
Portio adalah salah satu nama Bulan yang berada di Uranus.
Happy Reading All.
***
“Karena lo adalah adik gue,” ucap Arche setelah mempersiapkan dirinya untuk mengatakan hal yang selama ini di tahannya. Akhirnya rahasia yang selama ini di jaganya harus ia ungkapkan juga untuk mempertahankan hubungan nya dengan Nora.
Semoga saja Nora dapat menerima kenyataan ini, agar hubungan mereka kembali baik-baik saja.
Nora yang mendengar ucapan Arche tersebut seketika terdiam membeku dengan tatapannya yang menatap lurus ke depan pada Arche, berusaha menyangkal semua ini namun tak terlihat sedikitpun kebohongan yang berada di sana.
“Kamu bercanda kan?’ tanya Nora yang masih berusaha menampilkan senyumnya walau mata nya sudah berkaca-kaca.
Arche menundukkan kepalanya berusaha menenangkan dirinya dan berusaha menguatkan dirinya sendiri.
Sila yang berada di samping Nora menggenggam tangan Nora membuat gadis itu menoleh ke arah Sila, air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya luruh juga saat melihat wanita tua di depannya tersebut.
“Arche tidak berbohong sayang, kamu memang cucu Oma dan Opa, dan Arche adalah kakak kamu,” ucap Sila yang juga sudah menumpahkan air matanya.
Arche memejamkan matanya lalu setelah menenangkan dirinya, laki-laki itu segera berjalan menghampiri Nora dan berjongkok di depan gadis itu.
“Lo gak salah kalau sayang sama gue, Cuma saat itu lo belum tahu rasa sayang itu sebenarnya rasa sayang adik untuk kakaknya. Ikatan batin antara kakak dan adik begitu kuat,” ucap Arche menjelaskan dengan begitu sabarnya. Tangannya terus menggenggam tangan Nora yang kini juga berada dalam genggaman Sila.
“Tidak semua ini bohong,” ucap Nora yang masih tidak mau menerima kenyataan yang kini terpapar di depannya.
Jauh di lubuk hatinya ia begitu bahagia akhirnya ia masih memiliki saudara namun pikirannya masih begitu menolak dengan semua yang terjadi. Bagaimana laki-laki yang dicintainya ternyata adalah kakaknya.
Apa semua ini adalah alasan mengapa Arche begitu menjaga dan melindunginya? Bukan karena Arche menyukai Nora namun karena laki-laki itu sudah mengetahui jika Nora adalah adiknya?
Namun yang ia tahu Ibunya adalah ibu kandungnya, dan mama Arche begitu membencinya. Bagaimana bisa ia menjadi adik Arche? Namun selanjutnya segala pikiran buruk di kepalanya bersarang menjadi satu.
Satu persatu teka-teki bagai berhasil ia susun dalam otaknya tersebut namun Nora masih tidak mau untuk menerima semua ini.
__ADS_1
“Tunggu lah sebentar,” ucap Tio yang setelahnya berlalu menuju kamarnya untuk mengambil tes DNA yang pernah dilakukannya.
Setelah mengambil berkas rumah sakit tersebut, Tio segera memberikannya pada Nora membuat Nora dengan tangan yang bergetar mengambilnya. Gadis itu mulai membaca hasil tes tersebut dengan air matanya yang terus saja mendesak keluar.
“Engga bagaimana mungkin? Bahkan Mama kamu benci banget sama aku,” ucap Nora yang masih menyangkal pemikirannya jika Ibunya adalah wanita simpanan ayah Arche mengingat umurnya dan Arche yang lebih tua Arche.
“Karena Mama kita berbeda, hanya Ayah kita yang sama. Ayah melakukan kesalahan sama ibu kamu dan itu yang buat mama selalu marah setiap ngeliat kamu,” ucap Arche menjelaskan. Nora yang mendengar hal tersebut terdiam, membuka di depannya tak menyangka jika Ibunya bisa melakukan kesalahan seperti itu.
Namun yang namanya manusia pasti tak akan pernah luput dari kesalahan, dan Nora menyadari itu.
“Jadi ini alasan mama kamu selalu marah tiap liat aku? Karena kesalahan Ibu aku?” tanya Nora dengan senyuman sinisnya. Saat kesalahan yang tak ia lakukan malah ia yang harus menerima akibat dari kesalahan tersebut.
“Kenapa harus aku Arche? Bukan aku yang lakuin kesalahan ini,” ucap Nora sambil menjerit pada Arche. Arche yang tidak tega melihat Nora yang menangis langsung memeluk adiknya tersebut.
“Mama hanya terlalu sakit dengan luka itu, sampai saat melihat kamu yang mama ingat hanya pengkhianatan papa,” ucap Arche menjelaskan. Nora terus menangis dalam pelukan Arche, Sila yang melihat hal tersebut mengelus punggung Nora dengan sayang.
“Maaf karena tidak bisa membawamu ke rumah dan tinggal bersama kami, kami hanya tidak mau kamu berada dalam masalah. Kami hanya bisa menjagamu dari jauh,” ucap Sila menjelaskan. Mereka tak akan tahu apa yang bisa ayah Arche lakukan agar gadis itu tak bisa tinggal di kediaman orang tuanya.
“Aku mau pulang,” ucap Nora yang setelahnya memilih untuk segera pergi dari sana dan berjalan keluar dari kediaman nenek kakek Arche.
“Arche kejar dulu,” ucap Arche pada nenek nya namun segera ditahan oleh wanita tua tersebut. Sila menggelengkan kepalanya pada Arche.
“Biarin dia nenangin dirinya sendiri dulu,” ucap Sila menasihati. Arche menghela nafasnya kasar lalu duduk di tempat yang tadi di duduki oleh Nora.
Sila menggenggam tangan Arche menguatkan cucu nya tersebut.
“Biarkan dia berpikir bagaimana yang terbaik, Nora adalah gadis yang baik, dia perlu waktu untuk menerima semua ini,” ucap Sila membuat Arche mengangguk.
Di lain tempat kini Nora tengah berjalan di trotoar jalan dengan air matanya yang terus saja meluruh. Hatinya kini tengah tidak baik-baik saja. Mendengar kenyataan tersebut membuatnya merasa senang juga kecewa dan sedih dalam waktu yang bersamaan.
Tujuan Nora kali ini adalah makan mamanya. Dengan terus berjalan tanpa menghiraukan kakinya yang sudah lelah berjalan. Hingga setelah menempuh waktu yang begitu lama akhirnya gadis itu sampai di kompleks pemakaman.
Nora segera menuju makan mamanya lalu duduk bersimpuh di samping makan tersebut. Makan yang tak lain adalah makan ibunya.
__ADS_1
“Bu, Nora dateng,” ucap Nora pada Ibunya dengan air matanya yang terus saja mengalir.
“Nora udah tahu siapa ayah Nora, tapi kenapa Nora malah gak seneng dengernya? Nora punya kakak yang baik sama Nora, punya Nenek dan kakek yang baik, namun ayah? Dia sepertinya tidak menginginkan Nora,” ucap gadis itu mulai bercerita pada Ibunya berharap jika di atas sana wanita tersebut mendengar keluh kesahnya.
“Tapi kenapa kehadiran Nora malah dianggap aib?” tanya Nora sambil menundukkan kepalanya dalam.
Hatinya begitu sakit saat tahu orang membencinya karena sebuah luka dimasa lalu, tidak bisa melupakan masa lalu yang telah berlalu dan berdamai saja?
“Kenapa ibu ngelakuin kesalahan yang malah harus aku yang nanggung bu? Dan ayah yang ikut ngelakuin kesalahan ini bareng ibu malah minta aku menanggungnya sendiri,” ucap Nora dengan jeritannya yang begitu pilu. Siapapun yang mendengarnya pasti dapat merasakan sakit yang tengah gadis itu rasakan.
Beban yang tengah di tanggung oleh gadis itu yang begitu berat. Nora memang begitu kuat dan siapapun akan kagum dengan laki-laki tersebut.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1