Atmosphere

Atmosphere
Pespero


__ADS_3

Pespero adalah nama Bulan yang berada di Uranus


Happy Reading All.


**


Hari ini adalah hari minggu dan Adhara sengaja meminta izin untuk tidak bekerja, karena hari ini Chan juga tak kemana-mana. Bisa terbongkar rahasianya jika ia masih nekat bekerja di saat Chan meluangkan waktu hanya berdiam diri di apartemen saja.


Adhara masih tak ingin jika Chan mengetahui jika ia mulai bekerja, ia baru saja bekerja satu bulan, tidak akan baik jika Chan tahu ia bekerja dan memintanya untuk segera mengundurkan diri. Jadilah hari ini Adhara cari aman saja.


“Masak apa?” tanya Chan dengan wajahnya yang terlihat begitu segar setelah selesai membersihkan tubuhnya. Laki-laki itu baru saja datang lari pagi di sekitar apartemen. Adhara sendiri tidak ikut lari pagi dan memilih untuk memasak makanan untuk mereka.


“Ayam pedas manis, tumis kangkung, tempe goreng, juga ikan gurame goreng,” ucap Adhara sambil memperlihatkan makanan yang kini tengah di masaknya.


Chan mengerutkan keningnya dengan matanya yang menatap curiga pada Adhara yang tumben sekali memasak makanan sebanyak ini dengan menu yang tergolong mahal untuk gadis itu. Biasanya Adhara begitu perhitungan masalah makanan yang mereka makan.


“Tumben banget lo masak makanan enak,” ucap Chan curiga membuat Adhara berusaha menutupi rasa gugup nya agar tidak terlihat oleh laki-laki tersebut.


“Ya sengaja aja, lagian ini kan awal bulan jadi gue baru terima uang kiriman dari ayah,” ucap Adhara berbohong. Jelas saja ia baru saja mendapatkan gaji pertamanya oleh karena itu ia ingin mentraktir Chan memakan makanan enak.


Chan menyipitkan matanya curiga sebelum membalasnya dengan sebuah anggukan. Berusaha untuk percaya pada gadis itu. Chan segera duduk di membantu Adhara untuk memotong kangkung sedangkan gadis itu sedang memasak ayam pedas manis.


“Besok gue ada urusan, jadi mungkin gue gak pulang. Lo hati-hati di rumah, jangan pulang malam. Kalau ada apa-apa langsung telepon gue,” pesan Chan pada Adhara yang langsung menoleh pada laki-laki tersebut dengan kerutan di keningnya.


“Mau kemana?” tanya Adhara pada Chan yang kini menoleh ke arah Adhara.


“Nanti kalau udah selesai gue bakalan ngasih tahu lo,” ucap Chan dengan begitu misteriusnya membuat Adhara semakin di buat penasaran dengan laki-laki itu. Setelah menyajikan ayam pedas manisnya yang sudah selesai dimasak Adhara segera duduk di samping Chan sambil menatap laki-laki itu dengan penasaran.


“Mau apa?” tanya Chan dengan tatapan datarnya yang terlihat begitu tajam pada Adhara yang malah mengerucutkan bibirnya kesal.


“Lo gak mau cerita?” tanya Adhara mendesak Chan namun Chan hanya membalasnya dengan sebuah gelengan.


“Ogah,” ucap Chan ketus membuat Adhara kesal dan langsung memukul Chan dengan ikan guraminya.


“Adhara bego, amis rambut gue,” ucap Chan marah yang malah di balas dengan tawa gadis tersebut yang begitu lepas membuat Chan hanya bisa menghela nafasnya dengan kesal.

__ADS_1


“Mampus, salah siapa rahasia-rahasiaan,” ucap Adhara kesal masih dengan tawanya gadis itu segera membawa ikan gurami nya untuk dicuci dan dibersihkan.


Chan yang melihat hal tersebut hanya bisa menggeleng namun tanpa sadar laki-laki itu juga tersenyum dengan begitu indahnya. Siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona dengan senyuman laki-laki itu yang begitu mengagumkan.


Adhara melanjutkan acara memasaknya, baru setelah selesai dengan masakannya gadis itu menyajikan makannya di atas meja makan. Senyuman terlihat dengan begitu jelas di wajah cantik gadis tersebut yang terlihat begitu puas dengan hasil masakannya.


“Ayo makan,” ajak Adhara dengan senyumannya yang dibalas anggukan oleh Chan.


Selanjutnya mereka mulai makan bersama dalam diam, Chan terlihat begitu lahap menyantap makannya karena memang masakan Adhara yang begitu nikmat.


“Nanti ikut gue?” tanya Chan mengajak Adhara membuat gadis itu segera menatap Chan dengan kerutan di dahinya.


“Mau kemana?” tanya Adhara dengan kerutan di dahinya.


“Jalan-jalan,” ucap Chan dengan senyumannya membuat Adhara berpikir sejenak untuk menerima tawaran laki-laki itu atau menolaknya karena ia berpikir jika mereka keluar pasti membutuhkan uang, namun kapan lagi mereka bisa jalan-jalan.


“OK deh,” ucap Adhara dengan senyumannya. Memang kapan lagi ia bisa keluar untuk jalan-jalan. Karena ia sudah menerima gaji pertamanya jadi sepertinya tak masalah jika untuk kali ini ia tak perlu perhitungan.


Setelah selesai dengan makananya Adhara dan Chan segera merapikan makanan sisa makanan mereka juga bekas makan mereka. Adhara yang bertugas mencuci piring dan Chan yang bertugas membersihkan meja makan.


Kini mereka tampak seperti sepasang kekasih yang begitu kompak. Adhara melihat penampilannya lalu menoleh ke arah Chan lagi.


“Bisa sama gini,” ucap Adhara dengan mengerjapkan matanya beberapa kali.


“Udah ayo jalan jangan banyak mikir,” ucap Chan dengan begitu datarnya membuat Adhara ingin sekali membenturkan kepala laki-laki itu ke dinding saat ini juga.


Adhara segera memakai sepatu nya begitupun dengan Chan. Setelahnya mereka segera menuju parkiran di mana mobil Chan berada. Saat di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan hanya suara musik yang terdengar begitu merdu namun setelahnya malah di rusak oleh suara Adhara yang begitu cetar.


“Didn't get the chance to feel the world around me,” nyanyi Adhara dengan begitu tak beraturan nada yang gadis itu ucapkan membuat Chan yang terganggu konsentrasinya segera membekap mulut Adhara dengan tisu yang di gulungnya.


Adhara yang mendapatkan serangan tersebut segera mengeluarkan tisu tersebut dari mulutnya.


“Chan,” teriak Adhara kesal yang malah membuat Chan tertawa dengan begitu keras. Sepertinya kini, membuat Adhara kesal akan menjadi hobi barunya karena gadis itu terlihat begitu menggemaskan saat sedang kesal.


“Lagian suara jelek belagu segala nyanyi,” ucap Chan masih dengan sisa tawanya membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal.

__ADS_1


Namun melihat Chan yang tertawa begitu lepas begini membuat Adhara merasa begitu senang karena akhirnya ia bisa melihat tawa Chan yang begitu langkah tersebut. Apa lagi penyebab tawa laki-laki itu adalah dirinya tentu saja membuat Adhara begitu senang.


Saat melihat wajah Adhara yang tadi kesal kini malah tersenyum dengan begitu tulus membuat Chan menghentikan tawanya dan melihat Adhara bingung.


“Kenapa lo?” tanya Chan dengan kerutan di dahinya bingung melihat perubahan gadis itu.


“Suka aja liat lo ketawa gini,” ucap Adhara dengan senyumannya membuat Chan seketika merubah wajahnya kembali menjadi begitu datar.


Membuat Adhara yang melihat nya menjadi kesal langsung memukul kepala Chan dengan begitu keras mengingat tentang kepala Chan, Adhara langsung mendekatkan wajahnya dengan rambut laki-laki itu.


“Lo udah keramas kan?” tanya Adhara mengingat rambut Chan sudah ia pukul dengan ikan.


“Udah lah, ya kali gue jalan rambut masih amis,” ucap Chan dengan begitu ngegas membuat Adhara berecih kesal.


Selanjutnya perjalanan tersebut hanya diisi oleh pertengkaran kedua orang tersebut.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2