Atmosphere

Atmosphere
S2 Fireballs


__ADS_3

Fyi "Fireballs adalah meteor yang lebih besar dengan ukuran sebesar bola basket hingga mobil kecil"


Happy Reading All.


***


Jam kini sudah menunjukkan pukul 6.50 tapi seorang gadis kini malah masih berada di depan gerbang kampusnya karena ia baru saja tiba. Padahal sepuluh menit lagi ia sudah ada kelas, apa lagi mengingat jarak fakultasnya yang begitu jauh dari gerbang.


"Nora ayo buruan," ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Adhara pada Nora yang berada di samping.


Kini kedua gadis tersebut sudah berlari menuju kelas mereka yang terasa begitu jauh. Hampir saja ia akan sampai di kelasnya Adhara malah tak sengaja menabrak seorang laki-laki yang kini sudah tersungkur ke lantai begitupun dengan Adhara yang kini juga sudah jatuh akibat terpental dengan tubuh kekar laki-laki di depannya.


"Adhara lo gak papa?" Tanya Nora sambil membantu sahabatnya tersebut bangu. Adhara sudah mengelus pantat nya yang terasa sakit akibat mencium lantai.


"Duh sorry ya gue buru-buru mau ada kelas, kalau kagak aja gue buat perhitungan sama lo," ucap Adhara sambil memelototkan matanya menatap laki-laki yang kini masih terduduk di lantai tersebut.


Laki-laki tersebut mengerjapkan matanya beberapa kali sambil melihat Adhara yang mulai masuk kedalam kelasnya.


"Lah, dia yang nabrak gue kenapa gue yang salah," ucap laki-laki tersebut dan segera bangun dari posisinya masih menatap bingung pada gadis tersebut. Namun ia tak bisa menampik, Adhara terlihat begitu menarik baginya. Tak hanya cantik tapi juga begitu berani.


"Antares lo ngapain di situ?" Tanya seorang laki-laki pada Antares yang hanya menggelengkan kepalanya lalu segera memasuki kelas yang tadi di masukin oleh Adhara.


Selama kelas berlangsung Adhara mereka ada yang terus memperhatikannya, membuat gadis tersebut terus melihat ke sekeliling. Saat merasa tak ada yang memperhatikan ya ia kembali fokus pada materi di depannya.


"Lo kenapa?" Tanya Nora sambil berbisik pada Adhara dan ikut melihat ke sekeliling, melihat apa yang sedang dicari oleh sahabatnya tersebut.


"Gue ngerasa ada yang merhatiin gue dari tadi," ucap Adhara pada Nora yang kali ini melihat sekeliling mereka lalu kembali melihat ke arah Adhara.


"Gak ada apa tuh, perasaan lo aja kali," ucap Nora yang di jawab dengan anggukan oleh Adhara. 


"Ya, perasaan gue doang kayaknya," ucap Adhara yang setelahnya kembali fokus dengan materinya.


Di tempat lain, tepatnya di kursi paling belakang kini seorang laki-laki terus memperhatikan Adhara dengan tatapan penasarannya. Namun saat Adhara memperhatikannya ia akan pura-pura untuk fokus dengan materi di depannya.


"Cewek di sana siapa?" Tanya Antares akhirnya pada temen di sampingnya saat merasa tak bisa lagi menahan rasa penasarannya pada Adhara.

__ADS_1


"Yang mana? Cewek di sini banyak kali," ucap Leo pada teman nya tersebut yang membuat Antares berdecak merasa kesal karena temannya itu tak mengerti perempuan mana yang ia maksud.


"Noh yang berdua di samping kanan, yang rambutnya kunci kuda yang pake baju warna coksu," ucap Antares dengan begitu jelas, takut jika temannya masih tak mengerti dengan gadis yang ia maksud.


"Oh Adhara, dia mah cewek jadi-jadian," ucap Leo yang kini membuat Antares mengerutkan  keningnya bingung saat Leo mengatakan jika Adhara adalah cewek jadi-jadian.


"Separuh kunti, separuh laki, ukhti nya cuma satu persen," ucap Leo yang membuat Antares terkekeh namun juga semakin penasaran pada gadis tersebut.


Tak lama setelah berjam-jam mereka menghabiskan waktu untuk pembelajaran kini akhirnya jam istirahat tiba. 


Adhara juga Nora berjalan bersama untuk menuju kantin namun tiba-tiba saja jalan di hadang oleh olah laki-laki tampan namun tak lebih tampan dari kekasih nya, yang kini sudah berdiri di depannya sambil merentangkan tangannya.


Kedua gadis tersebut mengerutkan keningnya saat melihat laki-laki di depannya tersebut. Laki-laki yang tak lain adalah laki-laki yang tadi tak sengaja ia tabrak.


"Mau apa lo? Mau nagih perhitungan dari gue?" Tanya Adhara dengan wajah garangnya yang malah dijawab dengan senyuman lebar oleh laki-laki tersebut.


"Gue cuma mau kenalan kok sama kalian, kebetulan gue mahasiswa baru di HI," ucap laki-laki tersebut yang kini hanya dijawab dengan wajah yang begitu datar oleh kedua gadis di depannya. Teman laki-laki tersebut hanya menatap temannya itu sambil menggelengkan kepalanya.


"Terus gue harus mau? Minggir, gue orang sibuk. Lebih sibuk dari DPR," ucap Adhara sinis lalu segera pergi sambil menginjak kaki laki-laki tersebut dengan begitu kerasnya yang sontak membuat laki-laki tersebut menunduk sambil memegang kakinya yang terasa begitu sakit akibat ulah Adhara.


"Btw nama gue Antares," teriak laki-laki tersebut yang tak lain adalah Antares pada Adhara yang sudah menjauh bersama dengan Nora.


Leo menghampiri Antares sambil menggelengkan kepalanya melihat temannya yang masih saja bisa tersenyum di sela rasa sakitnya.


"Udah gue bilang, dia cewek jadi-jadian," ucap Leo memperingati Antares tentang bagaimana sikap Adhara.


"It's ok suka yang menantang gini," ucap Antares dengan senyumannya lalu segera pergi diikuti oleh Leo yang hanya bisa menggeleng saja. Ia hanya bisa menjadi penonton di setiap tingkah dari temannya itu, juga tanggapan dari Adhara yang pastinya akan menarik mengingat bagaimana Adhara dengan prinsip 'senggol bacok' nya.


"Gue gak ikutan lah, tuh cewek kelewat bar-bar," ucap Leo sambil bergidik ngeri. Bahkan membayangkannya saja membuat Leo enggan. Sudah pernah ada laki-laki yang mendekati Adhara namun akhirnya ia hanya mendapatkan lebam di pipinya karena berani menyentuh Adhara.


"Tenang aja ini urusan gue," ucap Antares sambil menepuk pundak Leo dengan senyuman meyakinkannya.


Setelah mengatakan hal tersebut Leo segera pergi lebih dulu berjalan meninggalkan Leo di belakangnya. Memperingati Antares memang sulit jadi lebih baik ia menjadi penonton dari pertunjukan yang akan ditampilkan saja.


***

__ADS_1


Di kantin, kini Adhara terlihat sibuk dengan ponselnya. Sekedar bertukar pesan dengan Chan. Mengingat perbedaan waktu di antara negara mereka membuat mereka menjadi sulit bertukar kabar apa lagi dengan Chan yang selalu saja sibuk membuat Adhara kadang berpikiran negatif pada laki-laki tersebut.


"Nanti jadi kan mau main?" Tanya Nora yang akhirnya membuka pembicaraan karena mereka bosan sedari tadi diabaikan oleh Adhara.


Mendengar ucapan Nora dengan segera Adhara menyimpan ponselnya dan menatap Nora dengan anggukannya.


"Tanya abang lo deh, gue mah ayo aja," ucap Adhara karena memang ia juga merasa bosan terus berada di rumah. Meskipun ia ingin membantu ibunya namun ibunya malah melarangnya karena takut Adhara merasa lelah jika harus membantu di warung.


"Abang gue mah gampang, lagian dia nurut banget sama lo," ucap Nora yang membuat Adhara terkekeh mendengarnya. Namun apa yang dikatakan oleh Nora adalah benar entah bagaimana kedua sahabat laki-laki  nya tersebut begitu penurut pada Adhara.


Setelahnya mereka melanjutkan makan mereka dengan sesekali berbincang bersama agar tidak ada keheningan di sana. Semakin lama ia mengenaL Nora ternyata Nora tidaklah seperti yang mereka tahu sebelumnya. Nora hanya akan bersikap cuek dan tak banyak bicara pada orang yang belum akrab padanya namun saat sudah mengenalnya maka gadis tersebut akan begitu berubah.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah_ dan @wphilmiath_


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2