Atmosphere

Atmosphere
S2 Cape York


__ADS_3

Fyi "Meteorit terbesar ketiga dalam sejarah, meteorit Cape York, bertabrakan dengan Bumi hampir 10.000 tahun yang lalu. Meteorit Cape York, atau meteorit Agpalilik, ditemukan pada tahun 1993 di Greenland dan beratnya sekitar 20 ton."


Happy Reading All.


***


Adhara kini tengah begitu serius memainkan ponselnya, gadis tersebut kini tengah berada di taman kampusnya seorang diri.  Antares yang biasanya selalu mengikuti gadis tersebut  kini entah kemana perginya laki-laki tersebut. Buktinya kini ia tak ada di dekat Adhara.


Saat gadis tersebut dengan begitu sibuk dengan ponselnya tiba-tiba saja ada yang merampas ponselnya, Adhara dengan segera menoleh ke arah orang yang mengambil ponselnya tersebut yang tak lain adalah Antares. Adhara memelototkan matanya lalu segera berdiri dan hendak mengambil ponselnya dari laki-laki tersebut.


“Woi lo kembaliin gak HP gue, gabut banget sih lu segala ngambil HP gue segala, jangan-jangan lu juga keturunan pencuri ya mangkanya lo jadi buronan,”  ucap Adhara sambil memelototkan matanya dan mengejar Antares yang kini terus saja berlari meninggalkan Adhara. Sedangkan laki-laki tersebut sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan gadis tersebut melainkan hanya tertawa mendengarnya. Baginya kemarahan Adhara adalah sebuah hiburan jadi ia tak perlu untuk merasa marah dengan ucapan gadis tersebut.


“Kembaliin nggak sini HP gue,”  teriak Adhara memanggil laki-laki tersebut yang masih saja tak diketahui siapa namanya. Sedangkan Antares masih saja terus berlari sambil menjulurkan lidahnya mengejek gadis tersebut yang kini masih tertinggal di belakangnya.Adhara kini sudah mengepalkan tangannya marah, lihat saja jika Ia berhasil mendapatkan laki-laki tersebut ia tak akan membiarkannya begitu saja,


Padahal saat ini Adhara tengah bertukar pesan dengan kekasihnya tersebut, nmun Antares tiba-tiba saja datang dan merusak semuanya. Tidak tahu kah laki-laki tersebut jika Chan begitu mudah cemburu? Adhara benar-benar tidak akan membiarkannya begitu saja.


Dengan begitu cepat gadis tersebut segera mengejar Antares, hingga saat ia sampai tak terlalu jauh dari laki-laki tersebut Adhara meloncat dan bersiap untuk menendang laki-laki tersebut. Benar saja setelah nya gadis tersebut langsung menendang punggung Antares hingga kini laki-laki tersebut tersungkur ke tanah.


Adhara mengibaskan tangannya  padahal tangannya tidak kotor sama sekali. Dengan senyuman sinis nya gadis tersebut mengambil ponselnya sambil menatap tajam pada Antares yang kini sudah kesakitan di bawah sana.


“Jangan macem-macem lu ya sama gue, udah gue bilang gue bisa aja patahin tangan lo. Segala ngisengin gue lo," ucap Adhara dengan tajamnya pada Antares yang kini sudah bangun dan memilih untuk duduk sambil mengusap punggungnya yang kotor juga sakit.


“Sumpah ya Lo nggak kira-kira nendangnya, sakit banget punggung gue,”  ucap Antares sambil memegangi pinggangnya yang terasa begitu sakit akibat ulah gadis di depannya tersebut. Gadis yang kini sudah berdiri sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Antares. Namun saat laki-laki tersebut sudah meraih tangan Adhara, gadis tersebut malah melepaskannya membuat laki-laki tersebut kembali terjatuh di tanah merasakan sakitnya terhempas langsung ke tanah.

__ADS_1


“ Adhara,” teriak Antares pada garis tersebut yang kini malah langsung pergi dari sana sambil mengibaskan rambutnya,  tidak memperdulikan teriakan laki-laki tersebut yang terus memanggilnya. Bahkan kini mereka sudah menjadi pusat perhatian, sebagai tontonan gratis. Namun tentu saja adalah sama sekali tidak peduli.


“Wah Adhara keren banget, cowok modelan kayak Anta aja dia tolak sampai-sampai tuh cowok sekarang malah nyentuh tanah gara-gara Adhara,”  ucap salah satu gadis yang berada disana. Adhara yang mendengar nama tersebut sontak menghentikan langkahnya. Sebelumnya Ia memang tidak pernah tahu dengan nama laki-laki tersebut atau pun merasa penasaran dengan namanya namun kini saat mendengar nama laki-laki tersebut malah membuatnya terkejut.


Adhara membalikkan tubuhnya dan kembali berjalan ke arah Antares yang kini sudah berdiri dan menatap ke arah Antares dengan wajah yang terus menatap datar ke arah laki-laki tersebut, tanpa bisa menyembunyikan raut wajah sendunya, kesedihan, juga kerinduan yang ada di dalam tatapan tersebut. Hanya sebuah nama memang namun nama tersebut mengingatkannya pada seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya.


“Nama lo siapa?”  tanya Adhara yang masih saja menetap datar pada Antares yang berada di depannya, laki-laki tersebut mengerutkan keningnya bingung mendengar pertanyaan Adhara. Jadi selama ini gadis tersebut masih belum mengetahui namanya? Antares kini hanya menatap bengong ke arah Adhara, ia tak percaya Jika gadis tersebut sampai saat ini belum mengetahui siapa namanya padahal sebelumnya ia pernah mengatakan pada garis tersebut tidak mengetahui siapa namanya. Namun sepertinya Adhara sama sekali tidak peduli dengan namanya, lalu untuk apa kini gadis tersebut menanyakan hal tersebut padanya?


“ Antares,  tapi gue lebih suka dipanggil Anta,”  jawab Antares dengan senyuman bangganya yang membuat tatapan datar tersebut hilang digantikan dengan tatapan sendu Kerinduan juga tatapan dalam yang sangat sulit untuk diartikan titik antara yang melihat tatapan tersebut bahkan dibuat kebingungan dengan ada rasa saat ini.


Setelahnya adalah segera pergi dari sana berlari memecah kerumunan membuat Antares semakin bertanya-tanya tentang gadis tersebut. Entah apa yang membuat gadis tersebut bertingkah seperti itu.


Antares dengan segera mengikuti Adhara mengejar gadis tersebut yang ternyata berlari keluar dari kampusnya entah kemana gadis tersebut akan pergi namun Antares tetap saja mengikutinya. Adhara menghentikan sebuah taksi begitupun dengan Antares ya ikut menghentikan sebuah taksi karena jika ia mengambil mobilnya terlebih dahulu mungkin ia tak akan sempat untuk mengikuti Adhara.


“Kenapa Ra?  kayaknya lo kaget banget pas denger nama gue,”  tanya Antares pada Adhara setelah sekian lama mereka saling terdiam kini akhirnya laki-laki tersebut membuka suaranya. Sambil melihat ke arah Adhara dengan tatapan bertanya-tanya, namun gadis tersebut hanya menatapnya datar. Seolah tak berminat sama sekali untuk menjawab pertanyaan laki-laki tersebut.


“Bukan urusan lo, lagian siapa yang minta lo buat ngikutin gue?” tanya Adhara dengan tatapan marahnya pada Antares. Kini rasanya ia ingin untuk sendiri namun laki-laki tersebut terus saja mengikutinya.


“Gue khawatir sama lo,” ucap Antares dengan tatapan khawatirnya pada Adhara. Ia tak tahu ada apa dengan gadis tersebut namun ia merasa ada yang tidak beres dengan Adhara, oleh karena itu ia mengikutinya.


“Gue pengen sendiri,” ucap Adhara dengan begitu lelahnya pada Antares. Antares menghembuskan nafasnya sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan gadis tersebut. Namun sepertinya ia harus mencari tahu tentang apa yang dialami Adhara, dan ada apa dengan gadis tersebut.


Antares akhirnya segera pergi dari sana membiarkan Adhara untuk sendiri seperti yang gadis tersebut inginkan.

__ADS_1


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2