Atmosphere

Atmosphere
S2 Raksasa Gas Kelima


__ADS_3

Fyi "Raksasa gas kelima adalah julukan untuk planet yang tak memiliki nama, dalam teori yang disebut Model Nice. Diperkirakan raksasa gas ini terlontar dari Tata surya sekitar empat miliar tahun lalu.[1] Hal ini diperkirakan terjadi karena sebuah fenomena yang bernama instabilitas dinamik."


Happy Reading All.


***


Ujian akhir semester semakin dekat. Adhara yang memang harus mempertahankan beasiswa juga nilainya harus ekstra belajar dengan lebih giat lagi. Untuk saat ini gadis tersebut mengabaikan masalahnya dengan Chan yang terus saja terlibat pertengkaran karena rasa cemburu laki-laki tersebut.


Kini Adhara tengah berada di rooftop kampus. Untuk saat ini ia ingin sendiri dan ingin tenang, jadilah ia memilih rooftop sebagai tempat nya belajar kali ini. Hubungannya dengan Chan yang semakin jauh membuat Adhara merasa frustasi. Tak hanya jarak saja yang memisahkan mereka dengan begitu jauh, kini malah di tambah dengan Chan yang selalu memancing pertengkaran dan Adhara yang tidak bisa menenangkan.


Saat Adhara tengah fokus membaca bukunya tiba-tiba saja ponselnya berbunyi membuat gadis tersebut dengan segera menjawab panggilannya saat melihat yang meneleponnya adalah Chan. Adhara menghembuskan nafasnya, lebih baik ia tetap menjawab panggilan tersebut daripada Chan semakin berpikiran negatif padanya.


“Halo, sayang. Kenapa?” tanya Adhara saat sudah menjawab panggilan dari kekasihnya tersebut dengan begitu lembutnya. Kali ini ia berusaha untuk mengalah dan bersikap baik-baik saja pada kekasihnya tersebut.


“Kamu lagi kuliah?” tanya Chan di seberang sana dengan nada lembutnya juga.


“Iya, tapi ini lagi istirahat. Aku sudah mulai ujian, jadi maaf ya kalau aku sekarang gak sempet ngasih kabar. Aku lagi sibuk buat nyiapin ujian,” ucap Adhara menjelaskan pada Chan yang kini hanya menganggukkan kepalanya di seberang sana.


“Kalau emang belajar buat ujian sih aku gak papa, asal jangan selingkuh aja,” ucap Chan yang lebih terdengar seperti sebuah sindiran untuk Adhara. Adhara menghembuskan nafasnya kasar berusaha untuk tetap tenang dan menghiraukan ucapan Chan tersebut.


“Udah dulu ya, bentar lagi udah mulai lagi ujiannya. Aku harus balik ke kelas,” ucap Adhara berpamitan pada Chan. Jika dilanjutkan mungkin hanya akan membuat mereka bertengkar kembali, jadi lebih baik ia segera mengakhiri panggilan tersebut.


“Ya udah, semangat,” ucap Chan pada Adhara yang hanya menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya ia segera menutup panggilan tersebut dan melanjutkan membaca bukunya.


Hingga saat jam masuk kelas dengan segera ia kembali kelasnya untuk mengikuti ujiannya. Ternyata di kelas sudah ada Antares juga Izar dan Nora yang menunggunya dan bertanya ke mana gadis tersebut pergi namun Adhara hanya mengatakan jika ia berada di perpustakaan, bertung teman-temannya tersebut percaya dengan ucapannya tersebut.


***


Hari ke hari hanya Adhara habiskan waktunya untuk belajar dengan giat. Bahkan untuk menghubungi Chan kini ia benar-benar tak sempat. Lagi pula ia juga tak ingin konsentrasinya terganggu karena pertengkaran dengan Chan. Bahkan kini gadis tersebut begitu jarang membuka ponselnya.

__ADS_1


Adhara kini tengah belajar di perpustakaan karena ada buku yang ia perlukan jadilah kini ia memilih belajar di perpustakaan. Dan tanpa ia tahu kini Antares malah mengikutinya membuat Adhara menghembuskan nafasnya namun tetap membiarkan laki-laki tersebut berada di sekitarnya agar tidak mengganggunya.


Adhara memilih untuk duduk di dekat rak buku-buku yang ia perlukan dengan maksud agar ia tak perlu jauh-jauh jika ingin mencari buku lain ataupun saat ia ingin mengembalikan buku tersebut. Kini Antares juga duduk di samping Adhara sambil membaca bukunya sendiri.


“Gue liat akhir-akhir ini lo lebih banyak diem dan sendiri,” ucap Antares tiba-tiba pada Adhara yang sontak membuat gadis tersebut menolehkan kepalanya pada Antares dan menatap datar pada laki-laki tersebut.


“Stt jangan ngomong gue pengen fokus,” ucap Adhara sambil meletakkan jari telunjuknya pada bibirnya yang membuat Antares akhirnya diam. Ia tahu mungkin untuk saat ini gadis tersebut masih tidak ingin untuk membuka suaranya dan bercerita pada Antares. Memangnya Antares siapa?


Mengingat hal tersebut Antares menghembuskan nafasnya kasar. Lalu memilih untuk diam dari pada ia malah di usir oleh Adhara.


Tak lama saat Antares tengah fokus dengan bukunya. Ia malah merasakan sebuah kepala yang bersandar di pundaknya membuat Antares menoleh ke arah samping dan mendapati Adhara yang kini bersandar di pundaknya dengan matanya yang sudah terpejam.


Antares yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. membiarkan Adhara tetap dalam posisinya ia mengerti pasti gadis tersebut merasa lelah. mengingat bagaimana akhir-akhir ini gadis tersebut yang begitu giat belajar.


***


Chan kini tengah berada di salah satu club malam. Ia tengah merasa stres setelah beberapa hari ini pikirannya terus saja melayang pada Adhara.Ia hanya merasa takut kehilangan gadisnya tersebut hingga kini menjadi begitu posesif. Ia hanya tak ingin kehilangan gadisnya tersebut untuk kedua kalinya.


"Hi," sapa seorang gadis yang kini duduk di samping Chan sambil tersenyum dengan menggoda ke arah laki-laki tersebut yang kini hanya menatap datar ke arah gadis tersebut lalu menegak minumannya hingga tandas.


"Enyak," ucap Chan tegas yang membuat gadis tersebut berdecak kesal lalu segera pergi dari sana meninggalkan Chan dengan alkohol dan rokok di tangannya.


"Apa yang terjadi pada pangeran kampus yang terkenal rajin belajar ini? Hingga membawanya ke club selarut ini?" Tanya Aster yang baru saja selesai dengan kegiatannya bersama gadis yang ia bawa tadi.


Chan hanya menatapnya datar lalu kembali menegak minumanannya tanpa menghiraukan teman satu kamarnya tersebut.


Pikirannya kini tengah begitu kacau. Tak hanya karena Adhara yang begitu sulit dihubungi tapi juga rasa cemburunya yang terus saja datar.


"Sepertinya tengah patah hati," ucap Alto yang juga baru datang menghampiri Chan.

__ADS_1


Chan kembali menatapnya datar. Karena sama sekali tidak peduli dengan ucapan temannya tersebut. Dan memilih untuk menikmati minumannya tersebut.


Hingga tak lama ada pesan masuk ke ponselnya. Chan dengan segera membuka nya dan dapat ia lihat Adhara yang kini bersandar di bahu seorang laki-laki yang tak lain adalah Antares. Chan mengepalkan tangannya berusaha untuk menahan amarahnya tersebut.


“Sialan,” umpat Chan dengan marahnya, mengepalkan tangannya sambil menggenggam ponselnya. Bahkan sepertinya ponselnya tersebut akan remuk dalam genggaman Chan.


Laki-laki tersebut kembali meneguk minumannya hingga tanda. Lalu setelahnya ia memilih untuk segera pergi untuk pulang karena ia merasa kini kepalanya sudah terasa begitu pusing karena alkohol yang sudah terlalu banyak ia minum.


teman-temannya yang melihat hal tersebut segera mengikuti Chan karena takut terjadi sesuatu pada teman satu kamarnya tersebut. Saat mereka membiarkan Chan yang tengah mabuk tersebut menyetir sendiri. Walau laki-l;aki tersebut mengatakan jika ia tak mabuk namun dapat mereka lihat jika kini Chan sudah kehilangan setengah kesadarannya efek dari alkohol tersebut.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.



__ADS_2