Atmosphere

Atmosphere
Si (Silikon)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


“Tapi ya Ra gue khawatir deh sama ulang tahun Arche kali,” ucapan Sky tersebut membuat Adhara mengalihkan tatapannya pada gadis tersebut dengan kening berkerut.


“Gue denger Nora datang kan ke acara ulang tahun Arche,” ucap Sky mambuat Adhra mengangguk. Bukan hanya Sky yang mengkhawatirkan pesta ulang tahun Arche tetapi juga dirinya.


Ia merasa khawatir jika terjadi hal buruk di hari bahagia laki-laki itu. Ia hanya tak ingin melihat Arche merasa sedih karena ulang tahunnya malah menjadi kacau karena ulah ibunya sendiri. Entah ada apa sebenarnya di antara mereka sehingga ibu Arche begitu membenci Nora.


“Gue juga khawatir sama hubungan Arche dan Nora,” ucap Sky yang terlihat begitu jelas jika gadis itu mengkhawatirkan Nora juga Arche. Adhara yang tidak mengerti pun juga merasa bingung harus menghibur Sky seperti apa, ini pertama kalinya ia melihat Sky yang terlihat begitu khawatir.


“Percaya deh semua akan baik-baik aja,” ucap Adhara sambil mengelus punggung sky menenangkan gadis itu. Sky menghela nafasnya ia juga berharap jika suami akan baik-baik saja. Ia sudah menganggap Arche seperti kakaknya sendiri tentu saja ia saat ini sangat mengkhawatirkan laki-laki tersebut.


“Gue juga berharapnya gitu, tapi ngeliat kejadian yang sebelum-sebelumnya gue jadi pesimis kalo semua bakal baik-baik aja,” ucap Sky menghela nafasnya lalu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi. Adhara malah ikut menganggukan kepalanya lalu ia mulai penasaran dengan kehidupan mereka dulu. Adhara menegakkan tubuhnya lalu menatap ke arah Sky yang memejamkan matanya.


“Sky lo udah kenal lama sama mereka?” tanya Adhara yang di balas dengan anggukan oleh Sky karena memang ia sudah mengenal mereka sejak kecil.


“Ya udah mulai kecil karena keluarga kita bertiga sahabatan,” jawab Sky membuat Adhara mengangguk. Ia begitu penasaran dengan masa kecil mereka terutama pada Nora yang orang asing tapi begitu dekat dengan ketiga pangeran tersebut.


“Terus pas kecil Nora gimana?” tanya Adhara dengan begitu penasarannya. Sky terdiam sejenak menghela nafasnya panjang sebelum memulai ceritanya bagaimana kehidupan Nora semasa kecil.


“Nora adalah anak yatim piatu yang om Leo besarkan sejak berusia enam tahun. Dari kecil yang gue tahu Nora adalah anak yang pendiam gak banyak bicara,” ucap Sky memulai ceritanya. Adhara terdiam menengarkan cerita Sky.


“Gak kayak lo kan banyak banget bicaranya,” timpal Adhara dengan tawanya, bukan maksud untuk menyela cerita Sky Adhara hanya ingin mencairkan suasana karena wajah Sky yang terlihat begitu sedih.


Ia bahkan tak habis pikir mengapa Sky bisa sesedih itu padahal di awal Sky yang memintanya untuk tidak berdekatan dengan Nora karena gadis itu yang menyeramkan namun kini bisa dilihat jika sebenarnya Sky cukup peduli pada orang-orang di sekitarnya.


“Ck gak jadi deh gue cerita,” rajuk Sky dengan bibirnya yang mengerucut lucu. Adhara semakin dibuat gemas dengan sikap Sky tersebut.

__ADS_1


“Ok ok lanjut, gue becanda,” ucap Adhara dengan sisa tawanya. Adhara menghela nafasnya lalu terdiam dan membiarkan Sky kembali melanjutkan ceritanya.


“Awas lo nyela lagi beneran nggak jadi gue ceritain lo,” ancam Sky pada Adhara yang mengangguk, kini gadis itu menampilkan wajah seriusnya an diam memperhatikan ucapan Sky.


Menerima ancaman tersebut akhirnya Adhara hanya bisa mengangguk dan tidak berani lagi untuk menyela takut jika Sky benar-benar tak menceritakannya pada dirinya. Padahal kini ia sudah sangat kepo dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“Om Leo nemuin Nora dalam sebuah kecelakaan yang dia akibatkan, disana Nora sama mamanya lagi dalam sebuah perjalanan begitupun Om Leo yang lagi ngendarainmobil ugal-ugalan dan gak sengaja nabrak sepeda yang dinaiki Nora dan Ibunya,” cerita Sky menceritakan kejadian dua belas tahun lalu yang begitu memilukan.


“Awalnya ibu Nora masih bertahan hidup selama satu minggu tapi gak lama Ibu Nora dinyatakan meninggal, Om Leo yang merasa bersalah memilih merawat Nora karena Om Leo pernah datang ke rumah Nora dan ternyata rumahnya sangat kecil bahkan seperti sebuah gubuk dengan genteng yang pada bocor,” cerita Sky lagi.


Adhara terdiam ia tak menyangka Nora ternyata menjalani kehidupan yang begitu sulit bahkan lebih sulit darinya namun, Adhara jadi merasa begitu beruntung memiliki keluarga yang masih utuh walau hidup dalam sebuah kesederhanaan.


Dan yang membuat Adhara tercengang adalah sikap Loe ia tak menyangka jika Leo memiliki hati nurani yang begitu baik dan tulus tapi pada anaknya sendiri dan istrinya Leo malah bersikap begitu arogan.


“Tapi sedari kecil metal Nora benar-benar dilatih,gak Cuma mental tapi juga fisiknya Nora di latih jadi gadis tangguh untuk menjadi pengawal Chan,” lanjut Sky melanjutkan ceritanya.


Sikap Leo yang seperti itu memang ternyata ciri khasnya memaksa seseorang sesuai dengan kehendak nya dan tidak mau orang lain membantahnya.


Flashback on


Sky kecil yang saat itu tengah ikut bersama orang tuanya ke acara ulang tahun Chan berjalan menghampiri gadis kecil yang tengah sendiri di ayunan yang berada di taman rumah Chan.


Sky kecil menghampirinya lalu duduk di ayunan lain yang berada di dekat Nora kecil.


“Hai kenalin nama aku Sky,” ucap Sky dengan senyumannya sambil mengulurkan tangannya berharap agar uluran tangannya di sambut dengan baik namun gadis kecil di depannya itu malah mengalihkan tatapannya ke arah lain.


“Kenapa? Kamu gak mau temenan sama Sky?” tanya Sky dengan wajah sedihnya bukannya menjawab dan menghibur Sky gadis itu malah pergi dari sana membuat Sky semakin sedih.


Sky menundukkan kepalanya hingga sebuah tangan menariknya.

__ADS_1


“Ayo Sky masuk,” ajak Antariksa kecil  sambil menarik tangan adiknya itu agar berjalan memasuki rumah


Mulai saat itu Sky mulai sering mendekati Nora hingga mereka mulai berteman namun satu kejadian terjadi dan membuat pertemanan mereka mulai renggang.


Flashback off


Adhara melihat Sky yang terlihat sedih mengelus punggung Sky.


“Udah gak usah sedih, ayo buruan pilih hadiah aja udah sore nih gue belum masak makan malam,” ucap Adhara yang sudah lebih dulu berdiri. Sky juga ikut berdiri dan akhirnya mereka berjalan beriringan memasuki berbagai toko mulai dari pakaian hingga jam tangan atau sepatu. Sky memilihnya dengan teliti tapi tetap saja tak menemukan hadiah yang cocok yang akan ia berikan pada Arche hingga akhirnya Sky malah membeli banyak barang yang akan ia pilih nanti untuk kado Arche, memutuskan untuk pergi setelahnya karena Adhara yang terus memaksa Sky untuk cepatbmemilih.


Setelahnya mereka langsung memilih untuk segera pulang takut Chan menunggunya karena kelaparan dan menghancurkan dapurnya karena sudah tidak tahan kelaparan.


****


Halo semua.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2