Atmosphere

Atmosphere
S2 Leonids


__ADS_3

Fyi "Leonids juga akan nampak seperti hujan meteor yang deras atau disebut juga Shooting Star. Leonids akan muncul mulai tanggal 17 November depan dan mencapai puncaknya di tanggal 20 November."


Happy Reading All.


***


“Setannya kagak ada muncul kayaknya pada takut sama lo Ra,” ucap Sky dengan tawanya yang membuat Adhara memelototkan matanya mendengar hal tersebut sedangkan sahabatnya yang lain juga Chan hanya terkekeh mendengar gurauan Sky tersebut.


“Gue sih curiga kalau Adhara kepala sukunya mangkanya kagak ada yang mau muncul,” ucap Nora yang kali ini juga ikut menyampaikan pendapatnya yang jelas saja hanya untuk bergurau. Lihat saja bahkan mereka-mereka yang terlihat begitu cuek dan tak banyak berbicara saat bersama dengan sahabat mereka, orang yang membuat mereka nyaman malah begitu banyak berbicara.


 “Gue kira dia pawangnya setan, mangkanya setannya pada jinak,” ucap Arche yang juga ikut angkat suara. Tawa terdengar dari sahabatnya benar-benar membuat Adhara merasa kesal dengan sahabatnya tersebut.


“Gue guru mereka, puas lo pada,” kesal Adhara lelu memilih untuk berjalan lebih dulu Chan yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis nya tersebut. Ia tahu Adhara tak benar-benar merajuk dan marah pada mereka jadi Chan membiarkan saja gadisnya tersebut berjalan duluan.


Sampai saat Adhara berbelok hantu yang penuh darah muncul mengagetkan Adhara. Adhara yang kaget malah reflek memukul hantu tersebut membuat hantu tersebut menjerit karena bagian bawahnya yang ditendang dengan begitu kuat oleh Adhara.


“Mati lo setan,” ucap Adhara saat memukul dan memberikan tendangan mautnya pada hantu yang mengagetkannya tersebut.


“Kan udah gue bilang, babak belur hantu nya kalau Adhara pengunjungnya,” ucap Arche sambil menggelengkan kepalanya.


Sky yang awalnya sudah merasa takut kini malah merasa kasihan dengan hantu tersebut. Chan segera menghampiri mereka juga sahabatnya yang lain yang ikut menghampiri mereka.


“Mangkanya mas gak usah di kagetin kalau yang ini. Babak belur entar ujungnya,” ucap Arche sambil meringis. Ia jadi seperti bisa merasakan sakit yang kini menimpa hantu tersebut.


“Duh maaf Mas, reflek aing. Kaget,” ucap Adhara sambil mengelus dadanya yang membuat hantu tersebut mengisyaratkan dengan tangannya agar mereka pergi saja.


“Jangan Chan, ngeri semua hantu di buat babak belur sama dia,” ucap Sky pada Chan dengan kekehannya.


“Kaget gue sumpah,” ucap Adhara yang kini sudah berjalan di bagian belakang bersama dengan Chan yang merangkul Adhara. Takut jika gadis tersebut kembali lepas kontrol dan malah melukai hantu yang berada di sana lagi.


“Eh tuyul, gila ada tuyul,” heboh Adhara saat melihat bocah kecil yang tengah mengagetkan mereka.


Namun bukannya kaget dan takut Adhara malah begitu kegirangan melihat bocah kecil tersebut. Adhara malah dengan senang hati menghampirinya dan memberikan permen padanya.


“Minta uang sini, udah kakak kasih permen tuh,” ucap Adhara sambil menengadahkan tangannya pada bocah yang sepertinya berumur tujuh tahun tersebut.

__ADS_1


“Di kira aku emak nya kali ya, minta uang sama aku,” ucap bocah tersebut sambil memberengut kesal membuat Adhara malah mencubit pipi nya dengan gemas,


“Ih kamu kan tuyul nya kakak, itu kakak kasih permen,” ucap Adhara yang kini malah ikut memberengut kesal pada bocah tersebut.


Sahabatnya yang melihatnya hanya menggeleng melihat tingkah Adhara tersebut yang begitu konyol. Bahkan kini gadis tersebut malah bertengkar dengan bocah yang berperan sebagai tuyul.


“Masak aku seharga permen gak mau ah,” ucap bocah tersebut lalu segera pergi membuat Adhara kesal pada bocah tersebut.


“Dasar bocah,” ucap Adhara memberengut kesal lalu berjalan meninggalkan sahabatnya lagi.


“Ini yang bocah dia sih,” ucap Arche sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Adhara. Kini Chan sudah berjalan lebih dulu bersama dengan Adhara yang sudah lebih dulu berjalan di depan.


Selama mereka memasuki rumah hantu tersebut. Adhara begitu bersemangat, Sky yang penakut bahkan dibuat merasa tak takut karena tingkah Adhara yang ada saja tingkahnya. Entah Adhara yang malah berkenalan dengan vampir yang tampan dengan niat sengaja ingin membuat Chan cemburu. Sahabatnya selalu di buat geleng kepala dengan tingkah gadis satu itu.


Setelah dari rumah hantu mereka melanjutkan mencoba wahana yang lainnya. Ketiga gadis tersebut bahkan terlihat begitu bersemangat, dan kedua laki-laki tersebut hanya bisa pasrah dan mengikuti saja.


***


Hari ini Arche juga Nora dan Sky akan kembali ke Jakarta. Adhara dan Chan kini sudah berada di hotel tempat Sky menginap. Sedangkan Arche memiliki apartemen di sana yang berada di samping Apartemen Nora. Ia membeli Apartemen tersebut karena merasa selama empat tahun ini ia akan sering datang ke kota tersebut untuk Adhara dan Nora. Sedangkan Chan malah menumpang di apartemen Arche. Sepertinya hobi laki-laki tersebut memang menumpang di rumah sahabatnya.


“Kalian yakin gak mau ikut?” tanya Arche pada sahabatnya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan.


“Ini udah siang, kalau langsung balik malah malem sampe nya. Besok Adhara harus kuliah,” ucap Chan pada sahabatnya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan. Ia mengerti sahabatnya tak bisa ikut karena Adhara yang kuliah dan ia tak ingin meninggalkan Adhara lebih dulu.


“Ya udah kita pergi dulu,” ucap Arche berpamitan pada sahabatnya tersebut yang dijawab dengan anggukan.


Setelahnya mereka saling berpelukan karena setelah ini Arche juga Nora akan langsung kembali ke negara mereka menimbah ilmu. Nora akan berada di Jakarta selama empat hari mengikuti Arche yang berada di Jakarta selama empat hari.


“Kalau mau balik ke AS bilang ya,” ucap Adhara pada Arche setelah melepaskan pelukan mereka.


Arche menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum ke arah gadis tersebut dan mengelus puncak kepala Adhara sayang.


“Lo juga kalau mau balik ke Singapore bilang,” ucap Adhara pada Sky saat ia memeluk gadis tersebut.


“Pasti,” ucap Sky dengan senyumannya lalu segera melepaskan pelukan mereka.

__ADS_1


Setelahnya ketiga orang tersebut segera masuk ke mobil milik Arche hingga mobil tersebut mulai melaju meninggalkan parkiran hotel.


“Ayo kita balik juga,” ajak Chan pada Adhara yang segera menjawabnya dengan anggukan.


Setelahnya mereka segera masuk ke mobil Chan dan mobil mulai melaju meninggalkan parkiran hotel menuju rumah Adhara karena hari yang sudah siang.


***


Delia melihat ke arah sekeliling cafe yang biasa ia datangi untuk bertemu dengan Arche, namun ia malah tidak dapat melihat keberadaan laki-laki tersebut di sana. Sudah satu jam ia berada di sana namun tetap tak menemukan tanda-tanda keberadaan Arche.


Delia menghembuskan nafasnya kasar, merasa bosan dengan apa yang ia lakukan. Ia hanya memainkan ponselnya dengan sesekali melihat sekitar namun tetap saja ia tak mendapati keberadaan Arche membuat ia bertanya-tanya kemana laki-laki tersebut.


Tanpa gadis tersebut tahu jika laki-laki pujaannya ternyata sudah tak lagi berada di kota yang sama dengannya. Bahkan dalam beberapa hari lagi laki-laki tersebut akan berada di negara yang berbeda. Merasa lelah menunggu Akhirnya gadis tersebut memutuskan untuk pergi sana dari sana merasa jika Arche mungkin tak akan datang hari ini.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2