
Fyi "Coatlicue adalah nama yang diberikan untuk sebuah bintang hipotetis yang membentuk Matahari dan kemudian meledak sebagai sebuah supernova."
Happy Reading All.
***
Hari minggu kali ini Adhara gunakan untuk membersihkan rumahnya, lebih tepatnya untuk membersihkan taman belakang rumahnya. Kini wanita tersebut terlihat sibuk dengan kegiatannya menanam bunga sedangkan Chan malah sibuk dengan kucing peliharaannya tanpa mau membantu Adhara.
Kini laki-laki tersebut malah begitu sibuk bergurau dengan kucing nya, Adhara yang melihat hal tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu segera menghampiri Chan sambil berkacak pinggang. Menatap laki-laki tersebut dengan tatapan kesalnya.
“Kamu gak ada niatan mau bantuin aku?” tanya Adhara pada Chan dengan tatapan kesalnya yang malah di jawab dengan gelengan santai dengan wajah nya yang terlihat begitu polos. Adhara berhasil di buat menganga mendengar jawaban dari laki-laki tersebut yang terlihat begitu santai.
“Chan ngeselin, udah lah gak mau nanam bunga lagi,” ucap Adhara dengan kesal lalu segera pergi dari sana meninggalkan Chan yang kini berhasil dibuat tertawa melihat istrinya yang tengah merajuk tersebut.
“Noh liat emak lo gampang ngamuk,” ucap Chan sambil mengelus kucingnya tersebut. Bukannya mengejar Adhara kini Chan lebih memilih untuk melanjutkan pekerjaannya saja. Setelah menyisir kucingnya Chan beralih untuk melanjutkan pekerjaan Adhara menanam bunga milik wanita tersebut dengan melihat tutorial terlihat dulu di ponselnya.
“Nanam gini aja capek juga ya, pantesan aja Nyonya marah,” ucap Chan sambil mengelap keringatnya.
Merasa lelah dan sudah menyelesaikan pekerjaannya Chan akhirnya berjalan menuju kamarnya untuk menemui Adhara yang kini pasti masih kesal dengannya. Dengan langkah pastinya laki-laki tersebut segera berjalan ke arah kamarnya, saat membuka kamarnya dapat ia lihat Adhara yang baru selesai membersihkan tubuhnya.
“Wangi banget sih Yang,” ucap Chan dengan senyumannya berjalan ke arah Adhara, Adhara yang masih kesal dengan Chan memilih untuk mengabaikan laki-laki tersebut membuat Chan kini menghembuskan nafasnya kasar karena tahu Adhara yang masih merajuk padanya.
Akhirnya Chan memilih untuk membersihkan tubuhnya yang kotor. Melihat hal tersebut kini Adhara malah semakin bersungut kesal karena merasa diabaikan oleh Chan.
Dengan ide jahilnya kini Adhara malah berjalan ke arah dapur dengan terburu-buru mengambil tepung juga mangkuk membuat para pelayannya mengerutkan keningnya bingung melihat hal tersebut. Saat sampai di kamar bisa Adhara dengar suara air yang berhenti berbunyi.
Adhara kini memposisikan dirinya tepat di hadapan pintu hingga saat Chan keluar dari kamar mandi Adhara dengan jahilnya menuang tepung tersebut di wajah Chan membuat Chan kini terdiam di depan pintu kamar mandinya dan menatap Adhara dengan tatapan datarnya.
__ADS_1
“Adhara,” suara teriakan tersebut terdengar begitu menggelegar membuat Adhara dengan segera berlari keluar dari kamarnya meninggalkan Chan yang kini pasti tengah begitu kesal pada Adhara.
“Rasain tuh,” ucap Adhara kesal masih dengan tawanya saat memikirkan ekspresi laki-laki tersebut yang kini pasti tengah kesal pada Adhara.
***
Keheningan kini terasa mendominasi sebuah mobil yang melaju dengan sedang membawa dua penumpang di dalamnya yang kini saling terdiam satu sama lain. Penumpang yang tak lain adalah Sky juga Antares. Kini mereka berdua tengah berjalan tanpa arah atau lebih tepat nya tidak memiliki tujuan.
Dan semua ini karena ulah kedua orang tua mereka yang memaksa mereka untuk jalan-jalan dan mendekatkan diri satu sama lain. Namun bukannya saling membuka pembicaraan kini mereka seperti orang yang tengah bermusuhan, hanya saling terdiam tanpa ada yang membuka pembicaraan.
“Ini kalo gak ada tujuan buka usaha gofood aja lah kita ayo, daripada keliling gak ada tujuan udah lah gak dapet duit buang-buang BBM iya lo gak tau apa BBM tuh lagi mahal, kebas juga pantat gue berdiri lama-lama,” ucap Sky yang kali ini akhirnya membuka pembicaraan juga.
“Dasar remaja jompo,” hina Antares pada Sky yang kali ini memelototkan matanya tajam mendengar jawaban laki-laki tersebut.
“Elo jompo,” ucap Sky kesal lalu memilih untuk menutup mulutnya rapat-rapat karena merasa kesal dengan Antares yang kali ini hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sky tersebut.
Hingga tak beberapa lama kini akhirnya mereka sampai di sebuah taman hiburan Dufan. Sky yang sudah lama tak berkunjung ke Dufan tentu saja merasa senang karena Antares membawanya ke tempat hiburan tersebut. Sky langsung keluar dari mobil, kini bahkan gadis tersebut terlihat seperti bocah yang baru pertama kali datang ke Dufan.
“Kayak bocah aja lo,” ucap Antares dengan senyumannya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sky tersebut. Sudah ia duga Sky akan suka jika ia mengajak gadis tersebut ke Dufan, karena seperti saat di timezone waktu itu Sky begitu bahagia saat mencoba berbagai permainan.
“Udah lama banget gue gak dateng ke sini, terakhir gue datang ke sini sama abang gue juga sahabat kita,” ucap Sky dengan senyuman sendunya saat mengingat hal tersebut. Saat Adhara dan Sky memaksa ketiga laki-laki tersebut untuk ikut mereka ke Dufan.
“Lo deket banget sama abang lo?” tanya Antares sambil melihat ke arah Sky yang kini tersenyum sambil menggelengkan kepalanya membuat Antares kini mengerutkan keningnya bingung mendengar jawaban tersebut.
“Kita gak sedeket itu tapi kita saling menyayangi satu sama lain. Antariksa orang yang tegas dan kasar bahkan gak jarang dia kasar ke gue dia ngedidik gue dengan begitu keras sampai gak ada satupun cowok yang berani deket sama gue gara-gara dia,” ucap Sky dengan senyumannya saat mengingat tentang kakaknya tersebut. Ya, ia tahu bagaimana Antariksa menyayanginya dan begitu menjaganya, ia tahu semua itu ia lakukan agar ia tak kehilangan Sky setelah ia kehilangan kembaran Sky. Namun siapa yang tahu jika akhirnya Sky lah yang ditinggalkan.
“Tapi gue tau dia ngelakuin itu buat ngajaga gue, setelah kita kehilangan kembaran gue dia jadi begitu keras ngedidik gue. Sampai Adhara datang dan ngubah sikap kakak gue jadi lunak. Adhara adalah cinta pertama juga cinta terakhir dia, beruntung banget kan jadi Adhara yang begitu dicintai dengan tulus oleh laki-laki seperti Antariksa,” ucap Sky dengan senyumannya. Kini ia menatap Antares yang terdiam mendengar ucapan tersebut.
__ADS_1
“Sekarang dari kakak gue, gue belajar jika cinta tak perlu untuk memiliki,” ucap Sky dengan senyumannya. Gadis tersebut menarik nafasnya dalam berusaha untuk menetralkan dirinya.
“Udah lah gak perlu bahas dia lagi, yang ada nanti dia malah kepedean gara-gara gue bahas dia,” ucap Sky yang sebenarnya hanya berusaha untuk mengalihkan perhatiannya dari kesedihannya jika ia kembali membahas Antariksa.
mengerti dengan keadaan gadis tersebut akhirnya Antares memilih untuk menghiburnya dengan mengajak Sky mencoba berbagai wahana yang ada di sana dan berusaha untuk mengembalikan senyuman gadis tersebut kembali. Mereka akhirnya menghabiskan weekend mereka di tempat tersebut dengan bercanda dan tertawa bersama seolah tak ada beban di pundak mereka masing-masing.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".
__ADS_1
Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.