Atmosphere

Atmosphere
Hydra


__ADS_3

Hydra nama salah satu bulan yang berada di Pluto.


Happy Reading All.


***


Setelah pulang dari pasar hewan, Antariksa terlebih dulu mengajak Adhara untuk makan malam. Karena Adhara adalah pacar yang baik, jadilah ia juga membelikan makan malam untuk Chan. Adhara berjalan di koridor apartemennya dengan santai menuju unit apartemennya.


Saat sampai di depan pintu unit apartemennya, gadis itu segera membuka pintu. Kening gadis itu berkerut saat melihat keadaan apartemennya yang gelap gulita.


“Chan kemana ya?” tanya Adhara sambil menghidupkan lampu dan membuka sepatunya.


Setelahnya gadis itu segera menuju ruang tamu dan menghidupkan lampunya hingga terlihat Chan yang tengah tertidur dengan begitu nyenyaknya. Adhara segera menuju dapur untuk meletakkan makanan yang dibelinya lalu segera kembali menuju ruang tamu untuk membangunkan Chan.


“Chan,” panggil Adhara sambil menggoyangkan tangan Chan. Chan hanya bergumam tanpa minat untuk bangun. Adhara menghela nafasnya sambil menggeleng, Chan memang sangat sulit di bangunkan jika sudah tertidur.


“Chan,” panggil Adhara lagi dan kini menggoyang tangan Chan dengan lebih keras membuat sang empunya berdecak kesal.


“Chan bangun cepet, gue bawain makanan buat lo,” ucap Adhara sambil menarik hidung Chan membuat laki-laki itu kesulitan bernafas.


“Adhara,” teriak Chan kesal sambil menegakkan tubuhnya untuk duduk. Adhara tersenyum senang melihat laki-laki tersebut yang sudah bangun walau laki-laki itu menampakkan wajah kesalnya.


“Apa?” tanya Chan kesal masih dengan wajah bantalnya yang tak hilang.


“Makan,” ucap Adhara lalu segera berdiri dan menarik Chan untuk segera berdiri. Chan berdecak lalu namun tetap mengikuti langkah Adhara yang membawanya menuju dapur.


Chan memilih untuk menuju kamar mandi, sekedar mencuci wajahnya baru setelahnya laki-laki itu menuju meja makan dan duduk dengan nyaman. Adhara segera menyajikan makannya pada Chan yang langsung dilahap dengan rakus oleh Chan.


“Lo tidur dari sore ya? Lo gak sholat?” tanya Adhara dengan memicingkan matanya curiga pada Chan.


“PMS,” ucap Chan datar membuat Adhara ingin sekali memukul kepala laki-laki itu.


“Pantes sensian,” ucap Adhara kesal yang tak di pedulikan oleh Chan yang fokus dengan makanannya.


“Masih inget pulang? Gue kira udah lupa rumah,” ucap Chan menyindir Adhara di sela makannya. Adhara yang menyadari jika Chan marah menggenggam tangan laki-laki itu.


“Chan, gue Cuma nemenin Anta beli ikan terus juga makan. Abis itu langsung pulang kok,” ucap Adhara menjelaskan dengan menampilkan puppy eyes nya pada Chan.


“Gak usah sok imut, bukannya imut malah amit-amit,” sarkas Chan begitu tajam membuat Adhara kesal langsung melepaskan tangannya dari Chan lalu menatap kesal pada Chan.


“Ck demen banget marah-marah, kalau cemburu itu bilang, kan gue ajak lo jalan bareng,” ucap Adhara yang dibalas dengan gelengan oleh Chan.

__ADS_1


“Gak usah gue sibuk,” ucap Chan datar membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal.


“Gak mau ya gak usah, lagian udah lewat,” ucap Adhara kesal lalu segera menuju kamarnya meninggalkan Chan sendirian di dapur.


Laki-laki itu menghela nafasnya. Harusnya ia yang marah karena Adhara seperti tak menghargainya sebagai kekasih. Bagaimana bisa gadis itu malah jalan bersama dengan laki-laki lain dengan tidak memikirkan perasaannya?


Setelah selesai makan Chan segera mencuci piring kotor yang digunakannya lalu segera menuju ke arah kamar Adhara. Tak ada salahnya untuk menurunkan ego dan mengalah, bagaimanapun hubungan mereka masih baru berjalan dan Chan tak ingin hubungan yang masih seumur jagung tersebut hancur karena ego masing-masing.


“Adhara,” panggil Chan sambil mengetuk pintu kamar Adhara dengan begitu sabarnya.


“Adhara, buka dulu bentar,” ucap Chan sekali lagi karena tak mendapatkan jawaban dari Adhara.


Suara pintu dibuka dan menampilkan Adhara dengan wajah datarnya membuat Chan menghela nafasnya. Chan menggenggam kedua pundak Adhara sambil menatap gadis itu dengan begitu lembut.


“Gue kayak gini karena gue gak suka liat lo sama cowok lain tanpa gue, meskipun itu sahabat gue sendiri,” ucap Chan dengan begitu lembut agar tidak menyinggung perasaan Adhara lagi dan membuat gadis itu kembali marah padanya.


“Gue salah, nanti gak bakal kayak gitu lagi,” ucap Adhara sambil menundukkan kepalanya. Chan yang mendengarnya tersenyum lalu memeluk Adhara dengan begitu erat yang dibalas dengan pelukan yang tak kalah erat oleh Adhara.


Mengalah bukan berarti salah, saling mempertahankan ego untuk terlihat paling benar dalam sebuah hubungan hanya akan membuat hubungan selalu terlibat dalam pertengkaran. Tak ada salahnya mengalah untuk menjaga hubungan tetap baik.


***


Adhara, Arche, Sky dengan wajah ramah yang begitu tulus. Antariksa dengan wajah ramah dan senyuman yang dipaksakan, dan Chan dengan wajah datar andalannya. Namun meskipun begitu masih saja banyak yang menggoda Chan dan Antariksa.


“Mbak, boleh minta wa nya kakak yang itu? Nanti gue boreng deh,” ucap salah satu pelanggan pada Adhara sambil menunjuk ke arah Chan dengan dagunya. Adhara menoleh ke arah Chan dengan senyumannya nakalnya.


“Tapi yang itu sudah berpawang,” ucap Adhara dengan wajah cemberutnya sebelum sebuah senyuman terlihat.


“Tapi kalau lo mau gak papa, asalkan lo belinya lebih banyak,” ucap Adhara membuat penawaran pada pelanggan tersebut. Tak apa bukan memanfaatkan kekasihnya sendiri untuk mendapatkan banyak keuntungan? Lagi pula ini juga demi café Chan.


“Ok gak papa kak,” ucap gadis tersebut lalu segera memberikan ponselnya pada Adhara. Adhara segera mencatat nomor pada ponsel gadis itu.


“Tapi jangan sering-sering Chat ya, nanti dia risih,” ucap Adhara memperingatkan yang dibalas dengan anggukan oleh gadis tersebut.


“Kak gue mau juga, tapi tiga-tiganya,” ucap gadis lainnya yang berada di sana.


“Baiklah, tapi harus banyak ya belinya,” peringat Adhara yang dibalas dengan anggukan oleh gadis tersebut.


Dengan semangat Adhara memberikan nomor ketiga pangeran tersebut pada para pelanggan yang memintanya. Tak hanya nomor tiga pangeran, bahkan ia juga menjual nomor Sky untuk keuntungan café tersebut.


Café Chan tutup saat jam menunjukkan pukul empat sore karena terlalu laris akibat ulah Adhara tentunya. Adhara menyandarkan tubuhnya di kursi yang berada di sana begitu juga dengan pekerja lainnya.

__ADS_1


“Laris banget café lo Chan,” ucap Sky dengan senyumannya dan mengacungkan jempol pada Chan.


“Pasti lah,” ucap Adhara dengan begitu bangganya karena semua ini tak luput dari hasil kerja kerasnya.


Suara ponsel yang sedari tadi terus terdengar bersahutan membuat Adhara berusaha menahan tawanya agar tidak meledak.


“Hp siapa sih rame banget? Kayak hp pejabat saja sibuk banget,” ucap Baron dengan tawanya membuat Adhara juga ikut tertawa mendengarnya.


Keempat orang tersebut kompak mengeluarkan ponselnya hingga mata mereka memelotot sempurna saat melihat banyaknya notifikasi dari nomor tidak dikenal yang mengirim pesan pada mereka.


“Ini nomor siapa aja? Kenapa wa gue yang awalnya gak ada yang Chan jadi rame gini?” tanya Sky masih tak percaya dengan banyaknya pesan yang masuk.


“Gue juga. Ini kenapa bisa banyak yang tau nomor gue?” tanya Arche yang langsung memblokir semua nomor tidak dikenal tersebut. Begitupun dua sahabatnya.


“Hp lo aman aja Dhar, apa ini ulah lo?” tanya Antariksa memicingkan matanya curiga pada Adhara yang langsung menatap Antariksa dengan tajam.


“Enak aja lo nyalahin gue,” ucap Adhara sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


Dan kali ini pertengkaran di antara mereka tak terhindari lagi. Mereka terus membahas nomor ponsel mereka yang tersebar.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2