
Fyi "Asteroid besar ini menjadi benda langit pertama yang diketahui memiliki es di permukaannya."
Happy Reading All.
***
“Chan,” suara istrinya yang kini terdengar menggelegar memasuki ruangan di kantornya membuat Chan segera melihat ke arah istrinya tersebut yang kini sudah menatap Chan dengan wajah kesalnya. Melihat tatapan wanitanya tersebut Chan mengerutkan keningnya bingung melihat hal tersebut.
“Kenapa sayang? Tumben ke sini? Bentar lagi aku juga bakalan pulang,” ucap Chan pada Istrinya tersebut mengingat kini jam sudah menunjukkan pukul 16.40 dan dua puluh menit lagi sudah jam pulang kantornya.
Dengan bibirnya yang mengerucut ibu hamil tersebut berjalan ke arah Chan lalu duduk di kursi dengan Chan dengan raut wajah kesalnya yang semakin membuat Chan bingung ada apa sebenarnya dengan istrinya tersebut.
“Kamu kenapa hm?” tanya Chan yang kini sudah berjalan ke arah Adhara sambil berjongkok di depan wanitanya tersebut menggenggam tangan Adhara yang kini menatapnya dengan serius.
“Kamu tau tadi waktu jalan sama Sky aku ketemu siapa?” tanya Adhara pada Chan yang kali ini membuat Chan menggeleng sambil mengerutkan keningnya. Karena jelas ia tak mengetahuinya. Memangnya siapa yang wanitanya tersebut temui hingga membuatnya kesal seperti ini.
“Aku ketemu sama Antares dan Lucine,” ucap Adhara pada Chan yang kini membuat Chan juga merasa terkejut mendengarnya.
“Terus?” tanya Chan takut jika istrinya tersebut melakukan hal bodoh. Yang malah akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri hingga kini membuatnya kesal seperti ini.
“Ya aku tahan lah buat gak mukul dia. Aku cuma bisa nutupin Sky yang nangis,” ucap Adhara menghembuskan nafasnya kasar. Mendengar jawaban Adhara tersebut tanpa sadar Chan juga menghembuskan nafasnya lega karena Adhara tidak melakukan hal bodoh.
“Aku gak tega liat Sky kayak gitu. Entah kenapa malah aku ngerasa kalau ada sesuatu di balik ini Chan,” ucap Adhara pada Chan yang loo mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan wanita di depannya tersebut.
“Maksud kamu?” tanya Chan merasa bingung dengan ucapan istrinya tersebut.
“Aku ngerasa ada yang aneh aja. Mending kamu juga selidiki apa yang sebenarnya terjadi juga kamu harus ngasih pelajaran untuk orang yang nyulik Sky. Lagian masak sampai sekarang kamu belum nemuin orang itu sih,” marah Adhara pada Chan yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan istrinya tersebut. Karena sebenarnya ia sudah mengetahui dalangnya hanya saja ia tak ingin memberitahu Adhara karena tahu bagaimana sikap wanita tersebut.
“Udah kamu gak perlu mikirin ini, mending kamu fokus sama kehamilan kamu. Biar aku yang mengurus masalah Sky,” ucap Chan pada Adhara sambil mengelus puncak kepala istrinya tersebut sayang yang membuat Adhara menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya mendengar hal tersebut.
“Daddy udah lama gak nyapa anak Daddy, kamu apa kabar di dalam sana? Jangan buat Buna kesusahan ya Sayang,” ucap Chan mengajak calon anaknya tersebut berbincang sambil mengelus perut Adhara sambil menciumi perut wanita nya tersebut. Melihat hal tersebut Adhara tersenyum senang.
__ADS_1
***
“Bagaimana kamu sudah mendapatkan apa yang saya minta?” tanya Chan pada asistennya yang kini berdiri di depannya dengan membawa ipad nya.
“Saya sudah mendapatkannya Tuan. Sepertinya dugaan Nyonya benar,” ucap Rigel pada atasannya tersebut yang kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.
“Bagaimana dengan Lucine?” tanya Chan pada Rigel lagi yang kini membuat laki-laki tersebut menyerahkan sebuah ipad pada Chan membuat Chan tersenyum dengan sinis melihat apa yang kini tersaji di layar tersebut. Lucine yang kini tengah dikelilingi oleh Ular juga dengan sepuluh laki-laki berbadan besar yang berada di sekitarnya.
“Jangan pernah bermain-main dengan ku Lucine. Menyakiti Sky sama saja dengan mencari masalah dengan ku,” ucap Chan dengan senyuman evilnya yang membuat Regil kini bahkan bergidik ngeri melihat senyuman tuannya tersebut.
Lucine adalah dalang dibalik rencana penculikan Sky. Wanita tersebutlah yang membuat Sky di culik juga menyebarkan foto tersebut pada Antares.
“Siapkan mobil kita pergi sekarang, dan cari tahu di mana Antares,” ucap Chan pada Regil yang menjawabnya dengan anggukan.
Chan segera mengambil ponselnya mencari nama Arche untuk ia hubungi, tak membutuhkan waktu lama kini panggilannya tersebut akhirnya dijawab.
“Apaan?” tanya Arche di seberang sana setelah panggilannya di jawab. Tak ada salam ataupun sekedar sapa dari laki-laki tersebut.
Chan kini berjalan ke arah kamarnya untuk menuju ke arah istrinya dan berpamitan pada wanita tersebut. Saat sampai di dalam kamarnya ternyata di sana kini Adhara tengah sibuk dengan majalan ibu hamilnya. Semenjak kehamilannya wanita tersebut memang begitu suka membawa apapun tentang kehamilan ataupun bayi.
“Sayang,” panggil Chan pada Adhara yang membuat Adhara kini menoleh ke arah Chan dengan menaikkan sebelah alisnya bingung. Chan segera menuju ke arah Adhara dengan senyumannya.
“Ada urusan yang harus aku urus sama Arche. Jadi aku tinggal dulu ya,” izin Chan pada Adhara yang kali ini mengerutkan keningnya bingung merasa penasaran apa yang akan dilakukan oleh suami juga sahabatnya tersebut. Namun setelahnya ia hanya bisa mengangguk tanpa bertanya kemana mereka akan pergi.
Setelah mendapatkan izin dari Adhara, Chan memilih untuk bersiap setelah selesai ia dengan segera berjalan ke arah Adhara lalu mengecup kening wanitanya tersebut sayang.
“Kamu hati-hati di rumah, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku,” ucap Chan pada Adhara yang segera menjawabnya dengan anggukan.
***
Suara dentuman musik yang begitu keras kini menjadi penyambut saat Arche baru saja sampai di lokasi yang Chan kirimkan. Arche mengerutkan keningnya bingung merasa heran mengapa Chan mengajaknya datang ke tempat ini lagi setelah sekian lama.
__ADS_1
Karena memang semenjak laki-laki tersebut menikah. Chan tidak pernah lagi untuk datang ke tempat seperti ini.
“Lo ngapain ngajakin gue kesini?” tanya Arche pada Chan yang kini berjalan di sampingnya.
Chan hanya terdiam hingga tatapannya langsung tertuju pada laki-laki yang kini tengah menikmati minuman beralkoholnya. Chan segera mengajak Arche menuju ke arah laki-laki tersebut membuat Arche kini semakin di buat bingung.
“Minum gak akan menyelesaikan masalah,” ucap Chan pada laki-laki tersebut sambil mengam bil minuman beralkoholnya membuat laki-laki tersebut kini menoleh ke arah Chan juga Arche dengan tatapan bingungnya.
“Ngapain kalian kesini?” tanya laki-laki tersebut yang tak lain adalah Antares.
“Gue juga gak tau kenapa gue harus nemuin orang kayak lo,” ucap Arche dengan amarahnya saat melihat Antares. Chan menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Arche. Sahabatnya yang biasanya selalu dewasa tersebut kini malah begitu terlihat tidak bisa untuk dewasa karena amarahnya.
“Gue kesini cuma mau ngasih tau ke lo, kalau orang yang udah nyulik Sky itu Lucine,” ucap Chan yang kini sontak membuat Arche terkejut mendengarnya.
“Ngapain lo harus dateng kesini buat ngasih tau ini ke dia? Dia gak bakalan peduli Chan, dan siapa yang tahu kalau dia juga terlibat dengan Lucine. Agar dia tidak disalahkan karena perselingkuhannya,” ucap Arche pada Chan yang kali ini membuat Chan melihat ke arah Arche dengan tatapan seriusnya.
“Dan gue tau kalau perusahaan lo sekarang lagi di masa pelit dengan perusahaan keluarga Lucine yang mengakuisisi perusahaan lo,” ucap Chan lagi yang kini membuat kedua laki-laki tersebut terkejut mendengar ucapan dari Chan. Chan hanya tersenyum dengan sinis karena berhasil membuat kedua laki-laki tersebut terkejut mendengarnya.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet. Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Jangan lupa tinggalin jejak ya. Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All. See You Next Chapter.
__ADS_1