Atmosphere

Atmosphere
Rf (Rutherfordium)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Adhra masih saja berada di taman dengan wajahnya yang masih memerah akibat Chan yang menggodanya barusan, ia tak menyangka laki-laki seperti Chan bisa menggodanya seperti itu. Hanya sebuah kerlingan namun hal tersebut malah membuat Adhara termos sampai sekarang.


“Chan gila, ada yang gak bener sama tuh cowok,” ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya kasar. Beberapa kali gadis itu menepuk pipinya menyadarkan dirinya sendiri agar tidak lagi memikirkan Chan.


"Stop Adhara lo jangan pikirin tu Lathan lagi, ternyata dia juga berpengaruh untuk kesehatan pikiran dan hati lo," ucap Adhara pada dirinya sambil sambil menepuk nenek pipi nya.


Gadis itu menggeleng tegas berusaha mengenyahkan Chan dari pikirannya hingga ia mendengar suara seseorang datang. Awalnya gadis itu tak memperdulikannya dan memilih untuk kembali duduk dan memejamkan matanya.


Mengistirahatkan hatinya yang dibuat bingung oleh Nora dan Arche juta tentang sikap Chan belakangan ini. Baru saja ia memejamkan matanya suara yang tak asing terdengar membuat Adhara mengintip siapa yang datang dan mengganggu ketenangan nya.


***


Setelah kepergian Mamanya Arche melepaskan pelukannya dari Nora untuk mencari kepergian Mamanya juga Papanya yang kini pasti tengah berantem lagi.


Arche hanya tak ingin melihat pertengkaran di hari bahagianya namun di awal ia sudah disuguhkan dengan pertengkaran Nora juga Mamanya. Jadi kali ini ia tak ingin lagi melihat pertengkaran Mama dan Papa nya.


Benar saja di salah satu ruangan mereka tengah saling mengeraskan suara. Arche memijat pangkal hidung nya gusar melihat pertengkaran yang tak ada hentinya sejak sepuluh tahun lalu setelah rahasia besar terungkap.


Mendengar suara keras, bentakan, tangisan, serta peralatan yang pecah bagai makanan sehari2 bagi Arche. Bahkan kini di hari bahagianya ia juga disuguhkan dengan hal tersebut.


"Mah, Pah," lirik Arche dengan gusar. Kedua orang tua laki-laki itu segera menoleh mendengar suara lirik dari putra mereka tersebut.


"Ini hari spesial bagi Arche, apa gak bisa sekali ini saja kalian berhenti tengkar?" Tanya Arche dengan wajah lelahnya. Miranda yang mendengar hal tersebut menjatuhkan air matanya yang sudah ia tahan sedari tadi.


"Kalau bukan karena Arche dari dulu aku udah ceraikan kamu," ucap Miranda dan segera pergi dari sana meninggalkan Arche dan Adam yang saling menghela nafasnya kasar.


"Lihat ulah papa di masa lalu membawa dampak negatif di masa depan," ucap Arche yang setelahnya juga langsung pergi dari sana meninggalkan Papanya yang mengusap wajahnya gusar.


Semua memang salahnya dan ia ingin memperbaikinya namun ia masih tak tahu bagaimana cara memperbaiki semua ini tanpa menyakiti yang satu.

__ADS_1


Arche berjalan kembali ke dalam tempat pesta nya di gelar. Hingga tatapannya tertuju pada gadis yang tengah duduk seorang diri di meja paling ujung belakang.


Laki-laki itu menghela nafasnya kasar lalu segera menghampiri gadis tersebut yang tengah menegak minumannya.


"Ikut gue," ucap Arche sambil menarik tangan gadis tersebut untuk berdiri dan membawanya pergi dari sana. Arche membawa Nora menuju taman perjamuan melihat tempat tersebut yang cukup sepi untuk mereka mengobrol.


“Kenapa?” tanya Nora dengan kerutan yang terlihat jelas di wajah gadis tersebut. Arche menunduk menyembunyikan wajah sedihnya yang begitu terlihat jelas.


Laki-laki tersebut menarik nafasnya dalam sebelum memulai ucapannya. Melapangkan hatinya untuk meminta maaf dengan tulus pada gadis di depan nya tersebut.


“Gue minta maaf atas perlakuan mama gue ke lo dan maaf gue bisa bantu lo untuk membela diri,” ucap Arche sambil melihat ke langit malam yang kini tengah memancarkan sinar bintang dengan begitu indah.


“Lihat aku,” ucap Nora sabil menangkup pipi Arche membawa nya menatap Adhara dengan begitu dalam.


“Maaf Nora,” ucap Arche sekali lagi. Mungkin beribu kata maaf tak akan cukup untuk ia katakan pada gadis tersebut setelah apa yang telah mamanya lakukan pada Nora.


Melukai dan menghina gadis tersebut sudah sering kali Mamanya lakukan namun ia? Tak ada yang bisa ia lakukan karena tak ingin semakin membuat Mama nya marah dan semakin membenci Nora selain itu ia juga merasa tak salah jika Mamanya membenci Nora setelah apa yang diketahuinya tersebut.


Arche mengangkat tangannya mengelus pipi gadis tersebut yang memerah akibat tamparan yang diberikan Mamanya. Mamanya mungkin marah namun melampiaskannya dengan sebuah kekerasan tentu saja hal yang salah, walau bagi Nora rasa sakit fisik lebih baik daripada sakit yang hatinya rasakan.


Nora membalas pertanyaan Arche tersebut dengan gelengan karena jelas itu bukan apa-apa baginya yang memang sering kena pukulan saat sedang melawan musuh atau melawan temannya saat berlatih beladiri.


“Kenapa Mama kamu begitu membenciku Arche?” tanya Nora dengan tatapan sedihnya. Arche hanya terdiam tak tahu harus menjawab pertanyaan Nora seperti apa.


Ia hanya belum siap memberitahukan hal yang sebenarnya terjadi pada Nora, takut jika gadis tersebut belum bisa menerima apa yang akan ia katakan.


“Kenapa kamu Cuma diam Arche? Kenapa Mama kamu begitu membenci aku? Apa sebenarnya salah aku sama Mama kamu?” tanya Nora dengan sekuat tenaga menahan air matanya yang akan keluar.


Lagi Arche hanya bisa terdiam sambil menatap Nora dalam.


“Apa karena aku yatim piatu?” tanya Nora lagi yang kali ini dibalas dengan gelengan oleh Arche. Jelas saja orang tuanya tak akan mempermasalahkan seseorang hanya karena ia tak memiliki orang tua.


Walau kadang pemikiran sempit seseorang yang banyak berpikir jika gadis yang dibesarkan tanpa kasih sayang orang tua akan menjadi gadis yang nakal. Namun tidak itu tak berlaku bagi orang dengan pemikiran terbuka dan dari anak itu sendiri yang harus membuktikannya. Dan dari yang ia lihat tentu saja Nora bukan gadis seperti itu.

__ADS_1


“Apa kamu juga sama seperti itu? Meremehkan ku?” tanya Nora dengan matanya yang menatap lurus pada manik mata Arche. Laki-laki itu terkejut mendengar pertanyaan Nora lalu menggeleng tegas.


“Nora,” ucap Arche lirih lalu memeluk gadis tersebut erat.


“Gue gak pernah berpikir seperti itu, dengan perlakuan gue sekarang ke lo ini gue masih merasa kurang untuk membuat lo bahagia Ra. Gue pengen lo bahagia seperti gadis lain di luaran sana. Gue pengen lo bahagia kayak Sky yang bisa selalu tersenyum, gue pengen lo bahagia. Hanya itu yang gue mau,” ucap Arche yang semakin mengeratkan pelukannya. Bukannya ingin membandingkan kebahagiaan Nora dan Sky namun ia hanya memberikan contoh.


Arche tahu taraf kebahagiaan seseorang itu berbeda-beda jadi ia tak ingin membandingkan siapapun yang ia inginkan hanya Nora bahagia dengan caranya.


Nora membalas pelukan Arche dengan melingkarkan tangannya di pinggang laki-laki tersebut.


“Kebahagiaan aku adalah kamu, jadi aku mohon tetaplah baik padaku dan tetaplah ada untuk ku dan selalu di sisi ku,” ucap Nora yang mengeratkan pelukannya pada Arche.


Tanpa mereka sadari sedari tadi Adhara yang masih berada di sana terus melihat ke arah mereka dengan tatapan sendu dan sedihnya. Ia tak menyangka sakit hati nya akan berakhir dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Melihat kemesraan mereka tersebut. Adhara jadi tahu jika mereka saling menyayangi dan tentu saja itu menjadi tamparan bagi Adhara untuk mundur dan melupakan perasaannya pada Arche.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2