
Happy Reading All.
***
Pukulan yang begitu keras mengenai tepat bagian belakang Antariksa, hingga membuat laki-laki tersebut tersungkur ke belakang. Sepertinya pukulan tersebut begitu keras hingga membuat Antariksa pingsan.
“Antariksa,” teriak Adhara yang terkejut melihat Antariksa yang pingsan. Adhara segera berlutut untuk melihat Antariksa lalu menatap tajam pada empat laki-laki di belakangnya yang kini tersenyum kemenangan.
“Bawa dia,” ucap salah satu laki-laki memerintahkan temannya. Adhara segera berdiri dan memasang posisi siaga untuk melawan orang-orang di depannya tersebut.
Namun karena kelalaian nya yang terlalu fokus memberikan pelajaran pada ketiga laki-laki yang terus menyerangnya tersebut membuatnya tak sadar, seorang laki-laki di belakangnya langsung membekap mulut dan hidungnya dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya.
“Antariksa,” lirih Adhara sebelum benar-benar kehilangan kesadarannya. Hingga selanjutnya kegelapan lah yang menyapanya.
***
Chan kini tersenyum kemenangan saat menghentikan motornya, karena ia lah yang menjadi pemenangnya. Dengan bersaman Chan dan lawannya membuka helm membuat semua orang yang berada di sana tercengang melihat yang kini menjadi lawan Chan bukanlah Antariksa, melainkan Bastian, teman sekelas Adhara yang pernah jalan dengan Adhara dan berujung pada ketiga pangeran yang mengikuti mereka.
“Siapa dia?” tanya Angkasa dengan wajah memarahinya menahan amarah karena kini ia baru sadar jika Antariksa dan Chan sudah bekerja sama.
“Lo pikir dia beneran Antariks? Engga, Antariksa sekarang lagi jagain Adhara di apartemennya,” ucap Chan dengan senyuman kemenangan membuat Angkasa memelototkan matanya mendengar hal tersebut.
“Kalian,” tunjuk Angkasa pada Chan dengan wajah memerahnya, nafas laki-laki tersebut memburu meredakan amarah laki-laki tersebut sudah tidak bisa di tahannya.
“Lo pikir hubungan kita secetek itu? Harusnya lo sadar diri hubungan gue sama dua sahabat gue yang lain gak akan gampang goyah hanya karena provokasi lo,” ucap Arche dengan senyuman sinisnya. Hanya ketiga laki-laki tersebut yang mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
“Lain kali les privat dulu ya buat provokasi orang,” ucap Chan dengan senyuman sinisnya lalu segera mengajak teman-temannya untuk segera pergi dari sana, meninggalkan Angkasa dengan amarahnya.
Suara pesan masuk dari ponsel Angkasa membuat laki-laki tersebut segera melihatnya, hingga senyuman sininya terbit membaca pesan yang baru masuk tersebut.
“Lo yakin Adhara sama Antariksa baik-baik saja?” tanya Angkasa dengan senyuman sinisnya lalu segera pergi dari sana. Chan yang mendengar ucapan Angkasa tersebut seketika merasa khawatir dengan kedua orang tersebut segera melajukan motornya.
Hingga saat tak jauh dari sana dapat ia melihat seorang laki-laki dengan pakaian serba hitam tersungkur di jalan.
“Arche lo ikutin Angkasa, gue liat orang itu dulu,” ucap Chan yang di jawab dengan anggukan oleh Arche.
“Separuh ikutin Arche, sisanya ikut gue,” ucap Chan melanjutkan ucapannya yang memberikan arahan pada teman-temannya yang segera mengikuti perintah Chan.
Laki-laki tersebut segera turun dari motornya lalu segera menghampiri orang tersebut. Hingga mata Chan melotot saat melihat jika orang yang terkapar di jalan tersebut adalah sahabatnya.
“Antariksa,” panggil Chan sambil menepuk wajah lak-laki tersebut. Namun Antariksa masih saja setia memejamkan matanya.
“Chan, kepalanya berdarah,” ucap Baron sambil menunjuk kepala Antariksa yang berdarah.
__ADS_1
“Bantu gue bawa,” ucap Chan sambil membantu Antariksa untuk bangun. Akhirnya kini mereka bertiga malah berada di satu motor yang sama.
“Berasa terong-terongan gue,” ucap Baron dengan sendu yang membuat Chan memutar bola matanya malas.
“Gak usah ngelawak di saat kayak gini lo,” sungut Chan yang membuat Baron berdecak.
“Yang ngelawak siapa? Gue lagi berduka,” ucap Baron yang tak lagi Chan perdulikan.
Hingga tak beberapa lama setelah Chan melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata, kini akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit besar yang ada di kota mereka.
Baron segera membantu Antariksa untuk berjalan begitupun dengan Chan yang ikut memapah sahabatnya tersebut.
“Bang gimana Bang Anta?” tanya seorang laki-laki yang juga merupakan teman Chan.
Kini mereka tengah berada di depan UGD untuk menunggu Antariksa yang tengah berada dalam penangan dokter.
“Masih ditangani, kalau kalian mau balik mending kalian balik aja,” ucap Baron pada teman-teman satu gengnya tersebut.
“Ya udah kita mending balik dulu, terlalu banyak orang di rumah sakit juga gak baik,” ucap laki-laki tersebut lalu segera pergi dari sana meninggalkan Baron dan Chan yang menjaga Antariksa.
Chan sedari tadi tak berhenti mondar-mandir hingga membuat Baron pusing melihatnya. Di pikiran Chan saat ini bukan hanya Antariksa, melainkan juga Adhara yang saat ini entah berada di mana.
Sudah berulang kali Chan menghubungi Adhara namun ponsel gadis tersebut malah kini tidak aktif membuat Chan mengepalkan tangannya marah.
“Udah gue peringatin buat lo gak kemana-mana, tapi kenapa lo malah keluar,” marah Chan yang lebih tepatnya untuk dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi Adhara dengan baik.
Harusnya dari awal ia memberitahu Adhara tentang rencana dan Antariksa. Namun, karena Antariksa yang melarangnya memberitahu Adhara ia malah menurut, lagipula saat itu Antariksa ingin memberikan kejutan untuk Adhara jika ia tak marah pada gadis tersebut.
Tapi kini malah kedua orang tersebut berada dalam bahaya karena semua ini.
“Chan, lo mending duduk. Berdoa aja Antariksa ataupun Adhara akan baik-baik saja. Gue pusing liat lo udah kayak setrikaan gitu,” ucap Baron yang membuat Chan menghela nafasnya kasar lalu segera duduk di samping Baron.
“Gimana lo bisa gantiin Antariksa sama temen lo itu? Dan kenapa Antariksa harus jagain Adhara?” tanya Baron yang sudah begitu penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Chan menghela nafasnya kasar lalu bersiap untuk memulai ceritanya.
“Kemarin malam setelah gue pulang nganterin Adhara tiba-tiba saja Antariksa menghadang jalan gue….”
Flashback on
Saat orang tersebut menegakkan kepalanya dan membuka topinya Chan dibuat terkejut dengan orang yang berada di depannya yang kini menatapnya dengan datar.
“Antariksa,” ucap Chan yang terkejut dengan kedatangan Antariksa tersebut.
__ADS_1
“Mau apa lo?” tanya Chan dengan begitu waspada. Namuan seketika tawa Antariksa seketika meledak lalu segera menghampiri Chan dan memeluknya erat.
“Engap gue bangsat,” ucap Chan sambil melepaskan pelukan Antariksa tersebut yang begitu erat. Antariksa segera melepaskannya lalu nyengir ke arah Chan.
“Gue mau ngasih tau lo sesuatu,” ucap Antariksa yang membuat Chan mengerutkan keningnya bingung.
“Mau apa lagi lo? Mau ngerebut Adhara dari gue?” tanya Chan dengan senyuman sinisnya yang membuat Antariksa berdecak mendengarnya.
“Lo nganggep gue serius marah sama kalian?” tanya Antariksa yang membuat Chan mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan sahabatnya itu.
“Gue gak marah sama kalian, ya mungkin awalnya gue marah sama kalian. Tapi selain itu gue ngelakuin ini hanya untuk masuk ke dalam sekte sesatnya Angkasa dan Titania,” ucap Angkasa yang membuat Chan memelototkan matanya mendengar ucapan Antariksa tersebut. Titania dan Angkasa?
“Lo pasti kaget, tunangan lo itu ternyata pacarnya Angkasa. Gue tau ini setelah gak sengaja ngedenger apa yang mereka bicarakan di taman belakang sekolah,” ucap Antariksa melanjutkan ceritanya. Kini Chan masih terdiam di tempatnya. Berusaha untuk mencerna apa yang terjadi saat ini.
“Angkasa masih dendam sama lo tentang kejadian tiga tahun lalu, dia yang minta Titania buat masuk ke dalam hidup lo dengan niat ngancurin lo,” ucap Antariksa yang semakin membuat Chan terkejut mendengarnya.
“Jadi sekarang kenapa lo tiba-tiba nyari gue?” tanya Chan dengan kerutan di dahinya.
“Mereka berdua sudah mau bertindak. Balapan kita masuk ke dalam rencana mereka, tapi target mereka kali ini bukan lo tapi Adhara,” ucap Antariksa membuat Chan memelototkan matanya terkejut. Bagaimana bisa Adhara malah terseret ke dalam masalahnya?
“Jadi gimana rencana lo?” tanya Chan menatap serius pada Antariksa yang kali ini juga tengah menatapnya dengan serius.
Flashback off
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Hayo yang bilang Antariksa jahat mana nih? Antariksa masih baik kok dia cuma sedang masuk ke kandung musuh
untuk melihat situasi.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
__ADS_1
See You Next Chapter All.