
Fyi " Klepoatra adalah asterois yang memiliki dua bulan bernama Alexhelios dan Cleoselene."
Happy Reading All.
***
Chan mengelus perut Adhara dengan begitu lembut. Perut istrinya yang sudah membesar tersebut benar-benar membuatnya games. Tak hanya perutnya saja yang membesar bahkan kini Adhara semakin berisi akibat dari kehamilannya tersebut.
“Chan,” panggil Adhara pada Chan yang kini fokus pada perut Adhara dengan sesekali menciumi perut istrinya tersebut karena merasa begitu senang karena sebentar lagi ia akan menjadi ayah.
“Kenapa sayang?” tanya Chan yang kali ini fokus pada Adhara, menatap wanita tersebut dengan tatapan lembutnya. Adhara yang tengah mengelus puncak kepala laki-laki tersebut dan kini ia menatap serius pada Antares.
“Kamu jangan kayak Antares ya, aku gak pengen punya suami kayak Antares,” ucap Adhara yang kini sontak membuat Chan terkejut mendengar ucapan Adhara. Bahkan kini laki-laki tersebut sudah menegakkan tubuhnya dan menatap Adhara dengan tatrapan seriusnya.
“Kamu tahu?” tanya Chan pada Adhara dengan wajah seriusnya. Adhara yang mendengar pertanyaan dari laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya membuat Chan tentu saja terkejut mendengarnya.
“Aku gak sengaja dengar pembicaraan kalian saat aku akan menemui Sky,” ucap Adhara pada Chan yang kali ini menghembuskan nafasnya mendengar hal tersebut.
“Aku peringatin sama kamu Chan, jangan macem-macem di luar sana atau aku akan memberikan pelajaran sama kamu lebih dari aku yang ngasih pelajaran buat Antares juga Lucine,” ucap Adhara pada Chan yang kini semakin membuat Chan terkejut juga penasaran apa yang sebenarnya wanita tersebut lakukan pada Antares.
“Apa yang kamu lakuin sama Antares?” tanya Chan pada Adhara yang membuat Adhara kini tersenyum dengan senyuman evil saat mengingat apa yang telah ia lakukan dan bagaimana kini nasib Antares.
Chan yang melihat senyuman istrinya tersebut semakin di buat penasaran. Sampai Adhara menceritakan apa yang sudah ia lakukan pada Lucine juga pada Antares. Chan yang mendengarnya tentu saja terkejut namun juga terhibur mendengar apa yang wanita nya tersebut ceritakan. Ia tak habis pikir entah dari mana wanita tersebut mendapatkan ide seperti itu.
***
Antares memijat keningnya yang terasa begitu pusing. Saat ia membuka matanya ia mengerutkan keningnya melihat ke arah sekitar yang ternyata begitu gelap. Hutan belantara kini menyapa indra penghilahatahnya membuat Antares berusaha untuk mengingat apa yang terjadi sebenarnya.
Hingga ingatannya kembali pada saat Adhara mengajaknya untuk pulang namun ternyata kini ia malah dibuang kehutan oleh gadis tersebut.
“Sial, gue di kerjain,” maki Antares sambil mengusap rambutnya kebelakang saat mengingat ia yang di buat tak sadarkan diri oleh Adhara. Dari sana ia tahu jika sebenarnya Adhara mengetahui masalahnya dengan Sky dan gadis tersebut tengah memberikan pelajaran untuknya.
__ADS_1
Antares merogoh saku jaketnya juga celananya namun ia hanya mendapati uang sebesar Rp. 100.000 dan ia malah tak mendapati ponselnya juga dompetnya. Antares semakin kesal karena hal tersebut kini ia harus berjalan menuju jalan raya untuk mencari taksi.
Dengan langkah pelannya ia berjalan di jalanan sepi tersebut apalagi kini hari semakin gelap membuat ia harus semakin waspada takut jika ada begal yang berada di sana. Sumpah serapah terus saja laki-laki tersebut keluarkan dari mulutnya saat kini ia mengira jika yang merusak motornya.
“Emang rada lain Sky sama sahabat-sahabatnya itu,” ucap Antares menghembuskan nafasnya kasar mengingat kembali bagaimana bar-bar nya Sky beserta sahabatnya tersebut. Mencari masalah dengan mereka memang sebuah kesalahan dan Antares malah melakukan kesalahan tersebut.
Antares akhirnya kini hanya bisa pasrah dan berjalan menuju ke arah jalan raya untuk mencari taksi untuk pulang mengingat hari kini sudah begitu malam. Entah kini sudah jam berapa, bahkan jam tangan yang biasa melingkar di tangannya juga sudah menghilang entah kemana Adhara membawanya.
Namun Antares yakin semua barangnya tersebut akan kembali mengingat Adhara bukanlah pencuri, suami wanita tersebut bisa membeli semua barangnya, bahkan lebih. Jadi Antares tak terlalu memikirkan barangnya yang sudah hilang tersebut. Kini ia lebih memikirkan cara untuk pulang.
Kembali Antares menghembuskan nafasnya beberapa kali sambil berjalan di tengah hutan yang gelap tersebut.
***
Izar dengan langkah besar dan tegasnya kini memasuki sebuah rumah besar milik sepupunya tersebut wajah tegasnya dan marahnya. Elara yang tengah berada di ruang tamu mengerutkan keningnya saat melihat keponakannya yang kini berjalan dengan amarahnya yang terlihat dengan begitu jelas.
“Izar, kenapa nak?” tanya Elara pada keponakannya tersebut dengan kerutan di keningnya melihat keberadaan laki-laki tersebut apalagi melihat amarah nya.
“Kenapa Nak? kenapa kamu kelihatan marah kayak gitu?” tanya Elara merasa bingung dengan sikap Izar yang terlihat begitu marah.
“Tante tau apa yang udah anak tante itu lakuin?” tanya Izar dengan tatapan marahnya yang membuat Elara semakin kebingungan melihat hal tersebut.
“Lo ngapain kesini marah-marah?” tanya sebuah suara yang kini berjalan ke arah Izar dengan penampilannya yang begitu berantakan.
Melihat kedatangan Antares, Izar dengan segera berjalan ke arah laki-laki tersebut lalu dengan segera ia memberikan bogeman mentahnya pada Antares membuat Elara memekik melihatnya. Antares yang sudah tahu akan kembali mendapatkan pukulan kini hanya memejamkan matanya yang sudah begitu lelah. Tadi ia sudah berjalan begitu jauh dan kini saat datang ia langsung disambut dengan sebuah bogeman mentah dari sepupunya itu.
“Izar, apa yang kamu lakuin?” teriak Elara pada Izar yang sama sekali tidak menghiraukan nya dan kini ia tetap memukuli Antares membuat laki-laki tersebut terus mengelak.
“Sialan lo Antares, laki-laki kayak lo emang harus di kasih pelajaran,” ucap Izar dengan marahnya pada Antares yang kali ini terus saja menghindar dari pukulan Izar.
“Izar hentikan apa yang kamu lakukan?” sebuah teriakan dengan amarah yang begitu jelas di suara nya membuat Izar menghentikan aksinya saat suara tegas dari paman nya kini terdengar dan menyentak tangan Izar dengan amarahnya.
__ADS_1
“Ada apa ini Izar?” tanya Saros pada Izar yang kini menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap Antares dengan tatapan tajamnya.
“Om tau dia ini udah selingkuh dari Sky,” ucap Izar dengan amarahnya yang membuat kedua orang Antares kini terkejut mendengar. Saros kini terlihat menatap Antares dengan begitu tajamnya.
“Dia juga selingkuh kenapa cuma gue yang disalahin?” marah Antares yang kini membuat Izar menatap Antares dengan tajam.
“Lo tau semua itu karena lo, karena lo yang telat jemput dia sampai dia diculik dan buat dia akhirnya dilecehkan dan foto tersebut adalah foto Sky yang diambil dengan sengaja buat lo bisa jauh dari Sky. Sedangkan Lo, lo udah selingkuh sebelum kejadian ini. Lo pikir gue gak tau waktu lo cium dia di club? gue pikir saat itu o cuma khilaf, ternyata lo emang udah niat selingkuh,” ucap Izar dengan marahnya pada Antares. Antares yang mendengar fakta tersebut tentu saja dibuat terkejut juga merasa bersalah pada Sky.
Sebuah pukulan berhasil menyadarkan Antares dari lamunannya tentang Sky, dan yang kali ini memukulnya adalah Saros. Mendapatkan pukulan dari ayahnya membuat Antares hanya diam menerima pukulan tersebut.
“Papa gak pernah ngajarin kamu buat nyakitin perempuan Antares, terlebih dia tunangan kamu Antares. Apa yang harus papa katakan pada orang tua Sky,” marah Saros sambil memukuli anaknya tersebut yang kini hanya diam dan menerima pukulan tersebut.
“Pa, udah. Ini gak akan menyelesaikan masalah. Antares mending kamu putusin selingkuhan kamu dan minta maaf sama Sky,” ucap Elara pada Antares yang kini sudah di lantai.
“Gak akan. Dan lo mending lo pergi sekarang,” ucap Antares dengan begitu tegasnya membuat Saros kembali terbakar api amarah mendengar jawaban anaknya tersebut.
“Gue pastiin lo nyesel Antares,” ucap Izar lalu melempar barang-barang milik Antares yang diberikan oleh Nora tadi padanya. Ia jugalah yang bercerita pada Izar tentang Sky juga Antares.
Antares mengabaikannya dan segera mengambil barang-barangnya dan segera pergi dari sana. Menghiraukan teriakan dari mama juga papa nya yang terus meneriakkan namanya. Sedangkan Izar sudah pergi dari sana.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet. Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Jangan lupa tinggalin jejak ya. Dukungan kalian semangat ku😉
__ADS_1
Thanks for Reading All. See You Next Chapter.