
Happy Reading All.
***
Setelah kepergian Nora, Arche hanya bisa menatap punggung gadis tersebut yang mulai berjalan menjauh. Dengusan kasar terdengar dari laki-laki tersebut sebelum memilih untuk duduk di salah satu kursi taman dengan kepala yang tertunduk.
Perasaannya kini begitu kalut, hatinya pun begitu gelisah memikirkan Nora. Ia begitu takut terjadi sesuatu pada gadis tersebut, walau Nora bisa menjaga diri dari orang lain namun gadis tersebut belum tentu bisa menjaga diri dari dirinya sendiri.
Merasa semakin khawatir Arche segera mengambil ponselnya untuk menghubungi orang kepercayaannya. Tak membutuhkan waktu lama untuk orang tersebut menjawab panggilan dari Arche.
“Halo Tuan, apa terjadi sesuatu?” tanya orang di seberang sana setelah panggilan nya terjawab. Arche menjawabnya dengan anggukan, saat menyadari orang di seberang sana yang tak mungkin bisa melihatnya.
“Awasi Nora,” perintah Arche tegas bagai tak bisa menerima bantahan.Ia begitu takut jika gadis tersebut melakukan hal bodoh yang dapat melukai dirinya sendiri.
“Baik Tuan,” jawab orang di seberang sana. Setelah mendengar jawaban tersebut tanpa mengatakan apapun Arche segera menutup teleponnya dan mengusap wajahnya kasar.
Arche melebarkan telinganya saat mendengar gemerisik dari tempat yang tak jauh darinya hingga ia melihat Adhara yang tengah mengaduh kesakitan karena terjatuh. Arche hampir saja menyemburkan tawanya melihat wajah Adhara yang terlihat menggemaskan itu.
“Adhara,”
***
Adhara terus memperhatikan Arche dengan tatapan iba. Bahkan saat laki-laki itu tengah menelepon bawahannya. Adhara jadi begitu tahu jika Arche begitu menyayangi dan mengkhawatirkan Nora bahkan laki-laki itu sampai meminta bawahannya untuk mengawasi orang.
Adhra di buat kaget saat Arche akan menoleh ke arahnya, dengan segera gadis itu mundur untuk bersembunyi namun gadus tersebut alah tak sengaja menabrak batu besar yang berada di sana hingga ia terjatuh ke tanah.
“Au sialan, batu bego siapa yang nyuruh lo diem di sana Hah?” tanya Adhara dengan memakai batu tersebut lalu ia segera berdiri dan bangun untuk kembali memberikan wejangan pada batu yang telah membuatnya jatuh tersebut.
“Nih liat pantat gue sakit gara-gara lo, awas lo ya kalo pantat gue yang aduhai ini kenapa-napa. Gue pindah ke sungai lo,” maki Adhara dengan wajah kesalnya. Sampai saat ia masih saja menatap batu tersebut dengan sengit suara suara seorang laki-laki membuat Adhara menoleh.
“Adhara,” mendengar namanya disebut, Adhara menoleh ke arah sumber suara yang tak lain adalah Arche. Mengetahui jika yang memanggilnya adalah Arche, Adhara segera keluar dan menghampiri Arche dengan cengiran tanpa dosanya.
__ADS_1
“Sudah dari tadi hmm?” tanya Arche dengan senyuman nya yang di balas dengan senyuman lebar oleh Adhara.
“Baru kok, jatuhnya,” ucap Adhara dengan cengiran khasnya. Arche hanya bisa menggeleng mendengar ucapan Adhara.
“Sorry ya, gue gak ada maksud buat nguping kok. Tadi gue emang lagi ada di sana terus kalian dateng ribut-ribut. Kan gue Cuma takut kalian adu jotos kalau gak ada yang misahin gimana?” jelas Adhara yang ia akhiri dengan pertanyaan dan alasan konyolnya tersebut.
“Gue gak mungkin ngelukain Nora, Adhara,” ucap Arche sambil mengusap puncak kepala Adhara games. Alasan gadis tersebut begitu tak logis dan Arche tahu jika Adhara hanya tengah mencari alasan saja. Namun ia hanya diam dan tidak bisa marah pada gadis itu, karena ini juga bukanlah kesalahan Adhara.
“Gue tahu, lo pasti bukan orang yang kasar kayak Antariksa,” ucap Adhara sambil mengangguk pasti.
“Sini duduk,” ajak Arche yang sudah lebih dulu duduk dan menepuk bagian kosong di sampingnya. Adhara tersenyum senang lalu segera duduk di sana dengan tenang.
Setelahnya tak ada yang mereka bicarakan. Mereka saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing yang terus berkecamuk.
Adhara melihat ke arah langit malam yang menampilkan bintang dengan begitu cerahnya. Senyuman gadis itu mengembang dengan sempurna membuat Arche yang sedari tadi terus memperhatikan Adhara mengerutkan keningnya.
Tak dapat dipungkiri Adhara terlihat begitu cantik dengan riasan tipisnya tersebut. Baginya Chan begitu beruntung mendapatkan gadis seperti Adhara yang begitu baik, cantik, dan juga tangguh. Tanpa Arche tahu sebenarnya ia lah yang beruntung karena ia lah yang telah mendapatkan hati gadis tersebut.
“Kenapa?” tanya Arche melihat senyuman Adhara yang tak pernah luntur saat melihat sang bintang tak ada lelahnya menyinari malam.
“Bintang itu hebat, meskipun dia indah tapi dia gak pernah sombong. Menyinari tapi tampan pamrih dan memberikan kehangatan bagi planet lain tanpa meminta balasan. Matahari contohnya, dia adalah bintang yang paling terang dan bermanfaat bagi kehidupan tapi dengan baiknya ia selalu memberikan manfaatnya tanpa meminta balasan menjadi alasan hidup bagi banyak makhluk,” ucap Adhara panjang lebar menjelaskan tentang salah satu benda langit favoritnya tersebut.
“Kayak lo,” ucap Arche yang langsung membuat Adhara menoleh ke arah laki-laki tersebut dengan kerutan di keningnya.
“Adhara, berarti bintang. Lo sama seperti bintang yang selalu menyinari dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar lo, menampakkan rasi dan galaksi yang begitu indah. Sampai nama lo aja, Andromeda menjadi galaksi paling terkenal, dan wanita baik dalam mitologi yunani yang akhirnya dinikahi perseus,” ucap Arche yang membuat Adhara ternganga mendengar ucapan laki-laki tersebut. Sebuah pejian dan penjelasan yang begitu membuatnya tercengang.
“Gue gak tahu kalau lo banyak tahu tentang mitologi yunani,” ucap Adhara dengan tatapan kagumnya. Arche hanya membalasnya dengan sebuah kekehan.
“Hmm gue cukup suka sama cerita mitologi Yunani,” ucap Arche dengan senyumannya.
Saat mereka sedang asik mengobrol Adhara teringat jika ia belum memberikan hadiahnya untuk Arche, gadis itu segera mengeluarkan hadiahnya dan memberikannya pada Arche.
__ADS_1
“Jangan di buka sekarang,” pesan Adhara membuat Arche terkekeh lalu mengurungkan niatnya untuk membuka kado Adhara tersebut.
“Btw Happy Birthday Arche, maaf tadi sampai kelupaan ngucapin karena kejadian di dalam dan Sky yang banyak ngomong,” ucap Adhara membuat Arche terkekeh sambil mengangguk.
“Its ok, btw thank ya,” ucap Arche sambil menunjukkan kadonya. Adhara membalasnya dengan anggukan hingga mereka kembali terdiam.
“Menurut lo, gue gak salah kan nolak Nora?” tanya Arche yang dibalas dengan gelengan oleh Adhara.
“Gue percaya lo ngelakuin hal yang bener, lo pasti punya alasan kenapa lo ngelakuin hal ini,” ucap Adhara dengan senyumannya yang langsung menular pada Arche.
Ia memang tak salah, Adhara memang adalah orang baik da begitu sabar.
“Lo gak penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Arche lagi yang kini Adhara balas dengan gelengan.
Walau sebenarnya ia begitu penasaran namun ia tak mungkin menanyakan semua ini secara langsung pada Arche, karena takut melukai laki-laki tersebut.
****
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.