Atmosphere

Atmosphere
Te (Telurium)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Tak


Suara pukulan di kepala yang cukup keras tersebut membuat Adhara yang melihat hal tersebut segera melihat ke arah tersangka pada orang yang telah melakukan hal jahat itu pada Sky. Adhara bahkan di buat meringis merasakan sakit yang Sky terima


Sky juga melihat ke arah orang tersebut lalu segera menangis merasakan sakit di kepalanya merasa mungkin kepalanya kini sudah benjol karena ulah orang yang telah melakukan nya tersebut.


“Antariksa,” bentak Adhara pada sang pelaku yang tak lain adalah Antariksa yang kini hanya menatap datar pada Sky, soalah apa yang dilakukan oleh laki-laki itu bukanlah hal besar.


“Kenapa?” tanya Antariksa dengan santainya. Adhara membawa Sky ke dekatnya untuk melihat keadaan gadis tersebut. Ada benjolan kecil di sana membuat Adhara meringis melihatnya.


“Lo gak ngerasa bersalah?” tanya Adhara dengan wajah yang dibuat terkejut.


“Enggak,” jawab Antariksa santai. Arche yang sudah melihat pertengkaran tersebut menghela nafasnya kasar Antariksa memang seperti itu, selalu berbuat kasar sesukanya untuk mengajari adiknya sesuatu yang buruk tanpa menyadari jika hal tersebut juga buruk.


“Tapi lo nyakitin adik lo sendiri,” ucap Adhara tak habis pikir dengan jawaban Antariksa tersebut yang terkesan sangat santai.


“Apa bedanya sama dia yang malah mukul bekas tamparan elo?” tanya Antariksa yang berhasil membuat Adhara menganga mendengarnya. Bagaimana bisa laki-laki itu tersebut melukai adiknya hanya untuk dirinya?


“Gue gak papa Antariksa, juga Sky Cuma bercanda,” ucap Adhara memutar bola matanya malas.


“Ya anggap aja gue juga bercanda,” ucap Antariksa yang kembali membuat Adhara terbengong mendengarnya.


“Emang gila lo,” ucap Adhara yang lalu membawa Sky menuju UKS untuk mengobati gadis itu.


Arche juga Chan yang baru datang dibuat menggeleng dengan sikap Antariksa tersebut.


“Emang gue salah?” tanya Antariksa dengan wajah tanpa dosanya. Kedua sahabatnya itu jadi berpikir jika sebenarnya Antariksa adalah seorang psikopat yang begitu handal.


“Salah,” jawab kedua sahabatnya itu kompak lalu segera pergi dari sana meninggalkan Antariksa yang menghela nafasnya berusaha bersabar menghadapi kedua sahabatnya tersebut.


***


Hari ini kelas Adhara di jam pelajaran kedua adalah olah raga namun karena Adhara yang sedang PMS jadi lah ia izin tidak mengikuti pelajaran olah raga, namun gadis itu tetap duduk di pinggir lapangan memperhatikan pelajaran yang tengah di terangkan walau ia tidak mengikuti prakteknya.

__ADS_1


Saat Adhara tengah asik melihat teman-temannya yang tengah bermain basket, seorang laki-laki duduk di samping Adhara yang tak lain adalah Antariksa. Adhara melihat sekilas ke arah Antariksa yang mengulurkan air ke arahnya.


Adhara mengambil nya lalu langsung membukanya dan menegaknya hingga tandas.


“Bolos?” tanya Adhara dengan wajah yang mengejek.


“Males di kelas,” ucap Antariksa membuat Adhara terkekeh sambil menggeleng. Antariksa memang yang paling nakal di antara teman-temannya entah mengapa mereka bisa bersama selain karena orang tua mereka yang sudah bersahabat seperti tak ada alasan lain untuk mereka bersahabat dengan sikap mereka yang berbeda seperti itu.


“Kenapa sih lo selalu kasar sama Sky?” tanya Adhara dengan begitu penasarannya.


“Gue Cuma pengen dia hilangin sikap manjanya itu,” ucap Antariksa menjawab dengan begitu santai.


Adhara menghela nafasnya lalu menatap Antariksa dengan dalam namun laki-laki itu menatap lurus ke depan.


“Tapi cara lo salah Antariksa,” ucap Adhara yang malah membuat Antariksa terkekeh, Adhara mengerutkan keningnya melihat tingkah laki-laki tersebut.


“Gue tahu cara didik adik gue, dengan cara gue sendiri,” ucap Antariksa sambil mengelus puncak kepala Adhara membuat gadis tersebut langsung terdiam sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.


Dalam hatinya terus menjerit agar Antariksa tak melakukan hal ini karena sangat tidak baik untuknya yang mental yupi begini. Adhara menepis tangan Antariksa yang masih bertengger di kepalanya membuat Antariksa tersenyum mengejek.


“Berasa buaya banget gue,” ucap Adhara kesal lalu menegak airnya untuk menghilangkan kegugupannya.


“Gapapa kali buaya jantan juga butuh buaya betina untuk berkembang biak,” ucap Antariksa sambil terkekeh yang membuat Adhara juga ikut terkekeh mendengarnya.


Tak ia sangka ternyata Antariksa juga orang yang begitu asik untuk diajak bercanda, sangat berbeda dengan apa yang dilihatnya saat bertemu laki-laki itu untuk pertama kalinya juga saat sebelum-sebelumnya. Entah setan apa yang saat ini tengah merasuki laki-laki itu saat ini.


“Sinting lo,” ucap Adhara masih dengan sisa tawanya.


Tanpa mereka sadari saat ini mereka terus saja menarik perhatian para siswi untuk melihat mereka, mungkin untuk dijadikan bahan gosip.


“Woy mojok aja tuh dua orang,” teriak Elara dari tengah lapangan membuat Adhara menunjukkan kepalan tangannya pada Elara dan Ariel yang tengah memperhatikannya juga Antariksa.


“Bacot lo, udah sana masukin bola ke ring skor masih nol aja belaga lo,” ucap Adhara dengan tawanya  membuat kedua sahabatnya itu mengerucut kesal lalu segera kembali bermain di lapangan.


Selanjutnya di antara Antariksa dan Adhara tak ada yang memulai pembicaraan, mereka saling terdiam dengan pandangan lurus kedepan melihat pertandingan basket antar kelas Adhara juga kelas sebelah yang kebetulan jadwal olahraganya bersama.


“Lo kenapa bisa bersahabat sama Arche dan Chan?” tanya Adhara yang mulai tidak tahan dengan keheningan mereka akhirnya membuka suara untuk bertanya, walau sebenarnya ia sudah tahu jawabannya karena Sky pernah bercerita padanya.

__ADS_1


“Karena orang tua kita juga bersahabat mangkanya kita sering ketemu untuk berbagai acara, dan dari kecil kita selalu sekolah di tempat yang sama,” ucap Antariksa membuat Adhara menjawabnya dengan anggukan.


“Lo gak bosen empat belas tahun sama mereka? Gak di sekolah gak di luar sekolah?” tanya Adhara dengan begitu penasarannya.


Karena jika ia yang menjadi ketiga sahabat tersebut mungkin akan bosan, tapi jika sudah bersahabat tentu saja tak akan bocan. Malah akan lebih merasa nyaman jika sudah bersama dengan sahabat sendiri.


“Bosen?” tanya Antariksa seolah bertanya pada dirinya sendiri.


“Gue lebih nyaman sama orang yang udah kenal lama, dari pada orang baru. Karena merasa udah percaya aja,” ucap Antariksa membuat Adhara mengangguk membenarkan. Ia tak tahu jika ternyata Antariksa cukup bijak namun malah mengajari Sky menggunakan kekerasan membuat Adhara menghela nafasnya kasar.


“Woy kantin, itu pacar sahabat lo mending makan ayo,” teriak Arche dari seberang lapangan begitu keras membuat Antariksa menghela nafasnya mendengar teriakan sahabatnya tersebut.


“Ck bacot,” ucap Antariksa malas membuat Adhara terkekeh geli melihat ketiga laki-laki tampan tersebut.


“Ayo kantin,” ajak Antariksa membuat Adhara mengangguk. Hingga akhirnya mereka berempat berjalan bersama menuju kantin dengan begitu ramai karena canda tawa Adhara yang memang begitu receh. Chan hanya tersenyum tipis dengan wajah cool andalan.


Mereka menjadi pusat perhatian seisi kantin juga koridor membuat siapapun akan iri melihat mereka yang terlihat begitu cocok.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2