Atmosphere

Atmosphere
Chamaeleon


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Nash highschool pagi ini dihebohkan dengan Chan yang berangkat sekolah bersama Titania, sedangkan Adhara yang berangkat sekolah bersama dengan Antariksa. Sepasang kekasih yang sebelumnya terlihat begitu romantis tersebut kini malah mendapatkan rumor jika hubungan tersebut sudah putus.


“Mantan lo begonya makin keliatan,” bisik Antariksa pada Adhara yang kini berjalan di sampingnya.


“Biarin aja, nanti kalau nyesel kita ketawain bareng,” ucap Adhara yang membuat Antariksa mengangguk dengan senyuman yang terlihat jelas di wajahnya.


Senyuman tersebut menampakkan kelicikan, tanpa siapa yang tahu kini Adhara yang menggunakan kacamata hitam tersebut menyembunyikan matanya yang sembab karena terus menangis. Sedangkan Antariksa yang berada di sampingnya merasa kasihan sekaligus terluka dengan sikap Adhara tersebut.


 “Nangisnya kurang-kurangin, malu-maluin banget lo ke sekolah pakek kaca mata hitam. Udah kayak mau ke pemakaman aja,” ucap Antariksa membuat Adhara berusaha menahan kekesalannya pada laki-laki di sampingnya tersebut.


“Lo suka bunga apa Ta?” tanya Adhara tiba-tiba yang membuat Antariksa mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Adhara tersebut.


“Bunga iris,” ucap Antariksa yang membuat Adhara menjawabnya dengan anggukan.


“Besok gue bawain buat pemakaman lo,” ucap Adhara santai lalu mengibaskan rambutnya kebelakang, setelahnya gadis itu langsung berjalan lebih dulu meninggalkan Antariksa yang masih terbengong di tempatnya.


“Setan lo Adhara,” ucap Antariksa sambil berteriak ke arah gadis tersebut yang membuat Adhara membalikkan tubuhnya, berjalan ke belakang sambil melihat ke arah Antariksa.


“Iya Antariksa gue tau gue cantik, gak kayak lo yang skincare nya jutaan tapi muka tetep tampek,” ucap Adhara sambil menjulurkan lidahnya pada Antariksa yang semakin dibuat tercengang dengan ucapan gadis itu.


“Adhara bego, kalo sekolah mata sama otak di bawa dulu. Muka ganteng kek dewa yunani gini dibilang tampek,” ucap Antariksa yang malah di balas dengan tawa menggelegar gadis itu yang masih menjulurkan lidahnya.


“Jangan kabur lo monyet,” teriak Antariksa sambil mengejar Adhara.


Adhara yang di kejar oleh Antariksa segera berlari sambil sesekali melihat ke belakang hingga selanjutnya gadis itu menabrak tubuh kokok seorang laki-laki. Beruntung orang yang Adhara tabrak menahan gadis itu agar tidak terjatuh.


Antariksa yang baru datang langsung menarik Adhara ke sampingnya membuat Adhara mengerutkan kening bingung atas reaksi Antariksa tersebut. Menyadari tatapan Antariksa yang begitu tajam Adhara segera melihat kearah laki-laki yang menolongnya.


“Chan,” lirih Adhara.


“Ayo gue anter ke kelas,” ucap Antariksa sambil menarik tangan Adhara untuk segera pergi dari sana, namun ucapan Titania yang berada di samping Chan menghentikan langkahnya.


“Thank ya Adhara udah mau sadar diri buat gak deketin tunangan orang lagi,” ucap Titania dengan senyuman evilnya membuat Adhara yang mendengarnya terkekeh.


Antariksa sudah hendak kembali untuk memberikan pelajaran pada Titania namun Adhara malah menahannya dan menggelengkan kepalanya.


“Lo bakal nyesel,” ucap Antariksa dengan begitu tajamnya dan penekanan di setiap ucapannya.


Laki-laki itu dengan segera membawa Adhara untuk segera pergi dari sana. Chan memejamkan matanya berusaha untuk mengontrol amarahnya, serta sakit hatinya.

__ADS_1


***


Antariksa menghembuskan asap rokoknya dengan mengepul ke udara, kini ia benar-benar membutuhkan nikotin tersebut untuk menenangkan dirinya.


“Lo udah pacaran sama Adhara?” tanya sebuah suara yang membuat Antariksa menoleh ke arah suara tersebut yang ternyata adalah sahabatnya, Arche.


“Lo percaya?” tanya Antariksa yang dibalas dengan gelengan oleh laki-laki itu membuat Antariksa terkekeh mendengarnya.


“Jadi?” tanya Arche sambil duduk di samping Antariksa dan mengambil rokok laki-laki itu untuk menyesapnya.


“Mereka putus karena Chan,” ucap Antariksa yang membuat Arche mengerutkan keningnya bingung.


“Lo pikir dia bener-bener suka sama gue?” tanya Antariksa sambil menggeleng membuat Arche kini memperhatikan sahabatnya tersebut dengan serius.


“Dia ngomong kayak gitu Cuma buat lepas dari Chan, dia udah terlalu sayang sama Chan,” ucap Antariksa dengan senyuman sendunya.


“Kalau gadis lain yang ngelakuin ini mungkin gue udah marah, tapi ini Adhara. Gue gak bisa marah sama dia, meskipun gue ngerasa dia mempermainkan gue,” ucap Antariksa yang membuat Arche menepuk pundak sahabatnya itu berusaha untuk menenangkan Antariksa.


“Lo sesayang itu sama dia?” tanya Arche yang dibalas dengan anggukan oleh Antariksa.


“Dia orang pertama yang gue suka, selama delapan belas tahun lo temenan sama gue apa pernah lo liat gue deket sama cewek?” tanya Antariksa yang dibalas dengan gelengan oleh Arche. Memang tak ada gadis yang bisa mendekati ketiga pangeran tersebut, dan di saat mereka menyukai seorang gadis mereka malah menyukai gadis yang sama.


“Sebenarnya bukan delapan belas tahun sih, tapi sembilan belas tahun. Kan kita udah temenan dari embrio,” ucap Arche yang membuat Antariksa terkekeh mendengarnya.


“Ajaran Adhara nih,” ucap Arche yang membuat mereka mengangguk setuju.


“Jadi kalian lagi ngerayain hubungan gue yang baru putus, Antariksa yang jadian sama Adhara, atau pengkhianatan Antariksa dan Adhara?” tanya Chan yang baru datang dengan senyuman sinisnya.


“Jadi kalian lagi ngerayain yang mana?” tanya Chan dengan sebelah alisnya yang naik.


Antariksa yang mendengarnya tersenyum sinis lalu membuat batang rokoknya yang masih separuh dan menginjaknya hingga mati. Antariksa menghampiri Chan dengan senyuman sinisnya membuat Arche yang melihatnya segera menghampiri Antariksa takut jika laki-laki itu terbakar emosi.


Bughh


Benar saja sebuah bogeman mentah mendarat di wajah Chan saat Arche belum sempat menahan sahabatnya tersebut.


“Bisa gak sih lo sebelum melimpahkan kesalahan lo ke orang lain tuh dipikir dulu?” tanya Antariksa dengan senyuman sinisnya sambil mencekal kerah baju Chan.


“Gue yang salah? Lo yang nge khianatin gue dan gue yang salah?” tanya Chan yang dengan bentakannya karena merasa marah atas ucapan Antariksa tadi.


“Lo pikir alasan Adhara mutusin lo bener karena gue?” tanya Antariksa sambil memberikan pukulan pada Chan yang segera ditangkis oleh laki-laki itu.


Arche segera menahan tangan Antariksa sambil berusaha untuk melepaskan cekalan sahabatnya tersebut.

__ADS_1


“Stop Antariksa, Chan,” ucap Arche berusaha untuk melepaskan kedua sahabatnya tersebut.


“Memangnya apa lagi? Bahkan kalian pelukan di taman waktu itu bukan,” ucap Chan yang membuat Antariksa tertawa mendengarnya lalu segera melepaskan cekalannya pada Chan.


“Lo tau saat itu gue Cuma nenangin dia yang nangis sendirian setelah lo ninggalin dia,” ucap Antariksa yang membuat Chan terdiam mendengarkannya.


“Meskipun gue suka sama dia tapi gue gak mungkin langsung jadian sama dia di saat lo baru putus. Lo sahabat gue Chan,” ucap Antariksa sambil menundukkan kepalanya. Antariksa memilih menjauh dari Chan.


“Adhara juga bukan orang yang mudah berpindah hati, dia juga bukan orang yang haus perhatian sampai dia mutusin lo Cuma karena lo yang gak selalu ada buat dia,” ucap Antariksa dengan tajamnya pada sahabatnya tersebut.


Antariksa menoleh ke arah Chan menatap laki-laki itu dengan tatapan permusuhan yang kental.


“Dia mutusin lo karena dia yang ngeliat foto lo lagi di club sama Titania,” ucap Antariksa yang membuat Chan terkejut mendengarnya.


“Apa lo bilang?” tanya Chan sambil berdiri dan melihat ke arah Antariksa dengan tatapan tidak percayanya.


“Gue gak tau siapa yang ngirimin foto itu, tapi di sana lo keliatan lagi meluk dia,” ucap Antariksa yang membuat Chan terdiam mendengarnya sambil mengepalkan tangannya marah.


Chan yang hendak pergi ditahan oleh Arche.


“Kita selesaikan dulu masalah lo sama Titania, karena itu yang menjadi akar permasalahan kalian,” ucap Arche yang dibalas dengan anggukan setuju oleh Antariksa dan Chan.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2