Atmosphere

Atmosphere
S2 Stratosfer


__ADS_3

Fyi "Stratosfer merupakan lapisan atmosfer yang bersuhu dingin dan hanya ditempati oleh ozon. Kisaran suhunya pada 5 ⁰C. Lapisan ini berada di atas sub lapisan tropopause, troposfer. Ozon terletak pada jarak 35 kilometer di atas permukaan Bumi."


Happy Reading All.


***


Ketiga perempuan yang kini terlihat begitu asik dengan dunianya tersebut kini seolah lupa dengan pasangan mereka masing-masing. Mereka terlalu hanyut dalam kegiatan mereka dan melupakan masalah yang tengah mereka hadapi sejenak.


Hingga mereka tak menyadari jika sedari tadi ponsel mereka terus saja berdering. Suara musik yang begitu keras membuat mereka tak mendengar jika sedari tadi ada panggilan tak terjawab dari pasangan mereka yang entah untuk keberapa kalinya memanggil mereka.


“Lo sesat juga Sky, gue di ajak ke tempat beginian,” ucap Adhara pada Sky namun meskipun berkata demikian pada Sky tetap saja kini gadis tersebut ikut menari dengan begitu hebohnya.


“Udah lah sesekali, kapan lagi ye kan,” ucap Sky dengan senyumannya yang membuat kedua sahabatnya tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Sky tersebut yang terdengar begitu santai dan begitu bersemangat.


“Di nikahin lo abis ini sama ortu lo kalo tau lo dateng ke tempat begini ngajak kita,” ucap Nora pada Sky yang kini sontak membuat Sky memelototkan matanya mendengar ucapan sahabatnya tersebut.


“Ucapan adalah Doa loh, jadi gue aamiin deh,” ucap Sky dengan tawanya yang membuat tawa kedua sahabatnya tersebut akhirnya ikut terdengar.


Selanjutnya mereka mulai asik menari, sesekali menepis tangan-tangan pria hidung belang yang berusaha untuk meraih mereka.


***


“Ini mereka kemana sih?” tanya Chan pada dirinya sendiri dengan wajah frustasinya. Ia tak habis pikir dengan ketiga perempuan tersebut yang kini pergi hingga larut malam tanpa kabar sedikitpun. Membuat para laki-laki tersebut mengkhawatirkan mereka.


Suara dering dari ponsel Chan akhirnya segera membuat laki-laki tersebut menerima panggilan tersebut saat di lihatnya jika yang meneleponnya adalah orang suruhannya yang diminta untuk melacak ponsel milik Adhara.


“Bagaimana?” tanya Chan langsung saat panggilan tersebut sudah diterimanya. Tak ada suara di seberang sana, kini yang terdengar hanya suara gugup serta takut dari orang di seberang sana.


“Nyonya tengah berada di club malam yang biasa Anda datangi dulu Tuan,” ucap orang suruhan Chan tersebut yang sontak membuat Chan terkejut mendengar ucapan dari orang suruhannya tersebut yang mengatakan jika saat ini Adhara tengah berada di club malam.


“Kau bercanda?” tanya Chan dengan amarahnya yang kini sudah memuncak membuat orang di seberang sana merasa takut mendengarnya. Ia sudah cukup mengenal atasannya tersebut yang memang begitu menyeramkan apalagi jika sedang marah.

__ADS_1


“Maaf tuan, tapi saya tidak berani untuk membohongi Tuan,” ucap bawahannya tersebut yang kini membuat Chan langsung mengepalkan tangannya marah mendengar ucapan tersebut. Chan kini menjadi berpikir apa ia sudah begitu memberikan kelonggaran pada Adhara hingga kini gadis tersebut berani untuk datang ke tempat seperti itu? Tapi Chan tahu pasti semua ini adalah ajakan dari Sky.


Chan segera mematikan sambungan telepon tersebut lalu memilih untuk menghubungi Izar dan Antares untuk mengatakan di mana keberadaan ketiga perempuan tersebut dan meminta untuk saling menunggu di depan club tersebut.


“Awas aja kamu Adhara,” ucap Chan dengan tatapan tajamnya yang melihat ke arah depan.


Tak beberapa lama kini akhirnya ketiga laki-laki tersebut sampai di depan club yang dikunjungi oleh pasangan mereka. Wajah ketiga laki-laki tersebut kini terlihat begitu menyeramkan, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa takut pada ketiga laki-laki tersebut.


Saat memasuki club malam tersebut mata mereka segara menjelajah mencari keberadaan ketiga perempuan tersebut. Hingga mata Izar langsung terpaku saat melihat Nora juga kedua sahabatnya yang kali ini terlihat begitu asyik menari di Dance floor.


“Nah itu mereka,” ucap Izar sambil menunjuk ke arah ketiga perempuan tersebut yang kali ini berhasil membuat mereka memelototkan matanya tajam saat melihat Adhara cs yang kini terlihat begitu asik dengan tariannya.


“Minta di rantai emang mereka,” ucap Chan sambil menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah wanitanya tersebut bersama dengan kedua sahabatnya yang tak lain adalah adik adik dari sahabatnya sendiri.


“Semua pasti karena lo, lo apain adek gue sampe dia ngajak bini gue kesini?” tanya Chan pada Antares dengan begitu tajamnya yang membuat Antares kini mengerjapkan matanya berapa kali mendengar pertanyaan tersebut. karena ia juga tak tahu apa yang sebenarnya ia lakukan pada Sky.


“Pasti karena Alula nih, lo nembak dia ya?” tanya Izar dengan tatapan tajamnya yang membuat Antares kini merasa terpojokkan oleh kedua laki-laki di hadapannya tersebut.


“Siapa yang tau kalau Sky mulai suka sama lo, awas aja lo nyakitin adek gue,” ucap Chan dengan begitu tegasnya pada Antares yang kini terdiam mendengar ancaman dari Chan tersebut. Ingatannya langsung kembali pada kejadian siang tadi. Ia mulai berpikir apa sebenarnya Sky memang cemburu kepadanya namun ia merasa gengsi untuk mengungkapkannya?


"Sky," ucap Antares lahir, ia rasanya kini begitu lelah. Namun bisa ia pastikan setelah ini tetap akan ada pertengkaran di antara mereka. Bagaimanapun ia merasa marah pada Sky yang malah datang ke tempat seperti ini.


"Udah lah gak usah ribut dulu, mending sekarang kita langsung bawa mereka pergi aja dulu," ucap Izar yang akhirnya melerai pertengkaran kedua laki-laki tersebut.


Dengan langkah tegasnya ketiga laki-laki tersebut berjalan ke arah pasangan mereka yang masih masih menyadari kedatangan mereka. Kini ketiga laki-laki tersebut bahkan sudah menjadi pusat perhatian banyak wanita di sana.


Tepat saat ada yang akan menyentuh Sky, Antares dengan segap meraih pinggang Sky membawanya dalam rengkuhannya yang begitu posesif.


"Kalian udah puas main-main nya?" Tanya Chan dengan nada suaranya yang terdengar begitu mengintimidasi membuat ketiga perempuan tersebut kini menelan salivanya susah payah saat melihat keberadaan ketiga laki-laki yang kini sudah menatapnya dengan tajam tersebut.


"Loh ini aku lagi di mana?" Tanya Adhara yang kini malah bertingkah seperti orang yang baru sadar dari kerasukannya.

__ADS_1


"Sky, Nora sadar kita ada di mana?" Tanya Adhara sambil menggoyangkan tangan kedua sahabatnya tersebut yang malah tercengang melihat tingkah Adhara. Sebelum akhirnya mereka mengikuti drama yang tengah dimainkan oleh Adhara.


"Eh iya Ra, kenapa kita bisa di sini?" Tanya Sky yang kini juga seperti orang kebingungan.


"Astagfirullah ini salah, ayo pergi Zar," ucap Nora yang juga ikut memainkan drama tersebut dan segera membawa Izar untuk keluar dari sana. Begitupun dengan Sky dan Adhara yang segera membawa pasangan mereka keluar dari sana.


Ketiga laki-laki tersebut hanya bisa memutar bola matanya malas melihat drama yang tengah dimainkan ketiga perempuan tersebut yang ada saja tingkahnya.


Mereka kita hanya mengikuti sana sampai akhirnya nanti mereka akan memberi pelajaran pada ketiga perempuan tersebut.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.

__ADS_1



__ADS_2