
Hallo all. aku dateng lagi nih.
siapa yang udah nungguin Adhara dan dua pangeran nih?
Maaf banget ya baru up, karena aku baru sempet buat lanjut cerita ini.
Semoga kalian suka ya.
Dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakan.
Happy Reading all.
***
Seorang gadis dengan rambut yang di kuncir kuda kini tengah berjalan memasuki sebuah pemakaman dengan membawa bunga snowdrop yang di padukan dengan bunga iris. perpaduan bunga yang begitu indah dengan sebuah makna yang begitu dalam.
gadis tersebut berhenti di sebuah makam yang bertuliskan Antariksa Ravindra, perlahan gadis tersebut berjongkok di samping makam tersebut sambil meletakkan buket bunga yang dibawanya.
“Hai Anta, gue dateng nih. lo pasti kangen kan sama gue,” ucap gadis tersebut dengan senyumannya yang begitu tulus. senyuman yang sebenarnya hanyalah sebuah cover yang digunakan untuk menutupi sejuta kesedihan yang sangat tak ingin ia perlihatkan.
“Sekarang gue udah kelas tiga loh, bentar lagi gue juga bakalan kuliah,” cerita gadis tersebut yang tak lain adalah Adhara. Adhara menundukkan kepalanya berusaha menahan sesak yang kini ia rasakan.
“Sekarang gue sendiri di sini. Setelah lo pergi Sky mutusin buat pergi ke Korea katanya biar lebih gampang ketemu oppa-oppa Korea. Jahat kan dia, dia malah ninggalin gue demi oppa Korea,” adu Adhara lagi mencerita semua yang terjadi belakangan ini pada dirinya.
memang semenjak kepergian Antariksa, Sky yang biasanya selalu dijaga dengan over protektif oleh kakaknya tersebut akhirnya memutuskan untuk pindah ke Korea. namun tentu saja alasannya bukan untuk idolanya tapi jelas ia melakukan itu agar bisa lepas dari kesedihannya.
“Chan sekarang juga kuliah di oxford, keren kan dia bisa masuk kuliah ternama gitu,” ucap Adhara dengan senyuman bangga nya pada kekasihnya tersebut. ya hubungan Adhara dan Chan kembali bersama setelah masa-masa sulit yang mereka lalui. akhirnya Adhara dan Chan kembali bersama.
Memang sulit sebenarnya berada dalam hubungan jarak jauh, tak jarang ada saja pertengkaran di antara mereka.
“Gue sama Chan juga udah balikan, hehe,” ucap Adhara yang melanjutkan ucapannya.
“Arche sekarang dia keterima harvard, keren kan dia,” ucap Adhara dengan senyumannya. namun jelas matanya tak dapat berbohong karena air matanya yang malah mengalir dengan deras.
__ADS_1
“Maaf ya gue baru ke sini, gue baru kuat buat dateng,” ucap Adhara sambil mengelus batu nisan Antariksa.
memang sejak pemakaman hari itu, Adhara tak pernah lagi datang untuk ziarah ke makan Antariksa. ia terlalu takut tidak bisa mengendalikan dirinya. bayangan akan kejadian tersebut terus saja terngiang di kepalanya.
“Ikan-ikan yang kita beli, sekarang gue yang ngerawat, mereka udah besar-besar,” ucap Adhara mengingat tentang ikan koi mereka yang mereka beli saat Adhara membunuh ikan lele Antariksa.
“Anta, gue kangen,” ucap Adhara sambil menundukkan kepalanya. hingga akhirnya gadis tersebut tak bisa lagi berkata-kata hanya sebuah tangisan sendu yang setelahnya terdengar.
tangisan yang begitu menyayat hati siapapun yang mendengarnya. sebelumnya Adhara pikir jika hatinya sudah sanggup untuk menerima dan raganya sudah kuat untuk datang ke makam sahabatnya tersebut.
Namun sepertinya salah, hatinya masih tak kuat. ia masih merasakan kehilangan yang sangat besar. setelah merasa lebih baik, gadis tersebut mengangkat wajahnya.
“Oh iya gue juga bawa bunga kesukaan lo nih. tadi waktu di toko bunga orangnya bilang, katanya bunga ini melambangkan sebuah harapan, jadi sebenarnya apa yang lo harepin Ta? gue sekarang jadi suka juga sama bunga ini,” ucap Adhara dengan senyuman sendunya. sepertinya masih banyak harapan yang belum laki-laki tersebut wujudkan, atau malah tak bisa diwujudkan.
“Lo tahu kenapa? karena sekarang gue begitu berharap lo ada di sini dan nanggepin semua keluh kesah gue, dan semua kekonyolan gue,” ucap Adhara yang kembali menangis dengan begitu tersedu di makam sahabatnya tersebut.
Selanjutnya tak ada lagi yang gadis tersebut ucapkan selain sebuah tangisan yang kini begitu mendeskripsikan perasaannya. angin yang berhembus kencang menerpa tubuhnya, hingga tak beberapa lama ia bagai merasakan sebuah pelukan dari belakang.
“Chan?” tanya Adhara tak percaya yang di balas dengan anggukan oleh Chan sambil tersenyum ke arah Adhara dengan begitu menenangkan.
“Hai bro, gue dateng. kali ini khusus terbang jauh-jauh cuma buat ketemu sama lo,” ucap Chan dengan nada sombongnya yang membuat Adhara terkekeh mendengarnya.
Jika saja Antariksa berada di sana pasti laki-laki tersebut akan mengatakan jika Chan berbohong.
“Makasih Anta, gue gak tau harus berapa kali mengucapkan terima kasih. tapi gue bener-bener berterima kasih sama lo yang udah melindungi kita semua, dan begitu menjaga gadis yang gue cintai,” ucap Chan dengan begitu tulus sambil mengelus batu nisan sahabatnya tersebut.
“Lo bahagia ya di sana. sekarang gue yang bakalan ngejaga orang yang kini sayang ini. sekaligus sahabat kita juga keluarga lo,” ucap Chan dengan senyumannya yang masih menampakkan dengan jelas kesedihan di dalam senyuman manis tersebut.
“Sayang, ayo pulang, udah sore,” ucap Chan sambil memapah gadis nya tersebut untuk berdiri.
Adhara hanya bisa mengikuti. memandang makan sahabatnya tersebut lama sebelum benar-benar pergi dari sana.
sepasang kekasih tersebut berjalan keluar dari pemakan tersebut dengan Chan yang menggenggam erat tangan kekasihnya tersebut mengajaknya untuk berjalan bersama menuju mobilnya.
__ADS_1
Chan membantu Adhara untuk masuk ke dalam mobilnya, setelah memastikan gadisnya tersebut aman. Chan segera memutari mobil dan duduk dibalik kemudi. hingga tak sampai satu menit mobil laki-laki tersebut sudah melaju meninggalkan kompleks pemakaman tersebut.
“Udah dong jangan sedih gitu, cantiknya ilang loh,” ucap Chan berusaha untuk menarik perhatian kekasihnya tersebut agar melupakan kesedihannya. jujur saja ia pun masih sangat merasakan kehilangan, apalagi Antariksa adalah sahabatnya dari kecil. namun ia berusaha untuk kuat demi orang-orang di sekitarnya.
“Biarin, jelek juga kamu masih cinta,” ucap Adhra dengan wajah menantangnya yang membuat Chan terkekeh mendengarnya.
“Susah emang kalau udah ngomong sama orang yang tingkat percaya dirinya tinggi,” ucap Chan sambil mengelus puncak kepala Adhara membuat rambut gadis tersebut berantakan.
“Chan, berantakan ih. ngeselin banget sih,” gerutu Adhara sambil merapikan rambutnya yang dibuat berantakan oleh Chan.
Kini menurut Adhara laki-laki tersebut menjadi lebih banyak bicara, walau hanya pada dirinya. namun setidaknya ia bisa merasakan kehangatan dari sikap Chan sekarang.
“Kamu kapan dateng?” tanya Adhara pada Chan sambil menoleh ke arah laki-laki tersebut dengan kerutan di keningnya.
“Baru tadi, dan langsung ke makam. eh ternyata ketemu kamu,” ucap Chan yang mendapatkan anggukan dari Adhara.
Setelahnya tak ada lagi yang memulai pembicaraan. mereka saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. Adhara juga lebih memilih memejamkan matanya untuk menikmati perjalanan tersebut. ia rasanya kini begitu lelah dan akan melepaskan rindunya pada Chan nanti saja.
Chan yang melihat kekasihnya tersebut tertidur hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memilih fokus menyetir.
***
Thanks for Reading all.
maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
buat yang minta visual jujur aja aku ngerasa takut buat ngasih visual. aku takut malah gak sesuai sama ekspektasi kalian.
Tapi kalau emang kalian mau, nanti bakalan nyusul ya.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah_
__ADS_1