Atmosphere

Atmosphere
I (Iodine)


__ADS_3

Happy Reading all.


***


Setelah selesai dengan makanannya Chan segera menuju ruang tamu dan memainkan ponselnya, Adhara yang sedari tadi mengikuti di belakang laki-laki itu terus menggerutu dengan kesal.


“Ck kita gak bisa tinggal bareng, gue itu cewek,” ucap Adhara dengan kesal pada Chan yang malah duduk santai karpet berbulu di ruang tamunya. Bagaimana bisa laki-laki itu berpikir untuk tinggal bersama Adhara padahal mereka berbeda jenis, juga lebih sering berantem timbang akurnya saat bersama.


“Gue gak bakal ngapa-ngapain lo, gue gak nafsu saba cebol kek lo,” ucap Chan yang langsung membuat Adhara memelotot. Tak ia sangka orang dingin irit bicara seperti Chan jika sudah berbicara ternyata sangat menusuk.


“Itu sih elo yang ketinggian, lagian ya elo udah mau numpang kenapa malah ngehina gue?” kesal Adhara dengan wajah cemberutnya. Adhara berdecak kesal lalu duduk di samping Chan, duduk cukup jauh dari laki-laki itu dan mulai memperhatikan Arche yang tetap saja asik dengan ponselnya.


“Ribet, udah diem,” ucap Chan malas meladeni Adhara. Gadis itu sukses dibuat melongo. Lihatlah belum ada satu hari tinggal di rumahnya laki-laki itu sudah membuatnya kesal dengan tingkah laki-laki itu.


“Lo emang gak punya tempat lain apa?” tanya Adhara yang masih tak ingin jika harus tinggal bersama dengan Chan.


“Engga,” ucap Chan singkat, padat, dan sangat jelas. Sangat jelas hingga Adhara ingin sekali memukul laki-laki itu.


Memangnya kemana dia harus tinggal? Antariksa dengan bersama keluarganya tentu ia merasa sungkan pada mereka, begitupun dengan Arche, apa lagi Arche tinggal bersama dengan orang tua yang tak berbeda jauh dengan orang tuanya.


“Beli apartemen sendiri kek sana, kan lo orang kaya jadi lo pasti bisa beli apartemen sendiri,” ucap Adhara memberikan usulan.


“Sekarang harus hemat, siapa yang tahu semua kartu atm dan kredit gue di bloking nanti,” ucap Chan santai. Ia memang sudah mengambil uang di kartu atmnya cukup banyak berjaga-jaga takut semua kartunya diblokir oleh Ayahnya karena keluar dari rumah.


“Ck ya udah, tapi lo juga harus bisa kerja sama. Lo harus bantuin gue beresin rumah,” ucap Adhara akhirnya setuju karena ia juga merasa kasihan dengan Chan.


“Ikut gue belanja, sekalian belanja buat kebutuhan bulanan,” ucap Chan pada Adhara. Ia tidak memiliki pakaian di apartemen Adhara jadi ia berencana untuk membeli beberapa pakaian. Setelahnya mungkin ia bisa meminta Nora untuk mengambilkan kendaraan juga pakaiannya saat Ayahnya ada pekerjaan bisnis.


Setelah selesai bersiap sesuai keinginan laki-laki itu Adhara benar menemani Chan untuk berbelanja kebutuhan laki-laki itu juga bahan masakan untuk mereka.


***


Pagi ini Nash Highschool tengah ramai membicarakan berita panas yang telah menyebar di sekolah. Di koridor pun saat Adhara lewat gadis itu bagai artis yang terus mendapatkan berbagai tatapan saat ia lewat.

__ADS_1


Adhara berusaha mengabaikan bisikan serta tatapan dari para murid tersebut dan memilih berjalan dengan cepat menuju kelasnya ia sangat malas menanggapi mereka.


Setelah sampai di kelasnya ia malah disambut dengan Elara dan Ariel yang langsung memberondonginya dengan pertanyaan membuat Adhara menutup telinganya sambil berdecak.


“Adhara, emang bener lo tinggal sama Chan?” tanya Ariel yang langsung memekik dan menarik Adhara untuk duduk di tempat gadis itu.


Adhara menghela nafasnya kasar. Sepertinya ia sudah tahu apa alasan dari berbagai tatapan dan bisikan saat ia melewati koridor tadi. Ia menjadi heran mengapa mereka suka sekali bergosip. Mau Chan tinggal di manapun selagi tidak merugikan mereka memangnya apa yang salah?


“Gimana Chan bisa tinggal sama lo?” tanya Elara dengan pertanyaannya yang begitu bersemangat. Mereka begitu penasaran bagaimana teman barunya itu bisa menjadi begitu dekat dengan tiga pangeran.


“Kepo,” ucap Adhara malas. Bukannya tak ingin memberi tahu temannya itu hanya saja Adhara begitu tahu temannya itu tidak bisa simpan rahasia. Satu menit sebelumnya bilang kedia, menit selanjutnya sudah dijual ke wartawan gosip sekolah.


“Ayolah Adhara,” paksa Elara sambil menggoyangkan tangan gadis itu.


“Nggak, kalian tidak bisa menjaga rahasia,” ucap Adhara membuat Elara dan Ariel mendengus mendengarnya.


“Ck lo gak tau berita ini udah nyebar banget,” ucap Elara dengan semangat menceritakan tentang berita terpanas yang kini tengah dibahas di akun gosip sekolah.


“Kira-kira siapa ya yang nyebarin ini?” tanya Adhara dengan kebingungannya. Ia menjadi curiga jika di sisi tiga pangeran itu ada paparazi.


“Ck tapi kenapa mereka tertarik banget sama cerita gue sama Chan?” tanya Adhara tak habis pikir. Apa Chan begitu populer? Atau Adhara yang sangat populer?


“Karena Chan populer banget. Dia itu definisi sempurna udah ganteng, pinter, terus cuek gitu kan aura misterius banget. Siapa yang gak tertarik sama Chan,” jelas Ariel sambil menatap Adhara membuat Adhara mengangguk.


“Apa lagi di antara tiga pangeran itu Chan yang paling populer karena dia paling ganteng dan kaya,” imbuh Elara membuat Adhara mengangguk. Memang benar diantara tiga pangeran tersebut Chan memang yang paling tampan dan kaya tapi Chan yang paling menyebalkan.


“Tapi Arche tetap yang paling baik,” ucap Adhara dengan senyumannya membuat sahabatnya memutar bola matanya malas.


“Lo itu pacarnya Chan ata Arche sih? Lo pacar Chan tapi yang dibela Arche mulu,” ucap Elara sambil menggeleng. Adhara jadi bingung sendiri menjawabnya karena ia dan Chan juga hanya pacaran pura-pura ia tak benar-benar pacaran dengan laki-laki itu dan ia hanya menyukai Arche.


“Btw kenapa mereka gak marah ya gue deket sama idola mereka?” tanya Adhara keheranan tidak seperti di novel-novel atau drama yang ia tonton jika ada yang berani mendekati idola mereka maka ia akan menjadi sasaran bully.


Memang saat awal ada yang membelinya tapi sekarang sudah tak ada lagi yang berani membullynya.

__ADS_1


“Jelas mereka takut sama lo, emang siapa yang mau ngelawan cewek bar-bar kayak lo? Yang ada patah tangan mereka,” ucap Elara dengan kekehannya membuat Adhara menatap sengit pada Elara.


Memang Adhara itu tidak ada feminim nya sama sekali.


“Juga di belakang lo ada tiga pangeran yang jadi pengawal tak terlihat, di tambah lo deket sama Sky, lo itu paket komplit yang buat orang gak berani ngebully lo,” jelas Ariel semakin membuat Adhara mengerti mengapa tak ada yang berani menyakitinya.


“Beruntung sih emang gue,” ucap Adhara dengan kekehannya membuat kedua temannya itu memutar matanya malas.


Tak lama akhirnya bel masuk kelas berbunyi mereka segera mengeluarkan buku saat seorang guru masuk dan mulai mengejar. Adhara segera mempersiapkan dirinya untuk memulai ujiannya karena memang hari ini masih ujian pertengahan semester.


Akibat ular Chan yang mengajaknya berbelanja hingga larut malam ia harus belajar hingga pukul tiga dan baru tidur setelahnya.


 


 


***


 


 


Thank for Reading all


Hai semua apa kabar?


Aku datang lagi nih dengan cerita baru yang pastinya gak kalah seru sama cerita sebelumnya.


Semoga kalian suka ya sama ceritanya maaf kalau masih banyak typo dan feel kurang dapet.


Jangan lupa untuk Like, Koment, tambah ke favorite.


See You Next Chapter all.

__ADS_1


 


 


__ADS_2