
Sky "Planet ini hanya berjarak 40 tahun cahaya dari bumi dan disebut pernah menginspirasi film Star Wars. Atmosfer planet ini disebut oleh para ilmuwan sangat mengerikan karena 100 kali lebih dekat ke matahari dibandingkan dengan bumi."
Happy Reading all.
***
Sky dan Antares kini tengah berada di tempat gym. Antares yang memaksa gadis tersebut untuk ikut bersama dengannya ke tempat Gym tersebut. Padahal Sky sudah menolaknya namun dengan dukungan dari orang tuanya laki-laki tersebut akhirnya berhasil membawa Sky ke tempat Gym.
“Gue dulu sering ke sini, tapi setelah cita-cita gue jadi model luntur akhirnya gue lebih suka rebahan dan menikmati hidup dengan banyak makan,” ucap Sky pada Antares saat mereka baru saja memasuki tempat Gym tersebut.
“Lama-lama jadi panda lo kerjaannya makan sama rebahan doang,” ucap Antares pada Sky yang kini mengerucutkan bibirnya lucu pada Antares yang kini malah bergidik ngeri melihat hal tersebut.
“Gak papa sih Panda kan imut,” ucap Sky dengan senyumannya lalu menjulurkan lidahnya mengejek pada Antes yang berdecih mendengar hal tersebut.
“Sekarang itu apa-apa yang dilihat dari muka. Lo itu harus good looking kalau mau dapet pacar, gak laku tau rasa lo,” ucap Antares sambil mendorong kening Sky membuat gadis tersebut menaikkan sebelah bibir bagian atasnya. Kesal dengan ucapan Antares tersebut yang sebenarnya ada benarnya juga.
“Gak laku gak papa sih, lo aja gue simpen,” ucap Sky dengan senyuman nya pada Antares yang kini bergidik ngeri mendengarnya.
“Ogah gue,” ucap Antares lalu segergi dari sana. Mendengar hal tersebut Sky memelototkan matanya lalu segera mengejar Antares yang mulai menggunakan alat olahraga treadmill. Sky juga ikut menggunakan treadmill di samping Antares mengaturnya dengan kecepatan rendah.
“Gue buat aja drama biar lo gak lepas dari gue, kalo emang gak ada cowok lain yang mau sama gue,” ucap Sky dengan senyuman bangganya membanggakan kelicikannya. Antares menggelengkan kepalanya mendengar ucapan tersebut.
“Dasar ular,” ucap Antares yang sama sekali tidak dipedulikan oleh Sky.
Sky kini menggunakan tanktop crop yang begitu ketat dipadukan dengan celana leggingnya. Membentuk tubuh sempurna gadis tersebut. Antares bahkan sedari tadi berusaha menahan dirinya agar tak terus menatap Sky, berbeda dengan laki-laki lain yang berada di sana yang menatap Sky dengan terang-terangan.
“Lo gak ada baju lain ya?” tanya Antares yang kini sudah turun dari Treadmill tersebut dan berjalan ke arah Lat pulldown machine. Melihat hal tersebut membuat Sky segera mengikutinya dan juga ikut berolahraga dengan alat tersebut.
“Kenapa sih? ini mah buat nunjukin aja bagaimana indahnya tubuh gue,” ucap Sky pada Antares yang kini menggelengkan kepalanya mendengar hal tersebut. Sky dengan kepedeannya seharusnya tak boleh untuk disatukan atau akan menjadi seperti sekarang ini.
__ADS_1
“Pede banget lo ya sama badan lo itu?” tanya Antares pada Sky dengan tatapan tak percayanya. Dengan kesal kini laki-laki tersebut menutupi perut Sky yang terbuka dengan handuk kecil yang ia bawa.
“Pede lah, gigi hadid aja kalah sama gue,” ucap Sky dengan senyuman bangganya yang membuat Antares hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan gadis tersebut yang begitu percaya diri. Antares bahkan di buat bingung dari mana asal sikap percaya diri gadis tersebut padahal kedua orang tuanya tidak lah seperti ini.
***
Pemandangan indah di Shanghai kini begitu memanjakan mata Adhara saat gadis tersebut kini tengah berjalan-jalan dengan Chan di kota seribu cahaya tersebut. Sesuai dengan julukannya malam di kota Shanghai memang begitu indah.
Kali ini Chan dan Adhara datang ke China hanya karena pekerjaan bisnis Chan. Namun laki-laki tersebut yang tak mau meninggalkan Adhara di Jakarta akhirnya membawa wanitanya tersebut untuk ikut bersamanya sekaligus berlibur di China.
“Di sini bagus banget ih,” ucap Adhara dengan senyumannya saat mereka kini tengah berjalan-jalan di tepi sungai Binjiang Da Dao .
“Coba aja ya kalau di sini aku gak sengaja ketemu Xukai, rela aku tuh di culik sama dia,” ucap Adhara dengan tingkah halusinasinya yang membuat Chan kini menatap datar pada Adhara.
“Halu,” ucap Chan yang merasa kesal dengan Adhara. Adhara bukannya merayu Chan kini wanita tersebut malah sibuk untuk menghirup udara di sana sebaik mungkin karena entah kapan lagi ia bisa datang ke tempat itu.
Saat Adhara tengah sendiri tiba-tiba saja ada yang menghampirinya bermaksud mengajak Adhara untuk berkenalan. Chan yang menyadari jika istrinya tak ada segera menoleh ke belakang hingga dapat ia lihat istrinya yang tengah di goda oleh laki-laki lain membuat Chan memelototkan matanya.
“She’s my wife,” ucap Chan tegas lalu segera membawa Adhara untuk pergi dari sana. Adhara yang melihat hal tersebut tersenyum dengan senang.
Dengan begitu lembutnya gadis tersebut menyandarkan kepalanya di bahu Chan membuat Chan yang masih kesal dengan Adhara menjauhkan kepala gadis tersebut dari bahunya juga melepaskan rangkulannya pada Adhara. Bahkan laki-laki tersebut mengusap bekas kepala Adhara di bahunya yang membuat Adhara memelototkan matanya melihat hal tersebut.
Merasa kesal dengan laki-laki tersebut Adhara langsung saja merangkul leher Chan dan menariknya dengan memegang lehernya tersebut membuat Chan tertawa karena hal tersebut sedangkan Adhara yang kini bergantian merasa kesal dengan laki-laki tersebut.
“Chan?” tanya sebuah suara yang kini sontak membuat mereka menghentikan tingkah mereka dan segera melihat ke arah sumber suara yang ternyata adalah seorang gadis yang kini tersenyum ke arah mereka. Adhara menaikkan sebelah alisnya bingung melihat gadis yang tak di kenalinya tersebut, berbeda dengan Chan yang kini menatap datar pada gadis tersebut.
“Siapa Chan?” tanya Adhara pada Chan sambil menaikkan sebelah alisnya bingung menatap gadis tersebut dengan bingung.
“Bukan siapa-siapa,” ucap Chan datar yang membuat Adhara menganggukkan kepalanya. Walau dapat ia tebak jika gadis tersebut menyukai suaminya tersebut namun ia berusaha untuk menutupinya dan percaya pada Chan.
__ADS_1
“Ini siapa kamu Chan?” tanya gadis tersebut lagi yang kali ini membuat Adhara tersenyum dengan lebar sambil menjulurkan tangannya pada gadis tersebut.
“Adhara, istrinya Chan. Kamu pasti orang yang suka sama suami saya,duh maaf ya kamu harus kecewa karena sekarang dia udah punya istri secantik aku,” ucap Adhara dengan bangganya pada gadis tersebut yang kini terlihat terkejut mendengar ucapan Adhara tersebut. Ia tentu saja terkejut jika ternyata Chan sudah memiliki istri karena sebelumnya bahkan Chan begitu menghindari perempuan.
“Di jodohin aja bangga,” ucap gadis tersebut yang kini membuat Adhara tertawa mendengar hinaannya.
“Aduh maaf ya, tapi kita pacaran bahkan udah dari SMA kelas 2. Iri ya kak? Maaf ya suami saya emang ganteng jadi wajah kalau kamu iri,” ucap Adhara dengan sombongnya sambil memainkan cincin pernikahannya. Mendengar hal tersebut gadis tersebut mengepalkan tangannya marah. Kini ia mengerti mengapa Chan begitu menjaga jarak dari perempuan dan ternyata semua ini karena wanita yang kini bersama dengan laki-laki tersebut.
“Sayang ayo balik ke hotel,:” ucap Chan lalu membawa Adhara untuk pergi dari sana. Namun sebelum benar-benar pergi Adhara menjulurkan lidahnya mengejek gadis tersebut yang kali menahan amarahnya.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.