Atmosphere

Atmosphere
Uranus


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Setelah selesai dengan acara makan mereka, Chan dan Adhara memutuskan untuk langsung pulang karena merasa begitu lelah. Apa lagi dengan kejadian hari ini yang menimpa Adhara. Di sepanjang perjalanan pulang, tak ada yang membuka suara Adhara memilih memejamkan matanya menikmati perjalanan untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


Hingga tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan gedung Apartemen Adhara, Apartemen yang terlihat begitu sederhana karena apartemen tersebut adalah kelas apartemen menengah ke bawah.


Merasa mobil sudah berhenti Adhara membuka matanya melihat ke sekeliling hingga helaan nafas kasar keluar dari gadis itu.


“Ayo turun,” ucap Chan membuat Adhara mengangguk lalu mereka turun bersama hingga berjalan ke arah unit apartemen mereka.


Saat sampai di apartemennya Adhara langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket, sedangkan Chan memilih untuk menunggu di ruang tamu sambil menonton televisi.


Setelah selesai dengan ritual membersihkan tubuhnya Adhara segera menemui Chan dan duduk di samping laki-laki itu hanya menggunakan kemeja putih sebatas paha dengan hot pants yang bahkan tidak lebih panjang dari kemejanya.


Chan yang melihat hal tersebut menghela nafasnya, jangan lupakan dia adalah laki-laki dan ia cukup normal untuk bisa tergoda pada seorang gadis. Chan mengambil bantal yang berada di sampingnya lalu meletakkannya di atas paha Adhara yang begitu fokus menonton tayangan yang sedang berlangsung.


Adhara cukup dibuat terkejut dengan Chan yang meletakkan bantal di atas pahanya, namun setelah itu laki-laki itu malah pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Gadis itu tentu saja dibuat kebingungan dengan apa yang terjadi pada Chan berdecak kesal.


“Dia kenapa dah?” tanya Adhara dengan mengedikkan bahunya lalu kembali fokus dengan tayangan di depannya.


Hingga merasa bosan Adhara memilih memainkan ponselnya dan mematikan tayangan tv di depannya, tak ada yang bisa ia lakukan dengan ponselnya selain menjelajahi dunia maya.


Tak lama saat Adhara tengah asik membaca Novel dari ponselnya Chan duduk di sampingnya lalu melihat apa yang tengah Adhara lakukan sehingga mampu membuat senyuman gadis itu terus mengembang sedari tadi.


“Seru banget,” ucap Chan pada Adhara membuat gadis itu melihat ke arah Chan sambil tersenyum lebar.


“Bagus banget tau, cowok nya sweet gitu. Emang ya Cuma di dunia fiksi ada cowok kayak gini. Udah ganteng, tajir, pinter, baik, setia, udah gitu sweet banget. Dunia novel memang paling bisa buat fantasi cowokable gitu,” ucap Adhara dengan panjang lebarnya. Chan hanya menggeleng sambil terkekeh lalu dengan gemas mengacak rambut Adhara.


“Gue minta maaf atas kejadian tadi,” ucap Chan dengan tulus. Adhara membalasnya dengan senyuman lalu menggenggam tangan Chan menyalurkan kehangatan pada pria di depannya tersebut.

__ADS_1


“Gue gak papa, Cuma luka kecil aja. Tapi gimana sama lo? Gue yakin setelah ini keluarga lo gak akan tinggal diam,” ucap Adhara dengan wajah yang semula tersenyum begitu tulus akhirnya malah terlihat begitu sendu.


“Gak perlu pikirin gue, yang harus gue jaga sekarang adalah elo,” ucap Chan dengan senyumannya sambil menangkup wajah Adhara setelah membebaskan tangannya dari genggaman gadis itu.


Chan menatap Adhara dalam hingga tanpa sadar kini mereka saling menatap satu sama lain dengan sangat dalam. Chan mendekatkan wajahnya pada Adhra lalu mengecup kening Adhara lembut. Detak jantung mereka berpacu dengan saling bersahutan. Berlomba   menyuarakan detak siapa yang lebih cepat.


“Khem mau jalan-jalan?” tanya Chan pada Adhara setelah menjauh dari gadis itu. Chan menggaruk tengkuknya yang tak gatal sedangkan Adhara menoleh ke arah lain. Mendengar pertanyaan dari laki-laki itu Adhara dengan segera menoleh ke arah Chan.


“Hmm boleh,” ucap Adhara lalu mereka segera berdiri untuk menuju kamarnya untuk mengganti pakaian dan mengambil jaket.


Adhara hanya memakai jaket juga mengganti celananya dengan yang lebih panjang. Setelah selesai gadis itu segera menuju ke arah Chan menghampiri laki-laki itu yang hanya memakai koas juga celana selututnya.


“Mau kemana?” tanya Adhara pada Chan saat mereka keluar dari apartemen. Tidak lupa Adhara mengunci apartemennya.


“Ke depan? Gue lihat kalau malam di sana rame orang jualan. Ada taman juga kan,” ucap Chan membuat Adhara mengangguk.


“Eh tapi jangan beli banyak makanan ya,” ucap Adhara membuat Chan mengerutkan keningnya mendengar hal tersebut.


“Kenapa? Lo tenang aja, gue ada uang,” ucap Chan takut jika Adhara mengkhawatirkan masalah keuangan mereka.


Chan yang mendengar hal tersebut sontak melihat Adhara dari atas sampai bawah lalu meledakkan tawanya, Adhara yang melihatnya menatap Chan dengan polos yang semakin membuat Chan menjadi gemas dengan gadis itu.


“Modelan kayak lo apa yang di buat motivasi buat diet?” tawa Chan membuat Adhara memelototkan matanya dengan kesal.


“Wah jahat, body shaming lo,” ucap Adhara sambil mengerucutkan bibirnya kesal sedangkan Chan masih dengan tawanya yang begitu lucu.


Chan memang semakin tampan dan lucu saat sedang tertawa seperti ini. Laki-laki itu sangat jarang tersenyum apa lagi tertawa, namun saat lak-laki tertawa maka ia akan terlihat berkali-kali lebih tampan.


Sangat langkah dan sepertinya perlu di musiumkan.


“Tapi emang bener Ra, lo udah bagus bodynya meskipun pendek,” ucap Chan lagi yang membuat Adhara kesal dan memukuli laki-laki itu bertubi-tubi.

__ADS_1


Mereka kini hanya berjalan di trotoar jalan dengan, Chan yang terus mendapatkan serangan dari Adhara memilih untuk berlari menjauh dari gadis itu namun Adhara malah mengejarnya, Hingga akhirnya saling kelelahan dan tak terasa mereka sudah sampai di depan kompleks yang memang banyak orang yang tengah berjualan.


Adhara dan Chan duduk di salah satu pedagang es cup lalu memesan rasa yang mereka sukai. Hingga tak lama pesanan mereka sampai mereka segera menyeruput minuman mereka.


“Haus banget,” ucap Adhara dengan helaan nafasnya. Chan yang melihat hal tersebut tersenyum senang karena ia bisa mengembalikan senyuman gadis itu.


Setelahnya mereka terus menikmati waktu mereka bersama. Adhara yang berkata akan diet dan tidak membeli banyak makanan kini malah membeli begitu banyak makanan membuat Chan menggeleng melihatnya.


“Ini yang bilang mau diet?” tanya Chan saat mereka dalam perjalanan pulang.


Adhara malah hanya menjawabnya dengan sebuah cengiran sambil memakan jempolnya dengan begitu bersemangat. Chan yang melihatnya menghela nafasnya lalu ikut memakan sempol yang dibeli oleh Adhara.


Saat mereka sampai di depan unit apartemen Adhara mereka dibuat terkejut oleh kehadiran seseorang yang sudah mereka tahu apa tujuan orang itu ke apartemen Adhara. Chan tersenyum begitu sinis pada orang di hadapannya yang bisa di tebak tengah menunggunya.


“Sudah gue duga,” ucap Adhara dengan senyuman sinisnya sambil menggelengkan kepalanya.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2