
Happy Reading all.
***
Adhara kini masih menatap penampilannya di depan cermin ia tengah memikirkan untuk menghadiri undangan Chan atau tidak. Ia masih merasa asing untuk mengadiri acara besar seperti ini, apa lagi ia tidak punya gaun indah yang hanya akan membuat malu dirinya sendiri.
“Gak usah dateng aja lah, mending malam minggu gini rebahan,” menalog Adhara yang sudah bersiap untuk menghapus make up tipis yang di gunakannya namun, tiba-tiba bel apartemennya berbunyi.
Adhara menghela nafasnya lalu segera berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.
“Arche,” gumam Adhara tak menyangka jika laki-laki yang menjemputnya adalah Arche.
Laki-laki itu tersenyum saat Adhara membukakan laki-laki itu pintunya.
“Kenapa lo bisa di sini?” tanya Adhara dengan kerutan di dahinya yang terlihat jelas.
“Mau jemput lo,” ucap Arche sambil mengangkat tote bag yang di bawanya.
Adhara sukses di buat menganga saat melihat merek pakaian yang Arche bawa.
“Mau kemana?” tanya Adhara yang masih tidak mengerti mengapa laki-laki itu datang dengan tote bag serta mengatakan datang untuk menjemputnya.Bukannya menjawab pertanyaan Adhara laki-laki itu malah terkekeh.
“Adhara lo lupa ini hari Sabtu dan sekerang udah jam setengah lima, kalo lo masih lupa sekarang kita harus cepet ke rumah Chan atau kita akan terlambat,” ucap Arche mengingatkan Adhara.
Bukannya lupa hanya saja Adhara tidak tahu jika Arche yang akan menjemputnya bukan Chan.
“Kenapa lo yang jemput?” tanya Adhara untuk menjawab kebingungannya.
“Kecewa ya karena bukan Chan yang jemput, Chan lagi ada urusan jadi dia minta gue yang jemput lo,” ucap Arche menggoda Adhara yang langsung memutar matanya mendengar ucapan Arche.
“Gak usah ngarang ya lo,” ucap Adhara dengan kesal.
Arche hanya terkekeh mendengarnya lalu segera memberikan totebag tersebut pada Adhara dan mendorong gadis itu untuk masuk.
“Buruan, gue tungguin,” ucap Arche tanpa mau di bantah. Adhara akhirnya hanya bisa menghela nafasnya dan segera berganti pakaian.
Gadis itu kembali menatap penampilannya di cermin panjang di samping ranjangnya. Gress selutut berwarna pink yang terlihat begitu menggemaskan di tambah dengan wajah Adhara yang begitu mendukung. Gadis itu terlihat begitu imut.
Arche juga membawakannya hils berwarna silver yang pas di kakinya membuat ia mengerutkan keningnya bagaimana laki-laki itu bisa tahu ukuran pakaian serta sepatunya. Tanpa mau membuat Arche menunggu lama hanya karena pemikirannya tersebut Adhara segera keluar. Sebelumnya ia juga mengambil totebag berwarna biru yang Arche berikan juga. Arche yang duduk di sofa berhasil di buat terperangan dengan gadis itu.
“Arche ayo,” ucap Adhara menyadarkan laki-laki itu dari keterpukauannya.
__ADS_1
Arche yang seperti maling tertangkap basah sedang mencuri malah gelagapan dengan ppinya yang sudah memerah. Adhara malah nyaris mengeluarkan tawanya saat melihat ekspresi Arche namun sebisa mungkin ia menahannya.
“Eh iya ayo,” ucap Arche sambil mengelus tengkuknya yang tak gatal.
***
Tak beberapa mereka akhirnya sampi di tempat acara yang tak lain adalah rumah Chan. Rumah Chan begitu besar tak kalah besar dengan rumah Antariksa. Gedung besar itupun kini sudah di hias dengan begitu indah nya. Deretan mobil yang berjejeran yang tak lain adalah tamu keluarga Chan.
“Ayo masuk,” ajak Arche yang memebukakan pintu untuk Adhara, gadis itu tersenyum manis lalu menerima uluran tangan Arche padanya.
Arche menggangdeng tangan Adhara dan itu sukses membuat spot jantungnya tak terkendali. Kini ia hanya berharap agar Arche tidak mendengarnya. Adhara melihat ke arah Arche laki-laki itu terlihat begitu tampan dengan rambutnya yang di tata rapih dan jas yang di gunakannya.
“Arche,” saat mereka baru saja tiba-tiba seorang gadis menghampiri mereka dengan senyumannya namun saat melihat ke arah Adhara gadis itu memudarkan senyumannya dan menatap sinis ke arah Adhara.
“Hay, perkenalkan ini Adhara dan Adhara perkenalkan ini Nora,” ucap Arche memperkenalkan gadis di depan laki-laki itu yang ternyata bernama Nora.
Adhara mengulurkan tangannya yang di balas dengan tidak niar oleh gadis itu. Namun Adhara hanya cuek saja melihatnya ia juga tidak perduli dengan gadis itu.
Saat Adhara ingin mengambil menuman tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya, ia melihat siapa yang menarik tangannya yang tak lain adalah Sky. Adhara akhirnya bisa bernafas lega karena ia memiliki teman saat ini.
“Eh Sky,” ucap Adhara dengan senyumannya yang di balas dengan senyuman juga oleh Adhara.
“Lo kenapa sih?” tanya Adhara dengan kerutan di dahinya saat mereka sudah berada sedikit menjauh dari Arche dan Nora yang masih asik mengobrol. Jujur saja sebenarnya Adhara tidak suka melihatnya. Ingin rasanya ia masih tetap berada di sana dan tangannya yang di genggam oleh Arche,
“Cewek itu, mending lo jangan deket-deket sama dia, dia itu penyihir. Dan dia itu juga suka sama Arche,” ucap Sky menjelaskan. Mendengar hal tersebut Adhara langsung memelototkan matanya.
Tidak bisa ia harus kembali pada Arche sekarang, ia tidak bisa membiarkan saingannya memiliki ruang berdua dengan Arche sekarang. Baru saja Adhara akan melangkah Sky kembali menahan tangannya.
“Kenapa?” tanya Adhara dengan menghembuskan nafasnya kasar merasa kesal pada Sky yang menahannya.
“Udah di bilang dia itu penyihir gak usah perduliin mereka, bentar juga di tinggal sama Arche,” ucap Sky dengan santainya dan malah menawarkan jus pada Adhara.
Adhara yang saat ini tengah panas melihat kedua orang itu langsung menghabiskan jus nya dalam sekali tegak.
“Adhara ayo ikut gue,” ucap Chan yang tiba-tiba saja datang di antara mereka.
Adhara mengerjapkan mataya berkali-kali ia masih berada dalam loading karena Chan yang tiba-tiba saja menariknya. Ia hera mengapa orang-orang ini suka sekali menariknya.
“Lo apa sih,” sentak Adhara yang langsung melepaskan genggaman tangan Chan padanya.
Chan sontak menatap Adhara dengan tatapan datarnya.
__ADS_1
“Jangan lupa lo sekarang pacar gue,” ucap Chan yang kembali menarik Adhara untuk berjalan.
Adhara hanya bisa menghela nafasnya kasar. Lihatlah kini ia tiba-tiba harus menjadi kekasih Chan. Apa tidak bisa jika ia menjadi kekasih Arche saja?
“Kakek,” panggil Arche pada laki-laki tua yang tengah mengobrol dengan sepasang suami istri.
Orang yang di panggil Chan segera menoleh dan berjalan ke arah Chan dengan tatapan menilai ke arah Adhara.
“Perkenalkan dia Adhara kekasihku,” ucap Chan sambil merangkul pinggang Adhara posesif.
Dapat Adhara lihat laki-lai itu tersenyum meremehkannya membuat Adhara ingin merontokkan gigi laki-laki tua itu saja.
“Hai Nak kau terlihat cocok dengan pakaian ini,” ucap Kakek Chan dengan senyumannya yang palsu.
“Terima kasih Kek,” ucap Adhara yang juga berusaha tersenyum walau sebenarnya ia kesal dengan Kakek Chan yang terlihat pura-pura baik padanya.
“Nikmati pestanya, aku pergi dulu,” ucap Kekek Chan yang setelahnya langsung pergi dari sana da menghampiri tamu lainnya untuk menyambut mereka.
Adhara mendengus kesal rasanya ia lebih baik rebahan di rumah dari pada menghadiri acara bagai orang tak di undang seperti ini.
***
Thank for Reading all
Hai semua apa kabar?
Aku datang lagi nih dengan cerita baru yang pastinya gak kalah seru sama cerita sebelumnya.
Semoga kalian suka ya sama ceritanya maaf kalau masih banyak typo dan feel kurang dapet.
Jangan lupa untuk Like, Koment, tambah ke favorite.
See You Next Chapter all
__ADS_1