
Happy Reading All
***
Chan mengerutkan keningnya saat baru saja membuka pintu rumahnya untuk pergi sekolah, ia malah mendapati sebuket bunga tulip yang berada di depan pintu. Chan segera mengambilnya lalu membawanya masuk kembali.
“Ma, ada bunga nih katanya buat mama,” ucap Chan saat melihat sebuah nama yang tertulis di sana adalah nama Mamanya.
“Dari Papa kamu,” ucap Mira sambil mengambil bunga tersebut lalu meletakkannya di meja makan.
“Bunga tulip itu melambangkan permintaan maaf, cinta, dan kasih sayang. Dulu papa kamu selalu ngasih bunga ini ke Mama kalau Mama marah,” jelas Mira saat melihat kerutan di dahi anaknya tersebut.
Wanita tersebut tersenyum sendu membuat Chan tak tega melihatnya segera menghampiri Mamanya tersebut lalu memeluk mamanya erat.
“Mama gak papa,” ucap Mira dengan senyumannya sambil mengelus tangan anaknya tersebut. Chan lalu melepaskan pelukannya.
“Ya udah Mama hati-hati di rumah, kalau ada apa-apa langsung telpon Chan ya ma. Chan berangkat dulu,” ucap Chan sambil menyalami tangan mamanya tersebut.
“Assalamualaikum Ma,” ucap Chan setelahnya laki-laki tersebut segera pergi dengan tergesa-gesa menuju motor nya.
Chan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, sesekali laki-laki tersebut menyalip pengendara lain. Hingga tak beberapa lama akhirnya laki-laki tersebut sampai di halte samping apartemen Adhara.
Terlihat gadis tersebut sudah menunggunya dengan muka yang ditekuk. Chan yang melihatnya hanya bisa tersenyum geli.
“Udah lama nunggu Neng?” tanya Chan pada Adhara yang kini hanya bisa berdecak kesal.
“Gue kurangin bayaran lo,” ucap Adhara dengan mengerucutkan bibirnya kesal namun matanya menatap Chan tajam. Chan yang tengah memakaikan helm pada Adhara hanya bisa terkekeh lalu menyentil hidung Adhara games.
“Lo mana pernah bayar?” tanya Chan dengan tawanya. Karena memang Adhara tidak pernah membayarnya atau sahabatnya yang lain. Mereka memperlakukan Adhara seperti ratu dan Adhara memperlakukan mereka seperti babu, sangat miris.
“Nanti gue bayar Chan,” ucap Adhara kesal sambil mencubit pinggang Chan yang bukannya kesakitan laki-laki tersebut malah terkekeh mendengarnya.
“Bayarnya balikan sama gue gimana?” tanya Chan dengan senyuman menggodanya di balik helm fullface nya.
“Gue kemarin habis di siram sama tunangan lo, dan sekarang lo ngajak gue balikan. Apa kagak di cemplungin ke laut gue sama tunangan lo?” ucap Adhara dengan kesalnya mengingat kejadian kemarin saat Titania menyiramnya.
“Lo disiram?” tanya Chan dengan amarahnya. Adhara hanya membalasnya dengan anggukan.
“Lo bisa ditindas juga?” tanya Chan yang membuat Adhara berdecak kesal dan langsung memukul kepala Chan keras.
__ADS_1
“Ya jelas nggak lah, Cuma kemarin tiba-tiba aja di siramnya,” ucap Adhara membuat Chan menjawabnya dengan anggukan.
“Btw lo bisa gak sih, gak KDRT sama gue? Kalo gue bego terus gak cakep lagi lo juga yang ribet. Tau gak lo, anak itu cakepnya nurun dari bapak, pinternya nurun dari emak,” ucap Chan panjang lebar yang membuat Adhara mengerutkan keningnya tidak mengerti.
“Terus hubungan anak sama hilangnya kegantengan lo apa? Terus kenapa malah gue yang harus ribet?” tanya Adhara menghela nafasnya tidak mengerti dengan jalan pikiran mantan terbaiknya itu.
“Kan anak gue anak lo juga, jadi lo harus pinter Ra. Biar anak gue gak bego,” ucap Chan membuat Adhara di buat tercengang mendengarnya. Sangat primitif sekali pemikiran Chan tersebut.
“Terserah lo Chan, gue mending bisu deh kalo ngomong sama lo,” ucap Adhara yang membuat Chan menipiskan bibirnya sambil mengangguk.
“Gue aminin ya Ra,” ucap Chan yang membuat Adhara memelototkan matanya sempurna.
“Lo jahat Chan,” ucap Adhara dengan wajah sendunya yang membuat Chan menggeleng mendengarnya.
Setelahnya tak ada lagi yang memulai pembicaraan sampai akhirnya mereka sampai di sekolah mereka yang sudah begitu ramai karena sepuluh menit lagi sudah masuk jam sekolah.
“Rambut gue udah rapih?” tanya Adhara setelah membuka helmnya.
Chan merapikan rambut gadis tersebut yang berantakan, setelahnya menepuk puncak kepala Adhara pelan.
“Udah cantik,” ucap Chan dengan senyumannya yang membuat Adhara seketika memegang kedua pipinya yang terasa panas dan memerah akibat ucapan Chan tersebut.
Chan yang melihatnya hanya bisa terkekeh. Adhara segera berlalu dari sana berusaha menutupi wajahnya yang memerah.
Chan segera turun dari motornya dengan wajah sombongnya membuat Adhara menjadi penasaran dengan apa yang terjadi. Adhara yang sudah penasaran segera menghampiri Chan.
“Kenapa bisa? Gimana ceritanya?” tanya Adhara sambil membuntuti Adhara yang begitu penasaran dengan yang terjadi hingga laki-laki seperti Leo mau membatalkan perjodohan tersebut yang tentu berimbas pada perusahaannya.
“Nanti gue ceritain setelah pulang sekolah, sekarang sudah waktunya masuk sekolah jadi gak boleh ngegosip,” ucap Chan sambil mengelus puncak kepala Adhara.
Adhara yang merasa begitu penasaran jelas tidak puas dengan jawaban Chan tersebut, malah merangkul pergelangan tangan Chan untuk memaksa laki-laki itu mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.
“Gak bisa Chan ini gue udah penasaran banget, kalau lo nunda-nunda gue bisa mati penasaran,” ucap Adhara sambil menatap Chan dengan puppy eyes nya berusaha untuk membuat Chan mengatakan yang sebenarnya.
“Gak usah lebay Adhara, lo gak bakalan mati Cuma karena penasaran,” ucap Chan sambil keluar dari lift begitupun dengan Adhara yang kini sudah mengerucutkan bibirnya kesal.
“Tapi gue bisa kasih tau lo sekarang, asal lo mau balikan sama gue,” ucap Chan dengan menaikkan sebelah bibirnya tersenyum evil ke arah Adhara.
“Gak usah deh entar aja,” ucap Adhara lalu segera masuk ke kelasnya. Chan yang melihatnya hanya bisa tertawa lalu segera kembali ke kelasnya dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang terus menatap mereka dengan tangan yang mengepal.
“Jangan terlalu bahagia, gak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti,” ucap laki-laki tersebut dengan senyuman sinisnya.
***
“Pertunangan kalian udah dibatalin?” tanya seorang laki-laki pada gadis yang kini duduk di depannya bersama dengan sepupunya tersebut.
“Ya, gue sebenernya gak masalah tapi rencana kita bisa gagal kalau dia lepas dari genggaman gue,” ucap gadis tersebut yang tidak lain adalah Titania dengan senyuman angkuhnya.
“Gak papa, kita bisa buat rencana lain. Lagi pula kita sudah sejauh ini kita harus segera menyelesaikannya, nyawa tetap dibalas dengan nyawa,” ucap laki-laki yang berada di samping Titania dengan mengepalkan tangannya.
“Apa rencana lo?” tanya laki-laki lain yang berada di depan sepasang kekasih tersebut.
“Lo tunggu aja Sa, dendam kita bakalan terbalaskan. Gue bakalan ngasih tau kalian nanti,” ucap laki-laki yang berada di samping Titania yang tak lain adalah Angkasa dengan senyuman liciknya.
“Jangan membahayakan Adhara,” ucap laki-laki lain yang tak lain adalah Antariksa. Angkasa membalasnya dengan sebuah anggukan.
“Lo masih peduli sama dia, bahkan saat dia nyakitin lo?” tanya Titania dengan senyuman mirisnya pada Antariksa.
“Lo gak perlu pedulikan urusan gue, kita hanya sebatas rekan,” ucap Antariksa tajam pada gadis tersebut yang membuat Titania menelan salivanya susah payah akibat aura Antariksa yang begitu dominan.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.