Atmosphere

Atmosphere
Juliet


__ADS_3

Juliet merupakan nama salah satu bulan yang berada di Uranus.


Happy Reading All.


***


Keadaan Apartemen Adhara kini begitu gaduh dengan teman-temannya yang kini tengah bermain di sana. Adhara bahkan di buat menggeleng dengan suara mereka yang begitu memekakkan telinga.


Kini mereka tengah bermain uno balok bersama dengan yang kalah akan mendapatkan hukuman. Kini giliran Adhara yang bermain, dengan hati-hati gadis tersebut mengambil salah satu balok agar tidak mengguncang balok lainnya dan mengakibatkan susunan balok tersebut roboh.


Senyuman mengembang di wajah gadis itu saat ia berhasil mengambil salah satu balok dengan begitu mudah.


“Ck ck ck ini mah gampang banget, tangan gue udah terlalu pro,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil menepukkan tangannya seperti ada debu yang tertempel di sana.


“Bacot,” ucap Sky yang di balas dengan juluran lidah oleh Adhara yang tak memperdulikannya.


Mereka terus melanjutkan permainan hingga kini giliran Antariksa yang bermain. Terlihat laki-laki itu tengah berpikir keras untuk menentukan balok yang akan diambilnya.


“Mampus lo,” ucap Adhara dengan tawanya saat melihat susunan balok tersebut yang terlihat begitu rumit. Salah dikit maka tamatlah riwayat Antariksa.


“Lo bisa diem gak? Lama-lama gue lakban juga mulut lo,” ucap Antariksa begitu kasar membuat Adhara yang mendengarnya segera memukul kepala Antariksa hingga mengakibatkan susunan balok tersebut roboh.


“Adhara,” teriak Antariksa kesal yang hanya mendapatkan cengiran tanpa dosa dari gadis tersebut.


“Udah hukumannya buat Adhara aja,” ucap Antariksa dengan santai yang langsung mendapatkan pelototan dari Adhara.


“Ya gak bisa lah kan kena kepala lo, “ ucap Adhara dengan wajah kesalnya yang sama sekali tidak Antariksa pedulikan.


“Tapi kan yang ngedorong elo,” sanggah Antariksa dengan pembelaannya karena tetap saja baginya Adhara yang salah karena telah mendorong kepalanya hingga susunan balok tersebut hancur.


Sahabat mereka yang mendengar pertengkaran tersebut menghembuskan nafasnya kasar sambil memicit puncak kepalanya. Selalu saja berakhir dengan pertengkaran jika Adhara dan Antariksa sudah bertemu.


“Udah udah, berantem mulu dah,” ucap Chan menggelengkan kepalanya. Ia merasa pusing mendengar pertengkaran dua manusia tersebut yang sama-sama tak mau mengalah.


“Noh Antariksa,” ucap Adhara sambil menunjuk Antariksa dengan wajah kesalnya.


“Kok gue,” ucap Antariksa yang tidak mau disalahkan. Benar-benar tak mau mengalah dan sama-sama keras kepala.


“Gue balik duluan lah, nungguin mereka baikan bisa pulang malem gue,” ucap Arche yang sudah keluar lebih dulu dari apartemen sahabatnya itu. Lagi pula ia juga sudah memiliki janji dengan Nora dan kini jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang.

__ADS_1


“Mau kemana?” tanya Chan pada sahabatnya tersebut yang hanya dibalas dengan gelengan membuat membuat Chan merasa penasaran.


Setelah Arche keluar dari apartemen Adhara, sahabatnya mengerutkan keningnya melihat sikap Arche tersebut tentu tidak bagi Adhara yang sudah tahu kemana laki-laki itu akan pergi.


“Mau ketemu Nora,” ucap Adhara santai membuat mereka semua menoleh pada Adhara dengan kerutan di kening.


Lalu mereka menghela nafasnya bersamaan. Setelahnya tak beberapa lama Antariksa juga Sky segera pergi juga dari Apartemen Adhara menyisakan Adhara juga Chan.


“Mau jalan-jalan?” tanya Chan menawarkan Adhara untuk mengajak gadis itu berjalan-jalan.


“Jalan-jalan, noh liat berantakan. Bersih-bersih,” ucap Adhara dengan begitu galaknya membuat Chan menghela nafasnya dan akhirnya segera melakukan perintah Adhara sebelum gadis itu mengamuk.


***


Arche melajukan mobilnya menuju rumah Chan yang begitu besar tersebut untuk menjemput Nora. Saat laki-laki itu mengemudikan mobilnya memasuki pelataran Chan yang begitu besar ia langsung disambut oleh para pelayan yang siaga untuk mengantar laki-laki itu.


“Arche,” panggil suara lembut yang begitu ia kenali, dia adalah ibu Chan yang langsung menghampirinya saat melihat anak sahabatnya itu.


“Apa kabar Arche?” tanya Mira dengan senyumannya yang di balas dengan senyuman juga Arche.


“Baik tante, tante apa kabar?” tanya Arche balik. Walau ia tahu pasti wanita tersebut hanya fisiknya saja yang terlihat baik, tidak pada mentalnya apalagi Chan yang keluar dari rumah.


“Bagaimana keadaan Chan?” tanya Mira dengan tatapan sendunya membuat Arche yang melihatnya menjadi begitu kasihan dengan wanita tersebut.


Namun ia juga tak bisa membujuk Chan untuk kembali mengingat bagaimana perlakuan ayah laki-laki tersebut yang begitu kelewat batas. Bagaimana bisa seorang ayah mengorbankan anaknya demi sebuah harta.


“Chan baik-baik saja tante,” ucap Arche membuat Mira tersenyum lega karena setidaknya ia tahu jika anaknya itu baik-baik saja saat ini.


Tak ada yang lebih melegakan dari kabar tersebut. Kini suami gilanya itu benar-benar bagai mengurungnya bahkan melarang nya untuk menghubungi anaknya sendiri. Di saat seperti ini rasanya Mira ingin sekali pergi dari rumah ini, bahkan ia tak peduli jika ia harus menjadi gelandangan hanya karena meninggalkan laki-laki gila harta itu.


“Oh iya ada apa kamu datang?” tanya Mira dengan kerutan di dahinya. Arche berdehem sejenak sebelum mengatakan tujuannya datang.


“Saya ingin mengajak Nora kerumah kakek, tante,” ucap Arche membuat Mira mengerutkan keningnya bingung.


“Nora sudah tahu?” tanya Mira yang Arche balas dengan gelengan membuat Mira semakin bingung. Untuk apa laki-laki itu mengajak Nora kerumah kakek nenek nya jika gadis itu tak tahu apapun.


“Saya ingin memberitahunya, agar tidak ada lagi kesalahpahaman di antara saya juga Nora,” ucap Arche membuat Mira membalasnya dengan anggukan. Nora mengelus punggung Arche memberikan kekuatan pada laki-laki itu.


Ia tahu sahabatnya anaknya itu juga berada dalam posisi yang tidak mudah, terlalu banyak tekanan juga kenyataan yang mungkin sulit untuk ia terima. Tapi Arche begitu kuat dan ikhlas menjalaninya, Mira benar-benar salut pada laki-laki itu.

__ADS_1


“Tante tahu kamu kuat, semoga Nora bisa menerima nya,” ucap Mira yang di balas dengan anggukan oleh Arche. Ia juga berharap seperti itu.


“Arche, udah dateng?” pertanyaan tersebut kompak membuat mereka menoleh. Hingga terlihat Nora yang menggunakan jins juga hoodie nya tampil begitu sederhana namun terlihat begitu cantik.


“Udah. Lo udah siap?” tanya Arche yang dibalas dengan anggukan oleh Nora.


Arche segera berdiri dan menghampiri Nora.


“Kalian hati-hati ya,” ucap Mira yang dibalas dengan anggukan semangat oleh Nora dan Arche.


Mereka akhirnya berjalan menuju depan rumah Chan. Dengan Mira yang mengikuti mereka mengantar kedua adik kakak itu menuju mobil Arche.


Arche menyalami tangan Mira begitupun dengan Nora setelahnya mereka langsung memasuki mobil Arche yang sudah terparkir sempurna.


“Arche, jangan di paksain. Biarin semuanya berjalan semestinya,” ucap Mira berpesan yang Arche balas dengan anggukan.


Nora yang tak mengerti apa maksud ucapan Mira hanya mengerutkan keningnya. Setelah nya mereka langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah besar milik Chan.


Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan, mereka saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2