
Fyi "Sabuk asteroid adalah bagian Tata Surya terletak kira-kira antara orbit planet Mars dan Jupiter. Daerah ini dipenuhi oleh sejumlah objek tak beraturan yang disebut asteroid atau planet kerdil. Sabuk asteroid disebut juga sebagai sabuk utama (main belt)"
Happy Reading All.
***
Hari ini Adhara dan Chan masih berada di London. Kemarin setelah pulang dari kampus Chan sengaja mengajak Adhara ke London mengingat hari ini dan besok ia libur kuliah. Chan mengajak Adhara berlibur ke London karena ada objek wisata di London yang ingin mereka kunjungi.
Kini Adhara juga Chan tengah berada di salah satu hotel yang mereka tempati selama berada di London. Sebenarnya jarak dari Oxford ke London tidaklah jauh, dan dapat ditempuh dalam waktu satu jam setengah namun Chan malah mengajaknya menginap di hotel.
Adhara kini tengah berada di kamar hotelnya yang bersebelahan dengan Chan. Kemarin saat Adhara bertanya mengapa laki-laki tersebut mengajak Adhara menginap di hotel padahal jarak ke London tidaklah jauh Chan malah mengatakan agar liburan Adhara lebih terasa. Jawaban yang cukup aneh memang namun tetap saja Adhara menurutinya.
Suara ketukan pintu membuat Adhara dengan segera membuka pintu kamar hotelnya tersebut Adhara dengan segera berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu bagi orang di luar sana. Saat Adhara membuka pintunya ternyata yang berada di luar sana adalah Chhan.
terlihat laki-laki tersebut yang kini tengah tersenyum ke arahnya membuat Adhara ikut tersenyum ke arah laki-laki tersebut. Setelahnya ia segera meminta Chan untuk segera masuk dan menunggunya untuk mengambil barang-barangnya yang masih berada di dalam kamar.
Malam ini Chan terlihat begitu rapi dengan kemeja dan celana bahan formalnya. Laki-laki tersebut kini menggunakan kemeja yang dipadukan dengan celana bahan. Adhara yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya bingung karena tidak biasanya laki-laki tersebut berpakaian rapi selain saat akan kuliah. Tidak, bahkan Saat kuliah sekalipun laki-laki tersebut tidak akan menggunakan pakaian formal nya itu mungkin hanya sesekali saja.
“Kita mau ke mana?” tanya Adara pada Chen saat laki-laki tersebut sudah duduk di salah satu sofa yang berada di kamar hotelnya tersebut. Sedangkan Iya kini malah hanya menggunakan kan baju crop yang dilapisi dengan jaket serta celana jeans-nya.
Bahkan kini Adhara menatap miris pada penampilannya yang jika disandingkan dengan Chan, malah seperti seorang majikan dan ART nya.
“Aku mau ngajak kamu Dinner di restoran terkenal yang ada di sini, jadi mending sekarang kamu ganti baju,” ucap Chan pada Adhara sambil menyerahkan tote bag yang dibawanya yang membuat Adhara segera mengambilnya sambil mengerutkan keningnya.
Namun setelahnya ia segera membuka totebag tersebut yang ternyata berisi dress berwarna biru yang begitu senada dengan kemeja milik Chan. Benar-benar Dress yang begitu indah dengan panjang di bawah lutut yang terlihat begitu anggun. Cukup berbeda memang dengan gaya Adhara yang lebih suka memakai celana namun karena kali ini Chan yang memberikannya maka ia akan memakainya. Apa lagi ia juga tak ingin malah terlihat seperti pembantu saat berjalan dengan Chan.
Setelahnya Adhara memilih untuk segera masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian sedangkan Chan menunggu kekasihnya tersebut sambil memainkan ponselnya dengan begitu santai. Hingga tak lama Adhara sudah keluar dengan dress yang begitu pas di tubuhnya ditambah dengan make up tipis juga rambutnya yang dibiarkan tergerai membuat gadis tersebut semakin cantik.
“Udah?” tanya Chan pada Adhara yang menjawabnya dengan anggukan.
Setelahnya Chan segera merangkul pundak Adhara membawa gadisnya tersebut untuk menuju restoran yang dimaksud. Chan merangkul Adhara dengan begitu erat, gadisnya tersebut terlihat begitu cantik jadi ia tak ingin siapapun untuk melihat Adhara dengan tatapan kagum tanpa ia sebagai pawangnya.
Setelah sampai di depan lobi di sana sudah ada mobilnya juga para penjaga yang membukakan pintu mobil untuk mereka. Setelah memastikan jika gadisnya tersebut aman dengan segera Chan melajukan mobilnya meninggalkan hotel tersebut untuk menuju restoran yang dimaksud.
Kali ini Chan sengaja mengajak Adhara menuju bateaux london, restoran romantis yang berada di dalam kapal pesiar yang berada di sepanjang sungai Thames. Bahkan Adhara dibuat takjub saat Chan mengajaknya makan malam romantis di restoran tersebut. Tempat yang begitu indah dengan suasana yang mendukung benar-benar membuat Adhara terharu sekaligus senang dengan apa yang Chan berikan untuk Adhara.
__ADS_1
***
“Lo gak lupa ngasih makan ikan gue kan?” tanya Adhara pada Orion saat ia yang kini tengah melakukan video call dengan adiknya tersebut untuk mengingat adiknya itu untuk memberikan ikannya makan.
“Iya kak, udah aku kasih makan sampai kembung perut ikan kakak,” ucap Orion dan memperlihatkan ikan-ikan milik Adhara yang tengah berenang dengan begitu lincahnya.
“Perut ikan gue emang gede kalau lo lupa,” ucap Adhara sambil menatap datar pada Orion yang terkekeh mendengar ucapan kakaknya tersebut.
“Udah kakak gak usah mikirin ikan kakak, ikan kakak aman sama aku, kakak fokus liburan aja jangan lupa oleh-oleh aku,” pesan Orion pada Adhara yang berdecih mendengarnya. Jika sudah masalah oleh-oleh pasti adiknya tersebut akan begitu cepat.
Bahkan saat Adhara meminta untuk agar adiknya tersebut menjaga dan merawat ikan-ikannya tersebut, Orion sempat menolaknya mengatakan jika ia terlalu sibuk hanya untuk merawat ikan. Namun setelah Adhara berjanji akan memberikannya oleh-oleh akhirnya adiknya tersebut mau untuk merawat ikan miliknya.
“Iye iye, cepet banget dah kalau udah masalah oleh-oleh,” ucap Adhara pada Orion yang kini malah tertawa mendengarnya sambil menampilkan deretan gigi putihnya yang membuat Adhara menaikkan sebelah bibirnya.
“Btw lo kapan pulang?” tanya Orion pada kakaknya tersebut yang saat ini tengah begitu santai memakan buah yang sudah dikupas dan diletakkan di dalam piring.
“Besok gue udah balik, lo pasti kangen kan sama gue?” tanya Adhara dengan menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum dengan bangga pada Orion yang kini malah berdecak mendengarnya.
Saat Adhara tengah begitu asik dengan panggilan nya dengan Orion, Chan yang baru saja pulang dari kampus kini segera berjalan ke arah Adhara, lalu memeluk gadisnya tersebut sambil memejamkan matanya. Tanpa mengetahui jika kini Adhara tengah melakukan panggilan video pada Orion.
Orion yang menjadi penonton berdehem membuat sepasang kekasih tersebut segera menoleh. Adhara dengan cengirannya sedangkan Chan kini tanpa terkejut melihat adiknya yang berada di balik layar tersebut.
“Orion?” tanya Chan pada Orion yang membuat laki-laki tersebut malah menyengir pada Chan.
“Aku tutup dulu ya kak,” ucap Orion yang sadar diri jika ia harus segera pergi, Orion dengan segera mematikan sambungan teleponnya lalu Adhara dengan yang kini mengalihkan fokusnya pada Chan.
“Jadi malam ini kita mau jalan-jalan kemana? atau mau di apartemen aja?” tanya Adhara pada Chan karena takut jika kekasihnya tersebut lelah dan sedang tidak ingin kemanapun hari ini.
“Malam ini kita ke tempat belanja terbaik di sini, kamu mau beli oleh-oleh kan?” tanya Chan pada Adhara yang dijawab dengan anggukan semangat oleh gadis tersebut membuat Chan mengelus puncak kepala Adhara sayang.
Setelahnya mereka memilih untuk membersihkan diri mereka masing-masing karena hari yang sudah sore. Karena setelah ini mereka akan keluar bersama untuk makan malam juga untuk membeli oleh-oleh yang akan Adhara bawa untuk teman-temannya juga keluarganya dan keluarga Chan.
***
Westgate Oxford, salah satu tempat berbelanja terbaik yang berada di oxford. Kali ini mereka pergi tak terlalu jauh karena Chan yang juga sudah lelah seharian kuliah. Namun kali ini laki-laki tersebut malah tetap memaksakan untuk menemani Adhara untuk berbelanja bersama dan membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka.
__ADS_1
Mata Adhara kini tampak begitu berbinar saat melihat berbagai toko di depannya. Berbagai toko dengan brand terkenal kini berada di sana. Membuat Adhara antara senang juga takut untuk masuk ke toko tersebut. Karena uang nya pasti akan menangis saat melihat harga dari berbagai brand terkenal tersebut.
“Kenapa?” tanya Chan pada Adhara saat melihat gadisnya tersebut yang kini malah mengurungkan niatnya untuk masuk ke salah satu toko yang berada di dekat mereka saat ini.
“Uang aku minder liat brand nya, belum apa-apa udah nangis duluan dompet ku,” ucap Adhara yang membuat Chan terkekeh mendengar ucapan gadisnya tersebut.
“Udah lah masuk aja, gak mungkin aku ngebiarin kamu bayar sendiri. Kayak selama disini kamu ada bayar belanjaan aja,” ucap Chan dengan tawanya yang membuat Adhara mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan laki-laki tersebut yang malah seperti mengejeknya. Namun memang benar apa yang Chan katakan karena sebelumnya pun selalu Chan yang membayar belanjaan mereka.
“Ya udah sih biarin aja,” ucap Adhara kesal lalu memilih untuk masuk ke dalam toko tersebut lebih dulu dari Chan.
Mereka akhirnya memilih barang yang akan digunakan sebagai oleh-oleh untuk keluarga mereka di Indonesia. Adhara terlihat begitu bersemangat begitupun dengan Chan. Setelah puas berbelanja mereka memutuskan untuk dinner di salah satu restoran yang berada di tempat perbelanjaan tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1