
Fyi "Meteorit campuran terdiri dari perbandingan logam besi-nikel dan mineral silikat yang hampir sama, termasuk batu permata mulia dan semi mulia."
Happy Reading All.
***
Tak terasa sudah hampir tiga minggu Chan berada di kota yang ditinggali kekasihnya tersebut, dan besok ia harus kembali ke Jakarta karena lusa ia harus segera kembali ke Inggris, tempat nya untuk menimbah ilmu. Masa liburannya sudah akan berakhir jadilah ia harus segera kembali.
Dan hari ini Adhara dengan sengaja mengambil kelas hanya pada kelas pertamanya karena ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan kekasihnya tersebut sebelum Chan kembali ke negara tempatnya menimbah ilmu.
“Mau kemana dulu?” tanya Chan saat mereka kini sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka ke tempat tujuan.
“Aku pengen ke dufan,” ucap Adhara dengan cengirannya yang membuat Chan kini langsung menoleh ke arah Adhara. Ia terlihat berpikir sejenak sebelum menganggukkan kepalanya setuju. Tidak masalah jika ia harus bolak balik Jakarta- Bandung jika memang harus untuk kekasihnya tersebut.
“Ok kita ke sana,” ucap Chan yang kini malah membuat Adhara memelototkan matanya mendengar hal tersebut. Ia tak menyangka jika Chan akan langsung menerima ajakannya, apalagi besok Chan harus kembali ke Jakarta lagi.
“Kamu serius?” tanya Adhara dengan tatapan tidak percayanya sambil menatap Chan yang kini malah fokus menatap ke arah depan, fokus dengan jalanan di depannya tersebut.
“Kenapa tidak?” tanya Chan dengan senyumannya sambil melihat ke arah Adhara saat mereka berada di lampu merah.
“Kamu besok harus ke Jakarta, apa gak capek harus bolak balik?” taya Adhara dengan tatapan seriusnya pada Chan yang kini menggelengkan kepalanya mendengar hal tersebut.
“Gak ada yang capek kalau buat kamu,” ucap Chan yang kini malah membuat Adhara bergidik geli mendengarnya.
“Ngeri dengernya,” ucap Adhara yang membuat mereka akhirnya sama-sama tertawa mendengarnya. Chan bahkan juga merasa jijik dengan ucapannya sendiri. Namun tentu saja sebenarnya apa yang ia katakan adalah benar. Apapun akan ia lakukan untuk kebahagiaan dari kekasihnya tersebut.
“Tidur aja dulu, nanti kalau sampai aku bangunin,” ucap Chan pada Adhara yang menjawabnya dengan gelengan oleh Adhara.
“Gak, kalau aku tidur gak ada yang nemenin kamu,” ucap Adhara pada Chan yang membuat Chan tersenyum mendengarnya.
Namun tak lama setelah gadis tersebut banyak bercerita, akhirnya malah ia juga tertidur membuat Chan yang melihatnya hanya bisa terkekeh. Tadi ia begitu bersemangat bercerita dan berkata akan menemani Chan namun kini justru gadis tersebut sudah tertidur dengan begitu pulasnya.
__ADS_1
Hingga tak lama akhirnya mereka sampai di sebuah tempat wisata yang begitu ramai pengunjung tersebut, mengingat ini adalah hari minggu. Jadi tak heran jika akan banyak yang datang untuk berkunjung.
"Sayang bangun udah sampai," ucap Chan sambil mengelus pipi Adhara dengan lembut, Adhara yang merasa mobil sudah berhenti dan ada yang mengganggu tidur nya segera membuka matanya lalu melihat ke sekitar saat menyadari jika ternyata kini mereka sudah sampai di tempat hiburan tersebut.
Senyuman manis jelas terlihat di wajah cantik tersebut. Chan yang melihatnya juga ikut tersenyum melihat gadisnya tersebut. Mereka segera keluar dari mobil berjalan bersama memasuki taman hiburan tersebut.
"Wah rame banget," ucap Adhara dengan senyumannya saat mereka sudah memasuki teman hiburan tersebut. Kai yang berada di samping Adhara malah terus saja sibuk memegangi baju Adhara yang memang pendek hingga saat gadis tersebut sedikit saja mengangkat tangannya maka perutnya akan terlihat dan Adhara sedari tadi ada ada hentinya merentangkan tangannya sambil berputar-putar membuat Chan berdecak melihatnya.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Adhara pada Chan melihat kekasihnya tersebut dengan tatapan bingung sekaligus kesalnya karena sedari tadi laki-laki tersebut tak hentinya berdecak.
"Kamu ngapain sih pake baju begini?" Tanya Chan dengan nada tak sukanya pada Adhara yang malah semakin menggoda Chan dengan mengangkat tangannya begitu tingga. Chan yang melihatnya memelototkan matanya tak suka.
“Apa sih Chan bagus loh ini bajunya, Sky yang beliin,” ucap Adhara dengan bangganya yang membuat Chan berdecak melihatnya. Ingin sekali ia membakar baju kurang bahan tersebut saat ini juga, namun pasti Adhara malah akan memberikan bogeman mentah padanya mengingat pakaian tersebut adalah pemberian dari sahabatnya.
“Gak usah banyak tingkah, baju kurang bahan gini di pake,” ucap Chan dengan wajah kesalnya yang justru membuat Adhara terkekeh melihat Chan yang baginya begitu menggemaskan saat sedang marah seperti ini.
“Udah gak usah marah, mending kita happy,” ucap Adhara sambil menarik ujung bibir Chan membentuk senyuman. Chan menghembuskan nafasnya kasar, untuk kali ini ia akan memaklumi kekasihnya tersebut namun lihat saja saat ia kembali memakai baju kurang bahan tersebut mungkin ia akan benar-benar membakarnya.
“Hm kita kemana dulu ya?” tanya Adhara pada dirinya sendiri sambil melihat ke sekitar sebagai referensi permainan apa yang ia mainkan.
Adhara kini terlihat begitu antusias, berbeda dengan Chan yang malah hanya menampilkan wajah datarnya seolah tak berpengaruh atau merasa takut.
Kini bahkan saat mereka sudah bersiap dan duduk di wahana tersebut Chan masih menampilkan wajah datarnya. Berbeda dengan Adhara yang sudah menggenggam tangan Chan dengan erat, sebenarnya ia merasa sedikit deg degan.
Hingga saat halilintar tersebut mulai bergerak suara jeritan dari pada pengunjung yang menaiki wahana tersebut terdengar dengan begitu kerasnya membuat Adhara juga ikut berteriak dengan keras. Berbeda dengan Chan yang terlihat datar saja.
“Wah Chan ini seru banget tapi bikin jantungan,” teriak Adhara dengan senyumannya yang membuat Chan menoleh ke arah gadisnya tersebut lalu menggelengkan kepalanya saat melihat gadis di samping nya tersebut.
Tak lama akhirnya wahana tersebut mulai terhenti. Mereka dengan segera turun dari sana, namun rasanya kini kaki Adhara begitu lemas untuk berjalan.
“Kenapa? tiba-tiba jadi tua?” tanya Chan yang kini sudah berdiri di depan Adhara. Gadis tersebut memegang tangan Chan untuk membantunya berdiri.
__ADS_1
“Lemes,” ucap Adhara dengan wajah memelasnya yang membuat Chan terkekeh mendengar ucapan gadisnya tersebut.
Akhirnya Chan berjongkok di depan Adhara sambil membelakangi gadis tersebut, Adhara yang mengerti segera naik ke punggung Chan membuat Chan malah menoleh kebelakang sambil mengerutkan keningnya.
“Kamu ngapain?” tanya Chan pada Adhara yang kini mengerjapkan matanya beberapa kali.
“Aku mau ngebenerin tali sepatu,” ucap Chan dengan tawanya sambil membenarkan tali sepatunya sedangkan Adhara kini sudah menelungkupkan wajahnya di pundak Chan karena merasa malu dengan tingkahnya sendiri.
Namun tak lama Chan juga mengangkat tubuh Adhara menggendong kekasihnya tersebut untuk keluar dari wahana tersebut. Adhara yang melihatnya tersenyum dengan begitu lebarnya sambil mengeratkan pegangannya pada Chan. Di saat seperti ini ingin sekali rasanya ia tak melepaskan laki-laki tersebut dan memaksanya untuk tetap tinggal bersamanya. Melarang Chan untuk pergi darinya. Setelah ini ia pasti akan begitu merindukan kekasihnya tersebut.
Adhara semakin mengeratkan pelukannya saat Chan terus menggendongnya membawanya menuju salah satu kursi yang berada di sana untuk beristirahat. Setelahnya mereka mencoba banyak wahana lainnya. Adhara rasa benar-benar begitu bahagia apalagi dengan Chan yang berada di sisinya. Sedangkan besok ia akan kembali untuk menjalin hubungan jarak jauh lagi dengan kekasihnya tersebut. Mengingat hal tersebut membuat Adhara merasa begitu sedih.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.