
Fyi "Dinamakan gerhana bulan Plus-plus karena Di satu malam yang sama, kita bisa mengamati 3 fenomena langit sekaligus: supermoon, bluemoon, dan gerhana bulan total"
Happy Reading All.
***
Seperti pagi-pagi sebelumnya kini Antares tengah menjemput Sky di rumah gadisnya tersebut. Tak membutuhkan waktu lama untuk ia menunggu gadisnya tersebut kini Sky dengan senyuman cerahnya sudah berada di samping Antares dan duduk dengan nyaman di posisinya.
“Tumben pagi banget,” ucap Sky pada Antares karena kini laki-laki tersebut menjemputnya memang cukup pagi. Andaikan saja gadisnya tersebut tahu jika semalaman ia tidak tidur dan malah terus memikirkan masalah yang tengah dihadapinya.
“Lagi pengen berangkat pagi aja, biar bisa lebih lama sama kamu,” ucap Antares dengan senyumannya sambil mengelus puncak kepala Sky sedangkan Sky kini hanya bisa berdecak mendengarnya.
“Masih pagi Res, udah ayo jalan,” ucap Sky pada Antares hanya bisa terkekeh mendengar ucapan gadisnya tersebut. Sky memang selalu bisa untuk mengembalikan moodnya dan menenangkan hatinya. Namun setelah apa yang ia lakukan dan Sky mengetahuinya apa ia akan kehilangan rumahnya itu?
Antares menghela nafasnya kasar membuat Sky yang berada di sampingnya mengerutkan keningnya bingung melihat Antares yang kini tak seperti biasanya. Kini laki-laki tersebut bahkan lebih banyak diam dan begitu fokus dengan pikirannya sendiri.
“Ares kamu kenapa?” tanya Sky sambil memegang tangan Antares membuat laki-laki tersebut menoleh sebentar ke arah tunangannya tersebut lalu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menenangkan ke arah gadis tersebut.
“Aku gak papa,” ucap Antares dengan senyumannya yang membuat Sky akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya berusaha untuk mempercayai tunangannya tersebut walaupun ia tahu jika tunangannya tersebut sedang ada yang dipikirkan.
Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat mereka menimbah ilmu. Setelahnya mereka langsung menuju kelas pertama mereka dengan Antares yang kini tak seperti biasanya. Kini laki-laki tersebut terus saja menampilkan wajah datarnya.
“Kamu kenapa sih?” tanya Sky pada Antares pada saat mereka sampai di kelas mereka. Kini bahkan mereka sudah duduk di kursi kosong yang berada di sana.
Antares yang mendengar ucapan tersebut sontak melihat ke arah tunangannya tersebut sambil menangkup wajah Sky dan tersenyum ke arah gadisnya tersebut.
“Aku baik-baik aja sayang,” ucap Antares dengan senyumannya pada Sky yang membuat Sky menghembuskan nafasnya kasar lalu menganggukkan kepalanya.
Saat Antares menoleh ke arah belakang ia tak sengaja bersitatap dengan seorang wanita yang kini tersenyum dengan smirk nya pada Antares membuat Antares dengan segera mengalihkan pandangannya dari wanita tersebut yang kini mulai tersenyum menggoda ke arahnya.
“Aku ke kamar mandi dulu,” ucap Antares pada Sky yang menjawabnya dengan anggukan.
__ADS_1
Setelah nya Antares segera keluar dari kelasnya tersebut sedangkan Sky kini memilih untuk menyibukkan dirinya dengan ponselnya.
Antares bukannya menuju ke arah kamar mandi, kini laki-laki tersebut justru menuju ke arah gedung belakang. Ia kini hanya ingin untuk menenangkan dirinya sendiri dan tak ingin membuat gadis nya tersebut merasa khawatir dengan dirinya.
Laki-laki tersebut mengeluarkan rokok dari kantong celananya juga mengeluarkan pemantik apinya. Setelahnya ia menyelipkan sebatang nikotin tersebut di antara bibirnya dan menyalakannya. Asap mulai ngepull di sekitar laki-laki tersebut yang keluar dari mulutnya.
“Kenapa hanya sendiri?” tanya sebuah suara yang baru saja muncul di depan Antares yang dengan segera mengambil batang nikotin dari bibir Antares dan mengalihkannya pada bibirnya sendiri. Menghirup batang nikotin tersebut lalu menghembuskannya dengan senyumannya yang mengembang.
“Mau apa lo?” tanya Antares dengan wajah datarnya pada wanita di depannya tersebut.
“Menurut lo kalo Sky tau apa yang kita lakuin tadi malam apa yang bakal dia lakuin?” tanya wanita tersebut dengan seringainya yang membuat Antares membalasnya dengan smirk nya. Antares mengambil nikotin milik nya dari wanita di depannya tersebut yang tak lain adalah Lucine.
“Menurut lo gimana kalau akhirnya kita malah harus sembunyi-sembunyi sayang?” tanya Antares dengan seringainya yang membuat Lucine terkekeh mendengarnya lalu segera mencium Antares yang malah di balas oleh laki-laki tersebut.
“Apapun Sayang,” ucap Lucine pada Antres segera melepaskan ciuman mereka. Antares tersenyum dengan smirk nya lalu setelahnya ia segera membuat rokoknya dan menginjaknya hingga mati.
Setelahnya laki-laki tersebut memilih untuk menuju ke arah kamar mandi sebelum kembali ke kelasnya. Lucine kini sudah tersenyum dengan bangga karena merasa jika ia sudah menang dari Sky karena sudah berhasil mendapatkan Antares dalam genggamannya. Ia percaya memang tak ada yang bisa untuk menolak pesonanya.
***
“Ayo main lagi,” ucap Adhara pada Chan mengajak suaminya tersebut untuk kembali bermain permainan yang tadi mereka tunda. Mereka kini tengah bermain gunting batu kertas dengan yang kalah akan mendapatkan pukulan dari yang menang.
Mereka kembali bermain dengan senyuman mengembang di wajah kedua suami istri tersebut, “Gunting, batu, kertas,” ucap Adhara yang kini permainannya di menangkan oleh Chan.
Adhara segera menundukkan kepalanya membiarkan Chan memukul kepalanya tapi bukannya memukul kepalanya laki-laki tersebut malah mencium puncak kepalanya yang membuat Adhara tersenyum karenanya.
“Ayo lagi,” ucap Adhara pada Chan yang setelahnya langsung kembali bermain. Dab kali ini Adhara lah yang memenangkan permainannya.
Chan bukannya menunduk kini ia malah menyodorkan pipinya membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung. Namun setelahnya ia segera memukul pipi yang Chan sodorkan dengan begitu keras membuat Chan memelototkan matanya melihat hal tersebut.
"Sakit Ra," ucap Chan pada Adhara yang kini sudah tertawa dengan begitu kerasnya. Chan kini sudah mengerucutkan bibirnya lucu, melihat hal tersebut Adhara menangkup wajah Chan lalu mengecup pipi Chan dengan begitu lembut. Menghiraukan tatapan banyak orang yang kini sudah melihat mereka dengan berbagai tatapan.
__ADS_1
Tentu sama mereka tak akan peduli dengan orang di sekitar mereka. Menjadikan dunia hanya milik mereka menghiraukan orang di sekitar mereka yang menatap mereka dengan iri ataupun tidak suka.
"Lagian ngapain coba masang pipi," ucap Adhara dengan tawanya yang membuat Chan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kan aku udah cium kamu, harusnya kamu juga cium aku dong," ucap Chan pada Adhara yang kini semakin meledakkan tawanya mendengar ucapan suaminya tersebut. Sangat di luar dugaan harapan suaminya tersebut.
"Kasian ya, anak muda jaman sekarang pacaran saja seperti itu," ucap salah satu ibu-ibu yang berada di sana sambil menatap sinis ke arah Adhara juga Chan.
Mendengar hal tersebut membuat Adhara membalikan badannya dan menatap sinis pada ibu-ibu tersebut.
"Duh maaf ya Bu, gak sesuai ucapan ibu. Sayangnya saya dan suami saya ini udah menikah," ucap Adhara sambil mengangkat hoodie yang menutupi perut buncitnya dan kini memperlihatkan perutnya yang besar dan ia yang menggunakan baju crop.
Ibu-ibu tersebut sontak menutup mulutnya karena malu sudah salah berbicara.
"Pasti malu, gitu sih kalau sok tau," ucap Adhara berdecak kesal. Bersamaan dengan itu pesanan mereka yang ingin mereka bungkus akhirnya selesai, dengan segera mereka akhirnya memilih untuk cepat pergi dari sana.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
__ADS_1
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya