Atmosphere

Atmosphere
S2 Achondrites


__ADS_3

Fyi "Achondrites termasuk meteorit dari asteroid, Mars dan Bulan. Mereka berbentuk beku, sehingga pada titik tertentu akan meleleh menjadi magma."


Happy Reading All.


***


“Gue gak tau kalau lo juga bisa masuk club malam,” ucap suara di belakang Adhara saat gadis tersebut sedang makan di kantin kampusnya.


Adhara menghembuskan nafasnya kasar lalu memilih menghabiskan makanannya tanpa menghiraukan orang yang kini sudah duduk di sampingnya tersebut. Rasanya kini ia terlalu lelah untuk mengurusi orang di sampingnya tersebut. Perjalanan kemarin benar-benar membuatnya merasa lelah karena mereka baru sampai di rumah Adhara saat hari sudah begitu malam.


“Cowok lo kayaknya gak baik ya buktinya bisa ngajak lo ke tempat kayak gitu,” ucap laki-laki di sampingnya yang sama sekali Adhara perdulikan. Makanan di depannya jelas lebih menarik daripada laki-laki di sampingnya tersebut yang sama sekali tidak menarik.


“Saran gue sih lo pilih gue aja dari pada dia,” ucap Antares yang kini membuat Adhara tersenyum sinis sambil melihat ke arah laki-laki tersebut.


“Penting banget ya lo nyari gue cuma ngomongin ini? Lagian Chan ngajak gue ke sana cuma buat hadirin acara ulang tahun temennya, kita juga gak lama disana karena Chan juga gak mau ngajak gue ke tempat seperti itu,” tegas Adhara menjelaskan pada Antares. Ia benar-benar tak suka jika ada yang berani menjelek-jelekan kekasihnya tersebut.


“Lagian lo kenapa tahu gue ada di sana? lo juga ada di sana dong?” ucap Adhra dengan senyuman sinisnya yang membuat Antares menelan salivanya sudah payah mendengar ucapan Adhara tersebut. Kini ucapannya malah menjadi boomerang untuknya sendiri, ia menjadi menyesal mengatakan hal tersebut pada Adhara.


“Dah lah gak usah ganggu gue,” ucap Adhara dan segera menghabiskan makanannya, ia ingin segera pergi dari sana meninggalkan Antares yang entah mengapa selalu saja berada di tempatnya berada.


“Adhara gue serius loh,” ucap Antares pada Adhara yang kali ini hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan tersebut.


“Gue dua rius,” ucap Adhara lalu segera menghabiskan minumannya.


Setelahnya gadis tersebut memilih untuk segera pergi dari sana, meninggalkan Antares yang kini dengan segera malah mengikuti Adhara. Adhara menghembuskan nafasnya namun ia memilih untuk mengalah dan membiarkan Antares mengikutinya.


“Lo ngapain kesini?” tanya Antares saat mereka melewati jalanan sepi yang berada di kampus mereka.


Adhara sebenarnya berniat ke perpustakaan tua yang berada di kampusnya tersebut, ia ingin mengambil beberapa buku yang berada di sana dan tidak ada di perpustakaan yang berada di tengah kampus. Perpustakaan tersebut memang jarang di kunjungi bukan hanya tempatnya yang jauh tapi juga karena jalannya yang sepi dan banyak yang mengatakan jika di koridor menuju perpustakaan tersebut ada kakak tingkat mereka yang biasa berjaga di sana dan mengganggu junior mereka.


“Mau bunuh lo, ribet banget lo. Tinggal ngebuntutin gue aja banyak tanya,” ucap Adhara yang membuat Antares cemberut mendengar nya.

__ADS_1


Tak jauh lagi mereka akan sampai di perpustakaan mereka malah di hadang oleh empat kakak senior mereka yang kini tersenyum dengan menggoda ke arah Adhara. Antares maju dan menyembunyikan Adhara di belakangnya yang membuat Adhara hanya menurut saja. Sebenarnya ia tentu bisa melawan kakak tingkatnya itu namun Antares malah menyembunyikannya, sepertinya laki-laki tersebut menganggap Adhara lemah.


“Mau apa kalian?” tanya Antares dengan wajah datarnya dengan tangannya yang terus melindungi Adhara. Adhara hanya diam sambil memperhatikan tingkah orang-orang di depannya tersebut.


“Cewek lo cantik, buat gue aja sini,” ucap salah satu dari mereka dengan senyuman manisnya pada Adhara yang membuat Adhara bergidik geli melihatnya.


“Gue aja belum dapet lo enak mau asal ambil aja,” ucap Antares dengan wajah cemberutnya yang membuat Adhara tercengang melihatnya sambil menggelengkan kepalanya.


“Gue gak mau sama pengecut kayak lo pada, apaan dah ada orang lewat lo pada asal cegat aja. Mau jadi apa lo pada?” tanya Adhara sambil menatap tajam keempat kakak tingkatnya tersebut dengan kepalanya yang menyembul di balik badan bidang Antares. Antares yang menyadari hal tersebut segera mendorong kepala Adhara untuk bersembunyi di balik kepalanya lagi.


“Berani banget lo,” ucap laki-laki yang tadi menggoda Adhara. Kini ia sudah berjalan menghampiri Adhara dan bersiap untuk memberikan Adhara pelajarakan namun Antares segera menahannya.


Hingga teman dari laki-laki tersebut ikut menyerang Antares. Empat lawan satu benar-benar pertarungan yang tidak imbang. Namun Antares yang terbiasa dengan pertarungan malah terus saja menyerang tanpa rasa takut. Pukulan dan tendangan terus saja menyerang satu sama lain. Adhara yang hanya diam menjadi penonton tanpa niat sedikitpun ingin membantu padahal Antares melakukannya untuk menjaga Adhara.


Tak lama di rasa Antares sudah kelelahan karena melawan para kakak tingkat mereka yang padahal sudah banyak luka tersebut dengan segera membuat Adhara ikut menyerangnya dan mendorong Antares untuk menjauh membuat Antares kaget karenanya.


Namun tak lama ia dibuat tercengang saat melihat bagaimana Adhara memberikan pelajaran pada keempat laki-laki yang kini terus menyerangnya tersebut. Bahkan tak lama keempat laki-laki tersebut sudah tergeletak di lantai dengan tak sadarkan dirinya.


“Udah banyak luka masih aja semangat buat minta di buat pingsan,” ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya lalu membersihkan tangannya yang di rasa kotor setelah memukuli kakak tingkatnya tersebut.


“Gue bantu ke UKS,” ucap Adhara yang membuat Antares tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengar ucapan tersebut.


“Thank udah bantuin gue, tapi gue sebenernya bisa sendiri,” ucap Adhara yang membuat Antares terkekeh mendengar ucapan Adhara tersebut namun ia tetap menganggukkan kepalanya percaya dengan apa yang Adhara ucapkan.


“Gue gak tau lo bisa bela diri,” ucap Antares dengan senyumannya yang membuat Adhara tersenyum bangga ke arah Antares.


“Mangkanya jangan macem-macem lo sama lo,” ucap Adhara yang membuat Antares terkekeh mendengarnya. Sepertinya ucapan Izar yang mengatakan jika Adhara adalah cewek jadi-jadian adalah benar. Membuat ia semakin terkekeh mengingatnya.


***


Delia entah untuk keberapa kali gadis tersebut datang ke cafe yang biasa ia datangi untuk menemui Arche namun entah untuk keberapa kali juga ia tak pernah lagi melihat Arche datang ke cafe tersebut membuat ia bertanya-tanya ke mana perginya laki-laki tersebut.

__ADS_1


Bahkan saat di kampus pun kini ia hanya melihat Adhara yang di jemput oleh laki-laki yang sepertinya kekasih gadis tersebut.


Delia menghembuskan nafasnya kasar lalu segera menuju ke arah resepsionis untuk menanyakan kepada mereka tentang Arche.


“Permisi Teh, apa cowok yang biasa datang sama saya pernah dateng lagi ke sini?” tanya Delia pada resepsionis tersebut yang kini terlihat menggelengkan kepalanya.


“Maaf Neng, tapi sepertinya udah beberapa hari ini emang gak pernah datang,” ucap resepsionis yang berada di sana membuat Delia menghembuskan nafasnya dan semakin bertanya-tanya kemana perginya laki-laki tersebut membuat ia menjadi begitu penasaran kemana perginya Arche.


“Makasih ya Teh,” ucap Delia lalu memilih untuk segera pergi dari sana. Kini yang mengetahui keberadaan Arche hanyalah Adhara, namun untuk bertanya dengan gadis tersebut ia merasa malu. Lagi pula ini juga kesalahannya karena tak pernah berani untuk meminta kontak laki-laki tersebut.


Kini ia hanya bisa bertahan dengan rasa penasarannya membuat Delia memilih untuk segera pulang, dan mengobati lelahnya dengan beristirahat.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.



__ADS_2