
FYI "Planet minor adalah sebuah objek astronomi yang berada dalam orbit langsung mengelilingi Matahari yang bukan merupakan planet atau komet. Planet minor pertama yang ditemukan adalah Ceres pada 1801."
Happy Reading All.
***
Suara dentuman musik yang begitu keras kini menemani malam Chan selama enam bulan belakangan ini. Bahkan kini laki-laki tersebut malah lebih seperti mayat hidup. Hanya raganya saja yang berada di sana sedangkan jiwanya melayang entah kemana.
Pikirannya kini masih saja kacau walau tak sekacau saat Adhara memilih pergi darinya. Semua memang salahnya karena ia yang tak bisa mempercayai gadis tersebut. Andai saja hari itu ia bukannya menghakimi Adhara namun menjelaskan apa yang dia lihat mungkin sekarang ia masih bahagia bersama dengan Adhara.
Chan kini kembali meneguk minumannya hingga tandas. Kini pikirannya kembali pada kejadian saat ia berada di makan. Di hari kematian Antariksa.
Chan baru saja tiba saat ternyata disana juga ada Sky yang terlihat tengah berbincang pada Adhara, namun tak lama gadis tersebut segera pergi menyisakan Arche yang juga terlihat tengah memberikan ulti nya untuk Sky.
Melihat hal tersebut dengan segera Chan menghampiri Adhara menahan gadis tersebut membuat Adhara kini menatap Chan dengan tatapan datarnya namun terlihat jika ia begitu lelah hari ini. Chan menghembuskan nafasnya kini ia harus menjelaskan semuanya pada Adhara.
“Aku minta maaf,” ucap Chan pada Adhara yang kini membuat Adhara langsung mengangguk mendengar ucapan laki-laki tersebut.
“Aku udah maafin semua yang kamu lakuin termasuk kamu yang selingkuh,” ucap Adhara dengan begitu sarkasnya pada Chan yang kini justru menggelengkan kepalanya yang membuat Adhara kini mengerutkan keningnya bingung mendengar hal tersebut.
“Aku gak pernah selingkuh Adhara,” ucap Chan dengan wajah seriusnya pada Adhara yang kali ini menaikkan sebelah alisnya bingung mendengar hal tersebut.
“Saat itu aku ngeliat kamu sama Antares lagi pelukan dan Antares yang bilang i love you ke kamu,” ucap Chan sambil menundukkan kepalanya yang membuat Adhara kini menatap Chan dengan senyuman sinisnya dan tatapan tak percayanya.
“Dan hanya cuplikan kecil itu kamu ngira aku selingkuh?” tanya Adhara dengan tatapan tak percayanya pada Chan yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar. Ia tahu ia salah hanya berdasarkan sedikit adegan yang ia lihat ia sudah menyimpulkan jika Adhara berselingkuh.
“Aku tau aku salah, Maaf Ra. Sebelum itu kamu tau sendiri gimana Sky yang terus-terusan ngasih aku foto kalian. Dia terus ngasih foto kamu yang seolah selingkuh Ra, kamu inget waktu kamu lagi Vidcall aku dan baterai kamu habis bertepatan sama Antariksa yang dateng? Di sana dia juga ngasih aku foto kalian yang seolah kamu lagi ngejar Antariksa yang marah ke kamu,” ucap Chan menjelaskan yang membuat Adhara terkekeh mendengar hal tersebut.
__ADS_1
“Kamu lucu Chan, hanya berdasarkan foto kamu pinter banget menyimpulkan banyak hal,” ucap Adhara yang lalu menghentikan tawanya dan menatap Chan dengan tatapan sinisnya.
“Kamu tau saat itu Antares ngambil hp kamu mangkanya aku ngejar dia. Chan berapa kali aku harus bilang ke kamu jangan pernah peduliin orang yang ingin menghancurkan hubungan kita Chan. Kamu liat apa yang sekarang kamu dapet? kehilangan dan penyesalan, karena aku gak akan lagi kembali sama kamu,” ucap Adhara dengan begitu tegasnya yang membuat Chan terdiam mendengar ucapan gadis di depannya tersebut.
Apa kini ia benar-benar akan kehilangan Adhara? Apa tak ada kesempatan untuknya agar bisa kembali bersama dengan gadis tersebut lagi?
“Adhara aku sayang banget sama kamu Ra, aku mohon Ra, apa kita gak bisa buat balik lagi?” tanya Chan sambil memeluk Adhara dengan begitu erat. Tak ada reaksi dari Adhara, kini gadis tersebut hanya memejamkan matanya berusaha untuk menahan tangisnya yang sudah tak dapat lagi dibendung.
“Alasan aku buat alasan putus dengan mengatakan aku yang selingkuh adalah agar kamu membenci aku dan kamu bisa lebih mudah melupakan aku, apa sekarang aku benar-benar berhasil membuat kamu benci sama aku Ra? Aku melakukan itu untuk menghancurkan harga diriku di depan kamu, apa benar sekarang semuanya benar-benar hancur Ra?” tanya Chan pada Adhara yang kini membuat Adhara terdiam mendengar ucapan tersebut.
Jadi alasan Chan mengatakan jika ia yang berselingkuh hanya agar Adhara mudah melupakannya? agar Adhara marah padanya. Dan jika Adhara memang selingkuh adalah agar nama Adhara tetap baik? Tak bisa Adhara pungkiri Chan memang begitu baik, namun semua malah hancur karena sikap laki-laki tersebut sendiri.
“Maaf Chan aku memang sudah maafin kamu tapi untuk kembali sama kamu aku gak bisa,” ucap Adhara lalu segera melepaskan pelukannya dan pergi dari sana hingga tanpa sadar air mata laki-laki tersebut sudah metes. Menunjukkan betapa tulusnya laki-laki tersebut pada Adhara.
“Chan,” suara tersebut membuat membuat Chan tersadar dari lamunannya lalu menoleh ke arah laki-laki yang kini berjalan ke arahnya dengan kerutan di keningnya. Laki-laki yang tak lain adalah Arche.
“Ayo balik gue anter lo balik,” ucap Arche pada Chan lalu segera menarik sahabatnya tersebut yang sedang mabuk. Membawa laki-laki tersebut untuk segera pergi dari.
“Sampai kapan lo bakalan kayak gini Chan? lo harusnya bisa bangkit,” ucap Arche pada Chan yang membuat Chan kali ini langsung melepaskan tangan Arche yang tengah memegang nya lalu melihat ke arah Arche dengan tatapan kesalnya.
“Lo gak tau seberapa berartinya Adhara buat gue,” ucap Chan dengan kepalanya yang kini terasa begitu pusing.
“Udah gak usah ngomong lo, ayo balik,” ucap Arche dengan kesal lalu segera pergi dari sana membawa sahabatnya tersebut menuju mobilnya.
Setiap hari sabtu Arche memang memutuskan untuk kembali ke Jakarta hanya untuk bertemu dengan sahabatnya tersebut, dan tepat malam minggu ini ia datang ke Jakarta untuk menemui Chan. Dan seperti sebelum-sebelumnya ia selalu menemui Chan yang tengah berada di club malam untuk menenangkan dirinya.
***
__ADS_1
Di sisi lain kini Adhara tengah duduk di depan ikan miliknya. Tempatnya untuk menenangkan dirinya. Selama enam bulan belakangan ini Adhara juga tak kalah kacaunya dari Chan namun ia berusaha untuk mengontrol dirinya dan berusaha terlihat baik-baik saja.
Adhara menghembuskan nafasnya dalam. Ia berusaha untuk menenangkan dirinya. Kenangan Chan bersama nya terlalu banyak. Baginya Chan bukan hanya kekasihnya namun juga sosok sahabat untuknya. Ia sudah kehilangan Antariksa sebagai sahabatnya dan kini ia juga kehilangan Chan sebagai sahabat juga kekasihnya.
“Gue harap setelah ini semua akan baik-baik aja, dan gue bisa berteman dengan semua rasa sakit dan masa lalu,” ucap Adhara dengan seriusnya sambil menatap pada ikan-ikannya tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1