Atmosphere

Atmosphere
Despina


__ADS_3

Despina adalah nama salah satu Bulan yang ada di Neptunus


Happy Reading All.


***


“Adhara datang, Adhara datang tolong kasih jalan, Adhara datang Adhara datang mau duduk di samping Chan,” nyanyi Adhara dengan begitu keras membuat orang-orang di sekitar gadis itu menutup telinganya mendengar suara sumbang Adhara tersebut.


Adhara langsung saja duduk di samping Chan dengan nyaman. Menggeser Antariksa yang berada di samping Chan tadi. Kini Adhara duduk dengan diapit oleh Antariksa juga Chan. Antariksa hanya bisa menggeleng melihat tingkah gadis itu.


“Bucin banget lo, najis,” ucap Antariksa sambil mendorong kepala Adhara dengan kesal.


“Ahhh sakit bego,” ucap Adhara kesal sambil memukul lengan Antariksa keras.


“Lo,” ucap Antariksa sambil menunjuk wajah Adhara dengan tatapan tajamnya.


Bukannya takut, Adhara malah menghadap ke arah Antariksa dengan berkacak pinggang dan menatap Antariksa menantang.


“Kenapa gue? Cantik?” tanya Adhara dengan begitu pedenya membuat Antariksa tertawa dengan mengejek lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya lalu membuka aplikasi kamera.


Antariksa mendekatkan dirinya dengan Adhara lalu mengarahkan ponselnya pada wajah mereka.


“Gue kalau jadi cewek udah kalah cantik lo dari gue,” ucap Antariksa dengan begitu pedenya membuat Adhara menunjukkan jari tengahnya lalu memencet gambar kamera.


“Gak usah kepedean tar kalau lo udah transgender bandingin aja ya pake foto ini,” ucap Adhara dengan santainya yang diiringi dengan tawa oleh gadis itu juga sahabatnya yang lain.


Antariksa menatap Adhara kesal lalu membawa kepala gadis itu pada apitan ketiaknya membuat Adhara memukul tangan Antariksa membabi buta.


“He Biawak lepasin, ketek lo bau walang sangit,” ucap Adhara membuat tawa sahabatnya semakin meledak melihat tingkah kedua orang tersebut.


“Udah, udah. Kapan mau makan kalau kalian berantem mulu,” ucap Chan sambil menarik Adhara.


Adhara menampilkan wajah sedihnya sambil mengerucutkan bibirnya pada Chan. Chan yang melihatnya hanya menampilkan senyuman tipisnya lalu membenarkan rambut Adhara yang berantakan.


“Makan,” ucap Chan yang Adhara balas dengan anggukan lalu mereka segera makan dengan diselingi tawa.


“Malam minggu nanti bakar-bakaran yuk,” ajak Sky menawarkan untuk acara malam minggu.


“Bakar apa?” tanya Adhara sambil mengunyah makanannya dengan lahap.


“Bakar rumah,” ucap Antariksa yang suka sekali mencari masalah dengan Adhara.

__ADS_1


“Ck padahal gue gak ngomong sama lo,” ucap Adhara sambil melengos, mengalihkan tatapannya dari Antariksa membuat laki-laki itu kesal melihatnya.


Salahnya memang suka sekali membuat Adhara kesal, namun setelah mendapatkan balasan yang tajam dari gadis itu malah ia yang dibuat kesal oleh Adhara.


“Kalian berantem mulu dah, jodoh tau rasa loh,” ucap Sky dengan tawanya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari keempat orang di sekitarnya tersebut.


Melihat tatapan yang begitu tajam tersebut sontak Sky menghentikan tawanya dan menggantinya dengan sebuah cengiran watados.


“Udah makan jangan berantem mulu,” ucap Arche menengahi. Laki-laki itu memang yang paling bijak dan bisa menangani sahabat-sahabatnya yang otaknya tinggal separuh semuanya tersebut.


“Dhar makannya jangan banyak-banyak, badan lo udah kek bola,” ucap Arche yang melihat Adhara yang makan begitu lahap.


Adhara menelan makannya lalu menatap Chan dengan matanya yang membola.


“Nanti gue olah raga biar gak gemuk,” ucap Adhara dengan cengirannya membuat Antariksa yang melihatnya ingin sekali menampar wajah Adhara tersebut. Coba saja jika dia yang mengatakan hal tersebut pasti Adhara sudah memarahinya atau bahkan memukul kepalanya.


“Olahraga apaan kerjaan lo molor mulu tiap libur,” ucap Chan menyangkal ucapan Adhara tersebut membuat Adhara menoleh ke arah Chan dengan tatapan tajamnya. Apa tidak bisa Chan berbohong sedikit saja untuk dirinya, atau setidaknya jangan membuka aibnya.


“Mana tiap pelajaran orang raga ngadim mulu di bawah pohon beringin, gue jadi curiga kalo Adhara sebenarnya penunggu tuh pohon,” ucap Antariksa menambahi ucapan Chan.


Adhara yang kesal langsung saja memukul kepala Antariksa dengan sendok makannya. Lihat bukan saat Antariksa yang berkomentar selalu saja ada benda keras yang melayang ke arahnya.


“Ngomong lagi, gue gantung di pohon toge lo,” ucap Adhara kesal sambil menunjuk Antariksa dengan sendoknya.


Melihat pertengkaran tersebut memang cukup menarik, namun cukup membuat mereka menggelengkan kepala melihat pertengkaran tersebut.


“Udah sih berantem mulu, gak makan lo ujung-ujungnya berantem mulu,” ucap Arche pada kedua sahabatnya itu yang tak ada habisnya bertengkar jika sudah disatukan.


“Diem lo,” ucap Adhara memperingati Antariksa yang memutar bola matanya malas mendengar ucapan Adhara.


Setelahnya tak ada pertengkaran di antara mereka hanya sebuah cerita lucu yang mereka sampaikan untuk mengisi waktu istirahat yang tersisa, sambil menghabiskan makan siang mereka.


***


Kini Adhara dan Chan tengah berada di dalam mobil untuk pulang ke apartemen mereka namun Adhara mengerutkan keningnya saat melihat di belakang mereka juga ada mobil Arche juga Antariksa yang mengikuti.


“Itu Arche sama Antariksa mau ikut?” tanya Adhara yang di balas dengan anggukan oleh Chan. Adhara hanya membalasnya dengan anggukan lalu melihat ke arah jendela luar tanpa mau membuka pembicaraan.


Chan menarik tangan Adhara lalu menggenggam tangan gadis itu dan di letakkan di pahanya. Adhara tersenyum melihat hal tersebut lalu melihat ke arah Chan senang.


“Kenapa senyum-senyum?” tanya Chan yang juga ikut tersenyum ke arah Adhara.

__ADS_1


“Itu lo juga senyum, lagian tuh ya tersenyumlah sebelum senyum dilarang,” ucap Adhara dengan senyuman bangganya mengatakan hal tersebut pada Chan.


“Meskipun senyum dilarang sekalipun, kalau senyum gue bisa buat lo bahagia gue bakalan terus tersenyum ke lo,” ucap Chan yang sontak membuat Adhara tertawa mendengarnya sambil bergidik ngeri.


Chan mengerutkan keningnya melihat reaksi Adhara. Bukannya merasa senang dan blushing dengan gombalan Chan gadis itu malah tertawa dengan begitu keras.


“Chan, siapa yang ngajarin lo nge gombal?” tanya Adhara masih dengan sisa tawanya. Jujur saja bukannya merasa tersipu mendengar ucapan Chan, Adhara malah di buat takut dengan gombalan tersebut.


“Kenapa?” tanya Chan dengan kerutan di keningnya.


“Ngeri gue dengernya, duh untung lo ganteng,” ucap Adhara membuat Chan memutar bola matanya malas mendengar ucapan Adhara.


Gadis ini memang berbeda dengan gadis lainnya. Jika Chan mengatakannya pada gadis lain mungkin mereka sudah tersipu mendengarnya namun Adhara? Gadis itu malah merasa ngeri.


“Padahal gue baca ini dari buku yang gue beli, udah lah gak ngaruh uang gue malah yang abis buat beli di buku,” ucap Chan dengan sangat pelan. Adhara yang tak mendengar gumaman Chan tersebut mengerutkan keningnya bingung.


“Kenapa Chan? Lagi baca mantra?” tanya Adhara dengan tawa mengejeknya.


“Ngomong lagi gue berentiin di sini lo,” ucap Chan mengancam Adhara membuat gadis itu seketika mengatupkan mulutnya.


Adhara melihat ke sekeliling membuat gadis itu mengerutkan keningnya saat melihat jalan yang akan mereka lalui menuju apartemen berbeda dengan jalan yang biasa mereka tuju.


“Mau kemana?” tanya Adhara bingung namun Chan malah hanya membalasnya dengan sebuah senyuman sinis yang begitu misterius.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2