anak gadis tersebut.


Adhara menghembuskan nafasnya kasar, sudah bisa ia tebak siapa yang bisa mengganggunya sepagi ini. Pasti Chan lah pelakunya. Sahabatnya tak akan berani melakukannya atau Adhara pasti akan mengamuk pada mereka. Chan, sudah pasti laki-laki tersebut sudah begitu terbiasa dengan amukan Adhara hingga tak lama merasa takut dengan amukan gadisnya tersebut.


“Iya Ma, ini udah bangun,” ucap Adhara akhirnya. Dengan malas gadis tersebut akhirnya bangkit dari ranjang nyamannya tersebut. Adhara berjalan dengan malas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Agar tak membuat Chan menunggu lebih lama, atau laki-laki tersebut yang memang tak sabaran akan menyusulnya ke kamarnya.


Tak membutuhkan waktu lama kini Adhara sudah selesai dengan kegiatannya. Gadis tersebut kini sudah terlihat begitu segar dengan kaos berwarna biru dan celana olahraga panjang. Rambutnya sengaja di ikat kuda menambah kesan rapi pada gadis tersebut.


Setelah selesai, Adhara segera berjalan ke arah dapur yang di sana sudah ada Chan juga adik dan kedua orang tuanya yang sedang sarapan bersama. Adhara dengan segera duduk di samping Chan, sedangkan ayahnya duduk di kepala meja. Rumahnya tidak terlalu besar dan hanya memiliki satu lantai jadi dapur dan ruang makan di rumahnya menyatu.


“Heh lo, jam tangan Chan mana? kembaliin woy, jangan lo gadaikan,” ucap Adhara sambil menunjuk adiknya tersebut dengan sendok yang digunakannya.


“Jam tangan aku?” tanya Chan yang lupa jam tangannya yang mana yang dimaksud oleh gadisnya tersebut.


“Iya, yang waktu itu kamu titipin ke aku,” ucap Adhara mengingat Chan. Chan terlihat berpikir sebelum menjawabnya dengan anggukan.


“Gak papa biar buat Orion aja,” ucap Chan dengan santainya yang kini membuat Adhara memelototkan matanya mendengar hal tersebut, berbeda dengan Orion yang sudah tersenyum senang mendengarnya.


“Wah kakak ipar emang baik,” ucap Orang dengan senyumannya yang dijawab dengan senyuman juga oleh Chan. Adhara yang melihatnya malah memelototkan matanya sedangkan kedua orang tuanya hanya menggeleng melihat tingkah tiga remaja di depannya tersebut.

__ADS_1


“Gak ada, kembaliin ke gue,” ucap Adhara dengan tatapan garangnya pada Orion yang malam memutar matanya menatap ke arah lain. Adhara yang melihatnya begitu dibuat kesal dengan adiknya tersebut malah memukul kepala adiknya tersebut dengan sendok.


“Sakit woy, ini kepala bukan kelapa,” ucap Orion sambil mengelus kepalanya. Kedua orang tua mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat pertunjukan yang sudah biasa mereka lihat tersebut. Adhara yang begitu kasar dan Orion yang suka mencari masalah dengan kakaknya. Sudah sangat pas untuk pertarungan sengit di rumah mereka.


“Udah, udah kalian ini berantem mulu. Adhara cepet habisin makanan kamu. Kasian Chan lama nunggunya,” ucap ibu Adhara pada gadis tersebut yang membuat Adhara menatap pada Orion untuk mengakhiri pertarungan sengit mereka.


“Nanti aku kasih koleksi jam tangan aku yang paling bagus, jam tangan Antariksa juga ada sama aku,” ucap Chan berbisik pada Adhara yang langsung membuat gadis tersebut memelotot mendengarnya. Senyuman tercetak jelas di wajah gadis tersebut. Kini ia malah seperti penguntit yang mengumpulkan semua barang Antariksa.


Adhara dengan segera menyelesaikan sarapannya tanpa bersuara, membuat orang tuanya merasa bingung dengan apa yang Chan katakan hingga membuat Adhara begitu bahagia seperti itu.


***


Chan kini tengah duduk di salah satu kursi taman tempat mereka berolahraga. Adhara terlihat kebingungan mencari tempat duduk karena ia juga ingin duduk namun kursi yang berada di sana malah penuh. Dan Chan yang tak mau mengalah padanya, membiarkan ia berdiri sedangkan laki-laki tersebut malah dengan santainya duduk yang di sebelahnya adalah laki-laki seumuran Adhara yang tengah duduk dengan kekasihnya di sampingnya.


“Bangun ih, aku mau duduk,” ucap Adhara pada Chan sambil menarik tangan laki-laki tersebut namun Chan malah tetap bertahan duduk di tempatnya tanpa niat sedikitpun untuk bangun dan membiarkan Adhara duduk.


“Aku mau duduk Chan,” ucap Adhara dengan lelah pada Chan yang malah hanya menaikkan sebelah alisnya. Sepasang kekasih di samping Chan kini sudah memperhatikan mereka walau dengan tidak terang-terangan.


“Aku juga mau duduk, kamu duduk di bawah aja,” ucap Chan dengan begitu santainya dan mengambil botol air minum karakter yang dibawa oleh Adhara. Adhara yang mendengarnya memelototkan matanya kesal pada Chan, karena laki-laki tersebut yang tak peduli padanya. Walau ia tahu sebenarnya Chan hanya sedang bercanda dengan nya.


“Bangun ih malu dilihat orang,” ucap Chan yang sama sekali tidak di hiraukan oleh Adhara. Gadis tersebut kini malah bermain perosotan dengan kaki Chan. Namun naas karena tingkah Adhara tersebut kini mereka malah sama-sama terjatuh membuat mereka tertawa karena tingkah mereka sendiri.


Sepasang kekasih yang sedari tadi memperhatikan mereka juga ikut menahan tawa melihat tingkah Adhara juga Chan.


“Malu-maluin,” ucap Chan sambil membantu Adhara untuk bangun dan membawanya gadis nya tersebut untuk segera pergi dari sana. Mereka masih saja tertawa bersama.


“Coba alat olahraga di sana aja yuk,” ajak Adhara pada Chan sambil melihat ke arah laki-laki tersebut yang tadi berjalan di sampingnya. Namun ia malah tak mendapati keberadaan laki-laki tersebut di sana. Adhara membalikkan tubuhnya mencari keberadaan Chan yang kini ternyata tengah dihadang oleh dua orang gadis.


Adhara yang melihat hal tersebut memelototkan matanya dan segera berjalan menghampiri Chan yang kini hanya memasang wajah datarnya.


“Ngapain kalian?” tanya Adhara dengan wajah tak sukanya pada kedua gadis yang berada di sana.

__ADS_1


“Apa sih, mau ikutan?” tanya salah satu gadis yang berada di sana membuat Adhara tersenyum sinis lalu mengambil botol air minum karakternya dan mengalungkan selempang botol tersebut pada leher Chan dan juga dirinya.


“Dia pacar gue,” ucap Adhara dengan tegas lalu segera menarik Chan untuk berjalan namun laki-laki tersebut malah masih saja setia di tempatnya membuat Adhara tercekik akibat ulah Chan tersebut.


“Sakit Chan,” teriak Adhara dengan amarahnya membuat Chan tertawa melihatnya lalu segera berjalan dengan merangkul Adhara membawa gadisnya tersebut untuk pergi dari sana.Tentu dengan wajah Adhara yang sudah cemberut.


mereka akhirnya melanjutkan acara olah raga mereka dengan Chan yang selalu berada di sisi Adhara, karena Adhara yang sekarang masih saja merasa kesal dan merajuk pada Chan.


Orang-orang yang melihat tingkah mereka di buat terhibur dengan tingkah sepasang kekasih tersebut.


Adhara yang bar-bar dan Chan yang begitu penyabar, namun suka membuat Adhara kesal benar-benar perpaduan yang pas dan menghibur.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.



__ADS_2