Atmosphere

Atmosphere
Surtur


__ADS_3

Surtur adalah nama bulan yang berada di saturnus


Happy Reading all.


***


Chan berjalan di gedung apartemennya dengan santai mnenuju unit apartemennya yang sudah berada di depannya. Saat membuka pintu Chan mengerutkan keningnya saat ia masuk apartemen tersebut terlihat begitu gelap dan sepi bagai tak ada tanda-tanda kehidupan di sana.


Dengan khawatir Chan segera berjalan menuju kamar Adhara mengetuk pintu kamar gadis itu dengan tidak sabaran. Ia hanya takut terjadi sesuatu pada gadis tersebut.


“Adhara,” panggil Chan sambil mengetuk pintu kamar gadis tersebut dengan tidak sabaran namun tak ada sahutan dari dalam sana membuat Chan semakin khawatir dengan keadaan gadis tersebut.


“Adhara, lo udah tidur?” tanya Chan sekali lagi namun tetap saja tak ada tanda-tanda jika gadis tersebut akan membukakannya pintu.


Karena merasa begitu khawatir dengan Adhara, Chan segera mencoba membuka pintu kamar gadis tersebut dengan mendobraknya tapi ternyata pintu kamar Adhara tidak terkunci. Kamar gadis tersebut begitu gelap dengan segera Chan menghidupkan lampu kamar gadis tersebut namun ternyata orang nya tak ada di dalam sana.


“Adhara lo dimana?” teriak Chan lalu keluar dari kamar gadis tersebut mencarinya ke seluruh penjuru apartemen namun tak ada tanda-tanda keberadaan gadis tersebut membuat Chan menggeram marah.


Chan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Adhara berharap gadis itu akan menjawabnya, namuan malah tak ada jawaban apapun dari gadis tersebut malah hanya suara dari operator yang menjawabnya.


Chan berdecak kesal lalu segera keluar dari apartemen, berharap jika Adhara tengah ke minimarket yang berada di seberang gedung apartemen tersebut. Chan berlari dengan terburu-buru. Jika terjadi sesuatu pada gadis itu Chan pasti akan menyalahkan dirinya sendiri, namun jika tidak terjadi apa-apa pada gadis itu Chan bersumpah akan membuat gadis itu kenapa-napa.


Saat sampai di minimarket Chan tak melihat Adhara berada di sana membuat Chan semakin khawatir dengan gadis itu yang entah pergi kemana.


“Kemana sih tuh orang,” ucap Chan sambil menggenggam ponselnya dengan begitu erat.


Chan beralih menghubungi Sky berharap adik sahabatnya itu tahu dimana keberadaan Adhara saat ini.


Dalam panggilan kedua akhirnya Sky menjawab panggilannya.


“Halo,” sapa Sky dengan suara khas bangun tidurnya.


“Adhara ada di mana?” tanya Chan  langsung tanpa berbasa-basi ia sudah terlalu khawatir pada gadis tersebut.


Di seberang sana Sky yang tengah tertidur dengan matanya yang masih saja sulit dibuka seketika langsung membuka matanya sempurna dan terduduk mendengar pertanyaan laki-laki tersebut.

__ADS_1


“Hmm Adhara,” ucap Sky dengan gelagapan bingung ingin menjawabnya bagaimana. Ia tak mungkin bukan mengatakan yang sejujurnya pada Chan. Bisa dipegang ia dan Adhara jika Chan dan kedua sahabatnya itu tahu.


“Kemana?” tanya Chan yang terus mendesak gadis tersebut yang masih saja gelagapan.


“Itu… gue gak tahu,” ucap Sky sambil menggigit bibir bagian bawahnya dengan takut. Ia begitu takut untuk memberitahu Chan apa yang terjadi sebenarnya.


Chan yang mendengar nada gugup dari Sky mengerutkan keningnya bingung. Ia tahu ada yang disembunyikan dari gadis tersebut.


“Bukan hal yang baik kalau gue langsung datang ke rumah lo buat tanya ini Sky,” ucap Chan mengancam dengan cara yang begitu halus. Mendapatkan pertanyaan tersebut dari Chan membuat Sky semakin takut.


Tentu saja hal tersebut bukan hal yang baik, jika kakaknya tahu maka tamatlah riwayatnya. Sky benar-benar memutar otak untuk mengatakan kepergian Adhara.


“Dia tadi bilangnya lagi kerja kelompok,” ucap Sky berusaha meredam suara gugupnya. Chan sempat memicingkan matanya curiga.


“Dimana?” tanya Chan lagi yang kali ini benar-benar membuat Sky bingung. Bagaimana jika Chan malah menghampiri gadis itu dan malah tak mendapatkan keberadaan Adhara di sana apa lagi kerja kelompok yang dimaksud.


“Ya gue gak tau, kan kita gak sekelas,” ucap Sky dengan nada yang dibuat sekecil mungkin. Chan berdecak kesal lalu segera memutuskan sambungan teleponnya.


Laki-laki itu menyugar rambutnya ke belakang dengan frustasi lalu segera kembali ke apartemen mereka bermaksud menunggu Adhara sebentar lagi di sana. Jika gadis itu tak kunjung pulang ia akan mencarinya.


“Lima menit lagi lo gak pulang abis lo Adhara,” kesal Chan dengan tatapan tajam yang siap membunuh kapan saja.


Dan bertepatan dengan itu, suara pintu yang dibuka kunci nya terdengar.


“Kemana aja lo?”


***


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih namun Adhara baru saja selesai dengan pekerjaannya. Kini gadis itu baru selesai mengganti pakaiannya. Saat ia keluar dari ruang ganti dapat ia lihat Erlangga berdiri di sana dengan senyumannya saat melihat Adhara.


“Ayo saya antar pulang,” ucap Erlangga sambil menarik tangan Adhara namun gadis itu segera melepaskan tangan Erlangga dari nya.


“Emm gak perlu kaka, masak setiap malam saya ngerepotin kakak terus,” ucap Adhara yang tak enak hati karena setiap pulang kerja selalu Erlangga yang mengantarnya pulang.


“Udah lah saya gak merasa di repotkan lagian ini udah malam, susah loh dapat bus jam segini,” ucap Erlangga menggunakan jurus andalannya jika Adhara menolaknya.

__ADS_1


Dan lagi-lagi Adhara hanya bisa pasrah dan mengikuti Erlangga keluar dan berjalan menuju mobilnya. Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka saling terdiam dengan pikiran Adhara yang entah di mana.


Kini ia begitu takut Chan pulang lebih dulu dari pada dirinya mengingat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Setelah sampai di apartemennya Adhara segera turun dengan terburu-buru membuat Erlangga mengerutkan keningnya bingung.


“Kak saya duluan ya, makasih tumpangannya,” ucap Adhara yang langsung pergi dari sana dengan berlari membuat Erlangga kebingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.


Tak biasanya Adhara akan terburu-buru seperti itu. Bisanya meskipun tidak menawarkan Erlangga untuk masuk gadis itu masih menunggu Erlangga pergi barulah ia masuk. Namun kali ini gadis itu malah lari dengan begitu cepat bagai ada yang mengejarnya.


Tak mau penasaran lebih lama Erlangga segera pergi dari sana.


Di sisi lain Adhara kini terus berdoa agar Chan belum datang, gadis itu bahkan membuka kunci pintu apartemennya dengan pelan dan saat masuk Adhara menghela nafasnya lega karena melihat keadaan apartemennya yang masih gelap gulita menandakan jika Chan bulan datang.


Adhara segera melepas sepatunya lalu dengan senyuman yang mengembang di wajahnya gadis itu mematikan lampu hingga terlihatlah apartemennya yang begitu kecil tersebut. Adhara masuk dengan begitu santai sebelum suara yang begitu ia kenali dan ia tak ingin dengar untuk kali ini saja, terdengar dengan begitu menakutkan.


“Kemana aja lo?”


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2