Atmosphere

Atmosphere
S2 Phaeton


__ADS_3

FYI "Phaeton (secara alternatif Phaethon atau Phaëton) adalah planet hipotetis yang diteorikan oleh hukum Titius – Bode berada di antara orbit Mars dan Jupiter, destruksinya konon menyebabkan pembentukan sabuk asteroid (termasuk planet katai Ceres)."


Happy Reading All.


***


 Setelah selesai dengan sarapan mereka kini Adhara tengah berada di ruang tamu sambil menonton televisi sedangkan Chan, kini ia tengah berada di kamarnya untuk mengambil barang-barangnya mengingat kini laki-laki tersebut harus kuliah.


Seperti Chan yang dulu tak mengganggu kuliahnya saat ia laki-laki tersebut datang berlibur, kali ini ia juga tidak ingin mengganggu kuliah laki-laki tersebut jadi dia akan tetap berada di  apartemen tersebut sambil menunggu Chan pulang karena laki-laki tersebut sudah mengatakan jika ia tak akan ke asrama selama Adhara di sana.


“Kamu ngapain belum ganti baju?” tanya Chan yang tiba-tiba Saja sudah muncul di belakang Adhara dengan pakaian rapi nya.


Adara yang mendengar ucapan laki-laki tersebut dibuat mengerutkan keningnya bingung. Memangnya mengapa ia harus berganti pakaian?  Lagi Pula ia tidak ingin pergi kemanapun.  jadi tidak ada salahnya bukan Jika ia hanya memakai pakaian rumahan lagipula tidak ada siapapun di sini selain Chan.


“Emangnya kenapa?” Tanya Adhara pada Chen dengan kerutan di keningnya, Chan yang mendengar hal tersebut memelototkan matanya.


“Aku mau ngajak kamu jalan Adara, Kenapa masih pakai ditanya?” Tanya Chen pada Adara yang kini malah menatap laki-laki tersebut dengan tatapan polosnya.


Lagi pula apa salahnya bertanya, karena memang sebelumnya Adhara mengira Chan akan pergi ke kampus jadi ia tak berganti pakaian. Ia tak memiliki ekspektas jika laki-laki tersebut akan mnemani hari ini mengingat ini bukanlah hari libur.


“Kamu gak kuliah?” tanya Adhara pada Chan yang kini malah menganggukkan kepalanya yang membuat Adhara kini semakin mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan tersebut.


“Aku absen doang, setelah itu aku temenin kamu,” ucap Chan pada Adhara yang kini menganggukkan kepalanya. Namun setelahnya ia malah menggelengkan kepalanya yang membuat Chan kini mengerutkan keningnya bingung melihatnya.


“Gak boleh, kamu harus kuliah. Kamu harus cepet lulus kan, kalau libur satu hari nanti lulusnya ditunda satu hari, lagi. Akan pengen kamu cepet-cepet lulus,” ucap Adhara pada Chan yang kini justru terkekeh mendengar ucapan Adhara tersebut.


“Mana ada kayak gitu? lagian hari ini kelas lagi gak ada tugas. Libur satu hari gak papa kan? besok juga aku libur,” ucap Chan pada Adhara yang kini tetap saja menjawab ucapan Chan tersebut dengan sebuah gelengan karena tak setuju dengan ucapan Chan tersebut. Ia tak ingin mengganggu kuliah laki-laki tersebut jadi ia tak mau jika Chan harus bolos.


“Udah deh mending sekarang kamu ganti baju aja,” ucap Chan pada Adhara lalu segera menarik gadis tersebut untuk segera bangun dari posisinya.


Adhara masih saja tidak mau, bahkan kini mereka sudah melakukan aksi tarik menarik. Adhara yang tetap berpegangan pada sofa dan Chan yang terus menarik Adhara, seolah tidak ada yang mau mengalah dari mereka.


“Aku bakalan kuliah Adhara, tapi kamu ikut jadi sepulang dari sana kita bisa langsung ke Landon,” ucap Chan pada Adhara yang kini langsung melepaskan pegangannya pada sofa lalu berdiri dengan menatapnya dengan penuh tanya.

__ADS_1


“Terus aku gimana? nunggu di kampus kamu?” tanya Adhara pada Chan yang menjawabnya dengan anggukan.


“Kamu ikut aku kuliah,” ucap Chan lalu segera menggendong Adhara membawa gadisnya tersebut sudah seperti karung beras. Adhara yang di gendong seperti itu malah memekik dan terus memukuli Chan.


“Lo gak tau gue punya darah rendah, pusing nih kepala gue, abis ini mabuk tanpa alkohol nih gue,” ucap Adhara pada Chan yang berusaha untuk melepaskan dirinya dari Chan.


Setelah sampai di kamar Chan yang di tempati oleh Adhara dengan segera Chan menurunkan Adhara. Adhara berdecak kesal dengan tingkah kekasih nya tersebut. Namun akhirnya tetap saja Adhara menuruti ucapan Chan untuk bersiap.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Adhara untuk bersiap. Gadis tersebut hanya menggunakan kaos yang dilapisi dengan jaket juga celana panjang berwarna putih. Dan sepatu putih nya. Ia hanya menggunakan make up tipis lalu segera mengambil tas nya yang hanya berisi dompet juga ponsel.


Setelah selesai ia segera keluar dari kamar tersebut untuk menghampiri Chan yang ternyata sudah menunggunya di luar kamar sambil memainkan ponselnya dan bersandar di dinding belakangnya. Mendengar suara pintu yang dibuka dengan segera laki-laki tersebut menoleh dan tersenyum saat melihat Adhara yang kini sudah rapi dan tampak cantik dengan pakaian dan make up tipisnya yang meninggalkan kesan alami di wajah gadis tersebut.


“Udah ayo berangkat,” ajak Chan yang setelahnya segera menggandeng tangan Adhara membawanya untuk segera keluar dari apartemen tersebut menuju ke bawah.


Ternyata saat sampai di bawa ternyata disana sudah ada sopir Chan yang menunggu mereka, sopir yang ditugaskan mengantar Adhara kemanapun gadis tersebut pergi.


“Mulai sekarang Adhara akan pergi bersama saya, jadi anda tidak perlu datang lagi,” ucap Chan pada sopir yang ditugaskan menjaga Adhara tersebut.


***


Saat Adhara dan Chan sampai di kampus Chan seluruh tatapan kampus tertuju pada mereka dengan tatapan terkejut melihat mobil mewah Chan juga gadis yang kini Chan bawa.


Chan yang biasanya tidak pernah membawa gadis kini malah terlihat merangkul seorang gadis keluar dari mobilnya membuat mereka bertanya-tanya siapa gadis tersebut. Chan yang terkenal begitu cuek kini malah terlihat begitu lembut saat bersama dengan Adhara.


Tanpa menghiraukan tatapan tersebut Chan segera membawa Adhara menuju teman satu asrama nya yang pasti jika pagi seperti ini tengah berada di lapangan untuk lari sebelum memulai kelas mereka.


Benar saja saat sampai di lapangan, di sana bisa terlihat ketiga teman asrama Chan yang sempat Adhara temui di club malam saat ia menjemput Chan saat itu kini sudah berjalan ke arah nya juga Chan.


"Dewa es akhirnya kini datang bersama seorang gadis hm?" Tanya Jericho dengan tatapan menggodanya pada Chan yang kini malah berdecak mendengarnya. Ia tahu pasti teman satu asrama nya tersebut juga akan heboh seperti yang lain.


"Ck bisakah kau berhenti berbicara Jericho?" Kesal Chan pada Jericho yang kini terkekeh mendengarnya bukannya tersinggung dengan ucapan tersebut.


Aku datang untuk memperkenalkan kekasihku, bukankah kalian meminta ku untuk memperkenalkan ny?" Tanya Chan yang dijawab dengan anggukan oleh teman satu asramanya.

__ADS_1


Adhara baru saja akan mengulurkan tangannya namun Chan segera menepisnya yang membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung dengan hal tersebut.


"Gak usah sambil pegangan tangan," ucap Chan yang membuat mereka kompak menggeleng melihat tingkah posesif Chan tersebut.


"Adhara," singkat Adhara pada teman satu asrama Chan yang kini malah kompak menganga mendengarnya sedangkan Chan kini malah tersenyum bangga mendengarnya.


"Sama aja ternyata, pantes pacaran," gumam Alto yang tak jauh beda dengan temannya yang lain hanya beda bahasa dalam pengucapan saja.


Setelahnya mereka melanjutkan obrolan tersebut hingga Chan mengatakan  jika ia hari ini tak bisa datang ke kelas karena ingin menemani Adhara. Adhara yang mendengarnya melotot tajam pasalnya Chan mengatakan  jika ia tak akan bolos namun nyatanya kini ia malah bolos dan mengatasi namakan Adhara.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2