Atmosphere

Atmosphere
Setebos


__ADS_3

Setebos adalah salah satu nama Bulan yang berada di Uranus.


Happy Reading All.


***


Arche kini terus saja menatap Nora yang tengah menutup matanya. Wajah gadis itu begitu pucat saat ini membuat Arche semakin khawatir. Arche menggenggam dengan erat tangan Nora yang begitu dingin.


“Arche semua akan baik-baik saja, gadis ini hanya kurang istirahat dan telat makan,” ucap seorang dokter yang berjaga di UKS. Dokter yang tadi sudah memeriksa Nora tersebut mengelus pundak Arche.


“Apa dia kekasihmu?” tanya dokter tersebut yang Arche balas dengan gelengan. Karena tentu saja Nora bukanlah kekasihnya melainkan adiknya. Dokter tersebut mengerutkan keningnya bingung, namun ia tak mau menanyakannya lagi pada Arche karena tak mau mengusik privasi laki-laki itu.


Arche sendiri tentu tak mau membongkar semua ini, agar tidak membahayakan Nora. Dan gadis itu bisa saja mendapatkan hinaan jika ada yang tahu jika Nora adalah anak dari papa Arche juga selingkuhan papanya.


“Kalau begitu saya pergi dulu,” pamit dokter tersebut yang hanya Arche balas dengan anggukan lalu segera menghela nafasnya kasar. Mood nya saat benar-benar tidak baik, apalagi setelah melihat Nora yang tidak baik-baik saja setelah gadis itu mengetahui semua fakta mengejutkan tersebut.


Arche menggenggam tangan dingin Nora dengan begitu erat. Arche menundukkan kepalanya dengan dalam.


“Ngapain kamu kesini?” suara yang terdengar begitu lemah dan parau tersebut langsung membuat Arche menegakkan duduknya dan menatap ke arah Nora yang sudah bangun.


“Lo udah bangun? Ini minum dulu,” ucap Arche yang begitu senang melihat Nora yang sudah sadarkan diri. Laki-laki itu segera menyodorkan air pada Nora.


Dengan sungkan Nora menerima uluran air dari Arche tersebut karena bagaimanapun ia juga mereka begitu haus. Arche tersenyum menikah Nora yang tak menolak air yang ia berikan.


“Lo gak papa?” tanya Arche khawatir pada Nora.


“Gak papa,” ucap Nora dengan begitu ketus membuat Arche menghela nafasnya kasar. Namun ia tak menyalahkan Nora dengan sikapnya itu. Mungkin masih banyak amarah dan ketidak percayaan yang gadis itu rasakan padanya.


“Gue gak masalah kalau lo gak bisa nerima semua ini, gue juga gak masalah kalau lo marah sama gue. Tapi jangan menyiksa diri lo sendiri. Jangan nyakitin diri lo sendiri,” ucap Arche dengan helaan nafas kasarnya.


Mendengar Arche yang begitu perhatian padanya membuat Nora merasa begitu bersalah. Gadis itu mengalihkan tatapannya dari Arche hingga tak sadar jika gadis itu sudah mengeluarkan air matanya.


“Maafin Mama, dia Cuma masih terluka atas apa yang papa lakuin. Maafin gue yang selama ini gak bisa ngejaga lo dari Mama, dan maafin Papa yang gak mau mengakui lo. Tapi jauh dari semua itu, papa juga sayang sama lo,” ucap Arche yang kini membuat Nora tertawa dengan begitu sinis.


“Apa ada kasih sayang seorang ayah yang tega mencelakai anaknya sendiri? Selama ini aku berusaha memaafkannya karena aku menganggap dia adalah ayahmu dan kamu adalah laki-laki yang aku cintai, tapi ternyata?” tanya Nora dengan begitu sinisnya.


Ia memang tahu jika selama ini Ayah Arche pernah mencoba untuk membunuhnya namun saat itu ia masih begitu kecil, dan Arche juga menjaganya dengan begitu baik. Bagaimana ia bisa marah pada ayah laki-laki itu.

__ADS_1


Namun kini setelah semua fakta terungkap ia tahu, ia memang tak pernah diinginkan kehadirannya.


“Kamu gak akan tahu bagaimana selama ini dari aku kecil aku selalu memimpikan kehadiran seorang ayah, memimpikan kasih sayang seorang ayah, dan begitu menginginkan bertemu dengannya. Tapi setelah aku tahu siapa ayahku, aku merasa tidak sudi bahkan hanya untuk menganggapnya sebagai ayahku,” ucap Nora yang sudah menangis.


Arche yang tak tega melihat gadis itu yang menangis menundukkan kepalanya dalam, bagai mengerti apa yang kini tengah gadis itu rasakan. Pasti begitu sulit bagi Nora menerima semua ini dan juga tentang ayahnya yang memang sangat keterlaluan tersebut.


“Lo masih punya gue, masih ada nenek dan kakek yang peduli sama lo. Saat waktunya tiba, gue janji bakalan bawa lo pergi dari rumah Chan,” ucap Arche dengan begitu pasti mengucapkan janjinya itu pada adik kesayangannya tersebut.


“Jangan berjanji jika tidak bisa menepati,” ucap Nora yang masih menangis.


Arche menggeleng dengan begitu tegas lalu menggenggam tangan Nora dengan begitu erat.


“Gue akan buktikan,” ucap Arche tegas.


Setelahnya tak ada lagi yang memulai pembicaraan. Mereka saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


“Gue beli makan dulu,” ucap Arche yang setelahnya memilih untuk keluar dari UKS dan membeli makanan.


Bersamaan saat Arche membuka pintu, terdengar suara orang yang jatuh secara bersamaan. Arche menatap datar pada sahabat-sahabatnya yang kini sudah terjatuh dengan saling tindih di bawahnya.


***


Namun sampai satu jam mereka menunggu, Arche belum juga kembali. Entah kemana laki-laki itu pergi.


“Susulin lah ayo,” ajak Adhara sambil hendak menarik kedua laki-laki yang tengah asik bermain game tersebut.


“Ck ini gue belum kalah woy,” teriak Antariksa yang tak di pedulikan oleh Adhara yang terus menarik kedua laki-laki itu.


Setidaknya jika ada mereka tak ada yang berani berbuat macam-macam padanya. Akhirnya kedua laki-laki itu hanya bisa menghela nafasnya kasar dan mengikuti Adhara yang berjalan lebih dulu.


Setelah lama mereka mencari, mereka tetap tak menemukan Arche di kamar mandi ataupun di kantin membuat mereka semakin bingung kemana perginya laki-laki itu.


Sampai saat mereka melewati UKS mereka dapat melihat Arche dari jendela UKS tengah berbincang dengan seorang gadis yang tengah terbaring di brankar UKS. Dapat mereka lihat gadis itu tak lain adalah Nora.


Adhara segera berdiri di depan pintu dan mendengarkan apa yang dibicarakan orang di dalam sana membuat temannya yang lain juga ikut melakukan apa yang tengah Adhara lakukan.


“Jongkok Ra,” ucap Sky membuatAdhara benar berjongkok. Sky berada di belakang Adhara sedangkan kedua laki-laki itu juga mengikuti apa yang dilakukan dua gadis itu dengan Chan yang berada di bawah.

__ADS_1


“What… apa ini? Nora adik….” Belum sempat Sky melanjutkan kata-katanya mulut gadis itu langsung di bekap oleh Antariksa dengan tatapan yang begitu tajam membuat Sky seketika mengunci mulutnya rapat-rapat agar tidak membuat ia menjadi sasaran amarah kakaknya itu.


“Kenapa bisa? Kalian sudah tahu?” tanya Sky yang di jawab dengan anggukan oleh ketiga orang yang kini tengah menatapnya tersebut.


“Cuma gue yang belum tahu?” tanya Sky sekali lagi yang dibalas dengan anggukan oleh ketiga orang tersebut dengan begitu kompak.


Karena mereka yang tidak fokus mendengarkan pembicaraan di dalam membuat mereka tak tahu jika Arche membuka pintu. Alhasil mereka jatuh tersungkur di kaki Arche.


“Sky bangun sakit,” teriak Adhara sambil mendorong Sky yang segera bangun begitupun kedua laki-laki itu.


“Kalian ngapain?” tanya Arche dengan tatapan datarnya yang malah dibalas dengan cengiran oleh Adhara.


“Kita ngikutin dia,” ucap Antariksa sambil menunjuk ke arah Adhara membuat temannya yang lain juga begitu tega ikut menunjuk ke arah Adhara membuat gadis itu tak bisa mengatakan apapun dan hanya menampilkan cengerirannya.


“Udah masuk sana, gue beli makan dulu,” ucap Arche setelahnya yang langsung pergi dari UKS.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2