Atmosphere

Atmosphere
Aries


__ADS_3

Happy Reading All.


***


“Gimana?” tanya Chan pada Antariksa saat mereka kini tengah berada di gudang belakang tempat biasa mereka sering bolos.


“Gue gak bisa ketemu sama Mama lo kemarin, Papa lo ngelarang gue buat ketemu Mama lo. Dia Cuma ngasih ini ke gue,” ucap Antariksa sambil menyerahkan amplop kepada Chan. Chan segera mengambilnya dan membuka surat terebut yang memperlihatkan Mamanya yang tengah terbaring dengan lemah.


Chan mengepalkan tangannya menahan amarah yang memuncak di kepalanya. Di belakang terdapat sebuah tulisan pesan yang papanya tulus untuk Chan.


“Pulang lah jika kamu ingin melihat mamamu, jangan meminta orang lain untuk datang” begitulah isi pesan yang dituliskan oleh Rio untuk anaknya tersebut.


“Sialan,” umpat Chan marah sambil meremas foto tersebut. Matanya sudah memerah karena amarahnya. Antariksa yang melihatnya menepuk pundak Chan memberikan kekuatan dan semangat untuk sahabatnya itu.


“Chan, lebih baik lo pulang. Gue takut terjadi sesuatu sama Nyokap lo,” ucap Antariksa memperingati sahabatnya tersebut.


“Lihat nanti aja,” ucap Chan lalu segera keluar dari gudang tersebut, meninggalkan Antariksa seorang diri disana.


Antariksa menghela nafasnya merasa kasihan dengan permasalahan yang tengah dihadapi sahabatnya tersebut.


***


Adhara kini tengah duduk di taman hanya berdua dengan Arche karena Antariksa dan Chan entah pergi kemana, setelah makan siang kedua laki-laki itu pergi lebih dulu.


“Gimana hubungan lo sama Chan?” tanya Arche sambil menoleh ke arah Adhara dengan kerutan di keningnya.


“Baik, dia memperlakukan gue dengan baik,” ucap Adhara dengan senyumannya yang di balas dengan senyuman oleh Arche.


“Kalau dia nyakitin lo bilang ke gue,” ucap Arche sambil mengelus puncak kepala Adhara membuat Adhara terkekeh namun juga mengangguk dengan begitu semangat.


Adhara kini mengerti, perasaannya pada Arche saat itu adalah rasa kagum karena sikap Arche yang begitu baik.


“Gue harap lo selalu bahagia,” ucap Arche membuat Adhara mengangguk dengan senyumannya.


“Lo juga harus selalu bahagia,” ucap Adhara sambil menoleh ke arah Arche.


“Kak Arche,” suara yang terdengar begitu familiar tersebut memanggil Arche dengan begitu lembut membuat kedua orang tersebut menoleh dan mendapati Nora yang tengah berdiri tak jauh dari mereka.


“Nora, kenapa?” tanya Arche dengan kerutan di keningnya. Pasalnya setelah kejadian saat gadis itu tahu semuanya, adik Arche tersebut tak ingin menemui Arche dan sekarang tiba-tiba saja mau menemuinya.

__ADS_1


“Aku mau ngomong sebentar,” ucap Nora yang di balas dengan senyuman dan anggukan oleh Arche.


“Gue pergi dulu,” ucap Arche yang Adhara balas dengan senyuman. Bisa Adhara lihat kebahagiaan kini terpancar di wajah laki-laki tersebut karena akhirnya Nora mau berbicara dengannya. Bahkan gadis itu memanggil kakak pada Arche.


Sepeninggalan Arche, Adhara masih berada di taman tersebut sambil memejamkan matanya untuk menikmati hembusan angin yang begitu menyegarkan.


Namun setelahnya Adhara dibuat kaget dengan seseorang yang duduk di sampingnya dan langsung menyandarkan kepalanya di pundak Adhara. Adhara langsung membuka matanya, menoleh ke arah samping yang ternyata adalah Chan.


“Kenapa?” tanya Adhara dengan senyumannya sambil mengelus wajah Chan yang kini memejamkan matanya.


“Ikut gue kerumah malam ini,” ucap Chan yang membuat Adhara mengerutkan keningnya. Pasalnya kemarin laki-laki itu sendiri yang mengatakan jika tak ingin bertemu papa nya.


“Kenapa tiba-tiba?” tanya Adhara penasaran. Chan memberikan foto yang di dapatnya dari Antariksa.


Adhara segera menerimanya dan melihat kertas foto yang sudah begitu hancur tersebut. Adhara memelototkan matanya melihat foto tersebut lalu membaca pesan yang Rio tulis.


“Pulang sekolah langsung aja ke rumah lo,” ucap Adhara yang sudah merasa begitu khawatir dengan keadaan Mama Chan.


“Malam aja,” ucap Chan yang tak ingin di bantah. Adhara hanya bisa mengangguk sambil mengelus puncak kepala Chan yang kini sudah mencari posisi nyamannya sambil memejamkan matanya.


Namun tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang terus melihat mereka dengan tangan yang mengepal.


“Kita lihat aja apa yang bisa gue lakuin,” ucap orang tersebut dengan seringai bak iblisnya.


***


“Kenapa Ra?”Arche saat di rasa mereka sudah berada di tempat yang sepi.


“Maaf udah atas sikap aku waktu itu,” ucap Nora sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap Arche yang saat ini terus melihat ke arahnya.


Arche berjalan ke arah Nora lalu menangkup pundak gadis itu membuat Nora seketika langsung melihat ke arah nya dengan tatapan sendunya.


“Bukan masalah, gue ngerti saat itu lo masih belum bisa menerima kenyataan ini,” ucap Arche dengan begitu sabara pada Nora membuat gadis itu menjadi tak enak sendiri karena telah melukai perasaan kakaknya yang begitu baik tersebut.


“Kenapa kamu masih saja baik sama aku?” tanya Nora dengan air matanya yang sudah mengalir. Arche yang tidak tega melihatnya langsung memeluk adiknya tersebut dengan sayang mengelus puncak kepala Nora.


“Karena lo adalah adik gue,” ucap Arche yang semakin membuat Nora menangis semakin keras membuat Arche gelagapan sendiri untuk menenangkan adiknya tersebut.


“Nora udah jangan nangis, semua sudah terjadi. Sekarang yang gue mau hanya lo nerima semua ini,” ucap Arche sambil mengelus puncak kepala Nora.

__ADS_1


“Terima kasih kak, aku bakalan berusaha buat nerima ini,” ucap Nora yang membuat Arche terkejut karena Nora memanggilnya kakak, sebelumnya ia tak menyadari jika Nora memanggilnya kakak.


“Lo manggil gue apa?” tanya Chan sambil melepaskan pelukannya untuk melihat pada Nora.


“Kakak,” ucap Nora dengan malu-malu membuat senyuman lebar menghiasi wajah laki-laki itu lalu memeluknya dengan begitu erat.


“Ya Nora, gue kakak lo. Gue akan selalu melindungimu, dan berusaha membuat semua orang melihat dan tahu kalo lo adalah adik gue,” ucap Arche yang langsung membuat Nora menggeleng lalu melepaskan pelukannya.


Arche yang melihatnya mengerutkan keningnya atas penolakan Nora.


“Kenapa?” tanya Arche bingung melihat reaksi Nora tersebut.


“Aku gak pantes kak,” ucap Nora yang membuat Arche mensejajarkan tubuhnya dengan Nora membuat laki-laki itu kini menatap adiknya itu dalam.


“Apa yang buat lo gak pantes Nora? Lo adik gue, dan anak dari ayah gue,” ucap Arche meyakinkan membuat Nora menggeleng lalu melepaskan tangan Arche yang masih memegang pundak nya.


“Tapi mereka membenci aku. Bahkan papa kandung ku sendiri membenci ku,” ucap Nora membuat Arche menghela nafasnya lalu berjalan ke arah Nora dan menggenggam tangan gadis itu dengan erat.


“Gak ada orang tua yang benar-benar membenci anaknya. Lo tenang aja, lo punya gue. Gue akan berusaha membuat papa nerima lo,” ucap Arche dengan senyuman meyakinkannya.


Walau tak terlalu yakin namun Nora membalasnya dengan sebuah anggukan. Semoga saja semua berjalan dengan baik. Dan ia bisa menikmati bagaimana rasanya hangatnya sebuah keluarga yang selama ini tak pernah ia rasakan.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2