
Ophelia adalah salah satu nama Bulan yang berada di Uranus.
Happy Reading All.
***
Suara telepon Adhara sedari tadi tak ada hentinya terus berdering dan nama yang tampil di layar tetap nama yang sama yaitu nama Chan. Adhara menggigit bibir bawahnya bingung harus menjawab apa saat Chan bertanya ia berada di mana.
Kini jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam namun Adhara baru saja pulang bekerja. Erlangga yang melihat wajah khawatir Adhara mengerutkan keningnya bingung.
“Ada apa Adhara? Kenapa gak di angkat?” tanya Erlangga dengan kerutan di dahinya membuat Adhara menggeleng dengan begitu kuat.
“Engga biarin aja,” ucap Adhara yang begitu terlihat jika gadis itu tengah begitu khawatir.
“Em Kak aku turun di depan aja,” ucap Adhara sambil menunjuk persimpangan yang tak jauh dari mereka saat ini. Erlangga semakin di buat kebingungan dengan Adhara namun tetap laki-laki itu menuruti permintaan Adhara. Untuk menurunkan gadis itu di persimpangan.
Saat sampai di persimpangan Adhara segera keluar dari dalam mobil Erlangga.
“Kak aku duluan ya, kakak hati-hati. Terima kasih tumpangannya,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil melambaikan tangannya pada Erlangga.
Setelahnya Adhara segera berlari meninggalkan Erlangga dengan terburu-buru. Kini Adhara begitu berharap semoga saja Chan tidak akan marah dan menerima alasannya kali ini.
Bisa Adhara pastikan pasti laki-laki itu sudah datang dan tak melihat Adhara di apartemen, oleh karena itu laki-laki itu terus saja menelponnya dan mengirim banyak pesan pada Adhara.
Saat sampai di depan gedung apartemennya benar saja Chan sudah menunggu gadis itu di parkiran dengan wajah nya yang begitu terlihat begitu khawatir. Namun saat melihat Adhara yang datang wajah laki-laki itu seketika berubah menjadi begitu datar dan tajam membuat Adhara menelan salivanya susah payah.
“Chan, ngapain di luar?” tanya Adhara dengan wajahnya yang dibuat sepolos mungkin, seolah tak terjadi apapun, menghiraukan Chan yang begitu mengkhawatirkannya.
“Nyari anjing gue ilang,” ucap Chan begitu ketus, setelahnya laki-laki itu segera pergi meninggalkan Adhara yang masih kebingungan di tempatnya. Pasalnya Chan tidak memiliki anjing, jadi anjing siapa yang ia cari?
“Udah ketemu anjingnya?” tanya Adhara saat melihat Chan yang malah pergi dengan tangan kosong tidak membawa anjing yang dimaksudnya.
“Udah, itu lagi ngomong sama gue,” ucap Chan datar yang langsung pergi dari sana meninggalkan Adhara dengan kebingungannya.
Sebelum akhirnya suara teriakan Adhara yang begitu keras terdengar saat gadis itu mengerti siapa anjing yang Chan maksud.
__ADS_1
“Chan, gila,” teriak Adhara kesal dan langsung mengejar Chan untuk menuju tangga saat sudah dekat laki-laki itu, dengan begitu kasar gadis itu malah menendang Chan cukup keras hingga membuat Chan tersungkur.
“Hahaha jatuh kan lo,” ucap Adhara yang setelahnya langsung berlari menaiki tangga menuju unit Apartemennya yang berada di lantai delapan.
Saat sampai di lantai delapan. Adhara meraup nafas dengan tidak sabaran karena terlalu lelah menaiki tangga sebanyak itu. Adhara mengatur nafasnya dengan tidak sabaran. Saat sampai di depan apartemennya Adhara mengerutkan keningnya saat melihat Chan sudah berada di depan pintu sambil melihat ke arahnya.
“Liftnya… gak rusak?” tanya Adhara dengan nafasnya yang tidak beraturan. Chan hanya menjawabnya dengan gelengan santai lalu segera masuk ke apartemen mereka.
Adhara yang mengetahui hal tersebut langsung saja merosot hingga terduduk di lantai sambil menutup wajahnya. Bodoh, kata itulah yang terus gadis itu ucapkan.
Bagaimana ia bisa memilih menaiki tangga jika lift nya saja baik-baik saja. Dan semua ini karena salah Chan, bagaimana laki-laki itu malah menggiringnya menuju tangga?
“Lo ngapain ngemis di sana?” tanya Chan yang mengeluarkan kepalanya untuk melihat ke arah Adhara yang masih duduk sambil berselonjor dengan menutup wajahnya.
“Pala lo ngemis,” ucap Adhara dengan begitu ketus lalu segera berdiri dan memasuki apartemennya. Dengan tidak sabarannya Adhara menutup pintu, hingga terdengar suara yang begitu keras.
“Pelan-pelan nutup pintu tuh, cepet ganti tuh pintu kalo cara lo nutup kek gitu,” ucap Chan yang pada Adhara yang langsung dibalas dengan timpukan tas berisi banyak buku milik gadis itu.
“Bodo amat,” ucap Adhara kesal lalu segera memasuki kamarnya kesal.
Di kamarnya Adhara kini terus saja menggerutu dengan kesal. Lalu segera keluar dari kamarnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Saat melewati dapur Adhara mengerutkan keningnya melihat Chan yang tengah memasak.
“Mau dimasakin mie juga?” tanya Chan saat melihat Adhara yang akan menuju kamar mandi.
“Gak usah, gak sehat,” ucap Adhara dengan begitu ketus dan langsung masuk ke kamar mandi, namun tak lama gadis itu keluar kembali membuat Chan mengerutkan keningnya bingung.
“Dua pake telor,” ucap Adhar pada Chan dengan begitu malu. Karena ia memang sedang lapar dan sedang malas untuk memasak. Setelah mengatakan hal tersebut Adhara kembali masuk ke kamar mandi dan melanjutkan ritual mandinya.
Sedangkan Chan hanya bisa tertawa sambil menggeleng melihat tingkah gadis itu.
“Emang makan apapun, paling enak minumnya ludah sendiri,” ucap Chan dengan senyuman nya sambil menggeleng.
Tak beberapa lama setelah selesai dengan acara mandinya. Adhara segera menuju meja makan dengan rambutnya yang masih basah dan di lilit handuk.
Adhara mulai memakan mie di depannya dengan tenang begitupun dengan Chan. Tak ada pembicaraan di antara mereka sampai akhirnya Chan yang sudah tak tahan dengan rasa penasarannya segera membuka suaranya.
__ADS_1
“Akhir-akhir ini lo kemana aja? Kenapa sering pulang malam?” tanya Chan dengan wajah seriusnya yang sontak membuat Adhara tersedak makanan nya. Dengan khawatir Chan segera menyodorkan minumannya pada Chan.
“Kenapa?” tanya Chan saat melihat wajah ketakutan Adhara yang terlihat begitu jelas tengah menyembunyikan sesuatu. Dan hal tersebut membuat Chan semakin penasaran tentang apa yang tengah Adhara sembunyikan.
“Em… itu….” Ucapan Adhara tergagap membuat Chan mengerutkan keningnya.
“Lo nyembunyiin sesuatu dari gue?” tanya Chan yang di balas dengan gelengan oleh Adhara yang terlihat begitu ketakutan.
“Enggak, enggak. Itu gue lagi sibuk buat tugas kelompok,” ucap Adhara dengan alibinya.
Chan mengerutkan keningnya lalu mengangguk. Tentu saja ia tak percaya dengan apa yang Adhara katakan. Karena bagaimana mungkin orang kerja kelompok setiap hari selama sebulan ini dan terus saja pulang larut malam?
Chan tak sebodoh itu untuk ditipu oleh alasan Adhara yang terlihat terlalu mengada-ada. Namun untuk saat ini Chan akan pura-pura percaya namun ia juga akan menyelidiki tentang gadis tersebut.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1