Atmosphere

Atmosphere
Coma Berenices


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Ucapan Antariksa saat di rumahnya tadi terus saja terngiang di kepala Adhara. Tentang Antariksa yang menyukainya juga tentang Chan yang harus keluar dari rumah tersebut untuknya.


Kedua laki-laki tersebut bagai melakukan banyak hal untuk Adhara dan tentu saja ia merasa bersalah sekaligus tak enak hati pada kedua laki-laki tersebut. Jika ditanya siapa yang kini ia sukainya Adhara bahkan merasa ragu dengan perasaannya sendiri.


Salahkah jika ia mulai menyukai Antariksa? Tidakkah kalian berpikir jika Adhara terlalu serakah dan sangat mudah jatuh hati hanya karena sebuah perhatian? Salahkan jika seseorang menyukai dua orang dalam satu hati?


“Adhara, lo gak boleh oleng. Lo harus konsisten,” ucap Adhara pada dirinya sendiri. Gadis itu menghela nafasnya kasar sambil mengambil air dan menegakkan dalam sekali tegakan.


Dulu ia begitu menyukai Arche karena Arche yang begitu baik padanya. Lalu, ia malah beralih menyukai Chan karena terbiasa dengan laki-laki itu. Dan kini, ia mulai bimbang dengan perasaan tersebut karena perhatian dari Antariksa untuknya.


Laki-laki itu yang selalu ada untuknya, walau dengan sikapnya yang selalu membuat Adhara kesal. Namun laki-laki itu punya caranya sendiri untuk menghibur Adhara dan menemani Adhara dalam keadaan apapun.


Adhara menggelengkan kepalanya, mengenyahkan segala pemikiran yang kini terus bercabang di kepalanya.h


“Engga Adhara, lo cuma salah mengartikan perasaan ini. Sama seperti lo yang kagum dengan Arche perasaan lo sama Antariksa hanya perasaan sayang sebagai sahabat,” ucap Adhara meyakinkan dirinya sambil mengangguk dengan tegas.


“Tapi apa salahnya untuk menganggap perasaan ini sebagai perasaan sayang pada laki-laki? Gak ada yang buruk dari Antariksa. Dia ganteng, baik, dan keluarganya bahkan suka semua sama gue. Minusnya dia emang ngeselin aja,” ucap Adhara sambil menghitung dengan tangannya tentang Antariksa, tentang baik dan buruknya laki-laki tersebut.


“Chan, dia emang baik, perhatian, dan selalu ngalah dari gue. Dia juga sabar banget ngadepin sikap gue. Mamanya emang baik sama gue, tapi papa dan kakeknya? Mereka mirip Joo Dan Tae di drama the penthouses,” ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya.


“Lama-lama yang gue pilih Arche nih,” ucap Adhara dengan kesalnya sambil membenturkan kepalanya di kulkas samping tempatnya berdiri.


“Lo butuh udara segar Adhara,” ucap Adhra pada dirinya sendiri lalu segera berjalan keluar dari apartemennya.


Gadis itu memilih untuk berjalan-jalan di trotoar jalan sambil menendang batu yang menghalangi jalannya.


Sebuah mobil berhenti di samping Adhara membuat gadis itu menoleh ke arah mobil tersebut yang ternyata adalah Arche.


“Mau kemana?” tanya Arche pada gadis tersebut.


“Cari udara segar aja,” ucap Adhara dengan wajah kecutnya.


“Naik, gue ajak jalan-jalan,” ucap Arche yang membuat Adhara segera naik ke arah mobil laki-laki tersebut dan duduk dengan nyaman di samping Arche.


“Mau kemana?” tanya Adhara saat Arche mulai melajukan mobilnya membelah jalanan malam.

__ADS_1


“Pasar malam?” tanya Arche dengan senyumannya yang membuat Adhara memelototkan matanya berbinar.


“Go,” teriak Adhara bersemangat sambil mengarahkan tangannya ke depan. Arche yang melihatnya terkekeh.


Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan mereka saling terdiam dengan kegiatan masing-masing. Adhara yang terus melihat ke arah luar jendela dengan senyumannya yang tak luntur dari gadis tersebut sedangkan Arche yang fokus menyetir.


Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di pasar malam yang begitu ramai. Mata Adhara berbinar melihat berbagai permainan di depannya. Bagai anak kecil yang baru pertama kali datang ke pasar malam, gadis itu keluar dengan terburu-buru dari mobil dan berjalan memasuki taman hiburan malam tersebut.


“Arche ayo cepet,” teriak Adhara pada Arche yang baru saja keluar dari mobil dengan senyumannya dan menggeleng ke arah gadis tersebut.


Arche membuka jaket denim yang digunakannya lalu memakaikannya pada Adhara yang hanya menggunakan babydoll tersebut. Bahkan gadis itu sampai tak sadar jika ia hanya memakai kaos babydoll.


“Dah, ayo masuk,” ucap Arche setelah menyampirkan jaketnya di tubuh Adhara lalu merangkul pundak gadis itu untuk memasuki pasar malam.


“Wah banyak banget game nya,” ucap Adhara dengan senyuman mengembangnya.


“Arche naik bianglala ayo,” ajak Adhara sambil menarik tangan Arche membawa laki-laki itu menuju bianglala.


Arche akhirnya hanya bisa mengikuti gadis tersebut di belakangnya. Hingga akhirnya mereka menaiki bianglala.


“Arche liat, bagus banget dari atas sini,” ucap Adhara dengan senyuman indah di wajahnya yang mengembang sempurna. Arche yang melihatnya ikut tersenyum.


“Lo kenapa keluar malam-malam gini?” tanya Arche yang sedari tadi menahan rasa penasarannya karena Adhara yang keluar malam hanya untuk mencari udara segar. Ia tahu pasti gadis itu saat ini tengah kacau.


“Dia juga ngasih tau gue tentang perasaan,” ucap Adhara yang semakin membuat Arche penasaran dengan apa yang dialami gadis itu.


“Gue bingung sama perasaan gue sendiri. Apa gue masih cinta sama Chan? Atau perasaan gue perlahan memudar dan terganti sama Antariksa yang selalu ngejaga gue,” ucap Adhara menghela nafasnya sambil menundukkan kepalanya.


Arche yang mendengarnya merasa bingung dengan apa yang harus ia katakan pada Adhara, karena bahkan ia juga menyukai gadis tersebut.


“Apa salah gue menyukai dua laki-laki dalam satu hati?” tanya Adhara pada Arche yang menghela nafasnya.


“Perasaan lo sama Antariksa menurut gue hanya sebatas perasaan terlindungi, karena Antariksa yang selama ini ada buat lo dan Chan yang melukai perasaan lo, itu yang membuat lo merasa terlindungi atas kehadiran Antariksa,” ucap Arche yang membuat Adhara terdiam mendengarkannya.


“Kalau lo emang benar-benar menyukai mereka maka pilih yang kedua, kalau lo masih suka sama yang pertama lo gak mungkin bisa beralih sama yang kedua,” ucap Arche dengan begitu seriusnya.


“Tapi gue bisa tuh mencintai delapan bujang plus satu suami orang,” ucap Adhara dengan seriusnya yang membuat Arche yang tak mengerti mengerutkan keningnya.


“Siapa?” tanya Arche bingung.

__ADS_1


“Oppa-oppa Korea,” ucap Adhara yang membuat Arche tertawa mendengarnya. Lalu menyentil kening Adhara gemas.


“Terserah lo Ra,” ucap Arche akhirnya membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal mendengarnya.


***


Antariksa kini tengah memainkan gitarnya sambil menikmati hembusan angin di taman belakang rumahnya saat seorang laki-laki duduk di sampingnya.


“Apa gunanya masih galau di sini tanpa bertindak dan melakukan apapun?” tanya sebuah suara yang begitu sinis membuat Antariksa menoleh ke arah sampingnya dengan wajah datarnya.


“Lo tau gue ngelakuin ini demi apa Antariksa,” ucap laki-laki tersebut yang membuat Antariksa terkekeh mendengarnya.


“Lo mending pergi, gue muak liat lo,” ucap Antariksa mengusir laki-laki di sampingnya tersebut yang tidak sedikitpun merasa tersinggung dengan ucapan Antariksa tersebut.


“Lo mau tetep di rendahin gini? Apa gunanya lo selalu ada buat dia kalau ujunnya malah lo yang di tinggalin? Lo hanya pelampiasan Antariksa, dan lo masih terima aja?” tanya laki-laki tersebut yang masih tak menyerah untuk memanasi Antariksa yang kini terdiam mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Gue ngelakuin ini buat balas dendam untuk keluarga kita, apa sahabat lo lebih penting dari dia?” tanya laki-laki tersebut yang membuat Antariksa mengepalkan tangannya erat berusaha menahan amarahnya yang siap meledak kapan saja.


“Apa rencana lo?” tanya Antariksa yang membuat senyuman laki-laki tersebut mengembang mendengar ucapan Antariksa tersebut.


***


Kalau kalian perah gak sih menyukai dua orang atau lebih dalam satu waktu?


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2