
Fyi "Meteorit logam hampir seluruhnya terbuat dari logam. Jenis ini terdiri dari logam besi-nikel dengan sejumlah kecil mineral sulfida dan karbida. Sebagian besar meteorit besi dianggap sebagai inti asteroid yang meleleh di awal sejarahnya."
Happy Reading All.
***
Di dalam mobil tak ada yang memulai pembicaraan. Bahkan Chan yang biasanya selalu menanyakan harinya saat di kampus kini malah diam membisu membuat Adhara menjadi bingung dengan perubahan sikap laki-laki tersebut.
Adhara menoleh ke arah sampingnya, hingga dapat ia lihat wajah Chan yang mengeras dengan tangannya yang mengepal stir dengan begitu erat. Gadis tersebut tahu jika ada yang tak beres dengan laki-laki tersebut. Adhara mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan Chan namun laki-laki tersebut menepisnya, hal tersebut semakin membuat Adhara dengan tingkah laki-laki tersebut.
“Kamu kenapa?” tanya Adhara dengan begitu lembut sambil menaikkan sebelah alisnya dengan keningnya yang berkerut bingung.
Adhara jadi menerka-nerka apa Chan melihatnya saat sedang bersama dengan laki-laki yang selalu mengganggunya tersebut dan cemburu pada laki-laki tersebut? Adhara menghembuskan nafasnya, jujur saja ia lebih suka Chan yang akan banyak bicara dan memarahinya saat ia sedang marah bukannya malah mendiamkannya seperti ini tanpa tahu kesalahannya.
“Kalau aku salah tuh bilang, jangan kayak cewek malah diem-diem gitu,” ucap Adhara pada Chan yang kini membuat laki-laki tersebut menoleh ke arah Adhara dengan wajah datarnya.
“Kamu gak ngerasa salah?” tanya Chan dengan senyuman sinisnya yang kini di balas dengan senyuman tak kalah sinis oleh Adhara.
“Kalau aku salah tuh bilang, aku bukan cenayang ya kalo kamu lupa. Kalo ada apa-apa itu semua harus diluruskan,” ucap Adhara dengan senyuman sinisnya. Kini malah ia yang juga ikut emosi dengan tingkah Chan tersebut.
Beginilah mereka saat bertengkar sama-sama keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah. Chan yang terlalu otoriter dan Adhara yang cepat emosi mereka bagai pasangan yang selalu bertengkar tanpa ada yang mau mengalah.
“Kenapa malah kamu yang marah sama aku? Harusnya kamu intropeksi diri dan bisa menjadi penenang,” ucap Chan dengan amarahnya menatap Adhara dengan tajam.
Tak lama laki-laki tersebut memilih untuk menepikan mobilnya karena ia tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan yang akan membahayakan gadis nya tersebut. Semarah apapun Chan pada Adhara tetap saja baginya Adhara adalah gadis nya, orang yang dicintainya dan orang yang harus ia lindungi.
Adhara menghembuskan nafasnya dalam sambil memejamkan matanya berusaha untuk menahan amarahnya. Begitulah Chan ia hanya mau orang lain mengerti dirinya dan menuruti apa yang ia mau dengan tidak melanggar perintahnya.
“Jadi kamu marah sama aku kenapa?” tanya Adhara yang kali ini berusaha untuk lembut pada laki-laki di depannya tersebut. Adhara kini sudah menghadap ke arah Chan, dengan tatapan lembutnya menatap laki-laki tersebut.
“Siapa cowok yang sama kamu itu?” tanya Chan pada Adhara akhirnya laki-laki tersebut kini memilih untuk mengalah dan mengatakan apa alasannya marah pada Adhara walau tidak mengatakannya secara langsung.
“Dia cowok yang selalu gangguin aku, aku bahkan gak tau siapa namanya jadi buat apa cemburu sama orang kayak gitu hm?” tanya Adhara sekaligus menjelaskan pada Chan yang kini hanya diam sambil menatap Adhara dengan serius.
__ADS_1
“Kenapa kamu gak pernah cerita sama aku?” tanya Chan pada Adhara yang kali ini menghembuskan nafasnya sambil tersenyum menenangkan ke arah Adhara.
“Karena bagi aku dia gak penting, mangkanya aku gak cerita sama kamu. Lagian aku juga udah bilang ke dia kalau aku udah punya kamu,” ucap Adhara dengan senyumannya yang membuat Chan menghembuskan nafasnya kasar lalu segera memeluk Adhara dengan begitu erat yang dibalas dengan pelukan tak kalah erat oleh Adhara.
“Udah sekaran mending kita langsung pulang aja, udah sore juga,” ucap Adhara setelah mereka melepaskan pelukan mereka.
Chan menghembuskan nafasnya sambil menganggukkan kepalanya. Setelahnya laki-laki tersebut segera melajukan mobilnya menuju kediaman Adhara. Rumah sederhana namun terlihat begitu menenangkan.
Hingga tak beberapa lama mereka akhirnya sampai di pekarangan depan rumah Adhara yang terlihat sepi. Karena kedua orang tuanya yang bekerja dan adiknya yang biasanya sibuk berlatih basket.
Baru saja Adhara akan turun Chan menahannya yang membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung . Sedangkan Chan malah mengambil barang di jok bagian belakang lalu memberikan tote bag tersebut pada Adhara. Dengan mengerutkan keningnya gadis tersebut mengambilnya lalu melihat apa yang ada di dalamnya.
“Nanti malam aku jemput,” ucap Chan pada Adhara yang kembali mengerutkan keningnya bingung.
“Ada acara ulang tahun temen aku yang kebetulan juga kuliah di inggris dan berasal dari sini,” ucap Chan menjelaskan yang membuat Adhara menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Chan tersebut.
“Jam berapa?” tanya Adhara lagi paa Chan agar ia bisa bersiap-siap sebelum laki-laki tersebut menjemputnya.
“Aku jemput jam tujuh,” ucap Chan yang dijawab dengan anggukan oleh Adhar.
Setelahnya Adhara segera turun dari mobil tersebut dan berjalan menuju rumahnya. Setelah memastikan Adhara masuk Chan juga memilih untuk segera pergi dari sana.
***
Jam kini sudah menunjukkan pukul 6.45 dan Adhara kini sudah terlihat begitu cantik dengan dress berwarna biru yang diberikan Chan tadi untuknya. Gadis tersebut kembali menatap penampilannya di depan cermin yang ada di meja riasnya. Memastikan jika tak ada yang salah dengan penampilannya.
Setelah dirasa sudah pas gadis tersebut dengan segera keluar dari kamarnya dan menuju ruang keluarga untuk menemui keluarganya yang kini tengah berkumpul di ruang tamu, sekedar berkumpul dan menonton televisi. Sedangkan Orion kini terlihat begitu sibuk dengan ponselnya saat Adhara sampai.
“Chan emang udah dateng kak?” tanya ibu Adhara pada gadis tersebut yang menjawabnya dengan gelengan.
“Belum Bun, bentar lagi kali,” ucap Adhara yang bersamaan dengan itu suara mobil yang berhenti di depan rumah Adhara membuat mereka menoleh.
“Nah itu Chan kayaknya,” ucap ayah Adhara yang membuat Adhara menjawabnya dengan anggukan.
__ADS_1
Setelahnya ia segera berpamitan pada kedua orang tuanya dan juga adiknya. Dan segera menghampiri Chan yang kini sudah berdiri di depan rumahnya.
“Aku udah pamitan langsung jalan aja,” ucap Adhara pada Chan yang menjawabnya dengan anggukan.
Setelahnya mereka segera pergi menuju tempat acara ulang tahun temen Chan tersebut berada. Selama perjalanan Adhara tak ada hentinya menceritakan banyak hal pada Chan yang terkadang membuat laki-laki tersebut terkekeh mendengarnya. Bahkan Adhara juga menceritakan Antares yang terus mengganggunya.
Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di sebuah club malam yang dijadikan sebagai tempat acara ulang tahun.
“Yakin tempatnya di sini?” tanya Adhara merasa tak suka dengan tempat acara yang ia datangi tersebut.
“Hanya sebentar, dia temen baikku di inggris jadi mau gak mau aku harus dateng. Daripada aku dateng sendiri dan malah buat kamu marah jadi aku ajak kamu sekalian. Percaya sama aku, cuma sebentar setelah itu aku akan ajak kamu buat Dinner,” ucap Chan meyakinkan Adhara. Adhara menghembuskan nafasnya kasar dan akhirnya hanya menjawabnya dengan anggukan dan mengikuti Chan berjalan memasuki club malam yang sudah disewa untuk acara ulang tahun temen Chan tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1