
Happy Reading All.
***
Setelah pulang sekolah, Adhara memilih untuk pergi ke rumah Antariksa bersama dengan laki-laki tersebut. Karena hari ini Sky baru saja tiba bersama dengan kedua orang tuanya.
“Antariksa, gue bosen naik motor. Omongan gue kabur mulu kalo naik motor,” ucap Adhara dengan berteriak pada Antariksa di depannya yang tengah fokus menyetir.
“Ya dikejar kalo kabur,” ucap Antariksa begitu santainya yang membuat Adhara mengerucutkan bibirnya. Berbicara dengan Antariksa memang selalu menguji emosi.
“Gue kalo deket sama lo kayaknya emang lebih baik diem sih,” ucap Adhara lalu mengarahkan tangannya seperti mengunci mulutnya lalu membuang kuncinya.
Antariksa yang mendengarnya tertawa. Akhirnya laki-laki itu memilih untuk diam karena tahu Adhara sedang tidak ingin bertengkar saat ini.
“Tumben diem,” ucap Adhara sambil menepuk pundak Antariksa yang akhirnya menghela nafasnya. Selalu serba salah memang jika sudah berhadapan dengan Adhara.
“Katanya suruh diem,” ucap Antariksa membuat Adhara mengangguk sambil tersebut.
“Kalo nurut gini kan enak,” ucap Adhara sambil menepuk-nepuk helm Antariksa dengan senyumannya.
Hingga tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah besar Antariksa. Adhara segera turun sambil membuka helmnya lalu menyerahkannya pada Antariksa, yang segera diterima oleh laki-laki tersebut.
“Adhara,” panggil seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah mama Antariksa dengan begitu hebohnya.
“Mama,” sapa Adhara dengan senyumannya sambil segera menghampiri wanita paruh baya tersebut.
Lalu mereka saling berpelukan sebelum Adhara menyalami tangan wanita tersebut. Mereka berdua akhirnya memasuki rumah besar Antariksa tersebut, meninggalkan Antariksa di belakang mereka yang hanya bisa menggeleng melihat keakraban Adhara dan Mamanya.
Ia begitu bersyukur Mamanya tersebut mau menerima Adhara dengan baik, bukan hanya mamanya tapi seluruh keluarganya memperlakukan Adhara dengan baik.
“Ma, aku juga pulang loh ini,” ucap Antariksa pada Mamanya tersebut.
“Udah bosen Mama ketemu kamu,” ucap Erpina yang membuat Antariksa terbengong sambil menghembuskan nafasnya kasar.
“Gue ini anak pungut kali ya,” ucap Antariksa dengan sendunya yang tidak di pedulikan oleh kedua perempuan berbeda usia tersebut yang malah dengan santai berjalan ke arah dapur.
Antariksa memilih untuk segera menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian. Sedangkan Adhara sudah berada di dapur bersama dengan Erpina.
“Ini cobain, Mama baru aja nyoba resep baru,” ucap Erpina dengan senyumannya sambil menyodorkan cake ke arah Adhara yang segera mencobanya.
“Emm enak banget Ma, Cuma terlalu manis aja,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil terus memakan makanannya.
“Masak sih?” tanya Erpina sambil mengambil cake tersebut dan mencobanya.
__ADS_1
“Kalau menurut aku sih Ma, aku soal nya gak terlalu suka manis,” ucap Adhara yang dibalas dengan anggukan oleh Erpina.
“Nanti Mama buatin cake yang rendah gula buat kamu,” ucap Erpina membuat Adhara tersenyum sambil mengangguk dengan semangat.
“Mama memang terbaik,” ucap Adhara sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Erpina.
“Sky di mana Ma?” tanya Adhara saat tak melihat keberadaan Sky.
“Paling juga masih tidur siang,” ucap Erpina yang dibalas dengan anggukan oleh Adhara.
“Ini kamu bawakan untuk Antariksa dulu ke kamarnya,” ucap Erpina sambil memberikan cake pada Adhara.
Adhara segera mengambilnya lalu turun dari meja bar yang berada di sana. Berjalan ke arah kamar Antariksa.
“Antariksa, masih hidup gak?” tanya Adhara dengan semangat mengetuk pintu laki-laki tersebut.
“Buka aja gak di kunci,” ucap Antariksa yang langsung membuat Adhara dengan segera membukanya. Hingga terlihat kamar Antariksa yang terlihat begitu besar dengan tema black.
Di dekat jendela terdapat aquarium berukuran sedang yang terdapat ikan koi yang pernah mereka beli.
“Wah udah besar aja kalian,” ucap Adhara sambil melihat ikan-ikan tersebut yang berjumlah lima tersebut.
“Ini kurang satu Ta ikannya,” ucap Adhara yang membuat Antariksa mengerutkan keningnya sambil berjalan menghampiri gadis tersebut.
“Pas kok lima,” ucap Antariksa yang membuat Adhara bercak karena Antariksa yang tak mengerti maksudnya.
“Udah lima aja, udah nyaman berlima. Bahkan kalau bisa ini Sky, Chan, sama Arche di buang aja biar sisa lo sama gue aja,” ucap Antariksa dengan senyuman menggodanya yang membuat Adhara bergidik ngeri mendengar ucapan laki-laki tersebut.
“Gak waras lo, nih makan,” ucap Adhara sambil menyerahkan cake yang dibawanya pada Antariksa yang langsung mengambil nya dan memakannya.
“Ya kenapa? Siapa yang tau kita bisa berkembang biak sampai bercucu,” ucap Antariksa yang semakin membuat Adhara menggeleng lalu memukul pekala Antariksa menatap laki-laki itu tajam.
“Lo makin gak waras,” ucap Adhara lalu segera berlalu dari akuarium tersebut dan melihat ke arah balkon kamar Antariksa membuat gadis itu dengan segera berjalan ke arah balkon dan duduk di kursi yang berada di balkon tersebut.
“Di sini enak banget ya,” ucap Adhara menikmati suasana balkon kamar Antariksa yang memang begitu menenangkan.
“Kalo lo suka, lo bisa tinggal di sini,” ucap Antariksa yang membuat Adhara menatap Antariksa dengan tatapan tak percaya sekaligus terharu.
“Maksud gue di balkon ini,” ucap Antariksa yang membuat Adhara mendengus kesal mendengarnya.
“Terserah lo,” ucap Adhara kesal yang membuat Antariksa terkekeh geli mendengarnya, menggoda Adhara memang menjadi hobinya saat ini.
“Chan bakalan keluar dari rumah itu,” ucap Antariksa tiba-tiba yang membuat Adhara terkejut mendengarnya lalu menoleh ke arah Antariksa dengan bingung.
__ADS_1
“Hari ini papanya bakalan keluar negeri untuk bisnis, Chan dan mamanya bakalan pergi hari ini,” ucap Antariksa lagi menginfokan yang membuat Adhara semakin penasaran.
“Masih di sekitaran sini, tapi tempat mereka selanjutnya bakalan dijaga ketat sama anak geng kita,” ucap Antariksa melanjutkan ucapannya. Adhara cukup terkejut mendengar jika mereka memiliki geng.
“Masalah di bar waktu itu kerjaan Titania, dia yang ngirim foto tersebut buat manas-manasin lo,” ucap Antariksa yang membuat Adhara terkejut mendengarnya. Bagaimana ia bisa begitu bodoh dengan langsung mempercayai foto tersebut tanpa mencari kejelasannya lebih dulu, dan membuat ia juga Chan merasakan luka.
“Setelah lo tahu semua ini lo bakalan balik sama Chan?” tanya Antariksa dengan senyuman sinisnya yang membuat Adhra terkejut mendengarnya.
“Apa lo gak terlalu jahat sama gue Adhara?” tanya Antariksa dengan senyuman sinisnya yang membuat Adhara kini merasa bersalah mendengar ucapan Antariksa.
***
“Chan, kamu yakin semuanya akan baik-baik aja?” tanya Mira pada anaknya tersebut yang kini tengah sibuk membereskan rumah baru mereka yang tidak terlalu besar dan minimalis.
“Mama tenang aja, di sekitar sini deket sama basecamp temen-temen Chan. Dan mereka bakalan jaga di sini sama beberapa preman yang aku sewa,” ucap Chan pada Mamanya tersebut sambil memegang tangan mamanya.
“Apa tidak merepotkan mereka? Jika terus menyewa preman kita bakalan kehabisan banyak uang,’ ucap Mira yang membuat Chan tersenyum menenangkan pada Mamanya tersebut.
“Mama tenang aja, preman tersebut orang yang Chan kenal. Lagi pula ini gak akan lama Ma, tunggu sampai Chan lulus kita bakalan pergi jauh dari sini. Café Chan juga sekarang sudah berkembang pesat,” ucap Chan dengan senyumannya yang membuat Mira ikut tersenyum mendengarnya.
“Kalau kamu pergi jauh gimana sama Adhara?” tanya Mira dengan senyuman menggodanya.
“Kita bisa LDR, nanti kalau Chan udah lulus kuliah dan sukses. Chan bisa langsung nikahin Adhara, dan bawa dia pergi,” ucap Chan yan membuat Mira terkekeh mendengarnya.
“Kamu masih belum kuliah udah mikirin nikah aja,” ucap Mira dengan tawanya yang membuka Chan ikut tertawa dengan malu.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.