
Fyi "Posisi sejajar Matahari, Bumi, dan Bulan yang tidak sempurna mengakibatkan Bulan hanya melewati sebagian dari umbra Bumi. "
Happy Reading All.
***
Chan memegang pundak Adhara dengan begitu erat, dengan bibirnya yang memancarkan senyum saat melihat Adhara yang melajukan motornya dengan begitu lambat. Namun meskipun begitu tetap saja ia merasa takut saat Adhara yang mengemudi.
“Aman kan Yang kalau sama aku?” tanya Adhara pada Chan sambil mengeraskan suaranya takut jika laki-laki tersebut tak mendengarnya.
“Iya Aman, semoga aman sampai tujuan,” ucap Chan akhirnya. Walau sebenarnya ia tak berhenti untuk berdoa semoga ia dan Adhara juga anak nya akan baik-baik saja.
Ia kini jadi berpikir bagaimana nasib anaknya di dalam rahim Adhara, memiliki ibu yang super aktif ia hanya berharap anaknya tidak menyerah lebih dulu dan tetap memilih hadir ke dunia ini agar ia bisa berbagi beban karena memiliki istri yang begitu random seperti Adhara. Ia hanya berharap anaknya tidak kena mental di dalam sana.
Chan mengelus perut Adhara berusaha bertanya pada anaknya tersebut di dalam sana apa mental nya baik-baik saja. Jika Adhara mengetahui ini bisa dipastikan Chan akan berada dalam bahaya.
Saat di lampu merah Adhara memajukan duduknya menyisakan jarak antara ia dan juga Chan. Karena ia yang tak terlalu tinggi namun begitu percaya diri memakai motor matic yang tinggi.
“Sini munduran,” ucap Chan pada Adhara sambil memperlihatkan kakinya yang kini menahan motor tersebut. Melihat hal tersebut Adhara tersenyum senang lalu segara memundurkan duduknya dan kini dengan santainya malah mengayun-ayunkan kakinya, Chan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Adhara yang masih saja kekanakan padahal sebentar lagi ia akan memiliki anak.
Setelah lampu berubah menjadi hijau dengan segera Adhara melajukan motornya membelah jalanan hingga tatapannya langsung tertuju pada penjual rujak yang kini terlihat begitu ramai. Tatapan Adhara begitu berbinar melihatnya bahkan kini gadis tersebut langsung menghentikan motornya dan turun dari motornya yang membuat Chan memelototkan matanya pada Adhara yang dengan seenaknya turun dari motornya.
“Gini kalau orang gak punya SIM di suruh nyetir,” ucap Chan menghembuskan nafasnya kasar lalu segera menyetir motor tersebut menuju Adhara yang kini sudah terlihat bersemangat dengan rujak yang akan di pesannya.
***
“Sky, Antares udah nunggu di bawah tuh, cepet turun sayang,” ucap Arpina pada Sky sambil mengetuk pintu kamar anaknya tersebut.
“Iya Ma, ini udah selesai kok,” ucap Sky pada ibunya tersebut. Setelahnya ia segera keluar dari kamarnya dengan memakai kaos juga celana jeans panjangnya serta kaos yang dilapisi dengan jaket.
Sky segera berjalan turun bersama dengan ibunya tersebut merangkul tangan ibunya tersebut dengan senyumannya yang mengembang. Melihat anaknya yang kini tampak begitu bahagia Arpina juga tak kalah senang. Apa lagi kini kebahagiaan anaknya juga karena laki-laki yang ia jodohkan untuk anaknya tersebut.
__ADS_1
“Mama seneng deh liat kamu sama Antares akhirnya bener-bener bisa terikat,” ucap Arpina pada anaknya tersebut yang membuat Sky mengangguk dan tersenyum ke arah ibunya tersebut yang menurutnya memiliki jasa penting untuk hubungannya dengan Antares.
“Semua berkat Mama. Makasih Ma, udah ngenalin aku ke laki-laki sebaik Antares,” ucap Sky pada ibunya tersebut yang membuat Arpina menganggukkan kepalanya mendengar ucapan anaknya tersebut.
“Apapun untuk kamu sayang. Jaga dia baik-baik selagi dia masih memilih kamu. Jika akhirnya dia pergi jangan ragu untuk melepas dia dengan senyuman. Jangan pernah memohon pada laki-laki hanya karna cinta apalagi jika dia lebih memilih wanita lain,” ucap Arpina berpesan pada anaknya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan.
Tak lama akhirnya mereka sampai di ruang tamu yang di sana sudah ada Antares juga ayahnya yang tengah mengobrol bersama. Mereka terlihat begitu asik dengan obrolan mereka sampai tak menyadari kedatangan dua perempuan berbeda usia tersebut.
“Serius banget sih,” ucap Sky memecah obrolan kedua laki-laki berbeda usia tersebut membuat mereka sontak melihat ke arah Sky dengan senyumannya.
“Udah selesai tuan putri?” tanya Antares pada Sky yang membuat Sky berdecak mendengarnya. Kedua orang tua Sky hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak dan calon menantu mereka tersebut.
“Udah ayo jalan, takut makin malem,” ucap Sky pada Antares yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya mereka segera berpamitan pada kedua orang tua Sky.
Mereka berjalan bersama menuju depan rumah Sky, dan segera menaiki motor Antares. Sesuai permintaan Sky yang mengatakan ingin memakai motor jadilah kini Antares membawa motornya untuk menjemput Sky. Malam ini mereka berencana untuk ke mall untuk membeli keperluan Sky yang sudah habis.
“Seru juga ya kalau pakai motor gini,” ucap Sky pada Antares yang hanya tersenyum mendengarnya.
Setelah memarkirkan motornya mereka dengan segera berjalan ke arah supermarket di mall tersebut. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan.
Kini Sky terlihat begitu sibuk memilih makanan ringan yang ingin ia beli. Tanpa menghiraukan Antares yang membawa belanjaannya. Namun saat ia berbalik dan hendak meletakkan makanan ringan yang akan ia beli Antares malah tak ada di sana membuat Sky kebingungan dan segera mencari keberadaan laki-laki tersebut.
“Ck kemana sih dia,” ucap Sky sambil mencari Antares hingga tak lama ia menemukan Antares yang tengah memilih buah.
Dengan kesalnya Sky mengambil balon oksigen yang berada di sana. Lalu segera mengikatnya pada tangan Antares membuat Antares mengerutkan keningnya bingung melihat hal tersebut.
“Biar gak ilang lagi,” ucap Sky pada Antares dengan senyumannya yang membuat Antares menggelengkan kepalanya mendengar hal tersebut. Namun akhirnya Antares hanya menurutinya saja dan membiarkan balon tersebut berada di tangannya.
Setelahnya Antares memilih untuk melanjutkan kegiatannya begitupun dengan Sky yang kini melanjutkan kegiatannya memilih barang yang akan dibelinya. Sky bahkan kini hanya bisa terkekeh melihat Antares yang terlihat begitu lucu dengan balon tersebut.
“Gemes banget pacar gue,” ucap Sky dengan kekehannya.
__ADS_1
Tak lama akhirnya mereka selesai dengan belanja mereka tersebut. Mereka segera berjalan ke arah kasir untuk membayarnya. Bahkan mereka akhirnya juga membeli balon tersebut entah apa tujuan mereka membeli nya namun akhirnya mereka tetap saja membayarnya.
“Ini kamu bawa, ini biar aku yang bawa,” ucap Sky pada Antares dengan cengiran nya lalu ia segera mengambil balon tersebut dan menyerahkan belanjaannya pada Antares. Membiarkan Antares membawa belanjaan mereka yang begitu banyak.
Kini malah bergantian Sky yang terlihat seperti bocah saat membawa balon tersebut sambil berjalan menirukan bocah yang tengah senang karena dibelikan mainan baru. Antares hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah menggemaskan dari kekasihnya tersebut.
Rasanya kini ia merasa benar-benar begitu beruntung karena diberikan gadis seperti Sky yang begitu apa adanya dan tidak menjadikan orang lain sebagai patokan dirinya.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.
__ADS_1