Atmosphere

Atmosphere
Bumi (1 Bulan)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Sinar mentari pagi menyelinap masuk melalui celah jendela kamar dengan malu-malu, kicauan burung yang terdengar begitu merdu menyambut pagi yang baru saja dimulai. Kedua anak cucu adam yang kini masih saja tertidur dengan pulas tersebut terlihat begitu mesra dengan tidur saling berpelukan.


Sang gadis yang pertama kali membuka matanya bahkan dibuat tercengang melihat pemandangan di depannya. Pemandangan yang begitu memanjakan matanya di pagi hari. Gadis yang tak lain adalah Adhara tersebut terlihat begitu nyaman berada dalam pelukan Chan.


Adhara memperhatikan wajah yang terlukis begitu indah di depannya tersebut. Wajah yang tuhan lukis dengan menampilkan setiap sisi indah dan terlihat begitu sempurna. Bahkan dalam keadaan sedang tidur seperti ini pun Chan terlihat begitu tampan, membuat Adhara tanpa sadar mengangkat tangannya untuk mengelus wajah tampan di depannya tersebut.


“Apa tuhan menyimpatakannya sambil tersenyum? Mengapa dia sangat tampan?” tanya Adhara pada dirinya sendiri bermonolog dengan suara yang kecil agar tidak embangunkan makhluk ciptaan tuhan yang begitu sempurna di depannya tersebut.


Hidung yang mancung bak perosotan anak TK, alis yang tebal dan melengkung bak bulan sabit yang begitu sempurna, bulu mata yang lentik dengan mata yang indah saat terbuka, bibir yang terlihat begitu menawan dengan porsi yang begitu pas.


“Apa gue sudah mulai menyukai lo?” tanya Adhara kembali pada dirinya sendiri.


Karena akhir-akhir ini Adhara selalu di buat nyaman saat berada di dekat Chan, melihat laki-laki itu dalam kesusahan membuatnya juga merasa sedih. Entah sejak kapan perasaan ini mulai masuk ke hatinya tanpa permisi. Menggeser posisi Arche yang pernah menjadi laki-laki yang begitu ia kagumi.


Sikap Chan yang begitu baik dan perhatian padanya membuat Adhara mulai tak ingin kehilangan laki-laki itu, kehilangan setiap perhatian yang selalu Chan berikan. Perasaanya pada Chan seperti sudah begitu sempurna. Perasaan baru namun seperti perasaan yang sudah lama berada di hatinya.


Senyuman mengembang di wajah Adhara mengingat bagaimana pertama kali pertemuan mereka hingga akhirnya kini mereka telah tinggal bersama. Setelah ini, mampukah ia jika harus berpisah dengan laki-laki itu? Adhara sudah terlalu nyaman dan terbiasa dengan kehadiran Chan di sisinya.


Chan yang merasa tidurnya terusik karena sentuhan Adhara membuat mata sempurna laki-laki itu terbuka sempurna, menampilkan mata indah berwarna hazel yang begitu sempurna.


“Udah puas mandanginnya?” tanya Chan dengan senyuman menggodanya yang langsung membuat Adhara menjauhkan tangannya dari wajah Chan.


Detak jantung Adhara sontak saja berpacu dengan begitu cepatnya bagai berlomba untuk keluar dari tempatnya. Adhara mengalihkan tatapannya dari Chan namun laki-laki itu malah dengan iseng membawa wajah Adhara agar menghadap ke arahnya.


“Kenapa hm?” tanya Chan dengan suaranya terdengar begitu serak khas orang bangun tidur.


“Ihh Chan mesum,” teriak Adhara dan hendak pergi dari sana namun Chan malah terkekeh mendengarnya.


Mendengar tawa Chan yang begitu mengejeknya membuat Adhara kesal hingga ia malah memiliki ide gila di kepala kecilnya itu. Adhara yang sudah sampai di pintu kembali lagi pada Chan lalu mencium pipi laki-laki itu, Chan yang mendapatkan serangan tiba-tiba tersebut tentu saja terkejut hingga tawa laki-laki itu terhenti dan diganti oleh tawa Adhara.


Setelah melakukan aksi gilanya tersebut Adhara segera keluar dari kamar Chan, menghindar dari laki-laki tersebut dan memilih untuk segera menyiapkan sarapan ala kadar karena waktu sudah siang.

__ADS_1


Adhara hanya menyiapkan nasi goreng juga telur dadar. Setelah selesai menyiapkan sarapan Adhara segera bersiap untuk ke sekolah sedangkan Chan laki-laki itu sudah selesai bersiap dan kini masih menunggu Adhara di ruang makan sambil memainkan ponselnya.


Setelah selesai bersiap Adhara segera menyusul Chan untuk sarapan bersama.


“Lama banget,” ucap Chan mendengus kasar membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal.


“Ya kan gue dandan dulu, nih liat cantik kan,” ucap Adhara sambil menunjukkan bibirnya yang begitu merah Chan yang melihat hal tersebut sontak memelototkan matanya.


“Lo mau jadi cabe-cabean?” bentak Chan membuat mata Adhara memelotot mendengarnya.


“Ya enggak lah, lo gak tau ini lagi trend di kelas gue,” ucap Adhara dengan senyuman bangganya membuat Chan mendengus kasar.


“Hapus sendiri pake tisu atau gue yang hapusin pake kaos kaki?” tanya Chan dengan ancamannya.


Ia begitu tak suka melihat dandanan Adhara kali ini. Entah siapa yang mengajari gadis itu berdandan seperti itu. Adhara hanya akan menggoda para buaya dengan penampilannya tersebut sedangkan Chan ia tak suka jika Adhara menjadi pusat perhatian apalagi pusat perhatian kaumnya.


“Iya iya,” ucap Adhara dengan kesal lalu segera menghapus lipstik yang digunakannya dengan kesal. Menyisakan bibir berwarna pink alaminya yang terlihat begitu indah.


“Ayo makan cepet nanti telat,” ucap Chan yang mulai memakan makanannya.


***


“Sky,” panggil Adhara pada gadis itu yang tengah menyantap makanan nya.


Sky segera menatap pada Adhara yang memanggilnya dengan kerutan di dahinya.


“Ajarin gue cara deketin Chan dong,” ucap Adhara dengan menggigit bibir bagian bawahnya karena merasa malu menanyakan hal seperti itu pada Sky.


Sky yang tengah memakan makanannya bahkan sampai keselek mendengar pertanyaan Adhara, hingga akhirnya tawa gadis itu pesah. Adhara langsung menundukkan kepalanya karena merasa malu dengan pertanyaannya sendiri.


“Jadi lo udah mulai suka sama Chan?” tanya Sky dengan senyuman menggodanya.


Adhara yang mendengarnya hanya mengangguk dengan masih merasa begitu malu dengan pernyataannya sendiri.


“Tenang gue punya banyak cara biar Chan cepet buat hubungan lo bener-bener official,” ucap Sky dengan senyuman bangganya.

__ADS_1


Gadis itu terlihat seperti orang yang sudah begitu berpengalaman padahal dirinya sendiri belum pernah berpacaran karena laki-laki mana yang berani mendekati Sky saat Antariksa selalu berada disekitar gadis itu.


“Jadi gimana?” tanya Adhara dengan begitu penasaran.


Sky menampilkan senyuman andalannya lalu segera meminta Adhara untuk segera mendekat padanya membisikkan rencana. Adhara hanya mendengarkannya dengan seksama setelah selesai barulah Adhara mulai mengomentarinya.


“Gimana?” tanya Sky dengan senyuman bangganya, bagai ia telah memberikan ide yang sangat amat berguna.


“Lo yakin?” tanya Adhara dengan tatapan ragunya.


“Lo tenang aja, pasti berhasil,” ucap Sky dengan senyumannya.


Adhara menghela nafasnya, walau sedikit meragukan ide tersebut tapi tak ada salahnya mencoba ide dari Sky tersebut.


Setelahnya mereka terus melanjutkan acara makan mereka, setelah istirahat selesai Adhara segera kembali ke kelasnya dan mulai memikirkan ide yang Sky berikan. Adhara menarik nafas dalam meyakinkan dirinya untuk melakukan ide tersebut.


Berharap ide yang Chan berikan tersebut bisa membantunya.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2