Atmosphere

Atmosphere
Caelum


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Saat sampai di kamar mamanya Arche langsung berlutut di depan Miranda membuat wanita tersebut memelototkan matanya dan langsung memegang pundak putranya tersebut.


“Arche, apa yang kamu lakuin. Ayo berdiri,” ucap Miranda pada Arche. Wanita tersebut membuntu putranya tersebut berdiri dan memandang putra dengan sayang.


“Ma bagaimanapun Mama adalah seoran ibu. Bagaimana jika yang berada di posisi Nora adalah aku? Bagaimana rasanya saat mengetahui anak mama tidak diakui oleh ayahnya?” tanya Arche membuat Miranda terdiam sambil memejamkan matanya.


“Kamu tidak perlu melakukannya, karena Mama akan menjaga kamu dengan baik,” ucap Miranda membuat Arche menggelengkan kepalanya. Ia tahu mamanya adalah wanita yang baik di balik semua ini ia hanya merasakan sakit hati atas apa yang dilakukan suaminya.


“Nora gak salah Ma, apa pantas Mama dan Papa menghukum Nora yang bahkan tidak tahu apapun tentang apa yang sudah terjadi?” tanya sambil menggenggam tangan mamanya dengan erat. Berusaha meyakinkan Mamanya untuk membantu Nora agar di terima di keluarga ini. Keputusan Mama nya pasti tak akan bisa di tentang oleh Papanya.


“Aku tahu Mama bukan orang yang jahat, Mama melakukan ini hanya demi kebaikan Arche agar tidak mencintai Nora sebagai seorang laki-laki pada perempuan karena Nora adalah adik Arche,” ucap Arche dengan wajah sendunya sambil terus menggenggam tangan mamanya yang kini hanya memejamkan matanya.


“Arche tau Ma, mama pasti masih terluka atas perbuatan Papa. Tapi Nora gak salah Ma, dia bahkan tidak tau siapa papanya,” ucap Arche melanjutkan ucapannya masih berusaha untuk membujuk Mamanya agar membuka sedikit saja hatinya untuk mau menerima Nora.


“Arche, Mama gak mau bahas ini lagi. Ini urusan Papa kamu, mama gak mau ikut campur dengan urusan mereka,” ucap Miranda lalu beralih menuju ranjangnya dan duduk di tepi ranjang membuat Arche segera mengikuti Mamanya dan berlutut di depan wanita tersebut.


“Ma, Nora juga tidak ingin terlahir dengan keadaan seperti ini tapi apa dia bisa protes pada tuhan? Arche mohon Ma, Cuma Mama yang bisa bantu Nora,” ucap Arche sambil menundukkan kepalanya dan menggenggam tangan Mamanya erat.


Miranda terdiam sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya. Wanita tersebut menghela nafasnya panjang.


“Mama melakukan ini demi kamu,” ucap Miranda sambil memejamkan matanya. Kini ia hanya berharap jika keputusan yang diambilnya tidak salah.


Tidak ada salahnya memberikan kesempatan pada gadis tersebut, lagi pula apa yang Arche ucapkan benar. Tak ada yang ingin terlahir dari keluarga yang tidak harmonis, semua menginginkan keluarga bahagia.


“Terima kasih Ma,” ucap Arche lalu memeluk Mamanya dengan begitu erat membuat Miranda tersenyum sendu.


***

__ADS_1


“Berhenti,” ucap sebuah suara yang membuat Nora menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke arah sumber suara. Adam yang mendengar suara yang begitu ia kenali tersebut pun ikut terdiam dan menoleh ke arah sumber suara.


“Mama,” lirih Adam sambil menatap istrinya tersebut dengan kerutan di keningnya.


Miranda menuruni tangga dengan bantuan Arche yang merangkul mamanya tersebut.


“Kamu bisa meminta pada Rio agar membebaskannya dan membiarkannya tinggal di sini,” ucap Miranda yang membuat kedua orang tersebut terkejut mendengarnya.


“Mama, apa yang mama katakan? Jangan menambah beban untuk mu Ma. Cukup lupakan semuanya dan kita mulai dari awal tanpa bayang-bayang orang luar,” ucap Adam membuat Miranda tersenyum getir mendengarnya. Setelah apa yang laki-laki itu katakan dan membuat hubungan mereka retak kini malah dengan mudahnya mengatakan hal tersebut.


“Bagaimana bisa dilupakan? Semua sudah terjadi, sedari kecil kita diajarkan untuk terus mengingat bukan untuk dilupakan,” ucap Miranda dengan begitu tajamnya membuat Adam terdiam mendengar ucapan istrinya tersebut.


“Terima saja yang sudah terjadi dan biarkan dia mendapatkan apa yang seharusnya didapatkan,” ucap Miranda dengan begitu lembutnya. Namun terdengar jelas helaan nafas kasar dari wanita tersebut. Mungkin hatinya sudah terlalu lelah untuk menghadapi semua ini.


“Kita mulai dengan yang baru tanpa melupakan masa lalu, yang harus di lakukan hanya mengikhlaskan masa lalu yang sudah terjadi,” ucap Miranda yang membuat Nora tercengang mendengarnya.


Ia tak menyangka wanita yang selama ini selalu menindasnya kini malah justru dia yang memberikan nya kekuatan dan dukungan. Mama Arche memang orang yang baik hanya saja rasa sakit hatinya membuat ia melupakan sisi baiknya tersebut.


“Jangan memaksakan jika kamu tidak rela Ma,” ucap Adam sambil berjalan ke arah istrinya tersebut dan menggenggam tangan istrinya tersebut.


Setelah tersadar laki-laki tersebut segera mengejar istrinya tersebut. Sedangkan Arche berjalan ke arah Nora dengan senyumannya lalu memeluk adiknya tersebut erat.


“Mama kak Arche adalah orang yang baik,” ucap Nora dengan senyuman yang terlihat jelas di wajah gadis tersebut. Arche hanya membalasnya dengan anggukan karena memang begitulah sikap Mamanya yang sebenarnya.


***


Setelah sampai di apartemennya Chan langsung berjalan menuju kamarnya dan membanting pintu dengan keras membuat Adhara memejamkan matanya. Pintu di apartemennya akan cepat di ganti dengan yang baru jika Chan terus membanting pintu dengan keras begitu.


Adhara berjalan mengikuti Chan dan memasuki kamar laki-laki tersebut yang begitu gelap. Chan tengah duduk di pinggir kasurnya sambil menundukkan kepalanya membuat Adhara dengan segera menghampirinya dan memeluknya dengan erat.


Ia tahu pasti tak mudah menjadi Chan, mendapati berbagai pukulan dari ayahnya sendiri.

__ADS_1


“Chan, kalau memang dengan kembali ke rumah adalah pilihan yang terbaik lebih baik lo balik aja,” ucap Adhara dengan begitu sabarnya yang malah membuat Chan semakin mengepalkan tangannya marah lalu melepaskan pelukan Adhara, menatap tajam pada gadis yang tak lain adalah kekasihnya tersebut.


“Lo ngusir gue?” tanya Chan membuat Adhara langsung menggeleng. Memang berbicara dengan orang yang tengah emosi harus dengan begitu sabar dan lembut juga menggunakan kata yang tidak menyinggung atau hasilnya akan salah paham seperti ini.


“Gue bukan ngusir lo Chan. Bahkan kalau gue mau egois gue gak mau lo ninggalin gue sendiri di sini,” ucap Adhara berusaha mengontrol nada bicaranya agar tidak meninggi.


“Gue udah terbiasa dengan kehadiran lo, gimana gue bisa ngusir lo? Gue ngomong gini karena gue peduli sama lo dan tante Mira,” ucap Adhara sambil menangkup wajah Chan membuat laki-laki itu memejamkan matanya berusaha menahan amarahnya.


“Gue bingung Adhara, di satu sisi gue khawatir sama nyokap gue tapi disisi lain gue tau Papa pasti gak akan ngelepasin gue gitu aja,” ucap Chan mengingat tentang perjodohan tersebut juga tentang papanya.


Masih begitu ia jelas bisikan papanya yang terngiang di telinganya. Laki-laki itu mengancamnya dengan Mamanya bagaimana ia bisa diam begitu saja?


“Apapun yang terjadi gue bakalan terus mendukung lo dan selalu ada di sisi lo,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil memeluk Chan yang kini juga membalas pelukannya hingga akhirnya mereka saling berpelukan.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2