Atmosphere

Atmosphere
S2 TrES-2b


__ADS_3

FYI "TrES-2b disebut planet paling gelap dan hitam karena berjarak 750 tahun cahaya dari bumi. Planet yang ditaksir sebesar Jupiter ini pertama kali ditemukan pesawat luar angkasa Kepler milik NASA."


Happy Reading All


***


Setelah acara resepsi pernikahan nya kini Adhara juga Chan tengah berada di kamar hotel mereka. Adhara baru saja selesai membersihkan tubuhnya, kini gadis tersebut memilih untuk memainkan ponselnya.


Tak lama Chan akhirnya keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya laki-laki tersebut keluar dengan hanya memakai handuk yang membeli tubuh bagian bawahnya.


"Yang keringin rambut aku," ucap Chan pada Adhara yang membuat gadis tersebut segera mengalihkan pandangannya pada Chan hingga mata gadis tersebut memelototkan melihat Chan yang hanya menggunakan handuk di bagian bawahnya.


"Pakek baju ih, malu tau gak," ucap Adhara pada Chan sambil bergidik ngeri melihat perut kotak-kotak laki-laki yang kini menjadi suaminya tersebut.


Sedangkan Chan kini malah tertawa mendengar ucapan dari gadisnya tersebut. Bukannya melakukan apa yang Adhara katakan kini laki-laki tersebut malah menggoda Adhara dengan semakin mendekati gadis tersebut.


"Gak usah ngadi-ngadi lo ya. Sini aku kedinginan rambutnya," ucap Adhara sambil mendorong Chan untuk menjauh. Chan hanya terkekeh mendengar hal tersebut  lalu duduk di kursi yang berada di dekat ranjang.


Dengan telaten Adhara mengeringkan rambut Chan. Sedangkan Chan malah menggoda Adhara dengan memeluk pinggang gadisnya tersebut.


"Menurut kamu maksud dari ucapan Ayah Sky apa ya tadi?" Tanya Adhara pada Chan. Ia begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya ingin ayah gadis tersebut katakan. Karena setelah mengatakan hal tersebut mereka hanya tersebut tanpa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Orang yang ingin di jodohin dengan Sky adalah Antares," ucap Chan yang kali ini sontak membuat Adhara membuatkan matanya. Bahkan saking terkejut nya kini Adhara sampai menangkup wajah Chan dan membuat laki-laki tersebut melihat ke arahnya.


"Kamu serius?" Tanya Adhara pada Chan yang kali ini hanya menganggukkan kepalanya.


"Menurut aku sih gitu," ucap Chan dengan begitu santainya.


"Udah lah gak usah di pikirin, mending sekarang kamu mikirin aku aja," ucap Chan lalu memeluk Adhara dan menjatuhkan tubuhnya membuat mereka kini sama-sama terjatuh di kasur king size tersebut.


"Takut banget ih, di unboxing," ucap Adhara yang kini sontak membuat Chan meledakkan tawanya mendengar ucapan Adhara tersebut.


Namun tentu ia tak menghirau ucapan tersebut karena setelahnya Chan malah melakukan hal yang seharusnya ia lakukan pada Adhara.


***


“Antares kamu sudah pulang?” sambut Elara saat melihat anaknya yang baru saja datang. Setelah sekian lama tidak bertemu kini akhirnya ia kembali bertemu dengan anaknya tersebut.


Namun alih-alih memeluk anaknya tersebut untuk melepaskan rindunya wanita tersebut malah menarik tangan Antares dan mendudukkan anaknya tersebut di sofa lalu ia juga ikut duduk di samping anaknya tersebut.

__ADS_1


“Gak mau peluk dulu Ma? Mama gak kangen gitu sama aku? Meskipun sedikit gak papa deh,” ucap Antares pada Ibunya tersebut yang kini malah menjawabnya dengan sebuah cengiran.


“Nanti Mama pertimbangkan deh, sekarang ada yang lebih penting,” ucap Elara pada anaknya tersebut yang kini berhasil di buat menganga mendengar jawaban dari ibunya tersebut. Bagaimana bisa rasa rindu harus di pertimbangkan lebih dulu?


“Hal apa sih Ma yang lebih penting?” tanya Antares pada ibunya tersebut yang kini malah mengeluarkan ponselnya lalu memberikannya pada Antares. Antares mengerutkan keningnya bingung namun tetap saja akhirnya ia menerima ponsel tersebut yang kini memperlihatkan sebuah foto perempuan.


Antares menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut menatap ibunya tersebut dengan wajah datarnya. Baru saja ia membatalkan pertunangan dengan gadis yang di jodohkan dengannya satu tahun lalu kini ibunya tersebut sudah kembali menawarkan seoarang perempuan padanya.


“Ma aku baru lulus kenapa sih harus buru-buru?” tanya Antares pada ibunya tersebut yang kini membuat Elara menghembuskan nafasnya kasar mendengar pertanyaan anaknya tersebut.


“Mama takut aja kamu gay,” ucap Elara yang kali ini berhasil membuat Antares tercengeng mendengarnya.


“Mama kebanyakan nontonin series Thailand sih, kurang-kurangin Ma. Udah lah aku masih mau fokus sama kerja aku dulu,” ucap Antares pada ibunya tersebut yang berhasil membuat Elara cemberut mendengar jawaban dari anaknya tersebut.


“Kamu tuh pemilih Ta, jadi Mama harus memilih dari sekarang biar kamu gak jadi perjaka tua,” ucap Elara pada Antares yang kali ini malah memicingkan matanya mendengar ucapan tersebut.


“Lah iya kalau perjaka,” ucap Antares yang kini malah membuat Elara berpikir sejenak sambil menganggukkan kepalanya.


“Lah iya, iya kalau perjaka ya,” ucap Elara yang kali ini berhasil membuat tawa Antares meledak mendengar sikap polos ibunya tersebut. Elara yang tersadar dengan pembicaraan mereka sontak memelototkan matanya mendengar hal tersebut.


“Antares, anak siapa yang kamu unboxing?” tanya Elara pada anaknya tersebut yang kini malah sudah kabur menuju kamarnya.


“Bercanda Ma, tenang aja Antares masih menjaga kesucian,” ucap Antares pada ibunya tersebut yang kali ini menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan anaknya tersebut.


“Sky?” ucap Antares yang sontak membuat Elara melihat ke arah anaknya tersebut dengan tatapan tak percayanya.


“Kamu kenal?” tanya Elara yang di jawab dengan gelengan oleh Antares lalu segera memberikan ponsel tersebut pada ibunya lalu memilih untuk segera pergi dari sana membuat Elara mengerutkan keningnya bingung.


***


Arche mengerutkan keningnya bingung saat melihat seorang gadis yang kini tengah duduk seorang diri di halte yang dilewatinya. Ia seperti mengenali gadis yang tengah duduk di halte tersebut.


Akhirnya Arche memutuskan memundurkan mobilnya membuat memastikan gadis yang berada di sana adalah orang yang dia kenali.


Benar saja saat sampai di depan halte tersebut, ternyata gadis itu adalah Delia. Arche dengan segera menurunkan kaca mobilnya lalu membunyikan klaksonnya yang membuat Delia segera melihat ke arah Arche dan tersenyum ke arah laki-laki tersebut.


Bahkan kini gadis tersebut segera masuk ke mobil Arche tanpa diperintahkan.


"Siapa yang nyuruh lo masuk?" Tanya Arche pada Delia yang kini malah menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


"Kamu, kamu nurunin kaca mobil itu sama aja kek kamu nyuruh aku masuk dan mau nganterin aku," ucap Delia pada Arche dengan cengirannya yang membuat Arche menatap datar pada Delia namun akhirnya ia memilih untuk segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.


"Dari mana lo dapet teori kek gitu?" Ucap Arche sambil menggelengkan kepalanya. Bukannya menjawab pertanyaan Arche gadis tersebut malah menyebut kan alamat rumahnya.


Arche menghembuskan nafasnya kadar namun akhirnya ia tetap saja melajukan mobilnya menuju rumah Delia.


"Btw kakak dari mana rapi gini," tanya Delia yang akhirnya membuka pembicaraan.


"Nikahan Adhara," ucap Arche yang kali ini berhasil membuat Delia yang malah mendekatkan dirinya pada Arche menatap tak percaya ucapan laki-laki tersebut.


"Munduran," ucap Arche sambil mendorong wajah Delia menjauh. Gadis tersebut hanya menyengir jujur saja ia begitu bahagia mendengar Adhara sudah menikah karena baginya kini saingannya menipis jika tak ada Adhara.


"Beneran?" Tanya Delia pada Arche dengan begitu semangatnya.


"Bukan urusan lo, udah sana turun," ucap Arche yang membuat Delia cemberut mendengarnya namun tetap saja akhirnya ia segera keluar dari mobil tersebut hingga Arche segera pergi dari rumah berlantai dua tersebut.


Arche menghembuskan nafasnya kasar karena akhirnya ia harus terlibat dengan gadis seperti Delia.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".

__ADS_1


Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.



__ADS_2