Atmosphere

Atmosphere
Cassiopeia


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Saat sampai di parkiran dapat Antariksa lihat Adhara yang sudah menggunakan helm nya. Antariksa menghela nafasnya lalu segera berjalan ke arah gadis tersebut.


“Lama banget,” ketus Adhara membuat Antariksa terkekeh lalu segera menaiki motornya dan menggunakan helm nya juga yang sudah dibelinya.


Tak beberapa lama motor tersebut melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan.


“Sialan emang Chan, gue udah terima dia tunangan malah sekarang gue yang di bohongin,” ucap Adhara yang terus menggerutu di sepanjang jalan. Antariksa yang mendengarnya hanya terdiam membiarkan gadis itu terus meluapkan amarahnya.


“Gue selingkuh juga tau rasa tuh cowok,” ucap Adhara dengan kesal membuat Antariksa terkekeh mendengarnya.


“Mau selingkuh sama gue gak?” tanya Antariksa yang langsung dibalas dengan gelengan oleh Adhara.


“Gak perlu, gak perlu. Ngadepin Chan aja gue udah darah rendah, kalo di tambah elo yang ada gue struk duluan,” ucap Adhara membuat Antariksa tertawa mendengarnya.


Antariksa melajukan motornya menuju ke arah yang berlawanan dengan apartemen Adhara membuat gadis itu mengerutkan keningnya bingung.


“Mau kemana?” tanya Adhara dengan kerutan di keningnya bingung.


“Lihat aja nanti,” ucap Antariksa dengan misterius membuat Adhara mendengus kesal.


“Gue masih kesel sama Chan, kenapa malah dia lebih milih Titania? Apa dia lebih milih tunangannya?” tanya Adhara dengan wajah sendunya sambil memukuli punggung Antariksa untuk melampiaskan kekesalannya.


 “Sakit woy, kalo nyungsep ke got gue gak tanggung jawab ya,” ucap Antariksa membuat Adhara semakin kesal.


Tak beberapa akhirnya mereka sampai di sebuah pantai yang terlihat tak begitu ramai.


“Pantai?” tanya Adhara yang di balas dengan anggukan oleh Antariksa.


Adhara segera turun begitupun dengan Antariksa yang setelahnya langsung turun. Mereka akhirnya berjalan bersama menuju hamparan pantai berwarna biru tersebut.


“Ngapain lo ngajak gue ke sini?” tanya Adhara dengan kerutan di dahinya.


“Kalau gue lagi ada masalah gue selalu cari pantai sebagai tempat untuk meluapkan semuanya,” ucap Antariksa lalu menarik tangan Adhara agar gadis itu mengikutinya.


Antariksa membawa Adhara menuju tempat yang sepi dan jauh dari pengunjung lainnya.


“Sini deh,” ucap Adhara sambil memegang pundak Adhara dari belakang dan menghadapkan gadis itu pada lautan yang begitu luas tersebut.


“Coba lo teriak dan ungkapkan perasaan lo sekarang,” ucap Antariksa yang membuat Adhara membalasnya dengan anggukan.


Adhara menarik nafasnya dalam sebelum memulai ucapannya.


“CHAN GUE SAYANG SAMA LO, GAK PEDULI APAPUN YANG KITA HADAPI SEKARANG GUE BAKALAN SELALU SETIA SAMA,” teriak Adhara melampiaskan semua perasaan yang kini yang menghampirinya.


Antariksa yang berada di belakang Adhara mendengar ucapan Adhara tersebut tersenyum getir. Jika ditanya apa dia baik-baik saja? Maka jawabannya adalah tidak. Namun di depan gadis itu ia selalu menampakkan senyumannya dan sikap kerasnya seolah ia tak memiliki perasaan apapun.


“TAPI KENAPA LO MALAH BOHONGIN GUE CHAN? GUE GAK MASALAH KALO LO JUJUR DARI AWAL, DENGAN LO BOHONG LO CUMA BIKIN GUE BERPIKIRAN NEGATIF SAMA LO,” teriak Adhara lagi yang kini membuat gadis itu meluruh hingga terduduk di pasir.

__ADS_1


Antariksa yang melihatnya segera menghampiri Adhara lalu memeluk gadis itu erat.


“Kalau mau nangis, nangis aja. Gue tau hati lo sedang tidak baik-baik saja,” ucap Antariksa membuat Adhara akhirnya menyerah dan melepaskan semua beban di matanya.


“Apapun yang terjadi gue bakalan tetep di samping lo Adhara, bukan Cuma gue tapi juga Arche. Kita bakal sama-sama buat dukung lo,” ucap Antariksa sambil mengelus puncak kepala Adhara yang masih saja menangis.


Tak lama akhirnya Adhara mengusap air matanya kasar lalu melepaskan pelukan Antariksa.


“Gue gak papa, tadi mata gue Cuma kelilipan,” ucap Adhara yang membuat Antariksa tertawa mendengarnya.


“Emang ada orang kelilipan air matanya banjir gini?” tanya Antariksa membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal lalu segera bangun lebih dulu dari Antariksa.


“Gue laper,” ucap Adhara jujur, karena memang ia belum sempat menghabiskan makanannya Chan malah mencari masalah dengannya.


“Ayo ke café gue,” ajak Antariksa yang dibalas dengan anggukan semangat oleh Adhara yang memang sudah merasa begitu lapar.


***


Setelah mengisi perutnya yang begitu lapar di café Antariksa, Adhara memutuskan untuk segera pulang karena sudah terlalu lelah. Bukan hanya fisik dan hatinya yang lelah tapi emosinya juga lelah karena berdebat dengan Antariksa yang selalu bisa memancing emosinya.


Saat sampai di apartemennya hari sudah mulai gelap namun Adhara mengerutkan keningnya bingung saat melihat apartemennya yang begitu terang.


“Apa apartemen gue kemalingan ya? Kok lampu pada nyala?” tanya Adhara sambil siaga untuk menyerang pencuri tersebut jika mengambil barang berharganya.


“Ini pasti malingnya rabun mangkanya ngidupin lampu,” gerutu Adhara sambil menggelengkan kepalanya merasa kasihan dengan maling tersebut.


Mendengar suara yang berisik di dapurnya membuat Adhara segera menuju ke arah dapur, hingga terlihat seorang laki-laki yang tengah berkutat dengan peralatan memasaknya.


“Udah pulang? Aku masakin nasi goreng buat kita, kamu pasti laper,” ucap Chan dengan senyumannya.


Adhara mengerutkan keningnya saat mendengar Chan yang menggunakan “Aku-kamu” tidak seperti biasanya yang menggunakan “lo-gue”


“Gue udah makan,” ucap Adhara lalu segera pergi dari sana dan berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil handuk juga pakaian santainya.


Setelahnya Adhara segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tanpa menghiraukan Chan yang terus menatapnya.


Tak membutuhkan waktu lama untuk gadis itu membersihkan tubuhnya, tak lama Adhara sudah keluar dengan wajahnya yang terlihat lebih segar. Saat keluar dari kamar mandi Adhara di buat bingung karena Chan yang duduk dengan tenang di meja makannya.


“Ngapain?” tanya Adhara ketus pada Chan.


“Duduk sini temenin aku makan,” ucap Chan membuat Adhara berdecak lalu segera menuju ruang tamu tanpa mau menuruti ucapan Chan.


Chan menghela nafasnya kasar, ia tahu pasti gadis itu sedang marah padanya karena ia yang berbohong pada Adhara.


“Chan ini apa?” teriak Adhara dari ruang tamu membuat Chan yang kini tengah memakan makananya tersenyum.


Adhara segera berjalan ke arah dapur sambil membawa sebuah buket coklat.


“Buat kamu,”ucap Chan dengan senyumannya membuat Adhara tersenyum sinis.


“Lo pikir gue bakalan maafin lo Cuma demi buket ini? Sogokan lo gak mempan,” ucap Adhara sambil meletakkan buket tersebut ke atas meja makan.

__ADS_1


Senyuman Chan yang awalnya mengembang dengan begitu sempurna seketika luntur dan menatap Adhara sayu.


Chan berjalan ke arah Adhara lalu menggenggam tangan gadis itu erat.


“Aku tau aku salah karena sudah bohongin kamu, tapi aku ngelakuin ini karena aku gak pengen kamu berpikir yang macam-macam,” ucap Chan menjelaskan yang malah di balas dengan tawa oleh gadis itu.


“Justru dengan lo yang bohongin gue gini yang buat gue gak berpikiran yang macem-macem, lo harusnya jujur sama gue Chan. Apapun yang lo lakuin sama Titania harusnya lo bilang sama gue,” ucap Adhara dengan amarahnya membuat Chan menundukkan kepalanya.


“Iya gue salah Adhara,” ucap Chan yang memang menyadari jika tindakannya kali ini salah.


“Gue emang egois, lo tunangan Titania dan gue Cuma pacar lo tapi lo malah harus izin dulu ke gue,” ucap Adhara dengan senyuman sinisnya yang membuat Chan menggeleng.


“Kamu gak egois, karena hubungan aku sama Titania hanya sebuah status beda sama kita,” ucap Chan sambil menangkup wajah Adhara menatap manik mata gadis itu yang menyiratkan kelelahan.


“Aku udah bilang sama kamu, kasih aku waktu buat menyelesaikan semuanya,” ucap Chan dengan tatapan sungguh-sungguh.


“Gue laper,” ucap Adhara sambil menepis tangan Chan dari wajahnya dan segera mengambil alih nasi goreng milik Chan membuat laki-laki itu tersenyum melihatnya lalu mengelus puncak kepala Adhara sayang.


“Besok gue pengen naik motor aja ke sekolah,” ucap Adhara yang segera dibalas dengan anggukan oleh Chan.


“Nanti kita beli helm buat kamu,” ucap Chan yang segera dibalas dengan gelengan oleh Adhara.


“Udah beli tadi sama Anta,” ucap Adhara yang Chan balas dengan anggukan.


Entah mengapa Chan merasa kini harus menjauhkan kedua sahabatnya tersebut dari Antariksa juga Arche. Adhara begitu mudah memaafkan kesalahannya, ia tahu jika gadis itu begitu mencintainya.


Namun ia tidak mau mengambil konsekuensi saat Adhara malah beralih menyukai salah satu dari sahabatnya tersebut. Untuk saat ini biarkan ia egois.


***


Kalau menurut kalian Adhara egois gak sih tetep mau sama orang yang udah punya tunangan?


Tembus 10 komentar aku up 3000 kata hari ini.


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2